Part. 17 : His Brother Changed?

"Terakhir. Apa boleh gue minta sesuatu?" Tanya Vina.

"Apa itu?"

"Gue boleh tau alamat rumah Sasya?"

Sena mengangguk, dan mengambil handphone nya, "alamat nya udah gue kirim."

Vina membuka handphone nya dan membaca alamat rumah Sasya.

"Itu rumah Om sama Tante nya Sasya, karena Sasya bareng mereka. Dan gue gak tau mereka masih di situ atau gak." ujar Sena.

"Thanks Sena." Vina melebarkan matanya.

"Alamat nya sama kayak Pak Krisna!"

"Sena. Nama om nya Sasya itu, Krisna bukan?" Tanya Vina dengan ragu, sembari mengangkat wajah nya.

Sena sedikit terkejut, "iya bener. Tau dari mana Lo?"

Vina terdiam dan meremas handphone yang ada di tangannya, "gue mau ngomong sesuatu ke Lo, Sena."

"Dari tadi kan udah ngomong."

"Lama-lama gue pecahin pala Lo, Na." Kata Vina memelototkan matanya.

"Iya jangan dong, bisa-bisa isdet gue. Cepet ngomong apa? Udah mau masuk nih!"

Vina mengalihkan pandangannya ke arah lain, "Lo percaya.. kalau Sasya masih hidup?" Vina memejamkan matanya dan kembali membukanya sembari menolehkan kepalanya pada Sena untuk melihat reaksi temannya.

Benar saja, Sena seperti menahan tawanya. Lalu dia terbatuk kecil.

"Gak mungkin lah."

"Tapi.."

"Udah lah. Kita lebih baik masuk ke kelas aja." Sena mengalihkan topik, dan beranjak dari tempat duduk nya.

"Iya. Tapi gue mau ke kamar mandi dulu." Vina bangkit dan berjalan keluar, disusul Sena.

Vina meninggalkan Sena saat menyelesaikan pertanyaan terakhir nya, untuk pergi ke toilet. Dirinya frustasi, banyak teka-teki yang dibuat oleh pembuat novel ini.

"Sasya Langit Aprilia. Lo udah kibarin bendera perang ke gue. Gue tau, gue salah karena pernah bully Lo, gue minta maaf. Tapi perbuatan Lo juga salah saat ini, karena ngebalas ke orang-orang yang gak bersalah."

"Gue gak pernah salah, Rissa." Sahut seseorang dari balik bilik kamar mandi, namun orang itu langsung menutup mulutnya.

"Ih.. bodohnya aku!" Batin orang itu.

Vina menoleh ke belakang, "siapa disana?!"

Bilik kamar mandi semua tertutup, orang yang ada di balik salah satu kamar mandi menepuk pelan mulutnya yang reflek berbicara.

"Sial! Masa ada hantu nya si Sasya? Tapi penasaran sih." Vina mulai membuka satu persatu pintu kamar mandi itu dengan perlahan.

Pintu pertama, kosong. Pintu kedua dan ketiga, juga kosong. Tapi, tinggal dua pintu lagi tersisa, ada seseorang yang masuk ke kamar mandi. Orang yang ada di salah satu bilik itu sepertinya sudah pasrah, jika dirinya ketahuan oleh Vina.

"Set dah lama bener. Katanya mau cuci tangan Lo doang, Vin." Vina menghela nafasnya, melihat Sena yang masuk.

"Sena. Kaget gue! Udah kok, udah selesai." Vina melirik sisa pintu yang masih tertutup. "Udah yok." Vina menghampiri Sena yang masih berdiri dan bersandar pada pintu.

Pintu tersebut tertutup. Orang yang ada di bilik itu, keluar dari tempat nya, lalu memperbaiki penampilan nya, dan memasangkan kembali kacamatanya.

"Untung gak ketauan!"

...🥀🥀🥀...

