Matahari telah menguning indah membuat, seorang pria bertubuh kekar itu terbangun dari tidur lelapnya. Bercinta panasnya bersama sang kekasih sepanjang malam, membuatnya kelelahan.
Pria itu membuka matanya, nampaklah manik abu-abu yang berkilau karena terpaan sinar matahari yang masuk melalui celah-celah gorden.
Pria itu meraba di sebelah sisinya dimana sang kekasih meringkuk di dalam pelukannya.
Alis tebalnya menyengit saat sisi sebelah kosong, iapun segera bangkit dan menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Ia meraih celana panjang miliknya yang tergeletak di atas karpet berbulu.
Pria yang memamerkan punggung kokohnya itu melangkah mendekati pintu kamar dan keluar untuk mencari wanita yang telah ia miliki sepenuhnya semalam.
Bau masakan yang begitu wangi yang mampu membuat cacing-cacing perutnya berdemo menyapa indara penciumannya. Pria itu berlenggang menuju dapur, dan disanalah sang kekasih sedang bergelut dengan peralatan dapur.
Pria itu tidak dapat menahan debaran jantungnya, saat menatap seluit tubuh indah sang kekasih, yang hanya mengenakan kaos miliknya yang hanya menutupi bagian atas paha sang kekasih.
"Pagi, sayang." Ucapnya sambil memeluk sang kekasih dari arah belakang dan mengecup pundak sang wanita.
"Pagi, dear." Balas sang wanita lembut.
"Kau meninggalkanku, sendiri sayang." Bisik sang pria manja.
Amber hanya bisa tersenyum melihat tingkah manja pria yang begitu ia cintai. Ia mengambil tangan Bram yang berada di atas perutnya lalu membawanya keatas bibir lembutnya dan mengecupnya penuh cinta.
"Aku hanya membuatkan mu sarapan, dear." Sahut Amber, kembali pokus pada masakannya.
"Aku hanya memerlukan mu, sayang." Bisik Bram.
"Tapi aku lapar, daer " jawab Amber, tanpa menatap pria yang merajuk di belakangnya.
Amber menoleh kearah wajah sang kekasih yang berada di pundaknya. Ia menghela nafas saat melihat wajah cemberut prianya.
Amber melepaskan lilitan tangan pria miliknya dan membalikkan badannya. Ia mendongak sambil mengalungkan kedua tangannya di leher panjang sang kekasih. Amber melompat naik kegendongan Prianya, setelah mematikan kompor.
Bram dengan sigap menahan bobot tubuh wanitanya yang sekarang berada di gendongannya. Ia mendudukkan Amber di atas dapur dekat kompor.
Bram meletakkan kedua tangannya di atas paha mulus wanitanya dan mengusap-usapnya lembut.
"Kenapa, pria tampan ku ini berubah sangat manja. Mana pria tampan ku yang dingin dan arogan.?" Cerotos Amber dan di akhirat kalimat ia memberi kecupan manis di bibir merah alami pria-nya.
"Love you," ucapnya.
"Love to, honey." Balas Bram dan merapatkan tubuh mereka.
"Katakan kenapa kau berubah sangat manja, dear."
"Entahlah, aku selalu ingin bersikap manja padamu. Dan selalu ingin berada didekat mu, honey."
"So sweet."
"Aku serius, honey! Aku cuma ingin bermanja-manja dengan mu saja."
"Oke, … oke, aku percaya, dear."
"Tapi, tolong lepaskan aku dulu, oke. Aku ingin menyelesaikan masakan ku dulu, dan kita sarapan bersama."
"Silakan,!"
"Lepaskan aku dulu, dear."
"No. Masaklah, aku akan tetap memeluk."
"Oh God."
Bram tidak menghiraukan keluhan sang wanita, ia kini asyik menciumi leher mulus kekasihnya yang terdapat banyak bekas kecupannya semalam disana.
Amber hanya bisa menarik nafas, melihat tingkah bucin akut pria tampannya ini.
Turunkan aku, dear." Pinta Amber.
Bram pun menurunkan tubuh mungil kekasihnya, dan kembali memeluk pinggang Amber dari belakang.
"Stthh," ringis Amber.
"Ada apa,?" Tanya Bram khawatir.
"Tidak apa-apa, aku masih merasa ngilu saja." Lirih Amber.
"Apa masih sakit, honey." Bisik Bram.
"Hu'um, sedikit." Sahut Amber dengan raut wajah yang sudah merona.
"Maaf, membuat kesakitan dan kelelahan, honey." Ucap Bram lirih dan memberikan ciuman di puncak kepala Amber.
"Hm. Aku hanya ingin membuat mu puas, dear. Aku tidak akan terima seandainya semalam kau melakukannya dengan wanita lain." Sungut Amber.
"Itu tidak akan pernah terjadi, honey." Sahut Bram.
"Ck! Awas saja kau melakukan itu. Kalau sampai kau mengkhianati ku, aku bersumpah tidak akan memaafkan mu dan aku pastikan akan meninggalkan mu," sungut Amber penuh ancaman.
Bram mengertakkan giginya mendengar ancam sang kekasih. Ia Lalu membalikkan tubuh wanitanya dan menatapnya tajam.
"Aku tidak akan membiarkan mu meninggalkan ku. Dan aku pastikan kau akan selalu bersama ku, selamanya." Sarkas Bram dengan suara beratnya.
"Benarkah?
"Hm. Aku akan mengikat mu selamanya agar kau tidak akan pernah meninggalkan ku."
"Ist, kau begitu mengerikan."
"Aku tidak perduli."
"Hahah."
"Aku tidak akan mungkin meninggalkan mu, dear. Kau tau kalau aku begitu mencintaimu dan kau adalah hidupku sekarang. Kau adalah pria milikku dan pria tampan ku. Aku akan membunuh setiap wanita yang mencoba menggoda mu." Ungkap Amber.
"Kau begitu mengerikan."
"Aku tidak peduli."
"Kau milikku dan aku milikmu. Jadi mari kita menikah.!"
"Kau serius,?"
"Hm. Bersiaplah Minggu depan kita menikah."
Amber yang mendengar perkataan kekasihnya, segera masuk kedalam pelukan hangat pria tampannya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
MandaSeptriani
tp kamunya malah menghilang bak ditelam bumi😅nggak inget kebucinanmu bang😅😅
2023-01-18
1
MandaSeptriani
nanti juga bakal kejadian kata"mu ini amber, dan disaat itu terjadi kamu harus jadi wanita paling kuat dan tangguh
2023-01-18
0
🍀fatima🍀
bagus ceritanya
2022-11-22
1