Part. 01 : Don't Know Them

Seorang gadis cantik nan imut, sedang tertidur pulas di ranjang rumah sakit. Perlahan mata indahnya terbuka.

"Ukh... Dimana ini?" Desis nya pelan dengan suara serak, gadis itu mengangkat tangan nya mengelus dada nya dan sedikit menekan nya, yang terkena timah panas itu. "Kok? Gak sakit ya?" Tanya nya pada diri sendiri. Gadis itu menatap seluruh sudut kamar, dan mata nya membelalak saat melihat cairan infus.

CKLEEK...

Pintu kamar terbuka, dan seorang suster masuk. "Dok! Dokter!! Pasien sudah sadar," kata suster tersebut memanggil Dokter.

"Syukurlah kalau kamu sudah sadar, nak. Apa yang kamu rasakan, apa ada yang sakit?" Tanya Dokter itu.

Gadis itu, Rissa menyernyitkan dahi nya. "Say.. saya baik-baik saja, boleh tolong ambilkan air, Dokter?" Tanya Rissa dengan terbata-bata.

"Oh iya, Silahkan, Nak Vina." Dokter itu membantu Rissa meminum air putih itu. Namun, Rissa heran nama nya bukan Vina, tapi mengapa ia dipanggil Vina.

"Terima kasih Dok. Tapi, maaf nama saya Rissa bukan Vina, Dok." Jawab nya.

"Tapi itu nama kamu Nak Vina."

"Tap—" Omongan Rissa terpotong, karena ada sepasang suami istri yang masuk ke dalam kamarnya, wajah mereka sungguh asing di matanya.

"SAYANG! KAMU SUDAH SADAR!" Pekik wanita paruh baya, yang mendekati sang anak.

"Mah, tenang mah, jangan teriak, ini rumah sakit." Suaminya berusaha menenangkan sang istri, dan ikut menyusul sang istri yang sudah memeluk anaknya.

"Ma.. maaf, tapi kalian siapa ya?" Tanya Rissa masih bingung, siapa orang-orang yang di hadapan nya ini. Pertanyaan itu membuat hati sepasang suami istri itu mencelos.

"Vina... gak ingat mama?" Tanya wanita itu. Rissa menjawabnya dengan gelengan.

"Ka.. kalau Papah?" Tanya laki-laki paruh baya itu.

"Maaf." Lagi Rissa menggelengkan kepalanya kembali, apa ini maksudnya, kenapa ia di tempat yang asing, bahkan orang-orangnya tidak pernah ia kenal.

"Dok!! Anak saya kenapa?!" Ujar Laki-laki itu pada Dokter yang masih berada di tempat tersebut.

"Saya cek lagi ya, Nak Vina. Kamu tahu siapa yang di depan kamu?" Rissa hanya menggeleng, "enggak dok," jawabnya. Dokter menghela nafas nya.

"Kamu tau, nama panjang kamu?" Tanya Dokter lagi.

Rissa mengangguk dan menjawab tanpa ragu, "Rissa Arabella." Wanita paruh baya menatap anaknya dengan mata berkaca-kaca.

"Mungkin akibat kecelakaan itu, kepala Nak Vina terbentur, dan membuat nya hilang ingatan sementara. Mohon bantu Nak Vina, agar ingatan nya kembali, perlahan saja jangan langsung dipaksakan." Jelas sang Dokter. Wanita itu sudah menangis, dan suaminya membalas dokter dengan mengangguk pasti. Lalu Dokter dan suster itu pamit undur diri, dan keluar dari kamar itu.

"Maaf ini dimana ya?" Tanya Rissa, atau lebih tepatnya Vina yang yang diisi jiwa Rissa.

"Ini di rumah sakit sayang."

"Vina." Panggil Laki-laki yang berada di samping nya.

"Ya om?"

"Jangan panggil Om ya. Papa aja."

"Iya pah." Hanya dibalas senyuman. "Oiya lah, boleh aku tau siapa-siapa saja keluarga ku?" Tanya Vina, sembari menggaruk pipinya yang tidak gatal. Halus juga kulit nya.

