Part. 08 : You are mine. And always mine

Vina berjalan santai di koridor sekolah nya, dengan earpod di telinga nya. Vina masih merasa risih dengan pandangan orang-orang yang menatapnya berbeda-beda. Ada yang kagum, ada yang iri, ada yang sinis, bahkan ada yang menjauh darinya.

Sesampainya Vina di depan pintu kelasnya, ia membuka pintu itu.

Byursh....

Sontak mata nya menutup kala ada sebuah air menyiramnya, seisi kelas tertawa puas melihat Vina yang sedang terguyur itu. Vina menatap ke bawah melihat ember yang tadi mengguyur nya, lalu menatap sekeliling nya, yang sedang menertawakan nya, bahkan tidak ada yang membantu nya.

Sena? Tempat duduknya masih kosong, tidak ada juga tas pemilik nya. Jadi bisa dipastikan kalau Sena belum datang.

Vina menatap tajam, mencari siapa yang berani-beraninya mengerjainya.

"SI... A... LAN..." Batinnya menahan amarah. Vina berbalik dan dengan tergesa-gesa pergi ke arah kamar mandi. Dirinya masuk, dan menutup pintu itu.

"Badan gue basah semua!" Pekik nya tertahan, ia menopang kedua tangannya di sisi wastafel, memandang dirinya yang basah kuyup di cermin depannya.

"Mana gak punya ganti lagi," gumam nya, dia menunduk, memejamkan mata nya.

"Tau gini gue pake jaket dari rumah, kelupaan gue kan," kesal nya.

Kriettt...

Suara dari salah satu bilik dalam kamar mandi itu yang membuat Vina menoleh ke belakang. Seorang perempuan berkacamata yang waktu itu ia bantu perempuan itu menyodorkan sesuatu.

Vina menatap benda itu, "itu.. gue pake?"

Perempuan berkacamata itu mengangguk, "iya pinjam aja jaket milik aku."

Vina tersentak mendengar perempuan itu berbicara, "Lo serius?" Sekali lagi pertanyaannya dibalas anggukan tanpa ragu.

Vina tersenyum, "terima kasih." Perempuan itu tertegun lalu membalas senyuman itu walau sedikit kaku.

Sebelum Vina, berjalan masuk ke salah satu bilik, Vina menatap perempuan berkacamata itu yang dari awal membuatnya penasaran.

"Apa boleh gue tau, siapa nama Lo?" Tanya Vina. Perempuan itu yang tadi nya sedikit menunduk, mendongakan kepalanya menatap Vina.

"Nama aku Claudia Scarlett, panggil aja yang kamu mau," ujarnya tersenyum tipis. Vina mengangguk.

"Nama Lo bagus," puji Vina. "Gue panggil yang beda aja boleh, Audi?" Tanya Vina. Perempuan itu, Claudia, mengangguk. Vina tersenyum, lalu dengan segera berbalik, karena badannya mulai sedikit menggigil karena kedinginan, namun terhenti karena sebuah pertanyaan.

"Boleh kita berteman?" Vina berbalik menatap Claudia.

"Sangat boleh," ucap Vina. Lalu ia pamit untuk berganti pakaian, dan Claudia yang kembali ke kelasnya.

"Teman.. gue akhirnya dapat teman lagi!" Seru nya dalam hati, dengan antusias.

...🥀🥀🥀...

Setelah berganti pakaian, Vina tengah sedang membolos pelajaran pertama. Dirinya kini berada di taman sekolah, yang menurut anak-anak sekolah disini banyak penunggunya. Dia mulai terbiasa dengan penglihatan nya itu, walaupun wajah-wajah hantu yang berkeliaran selalu membuat nya sedikit bergidik.

Vina menyandarkan tubuhnya pada kursi yang berada di taman itu, merilekskan otot tubuh nya. Menutup matanya menikmati semilir angin yang menerpa wajah mulus nya. Namun, ia tiba-tiba merasakan ada seseorang yang sedang duduk di sampingnya, tanpa repot-repot membuka mata ia tahu siapa yang duduk dengannya itu.

"Mau apa Lo kesini?" Tanya Vina, dia masih memejamkan matanya malas. Orang yang di sebelah nya terkekeh.

"Segitu cinta nya Lo ke gue ya, sampe kenal ini gua," ujar pemuda itu dengan percaya diri.

"Segitu bodohnya gue, sampe pernah suka sama banci macam Lo, Avrenzo." Vina membuka matanya, lalu menegakkan tubuhnya, menatap lurus pohon-pohon di sekitar mereka. Tidak memedulikan bahwa pemuda di sampingnya, yaitu Avrenzo sedang menahan amarah akibat perkataan Vina.

"Cih.. Gue tau ini cuman akal-akalan Lo doang kan, biar buat gue sadar!" Tuduh Avrenzo pada Vina, membuat Vina menoleh tidak percaya pada Avrenzo.