Kantin sekolah kembali ramai. Banyak murid-murid yang mengantri, dua gadis menunggu pesanan mereka.

"Oh iya. Audi kok gak keliatan?" Tanya Sena, memperhatikan sekitar.

Vina mengendikkan bahunya, "gue juga bingung. Gak ada kontak nya juga sih."

Sena mencari-cari orang yang dicari, dan ketemu, "WOI AUDI!!"

Vina reflek menutup telinganya. "Telinga gue!!"

Orang yang dipanggil menoleh, lalu berjalan mendekati Sena dan Vina. Audi menghampiri mereka sembari membawa nampan makanan nya, duduk di tempat mereka.

"H.. hai." Sapa Audi.

"Santai aja, sama kita. Ya gak, Vin?"

Vina tersenyum, "iyap bener. Kita kan temen Lo."

Sena cemberut, "ralat! Sahabat!"

Audi tersenyum tipis, "Udah lama gak kayak gini." Batinnya.

"Makanan kalian mana?"

"Eh iya ya. Nah, itu dia." Pesanan mereka sampai di meja.

"Terima kasih bang."

"Iyo, sama-sama neng." Penjual itu kembali ke tempatnya.

"Audi, kenapa kelas kita beda?" Tanya Vina sembari mengaduk makanannya.

Audi mendongak menatap Vina dengan polos, "kan karena dari pihak sekolah udah buat kayak gini."

Sena tertawa, "bener. Masuk logika, njir!"

"Mirip Sasya." Batin Sena, menatap lurus Audi. "Gue harap bisa melindungi orang-orang yang dibully. Gue gak mau menyesal lagi."

Vina menyeruput minumannya, "Audi, kalau ada orang-orang yang gangguin Lo, tinggal bilang ke gue sama Vina aja ya. Biar kita basmi!" Sena mengangguk membenarkan ucapan Vina.

Audi tersenyum lembut, "makasih."

BYURR...

"Akh.." Vina memegang tangan nya yang perih, lalu dengan cepat menoleh ke samping nya, siapa yang menumpahkan kuah panas itu.

"Vina. Lo gak papa?!" Panik Sena.

"Vero. Apa-apaan Lo?!" Teriak Vina. Vero hanya menangis sesenggukan, dan menunduk.

"Ma.. maaf Vina. Aku gak sengaja, ma.. maaf, " ujar nya terbata-bata karena sesenggukan.

Seisi kantin menjadi hening, menonton mereka.

Sena mengepalkan tangannya, "cewek kayak Lo kenapa hidup di dunia sih?! Yang kena kuah panas Vina sampe melepuh kayak gitu, kenapa malah Lo yang nangis?! Lemah banget sih jadi orang?!"

"Ma...maaf." Vero memegang ujung seragam Vina, dalam hatinya berharap aktingnya berhasil membuat orang-orang sekitar menjadi benci pada Vina.

Vina menepis pelan tangan Vero, membuat Vero jatuh terduduk.

"Padahal pelan loh!? Dasar Medusa?!"

"Gak usah akting Lo, Vero! Tadi Vina

"VINA?!" Teriak seorang pemuda.

Vina menoleh pada orang itu, menatap tajamnya. "Calos," desisnya.

"Oh, hai berandalan." Sarkas Vina. Audi dan Sena hanya diam melihat itu.

Wajahnya Calos memerah, "Vin. Lo gak papa? Tangan Lo merah." Calos hendak menyentuh tangan Vina, namun langsung di sentak oleh pemilik tangan.

"Gak usah sentuh-sentuh gue?! Menjijikkan." Desis Vina, menatap Calos.

Wajah Calos menggeram pelan, dan berbisik pelan di depan wajah Vina, "Vina. Adek gue yang paling gue cinta. Lo cuman punya gue dan selama nya begitu."

Perkataan itu membuat Vina mematung. Calos menoleh dan mendekati Vero yang terlihat tidak berdaya. Berjongkok di hadapannya.