"Kenalin kami ya, nama Papah, Raditya Rafa Callandra. Dan, nama mamah, Maya Praduta Laoranz. Ingat ya. Oiya kamu juga punya dua kakak, yang pertama nama nya Carlos Tevez Callandra, dan yang kedua Calos Vonasi Callandra. Dan nama kamu Clarissa Davina Callandra." Jelas Raditya.

Vina mengganguk, dan ber-oh ria. "Mah, pah, aku di rumah sakit karena apa?"

"Kamu.. kecelakaan karena mobil, kamu di tabrak." Maya mengelus-elus rambut anaknya. Dan Vina merasa hatinya menghangat, karena usapan itu.

"Ini ya rasanya kasih sayang orang tua?" Batinnya.

"Em... Aku mau ke kamar mandi dulu ya, mah, pah." Vina hendak turun dari tempat yang ia tiduri, tapi ada yang menahannya.

"Biar mama bantu," ucap Maya.

"Gak usah mah. Aku bisa sendiri." Setelah mengucapkan itu, Vina turun dan masuk ke kamar mandi. Kedua orang tuanya hanya dapat menatap punggung Vina.

...🌺🌺🌺...

Di dalam kamar mandi, Rissa yang kini berada di raga Vina sedang mondar-mandir tidak jelas. Dia menatap pantulan wajahnya di cermin.

Cermin oh cermin siapa yang paling cantik di dunia. Eh salah.

"Muka gue kok glowing banget, mana halus lagi!" Vina mengelus wajahnya. "Ini kalo Keyla tau, diketawain gak ya, gue jadi putih gini?" Seakan sadar Vina membelalakkan matanya.

"Keyla. Dia baik-baik aja kan?!" Pekik nya tertahan. Menghirup, dan menghembuskan nafas nya, mencoba menenangkan diri.

"Lo harus hati-hati Ris! Disini sangat asing, kamu harus sabar, dan bisa dapetin ingatan raga ini." Rissa sadar, saat ini dirinya sedang bertransmigrasi menjadi seorang Vina, dari keluarga Callandra.

Rissa memegang kepalanya yang tiba-tiba merasa sakit, dan berputar putar. Apa ini!

Adik sialan! Lo udah diperingatin jangan ganggu Vero!

Kapan sih Lo pergi dari dunia! Jahat mulu di otak Lo!

Siapa yang bilang Lo boleh duduk sini?! Sana! Lo bukan adik gue! Gue gak punya adek kayak Lo!

Rissa meringis, meremas rambut nya, ingatan ingatan menyakitkan membuatnya menjadi limbung.

Mati aja Lo!!

Cih menjijikkan!

AHAHAHAHA!! LO DAPAT GANJARANNYA CLARISSA DAVINA!

Tepat saat Vina membuka pintu kamar mandi, ia limbung, lalu tak sadarkan diri, mambuat Raditya dan Maya, langsung menghampiri nya. Lalu semua gelap.

...🌺🌺🌺...

"Gimana dok keadaan anak saya? Kenapa dia pingsan? Cepet dok jawab?" Samar-samar Vina mendengar suara itu, sangat sulit untuk membuka matanya, rasanya kepala nya berputar, dada nya merasa sesak.

"Tenang Bu, pak. Vina hanya kelelahan, dia butuh istirahat, karena ia baru sadar." Jelas Dokter, sambil menenangkan orang tua pasiennya.

"Gue akan balas perbuatan mereka! Lo tenang aja Clarissa, mereka akan dapat ganjaran nya!" Wajah Vina mengeras. Memaksakan diri untuk membuka matanya.

Perlahan mata indahnya terbuka, nafas nya terengah-engah merasakan dada nya sesak karena ingatan-ingatan yang mengalir dengan lancar.

"Mahh.. Pahh." Raditya dan Maya menoleh ke arah anaknya yang perlahan membuka matanya. Dokter yang memeriksa nya sudah pamit undur diri.

"Nak, kamu baik-baik aja? Jangan buat mama khawatir," ujar Maya dengan nada bergetar. Vina tersenyum manis kepada orang tua nya.

"Mah.. Pah.. Sedikit banyak nya, ingatan ku perlahan kembali," jawab nya. "Tapi ingatan itu menyakitkan ya." Vina menyentuh kening nya dan berkata lirih.

