"Amber,! Bentak tuan Wilson. Pria parubaya itu segera turun dari ranjang dan menolong istrinya itu dari kuncian Amber.
Amber tersenyum miris, saat melihat kondisi sang daddy ternyata baik-baik saja. Ternyata daddynya itu hanya berpura-pura sakit ternyata. Apa maksudnya coba pria tua ini berpura-pura sakit.
"Jadi, tebakan ku benar. Kalau kau hanya berpura-pura." Decak Amber dan melepaskan pelintir nya di tangan nyonya Soraya. Ibu tirinya itu terlihat terhuyung ke depan dan mengenai pinggiran ranjang.
"Akh! Ringis nyonya Soraya.
"Dasar anak durhaka.!! Bentak tuan Wilson dan memberi tamparan keras di pipi Amber.
Amber mengusap darah di sudut bibirnya. Ia terkekeh hambar saat mendapatkan satu tamparan dari pria yang pernah menjadi cinta pertamanya.
"Ck. Kalau aku anak durhaka, terus anda disebut apa? Apakah anda seorang, daddy yang baik terhadap anak tirinya dan jahat kepada putri kandung anda sendiri? Haruskah aku masih menganggap anda seorang daddy? Disaat anda dengan tega, melemparkan anak gadisnya di jalanan sepi. Apakah anda pantas disebut daddy, saat anda memperlakukan putri kandung anda sendiri bagai binatang, hanya karena seorang anak yang tidak memiliki darah anda di tubuhnya. Apakah anda masih pantas disebut daddy, saat anda membiarkan putri kandung anda kelaparan dan kedinginan di luar!? Apa pantas anda meminta kewajiban kepada ku sebagai seorang anak, disaat dulu anda sendiri yang membuangku dan mencoreng nama ku didalam kartu keluarga kalian. KATAKAN APA KAU MASIH PANTAS DI SEBUT SEORANG DADDY.!? Teriak Amber dengan derai air mata yang tumpah ruah membasahi wajahnya.
Kenapa nasib Amber begitu sangat menyedihkan dan penuh derita. Dari luar terlihat tangguh, siapa yang tahu kalau dia adalah seorang wanita rapuh, yang membutuhkan sebuah pelukan dan kasih sayang.
Tuan Wilson terkesiap dan tertegun mendengar perkataan penuh luka dan sakit hati sang putri. Dalam hatinya begitu nyeri dan sesak. Tapi ia buang jauh-jauh pikiran itu, saat mengingat kembali sosok wanita yang mirip Amber sedang berdua dengan seorang pria lain.
"Kau, tetap akan menikahi, tuan Lucas. Hak aku untuk memaksamu dan turuti perintahku, sebagai kewajibanmu sebagai seorang anak, untuk membalas kebaikan ku karena sudah mengurusi mu dan membiayai semua kebutuhan mu." Pungkas tuan Wilson yang mampu membuat, hati Amber kembali hancur.
"Kebaikan yang mana, anda maksud tuan.?! Sinis Amber.
"Apakah, kebaikan yang setiap hari kalian memberiku makan sisa dan menjadikanku pembantu kalian? Jadi jangan menuntut hak mu sebagai orang tua."
"Kau! Hardik tuan Wilson dengan tatapan tajam dan ia ingin memberi tamparan lagi pada sang anak, tapi dengan segera wanita itu menangkis dan mencekal kuat tangan tua, sang daddy.
"Bukankah, anda yang mengatakan padaku? Kalau anda bukan lagi daddyku? Dan kita tidak memiliki hubungan darah lagi. Apa anda lupa, tuan Wilson kalau anda sendiri yang mengatakan itu? Jadi kenapa sekarang anda memaksa ku menikahi dengan Pria tua itu. Memangnya Anda siapa? Dan anda siapanya Aku.?" Ungkap Amber dengan nada gemetar.
"Kalau tidak ada, lagi yang anda bicarakan aku pergi. Terlalu lama bicara dengan kalian membuat ku, lupa diri nantinya." Ujar Amber.
Amber membalikkan badannya dan melangkah menuju pintu. Tuan Wilson mengedikkan kepalanya pada Liliana. Gadis itu pun mengangguk.
Amber yang akan meraih tuas pintu, terhenti saat mulutnya dibekap dari belakang dengan sebuah sapu tangan yang diberikan cairan bius.
Amber pun tidak bisa berkutik karena tiba-tiba tubuhnya lemas dan detik berikutnya dia pun tak sadarkan diri.
"Bagus! Sekarang cepat bawa dia ke mobil dan kita langsung ke tempat tuan, Lucas. Malam ini dia menginginkan anak sialan ini." Perintah tuan Wilson.
"Baiklah," sahut nyonya Soraya dan Liliana.
"Selamat akhirnya kau menjadi tumbal kami.?" Batin Liliana.
part khusus Bram next yah, setelah pertemuan Amber dengan pria yang mengajaknya bergabung menjadi tentara militer elite.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Muhammad Iqbal
bosan.. menderita terus...
2022-12-31
0
epifania rendo
ayah durhaka
2022-11-11
0
Juan Sastra
ayah durhaka
2022-10-07
0