"Dan Lo! Jangan pernah ganggu adek gue?!" Calos menunjuk pada Vero yang masih menunduk dan menangis.

"Dia selalu bully aku kak. Kenapa kakak jadi belain dia?!" Sentak Vero, sembari mendongak menatap lurus Calos. Mata nya yang berkaca-kaca.

"Kenapa kakak gak bela aku lagi?!" Teriak Vero. Calos menyeringai, dan mendekatkan mulutnya pada telinga Vero.

"Karena Lo udah gak berguna lagi, Veronica." Bisiknya.

...🥀🥀🥀...

"Ada apa kakek memanggil Keyla, kek?"

"Boleh Kakek minta sesuatu?" Kakek itu menatap sang cucu, menautkan tangannya.

"Apa itu kek?" Keyla menautkan alisnya.

"Sekolah milik William. Kakek banyak laporan disana ada kasus pembullyan, kakek mau minta tolong, kamu gantiin kepala sekolah disana. Untuk kuliah kamu kan, cuman tinggal kelulusan. Kamu mau kan?"

"Tapi Kek.."

"Cuman kamu harapan Kakek satu-satunya." Kakek itu menundukkan kepalanya, "karena Rissa sudah tidak ada."

"Adik kalian juga, kakek gak tau keberadaan nya." batinnya.

Keyla menghembuskan nafasnya, "kalau begitu, Keyla mau Kek. Untuk kuliah hanya menunggu waktu kelulusan."

Kakek tua itu hanya tersenyum puas, "besok. Kakek akan perkenalkan kamu sebagai kepala sekolah terbaru."

"Tapi, apa aku gak terlalu muda untuk menjabat?"

"Tidak. Kakek tau kepala sekolah itu tidak becus mengurus sekolah, maka lebih baik saya mempercayai mu, Keyla."

Keyla tersenyum sendu.

Kak Rissa, aku harap kita bisa ketemu. Apa kakak gak kangen aku ya?

...🥀🥀🥀...

Calos menarik tangan Vina menjauh dari kantin, Vina rasanya ingin memberontak, tapi ucapan Calos kala itu membuatnya tak berkutik. Sena dan Audi mengikuti mereka dari belakang.

"Calos, cinta sama Vina? Lah kan mereka kakak adek?!"

Calos masuk ke dalam UKS, diikuti Vina, Sena dan Audi.

"Lo berdua ngapain disini?" Tanya Calos dengan datar.

"Gue sama Audi mau obatin Vina lah!" Seru Sena.

"Gue lebih berhak. Kalian lebih baik pergi."

"Lo yang harus nya pergi, Calos," ujar Vina dengan dingin. Dirinya memukul keras tangan Calos yang memegang nya, membuat Calos meringis dan melepaskan genggamannya.

"Pergi. Atau gue bunuh Lo disini, Calos."

Sena dan Audi bertatapan. "Mbak, tolong ya. Lo lebih ngerti soalnya tentang P3K." Cengir Sena.

Audi terkekeh, "aku udah duga." Audi mencari obat merah yang ada di P3K untuk membersihkan luka di tangan Vina.

"Sini Vin, tangan kamu." Vina hendak memberikan lengan nya, Calos langsung merampas obat merah di tangan Audi, dan menarik tangan Vina.

"Gue aja."

Sena mendekati Audi. Berbisik, "Sabar Audi. Gue tau dalam hati Lo pasti mau hajar si Calos kan."

Audi menoleh dan tersenyum kesal, "tangan aku gatel."

"Lo benar-benar gak tau diri ya Calos." Desis Vina. Vina memukul keras wajah Calos, membuat Calos melepaskan tangan Vina dan obat merah itu.

"Awhhss?!" Calos memegangi hidungnya, karena pukulan Vina yang keras itu. Meringis, menopang tangannya pada nakas sebelah ranjang.

"Sena, Audi. Ayo kita pergi dari sini!" Ajak Vina.