"Mereka jahat ya. Aku salah apa?" lanjutnya. Maya dan Raditya menggeleng, "kamu gak salah apa-apa, Vina. mereka yang salah, salah mereka yang berani-beraninya nyakitin anak mama ini."

Raditya menggeram pelan, mata nya memerah menahan amarah. Siapa yang sudah membuat anak nya terlihat kesakitan, tangannya mengepal, "Nak, siapapun mereka, papa akan membalas mereka atas perbuatan keji mereka."

Vina tersenyum, "Ingin menyerang? Tentu. Dan ini salah satu rencana gue. Gue harus bermain cantik." Vina tersenyum miring sekilas.

"Vina mau pulang ya pah, mah." Pinta Vina.

"Gak! Kamu masih sakit! Tadi aja pingsan," kata Raditya.

"Please!! Tadi aku cuman berusaha mengingat, Mah.. Pah.." mohon nya pada Raditya dan Maya. Raditya dan Maya saling pandang, lalu menghela nafas mereka.

"Baiklah, papa tanya dulu ya ke Dokter."

"Tapi kalau Dokter nya belom bolehin gak pa-pa ya, sayang." Vina mengerucutkan bibirnya, lalu membalas perkataan Papa nya, "gak! Pokoknya mau pulang. Titik, gak pake koma!"

"Oke oke," ujar sang papa yang terlihat tertekan. Lalu pamit pergi ke ruangan Dokter.

...🌺🌺🌺...

Esoknya, Vina dibolehkan pulang, karena ia memohon kepada papa nya untuk kembali ke ruangan Dokter agar diperbolehkan pulang. Karena pada awalnya Dokter belum memperbolehkan nya untuk pulang.

"Vin? Lo jangan khawatir ya, gue bakal bales orang yang nyakitin Lo. Gue lakuin ini, karena gak mau ada orang yang terbully! Siapapun itu!"

Vina menatap keluar jendela mobilnya, kendaraan yang berlalulintas cukup ramai. Dia lupa menanyakan sesuatu, walaupun ada ingatan Vina, namun itu baru beberapa, belum semua ingatan Vina diberikan padanya.

"Pah, mah. Kita di kota mana?" Tanya nya tiba-tiba. Membuat Raditya dan Maya terkekeh lirih.

"Kita di Jakarta, sayang." Jawab Maya. Vina hanya ber-oh ria.

"Lumayan jauh dari kota gue, Kota Bogor." Batin Vina.

Beberapa kilometer telah ditempuh, akhirnya sampai di kediaman keluarga Callandra. Vina sudah mewanti-wanti besarnya rumah keluarga Callandra.

"Lumayan lah, Besar. Kek istana," batinnya sambil tersenyum kaku.

"Ayo masuk nak." Vina mengangguk, dan mengikuti Raditya dan juga Maya yang melangkah masuk melewati beberapa Bodyguard dan Maid yang menunduk.

"Muke gile! Maid sama bodyguard nya banyak bener. Eh, tapi gue lebih banyak sih.. Mwehehehe," ujar nya dalam hati, sedikit menyombongkan diri tidak apa-apalah. Yang penting sedikit. Sedikit.

Orang-orang yang berada di ruang tamu, menoleh pada mereka bertiga yang baru saja masuk. Menatap Vina dengan pandangan yang menusuk.

"Cih! Gue kira, Lo udah mati," sarkas seorang pemuda.

Vina menatap bingung, pada pemuda itu, "Dia siapa, mah? Pah?" Tanya Vina sambil menunjuk ke arah pemuda itu. Seisi ruang tamu itu menganga heran, terkecuali Raditya dan Maya.

"Gue amnesia, jangan sok heran Lo pada!" Desis Vina.

"Yang sopan Lo! Sama Abang Lo, Vina!" Bentak pemuda lainnya. Vina menunjuk nya.

"Lo? Abang gue? Cih, Abang macam apa yang menghina adik nya sendiri!" Tunjuk Vina pada nya.

"Dia Abang kamu yang pertama dan kedua, Vin. Yang sopan ya," ujar Veronica dengan lembut, dan tersenyum manis. Yang dibalas anggukan sahabatnya, Laura.