"Percaya diri Lo harusnya kurangin deh. Biar gak malu!" Sarkas Vina menatap tajam Avrenzo.

Avrenzo menyeringai, lalu mendekat ke arah Vina, membuat Vina mundur dan terkurung di antara kukungan Avrenzo.

"Walaupun gitu, Lo berhasil Vin. Lo berhasil membuat gue sadar, sadar kalau gue jatuh, jatuh lagi pada orang yang sama." Vina membeku, karena jarak antara dirinya dengan Avrenzo hanya tinggal beberapa senti lagi.

Avrenzo lalu mendekatkan mulutnya pada telinga Vina, dan berbisik dengan suara serak nya, "Lo berhasil membuat gue jatuh cinta lagi, lagi, dan lagi, Vina."

Cup...

Avrenzo mencium pipi Vina, hampir mengenai ujung bibirnya. Perlakuan Avrenzo itu membuat nya tersadar, lalu dengan pukulan telak di perut Avrenzo, membuat Avrenzo mengerang, memegang perutnya. Kesempatan emas, ia dengan cepat bangkit dan pergi dari sana.

Avrenzo tertawa puas, sesekali sedikit meringis sakit.

"Lo milik gue Vin. Dan selalu milik gue, gak akan ada yang berani ambil Lo dari gue!" Batinnya.

...🥀🥀🥀...

Vina berlari menjauh dari taman, wajahnya merah padam, merambat ke daerah telinga. Tangan nya mengusap kasar pipinya yang tadi Avrenzo cium. Untung saja baru pipi, kalau tepat di bibir, ia akan pastikan nyawa Avrenzo sudah ia buat melayang.

"****! Bisa-bisanya tuh cowok ngambil kesempatan!"

Vina berjalan ke arah perpustakaan sekolahnya, ia mengedarkan pandangannya melihat sekitar nya, dirasa aman Vina segera masuk.

Vina memilih beberapa buku yang menurut nya menarik. Lalu ia bawa dan mencari kursi kosong paling pojok.

"Gue harap gak ada yang ganggu lagi," ujar Vina dalam hati.

Vina menopang dagunya dengan tangan kirinya, tangan kanannya sibuk membolak-balik halaman buku yang dibaca olehnya.

Vina berjengit kaget, melihat ada seseorang yang menduduki kursi di seberang nya. Vina mengerjap.

Kalau dia yang ganggu gak papa deh, saya ini ikhlas. Ganteng nya naujubilah!

"Gue boleh duduk disini kan?" Tanya pemuda itu.

"Bu.. bukannya banyak tempat lain. Lagi.. lagipula kenapa Lo bolos, Edward?" Tanya Vina tidak percaya seorang Edward bisa membolos.

Edward tersenyum tipis, "gue mau temenin Lo. Gue juga gak bolos, gue dapat dispensasi karena harus latihan basket." Vina mengangguk mengerti.

Edward menatap intens Vina, membuat Vina sedikit bergidik. Tangan Edward terulur, merapihkan anak rambut Vina, sembari terkekeh membuat jantung Vina berdegup kencang.

"Kok bisa berantakan sih? Terus agak basah, Lo habis keramas?" Tanya Edward, sedikit khawatir. Sedikit? Bahkan dirinya sangat khawatir, saat ia berada di lapangan, dan melihat Vina sedang berjalan ke arah kelas, ia sadar ada yang tidak beres.

Dan, benar saja dugaannya Vina kena jebakan yang dipasang itu. Hal itu membuat nya khawatir, dia melangkah keluar lapangan untuk memastikan keadaan Vina, namun dirinya di tahan oleh pelatih, jadi baru sekarang ia bisa memastikan keadaan Vina, saat jam istirahat tim basket nya.

"I.. iya tadi pagi gue keramas," jawab Vina sedikit gugup. Sebenarnya Edward merasa gemas akan sikap Vina, yang sudah berubah itu. Ingin rasanya menyentuh pipi itu, mencubit dengan gemas pipi itu.

Woilahh hari ini banyak bener cogan yang deket deket gue!! Batin Vina berteriak-teriak. Menurut nya pemuda-pemuda yang berada di dalam Novel ini sangat tidak manusiawi, lihatlah orang di depannya ini, gantengnya kemana-mana.

"Oh, gitu," balas Edward, ia tahu bahwa Vina sedang berbohong. Namun, ia tidak mau memaksakan Vina.

Cukup lama mereka terdiam, Edward kembali membuka suaranya.

"Gue boleh minta nomor telepon Lo gak?" Tanya Edward secara tiba-tiba, Edward yang reflek mengatakan itu langsung mengatupkan mulutnya, mengalihkan pandangannya.

