Sesosok pria yang terlihat gelisah dari tidurnya. dan keringat dingin pun, sudah membanjir tubuhnya.
Ia terlihat tersiksa di dalam tidur lelapnya itu. Ia pun tak hentinya meracau kan, satu sosok dan satu panggilan kesayangan.
Entah apa yang pria, dengan tubuh tinggi tegap ini mimpi kan sehingga membuatnya gelisah dalam tidur nyenyak nya.
"Sayang.! Sentak pria itu. seketika pria dengan raut wajah ketakutan itu, terbangun dari tidur nya, dan mimpi buruknya.
Manik abu-abu itu, terbuka lebar dengan nafas yang begitu berat seperti seseorang yang habis lari maraton. Pria itu masih mengatur nafasnya sambil menyugar rambut hitam pekatnya kebelakang.
Manik abu-abu itu menatap sebuah tangan mungil yang ada di atas perutnya yang sejak, semalam membelit tubuhnya. Pria itu mengusap kasar wajahnya, sambil mendengus kasar. Ia lantas memindahkan tangan mungil itu dari perut kokoh miliknya. Ia menatap sosok wanita cantik disampingnya. yang sudah menjadi pendampingnya di setiap saat. Lama pria itu bergeming menatap wanita yang tidak terusik sedikitpun atas kegelisahan pria pemilik manik abu-abu ini.
Bram turun dari ranjang dan melangkah ke arah pintu yang menghubungkannya dengan ruangan yang biasa, ia habiskan untuk merenungi kebodohan dan kesalahannya di dalam sana.
Bram terlihat sedang mengotak-atik pintu yang memiliki kode itu. Setelah terbuka, Bram berjalan ke arah kamar mandi, Bram membuka kaos yang ia kenakan, memamerkan sebuah tato yang memenuhi punggung kekarnya. Sebuah tato yang ia buat atas permintaan wanita yang begitu dicintainya.
Bram mendekati cermin yang ada di dalam kamar mandi miliknya. Ia memandangi pantulan wajahnya yang kini terlihat pancaran kesedihan disana. Bram menggenggam kuat pinggiran wastafel, sambil memejamkan matanya, ketika bayang-bayang wanita yang begitu ia cintai dan rindukan menari-nari di pikirannya. Perlakuan manis wanitanya, sikap manja dan sikap hangat sang pemilik hatinya yang senantiasa mengisi pikirannya satu bulan ini. Bram membuka netra nya dan menatap tajam pantulan dirinya di dalam cermin.
Genggaman tangannya di pinggiran wastafel makin kuat. terlihat, tangan pria itu memerah dan terluka. Manik Bram berubah suram dan wajahnya pun berubah merah. Ia mengangkat kepalan tangannya dan mengarahkannya ke depan cermin.
"Prang!!!
Bram menghancurkan cermin di depannya, terlihat darah segar keluar dari tangannya dan menetes ke lantai. Bram menatap, tangannya yang sudah dibanjiri cairan merah dengan manik tajam. Ia bahkan mengarahkan tangannya yang terluka kearah pecahan kaca yang terlihat runcing itu, yang tertinggal disana. Bram menggenggam pecah runcing itu sehingga cairan merah itu makin menetes deras dan mengotori lantai di dalam kamar mandi tersebut.
Bram menelisik luka di tangannya dengan tatapan bersalah dan terluka. Ia merasa luka yang ia dapatkan ini, tidak seberapa atas luka hati yang ia berikan kepada wanita pemilik hatinya.
Bram merosot di lantai. Ia mengutuk dirinya sendiri, ia membenci dirinya sendiri, ia bahkan ingin menghabisi dirinya sendiri yang lemah dan pecundang ini. Bram mengerang marah saat bayang-bayang kekasih nya menangis dan terisak disana. Bayang-bayang kekasihnya menunggu dirinya dan menyiksa dirinya sendiri demi pria pecundang sepertinya.
"Akhh! Aku pria brengsek dan munafik. Aku pria yang sudah melukai wanita nya sendiri. Wanita yang amat kucintai, kini terluka dan rapuh. Wanita yang sudah memberikan segalanya kepada ku, kini dengan teganya diri ini meninggalkannya sendiri di hari pernikahan. Aku memang pantas diberi hukum aku membenci diri ini yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Aku membenci diriku," akhh.! Bram berteriak histeris sambil memukuli dadanya sendiri. dadanya begitu sesak dan ngilu ketika ingatan melihat kesedihan wanitanya.
"Sayang, maaf kan aku. maaf. Aku merindukanmu, sayang, sangat merindukanmu, Amber ku." Bram meracau dengan isakan yang begitu memilukan. Ia merangkak ke arah bak mandi. Lalu pria tinggi itu masuk kedalam sana dan menenggelamkan tubuh kekarnya di dalam sana dengan air yang begitu dingin. Bram tidak memperdulikan itu semua, ia hanya ingin menghukum dirinya sekarang.
"Akhh!! Bram berteriak sejadi-jadinya, saat bayang-bayang kekasih menghantui pikir pria itu lagi. Senyum indah Amber, wajah menggemaskan wanitanya itu. Wajah sedih dan tawa indah Amber, terus menari-nari dipikir Bram.
Bram kembali terisak dengan raungan kesedihan. Ia mengacak-acak rambutnya, bahkan kembali melukai dirinya sendiri dengan meninju dinding kamar mandi, membuat tangan kekarnya terluka.
"Aku merindu mu, sayang. Sangat merindukan mu."
"Maafkan aku, sayang. Maaf. Aku pantas mendapatkan kebencian dari mu, sayang. Aku adalah pria lemah yang tidak bisa memegang janjinya sendiri." Bram berujar dengan tangisan pilu.
"Aku, mencintaimu, sayang. Selalu dan selamanya kau adalah, cintaku dan pemilik hatiku."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Anete Tambayong
Ya ampun Bram, tegA banget sih kamu. kalo mmng cinta sama Amber jgn tidur sama perempuan lain dong walaupun itu udah jadi istri mu karna dijodohkan. huuff😡kasian Amber udah gak virgin lagi dan hamil pula...
2023-02-24
0
riri
gk mungkin ini kisah charles dan camelia kan hehe.....
2023-01-05
0
Samsul Hidayati
bilang cinta bilang sayang kenapa tega meninggalkanx
2023-01-04
0