Membuat Vina ingin muntah, melihat wajahnya. "Kalian berdua, kenapa membawa kedua perempuan itu?" Tanya Raditya dengan nada tajamnya, mata nya melotot.

"Kan udah biasa, pah," jawab santai pemuda yang tadi menghina Vina.

"Papah berapa kali bilang jangan bawa mereka lagi, Carlos!" Bentak Papa nya pada Carlos.

"Pah, udahlah, biarin mereka." Maya menarik Raditya dan Vina untuk pergi dari ruang tamu itu. Vina menyernyit.

"Avrenzo."

...🌺🌺🌺...

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Osie

Osie

aku mampir nih..setiap baca cerita transmigrasi suka bgt apalagi MC mya sosok wanita tangguh n smart..cuma rada rada kalau berbau mafia n lokasinya dinegeri tercinta..g masuk bgt menurutku backgroud negaranya/Pray/

2024-12-03

1

atulyaas

atulyaas

itumah deket thor

2024-01-22

1

Nda Qrey

Nda Qrey

agak² aneh, sikap kakanya sama adiknya kasar . terus orang tuanya diam aja....

2023-10-27

2

lihat semua
Episodes
1 Part. 00 : Prolog
2 Part. 01 : Don't Know Them
3 Part. 02 : Remain Unsettled
4 Part. 03 : Himself Against Them
5 Part. 04 : Bogor
6 Part. 05 : Novel?
7 Part. 06 : Sus
8 Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9 Part. 08 : You are mine. And always mine
10 Part. 09 : Vero Sucks!
11 Part. 10 : The author's name is..
12 Part. 11 : Mysterious person
13 Part. 12 : Vina and Vaness
14 Part. 13 : Life is Problem
15 Part. 14 : The accident was because of me
16 Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17 Part. 16 : Everyone is a killer
18 Part. 17 : His Brother Changed?
19 Part. 18 : Drama, yeah!
20 Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21 Part. 20 : Who is the new female Principal?
22 Part. 21 : She's just a doll
23 Part. 22 : The Reason
24 Part. 23 : Bad Memory
25 Part. 24 : Cliche Storyline
26 Part. 25 : Confusion that Becomes
27 Part. 26 : Simple Things
28 Part. 27 : War Reinforcements
29 Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30 Part. 29 : Soul Exchange
31 Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32 Part. 31 : Promise between Sisters.
33 Part. 32 : Hate and Love
34 Part. 33 : We are just enemies
35 Part. 34 : Attack Preparation
36 Part. 35 : Truth
37 Baca juga ya!
38 Part. 36 : Cruel World
39 Part. 37 : Damage
40 Part. 38 : Grandpa?!
41 Part. 39 : Elina
42 Part. 40 : Like Know?
43 Part. 41 : Opium
44 Part. 42 : Their Mental Decline
45 Part. 43 : Ego Conquers All
46 Part. 44 : Carlos and Calos
47 Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48 Part. 46 : Martin
49 Part. 47 : Martin's Death
50 Part. 48 : Everything Will Be Fine
51 Part. 49 : Just Want to Help
52 Part. 50 : Here We Go
53 Part. 51 : Not a Traitor
54 Part. 52 : The First Meeting
55 Part. 53 : Hacker
56 Part. 54 : Crazy
57 Part. 55 : Like a Hero
58 Part. 56 : Between life and death
59 Part. 57 : That Guy
60 Part. 58 : Nightmare
61 Part. 59 : Strong!
62 Part. 60 : Nonsense..
63 Part. 61 : Accident
64 Part 62 : Edward's Point Of View
65 Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66 Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67 Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68 Part. 66 : Xlovenos
69 Part. 67 : Keyla's Point Of View
70 Part. 68 : Tears
71 Part. 69 : Why?
72 Part 70 : She said, "Gone."
73 Part. 71 : Secret
74 Part 72 : Gio, please, tell me..
75 Part. 73 : Confess (?)
76 Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77 Part. 75 : Best Friend Forever
78 Part. 76 : Break your Heart?
79 Part. 77 : Please, be honest
80 Part. 78 : Thank you..
81 Part. 79 : Love Me Like You Do
82 Part. 80 : Two Side
83 Part. 81 : War
84 Part. 82 : Is This The End?
85 Part. 83 : Epilog
86 Cerita dengan genre baru!