"Tangan Lo, Vin?" Tanya Audi khawatir.

"Gak papa, Audi. Tangan nya gue bersihin pake air aja."

Mereka keluar dari sana, meninggalkan Calos yang masih meringis.

Sena menggandeng tangan Vina dan Audi.

"Gue harap, pertemanan kita selamanya ya."

...🥀🥀🥀...

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Oka Derza

Oka Derza

Claudia kan?

2025-02-07

1

~|•∆•|~Yuji❤️£™

~|•∆•|~Yuji❤️£™

fixs audi itu syasya

2022-04-30

6

lihat semua
Episodes
1 Part. 00 : Prolog
2 Part. 01 : Don't Know Them
3 Part. 02 : Remain Unsettled
4 Part. 03 : Himself Against Them
5 Part. 04 : Bogor
6 Part. 05 : Novel?
7 Part. 06 : Sus
8 Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9 Part. 08 : You are mine. And always mine
10 Part. 09 : Vero Sucks!
11 Part. 10 : The author's name is..
12 Part. 11 : Mysterious person
13 Part. 12 : Vina and Vaness
14 Part. 13 : Life is Problem
15 Part. 14 : The accident was because of me
16 Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17 Part. 16 : Everyone is a killer
18 Part. 17 : His Brother Changed?
19 Part. 18 : Drama, yeah!
20 Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21 Part. 20 : Who is the new female Principal?
22 Part. 21 : She's just a doll
23 Part. 22 : The Reason
24 Part. 23 : Bad Memory
25 Part. 24 : Cliche Storyline
26 Part. 25 : Confusion that Becomes
27 Part. 26 : Simple Things
28 Part. 27 : War Reinforcements
29 Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30 Part. 29 : Soul Exchange
31 Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32 Part. 31 : Promise between Sisters.
33 Part. 32 : Hate and Love
34 Part. 33 : We are just enemies
35 Part. 34 : Attack Preparation
36 Part. 35 : Truth
37 Baca juga ya!
38 Part. 36 : Cruel World
39 Part. 37 : Damage
40 Part. 38 : Grandpa?!
41 Part. 39 : Elina
42 Part. 40 : Like Know?
43 Part. 41 : Opium
44 Part. 42 : Their Mental Decline
45 Part. 43 : Ego Conquers All
46 Part. 44 : Carlos and Calos
47 Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48 Part. 46 : Martin
49 Part. 47 : Martin's Death
50 Part. 48 : Everything Will Be Fine
51 Part. 49 : Just Want to Help
52 Part. 50 : Here We Go
53 Part. 51 : Not a Traitor
54 Part. 52 : The First Meeting
55 Part. 53 : Hacker
56 Part. 54 : Crazy
57 Part. 55 : Like a Hero
58 Part. 56 : Between life and death
59 Part. 57 : That Guy
60 Part. 58 : Nightmare
61 Part. 59 : Strong!
62 Part. 60 : Nonsense..
63 Part. 61 : Accident
64 Part 62 : Edward's Point Of View
65 Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66 Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67 Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68 Part. 66 : Xlovenos
69 Part. 67 : Keyla's Point Of View
70 Part. 68 : Tears
71 Part. 69 : Why?
72 Part 70 : She said, "Gone."
73 Part. 71 : Secret
74 Part 72 : Gio, please, tell me..
75 Part. 73 : Confess (?)
76 Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77 Part. 75 : Best Friend Forever
78 Part. 76 : Break your Heart?
79 Part. 77 : Please, be honest
80 Part. 78 : Thank you..
81 Part. 79 : Love Me Like You Do
82 Part. 80 : Two Side
83 Part. 81 : War
84 Part. 82 : Is This The End?
85 Part. 83 : Epilog
86 Cerita dengan genre baru!
87 SEASON 2!
88 Se.2_ #84. Death?
89 Se.2_ #85. Alive!
90 Se.2_ #86. A warning?
91 Se.2_ #87. Their Evil Plan
92 Se.2_ #88. Missions are priority!
93 Se.2_ #89. Mask
94 Se.2_ #90. My Side and Your Side
95 Se.2_ #91. Found out!