Pertanyaan itu memang membuat Vina menyernyit, namun tak ayal ia memberikan nya. Edward dengan sangat senang hati, bertukar nomor telepon.

"Thanks," ucap Edward dengan singkat. Hanya dibalas anggukan Vina.

"Gue udah dipanggil coach, gue pergi dulu ya," pamit Edward.

Vina mengangguk, "oke. Yang semangat ya." Edward tersenyum lalu berjalan keluar dari perpustakaan, dia mengangkat tangannya yang terkepal, menyemangati diri nya.

"Jadi semangat. Karena disemangatin ayang. AMIN JADI AYANG," Edward tidak bisa menahan bahagia, bahagia karena diberi semangat, dan juga bahagia dikasih nomor telepon nya.

Edward berlari kencang ke arah lapangan, sembari bersenandung kecil.

...🥀🥀🥀...

Vina tersenyum tipis, menyentuh rambutnya yang tadi Edward perbaiki.

"Lama-lama jadi orang gila gue. Rambut gue yang dipegang, jantung gue yang berantakan, kek lagi disko jir!"

Vina meremas tangan nya, pandangan nya beralih ke sekitar dan merasa sedikit merinding, lalu dengan cepat ia merapihkan buku-buku yang tadi dibawa olehnya, dan pergi dari tempat sunyi itu.

"Dahlah, cabut gue dari sini. Sekarang waktunya ke kelas."

Vina menaruh buku-buku itu di tempat asal karena suasana hatinya sedang tidak karuan. Antara takut karena keadaan perpustakaan, kesal karena Avrenzo mengganggu ketenangan nya, dan berbunga-bunga karena kedatangan pemuda yang sangat tampan itu.

"Gue berharap cerita ini mempunyai happy ending. Gue gak mau.. hidup gue jadi Sad ending." Gumam Vina sembari berjalan kembali ke kelasnya, dengan menenteng tas miliknya.

...🥀🥀🥀...

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Maîra⊰⁠⊹

Maîra⊰⁠⊹

Gila! Red flag semua!😶‍🌫️

2022-12-26

1

Ida Blado

Ida Blado

masa mafia di deketin banci afrezo kok kicep,,,ngecewain bgt

2022-06-16

3

itha Nurhayati 😎

itha Nurhayati 😎

lanjut Kaka 🥰🥰 semangat terus..