87 SEASON 2!
88 Se.2_ #84. Death?
89 Se.2_ #85. Alive!
90 Se.2_ #86. A warning?
91 Se.2_ #87. Their Evil Plan
92 Se.2_ #88. Missions are priority!
93 Se.2_ #89. Mask
94 Se.2_ #90. My Side and Your Side
95 Se.2_ #91. Found out!
96 Se.2_ #92. The War Has Begun
97 Se.2_ #93. End of War?
98 Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99 Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100 Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Part. 00 : Prolog
2
Part. 01 : Don't Know Them
3
Part. 02 : Remain Unsettled
4
Part. 03 : Himself Against Them
5
Part. 04 : Bogor
6
Part. 05 : Novel?
7
Part. 06 : Sus
8
Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9
Part. 08 : You are mine. And always mine
10
Part. 09 : Vero Sucks!
11
Part. 10 : The author's name is..
12
Part. 11 : Mysterious person
13
Part. 12 : Vina and Vaness
14
Part. 13 : Life is Problem
15
Part. 14 : The accident was because of me
16
Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17
Part. 16 : Everyone is a killer
18
Part. 17 : His Brother Changed?
19
Part. 18 : Drama, yeah!
20
Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21
Part. 20 : Who is the new female Principal?
22
Part. 21 : She's just a doll
23
Part. 22 : The Reason
24
Part. 23 : Bad Memory
25
Part. 24 : Cliche Storyline
26
Part. 25 : Confusion that Becomes
27
Part. 26 : Simple Things
28
Part. 27 : War Reinforcements
29
Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30
Part. 29 : Soul Exchange
31
Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32
Part. 31 : Promise between Sisters.
33
Part. 32 : Hate and Love
34
Part. 33 : We are just enemies
35
Part. 34 : Attack Preparation
36
Part. 35 : Truth
37
Baca juga ya!
38
Part. 36 : Cruel World
39
Part. 37 : Damage
40
Part. 38 : Grandpa?!
41
Part. 39 : Elina
42
Part. 40 : Like Know?
43
Part. 41 : Opium
44
Part. 42 : Their Mental Decline
45
Part. 43 : Ego Conquers All
46
Part. 44 : Carlos and Calos
47
Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48
Part. 46 : Martin
49
Part. 47 : Martin's Death
50
Part. 48 : Everything Will Be Fine
51
Part. 49 : Just Want to Help
52
Part. 50 : Here We Go
53
Part. 51 : Not a Traitor
54
Part. 52 : The First Meeting
55
Part. 53 : Hacker
56
Part. 54 : Crazy
57
Part. 55 : Like a Hero
58
Part. 56 : Between life and death
59
Part. 57 : That Guy
60
Part. 58 : Nightmare
61
Part. 59 : Strong!
62
Part. 60 : Nonsense..
63
Part. 61 : Accident
64
Part 62 : Edward's Point Of View
65
Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66
Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67
Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68
Part. 66 : Xlovenos
69
Part. 67 : Keyla's Point Of View
70
Part. 68 : Tears
71
Part. 69 : Why?
72
Part 70 : She said, "Gone."
73
Part. 71 : Secret
74
Part 72 : Gio, please, tell me..
75
Part. 73 : Confess (?)
76
Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77
Part. 75 : Best Friend Forever
78
Part. 76 : Break your Heart?
79
Part. 77 : Please, be honest
80
Part. 78 : Thank you..
81
Part. 79 : Love Me Like You Do
82
Part. 80 : Two Side
83
Part. 81 : War
84
Part. 82 : Is This The End?
85
Part. 83 : Epilog
86
Cerita dengan genre baru!
87
SEASON 2!
88
Se.2_ #84. Death?
89
Se.2_ #85. Alive!
90
Se.2_ #86. A warning?
91
Se.2_ #87. Their Evil Plan
92
Se.2_ #88. Missions are priority!
93
Se.2_ #89. Mask
94
Se.2_ #90. My Side and Your Side
95
Se.2_ #91. Found out!
96
Se.2_ #92. The War Has Begun
97
Se.2_ #93. End of War?
98
Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99
Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100
Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!