96 Se.2_ #92. The War Has Begun
97 Se.2_ #93. End of War?
98 Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99 Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100 Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Part. 00 : Prolog
2
Part. 01 : Don't Know Them
3
Part. 02 : Remain Unsettled
4
Part. 03 : Himself Against Them
5
Part. 04 : Bogor
6
Part. 05 : Novel?
7
Part. 06 : Sus
8
Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9
Part. 08 : You are mine. And always mine
10
Part. 09 : Vero Sucks!
11
Part. 10 : The author's name is..
12
Part. 11 : Mysterious person
13
Part. 12 : Vina and Vaness
14
Part. 13 : Life is Problem
15
Part. 14 : The accident was because of me
16
Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17
Part. 16 : Everyone is a killer
18
Part. 17 : His Brother Changed?
19
Part. 18 : Drama, yeah!
20
Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21
Part. 20 : Who is the new female Principal?
22
Part. 21 : She's just a doll
23
Part. 22 : The Reason
24
Part. 23 : Bad Memory
25
Part. 24 : Cliche Storyline
26
Part. 25 : Confusion that Becomes
27
Part. 26 : Simple Things
28
Part. 27 : War Reinforcements
29
Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30
Part. 29 : Soul Exchange
31
Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32
Part. 31 : Promise between Sisters.
33
Part. 32 : Hate and Love
34
Part. 33 : We are just enemies
35
Part. 34 : Attack Preparation
36
Part. 35 : Truth
37
Baca juga ya!
38
Part. 36 : Cruel World
39
Part. 37 : Damage
40
Part. 38 : Grandpa?!
41
Part. 39 : Elina
42
Part. 40 : Like Know?
43
Part. 41 : Opium
44
Part. 42 : Their Mental Decline
45
Part. 43 : Ego Conquers All
46
Part. 44 : Carlos and Calos
47
Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48
Part. 46 : Martin
49
Part. 47 : Martin's Death
50
Part. 48 : Everything Will Be Fine
51
Part. 49 : Just Want to Help
52
Part. 50 : Here We Go
53
Part. 51 : Not a Traitor
54
Part. 52 : The First Meeting
55
Part. 53 : Hacker
56
Part. 54 : Crazy
57
Part. 55 : Like a Hero
58
Part. 56 : Between life and death
59
Part. 57 : That Guy
60
Part. 58 : Nightmare
61
Part. 59 : Strong!
62
Part. 60 : Nonsense..
63
Part. 61 : Accident
64
Part 62 : Edward's Point Of View
65
Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66
Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67
Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68
Part. 66 : Xlovenos
69
Part. 67 : Keyla's Point Of View
70
Part. 68 : Tears
71
Part. 69 : Why?
72
Part 70 : She said, "Gone."
73
Part. 71 : Secret
74
Part 72 : Gio, please, tell me..
75
Part. 73 : Confess (?)
76
Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77
Part. 75 : Best Friend Forever
78
Part. 76 : Break your Heart?
79
Part. 77 : Please, be honest
80
Part. 78 : Thank you..
81
Part. 79 : Love Me Like You Do
82
Part. 80 : Two Side
83
Part. 81 : War
84
Part. 82 : Is This The End?
85
Part. 83 : Epilog
86
Cerita dengan genre baru!
87
SEASON 2!
88
Se.2_ #84. Death?
89
Se.2_ #85. Alive!
90
Se.2_ #86. A warning?
91
Se.2_ #87. Their Evil Plan
92
Se.2_ #88. Missions are priority!
93
Se.2_ #89. Mask
94
Se.2_ #90. My Side and Your Side
95
Se.2_ #91. Found out!
96
Se.2_ #92. The War Has Begun
97
Se.2_ #93. End of War?
98
Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99
Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100
Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!