2022-04-12

3

lihat semua
Episodes
1 Part. 00 : Prolog
2 Part. 01 : Don't Know Them
3 Part. 02 : Remain Unsettled
4 Part. 03 : Himself Against Them
5 Part. 04 : Bogor
6 Part. 05 : Novel?
7 Part. 06 : Sus
8 Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9 Part. 08 : You are mine. And always mine
10 Part. 09 : Vero Sucks!
11 Part. 10 : The author's name is..
12 Part. 11 : Mysterious person
13 Part. 12 : Vina and Vaness
14 Part. 13 : Life is Problem
15 Part. 14 : The accident was because of me
16 Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17 Part. 16 : Everyone is a killer
18 Part. 17 : His Brother Changed?
19 Part. 18 : Drama, yeah!
20 Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21 Part. 20 : Who is the new female Principal?
22 Part. 21 : She's just a doll
23 Part. 22 : The Reason
24 Part. 23 : Bad Memory
25 Part. 24 : Cliche Storyline
26 Part. 25 : Confusion that Becomes
27 Part. 26 : Simple Things
28 Part. 27 : War Reinforcements
29 Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30 Part. 29 : Soul Exchange
31 Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32 Part. 31 : Promise between Sisters.
33 Part. 32 : Hate and Love
34 Part. 33 : We are just enemies
35 Part. 34 : Attack Preparation
36 Part. 35 : Truth
37 Baca juga ya!
38 Part. 36 : Cruel World
39 Part. 37 : Damage
40 Part. 38 : Grandpa?!
41 Part. 39 : Elina
42 Part. 40 : Like Know?
43 Part. 41 : Opium
44 Part. 42 : Their Mental Decline
45 Part. 43 : Ego Conquers All
46 Part. 44 : Carlos and Calos
47 Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48 Part. 46 : Martin
49 Part. 47 : Martin's Death
50 Part. 48 : Everything Will Be Fine
51 Part. 49 : Just Want to Help
52 Part. 50 : Here We Go
53 Part. 51 : Not a Traitor
54 Part. 52 : The First Meeting
55 Part. 53 : Hacker
56 Part. 54 : Crazy
57 Part. 55 : Like a Hero
58 Part. 56 : Between life and death
59 Part. 57 : That Guy
60 Part. 58 : Nightmare
61 Part. 59 : Strong!
62 Part. 60 : Nonsense..
63 Part. 61 : Accident
64 Part 62 : Edward's Point Of View
65 Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66 Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67 Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68 Part. 66 : Xlovenos
69 Part. 67 : Keyla's Point Of View
70 Part. 68 : Tears
71 Part. 69 : Why?
72 Part 70 : She said, "Gone."
73 Part. 71 : Secret
74 Part 72 : Gio, please, tell me..
75 Part. 73 : Confess (?)
76 Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77 Part. 75 : Best Friend Forever
78 Part. 76 : Break your Heart?
79 Part. 77 : Please, be honest
80 Part. 78 : Thank you..
81 Part. 79 : Love Me Like You Do
82 Part. 80 : Two Side
83 Part. 81 : War
84 Part. 82 : Is This The End?
85 Part. 83 : Epilog
86 Cerita dengan genre baru!
87 SEASON 2!
88 Se.2_ #84. Death?
89 Se.2_ #85. Alive!
90 Se.2_ #86. A warning?
91 Se.2_ #87. Their Evil Plan
92 Se.2_ #88. Missions are priority!
93 Se.2_ #89. Mask
94 Se.2_ #90. My Side and Your Side
95 Se.2_ #91. Found out!
96 Se.2_ #92. The War Has Begun
97 Se.2_ #93. End of War?
98 Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99 Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100 Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Part. 00 : Prolog
2
Part. 01 : Don't Know Them
3
Part. 02 : Remain Unsettled
4
Part. 03 : Himself Against Them
5
Part. 04 : Bogor
6
Part. 05 : Novel?
7
Part. 06 : Sus
8
Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9
Part. 08 : You are mine. And always mine
10
Part. 09 : Vero Sucks!
11
Part. 10 : The author's name is..
12
Part. 11 : Mysterious person
13
Part. 12 : Vina and Vaness
14
Part. 13 : Life is Problem
15
Part. 14 : The accident was because of me
16
Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17
Part. 16 : Everyone is a killer
18
Part. 17 : His Brother Changed?
19
Part. 18 : Drama, yeah!
20
Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21
Part. 20 : Who is the new female Principal?
22
Part. 21 : She's just a doll
23
Part. 22 : The Reason
24
Part. 23 : Bad Memory
25
Part. 24 : Cliche Storyline
26
Part. 25 : Confusion that Becomes
27
Part. 26 : Simple Things
28
Part. 27 : War Reinforcements
29
Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30
Part. 29 : Soul Exchange
31
Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32
Part. 31 : Promise between Sisters.
33
Part. 32 : Hate and Love
34
Part. 33 : We are just enemies
35
Part. 34 : Attack Preparation
36
Part. 35 : Truth
37
Baca juga ya!
38
Part. 36 : Cruel World
39
Part. 37 : Damage
40
Part. 38 : Grandpa?!
41
Part. 39 : Elina
42
Part. 40 : Like Know?
43
Part. 41 : Opium
44
Part. 42 : Their Mental Decline
45
Part. 43 : Ego Conquers All
46
Part. 44 : Carlos and Calos
47
Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48
Part. 46 : Martin
49
Part. 47 : Martin's Death
50
Part. 48 : Everything Will Be Fine
51
Part. 49 : Just Want to Help
52
Part. 50 : Here We Go
53
Part. 51 : Not a Traitor
54
Part. 52 : The First Meeting
55
Part. 53 : Hacker
56
Part. 54 : Crazy
57
Part. 55 : Like a Hero
58
Part. 56 : Between life and death
59
Part. 57 : That Guy
60
Part. 58 : Nightmare
61
Part. 59 : Strong!
62
Part. 60 : Nonsense..
63
Part. 61 : Accident
64
Part 62 : Edward's Point Of View
65
Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66
Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67
Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68
Part. 66 : Xlovenos
69
Part. 67 : Keyla's Point Of View
70
Part. 68 : Tears
71
Part. 69 : Why?
72
Part 70 : She said, "Gone."
73
Part. 71 : Secret
74
Part 72 : Gio, please, tell me..
75
Part. 73 : Confess (?)
76
Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77
Part. 75 : Best Friend Forever
78
Part. 76 : Break your Heart?
79
Part. 77 : Please, be honest
80
Part. 78 : Thank you..
81
Part. 79 : Love Me Like You Do
82
Part. 80 : Two Side
83
Part. 81 : War
84
Part. 82 : Is This The End?
85
Part. 83 : Epilog
86
Cerita dengan genre baru!
87
SEASON 2!
88
Se.2_ #84. Death?
89
Se.2_ #85. Alive!
90
Se.2_ #86. A warning?
91
Se.2_ #87. Their Evil Plan
92
Se.2_ #88. Missions are priority!
93
Se.2_ #89. Mask
94
Se.2_ #90. My Side and Your Side
95
Se.2_ #91. Found out!
96
Se.2_ #92. The War Has Begun
97
Se.2_ #93. End of War?
98
Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99
Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100
Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!