Mobil yang di kendarai Amber kini memasuki pintu gerbang tinggi dan kokoh. Wanita itu kini memarkirkan mobilnya di depan Mansion mewah, yaitu mansion milik keluarga Pattinson.
Amber turun dari mobil sport mewahnya, hadiah dari kekasihnya di malam ulang tahunnya yang ke 25 tahun. Mobil yang menjadi impian seorang Amber. Ia rela menabung sedikit demi sedikit agar bisa memiliki mobil impiannya ini. Sebuah mobil Ferrari berwarna hitam kelam.
Amber tersenyum manis saat mengingat pria tampannya itu dan tiba-tiba dia merindukan kekasihnya yang sekarang telah berada di luar kota.
" Kau baru datang.?" Sapa seorang wanita cantik sambil mengendong bayi yang baru berumur 3 hari itu.
"Hum. Maaf aku datang terlambat," sahut Amber mendekati Ruby yang kini sedang menyusui bayi laki-lakinya yang terlihat sangat tampan.
"Tidak masalah." Balas Ruby.
"Apa dia sedang tidur.?" Tanya Amber sambil mengintip bayi mungil yang berada di pelukan ibunya.
"Dia, sedikit rewal beberapa hari ini."
"Kenapa.?"
"Entahlah, mungkin karena asi milikku belum terlalu membuatnya puas."
"Begitu yah.?"
"Hum, kata mommy seperti itu. Dan benar saja, dia berhenti rewal saat asi milik ku sudah keluar deras."
"Apa mengasuh anak serepot itu yah.?"
" Tidak juga, tapi dia akan membuat hidup kita lebih berwarna."
"Oh yah."
"Hum."
"Kapan kalian menikah.?"
"Minggu depan,"
"Kau serius.?"
"Hu'um. Kami sudah mengurus semua perlengkapan dan syarat pernikahan. Mungkin hari ini aku akan melakukan fitting baju pengantin dan mencari cincin pernikahan kami."
"Selamat, aku turut bahagia dan semoga semuanya lancar. Maafkan aku tidak bisa membantu mu menyiapkan keperluan di hari pernikahan mu."
"Tidak masalah, doa mu sudah berarti bagiku."
"Oh Tuhan, kau memang sahabat ku yang paling baik hati."
Kedua sahabat itupun mengobrol sambil mengasuh bayi mungil dan tampan yang kini tertidur di sofa.
Mereka bercerita sambil diiringi canda dan tawa mereka.
*
*
*
"Kau yakin ingin menikahinya, Griffin.?" Suara berat dan dingin itu bertanya pada seorang pria yang kini sedang memandangi pemandangan kota metropolitan itu, dari gedung perusahaan di lantai paling atas. Ia berdiri di balik dinding kaca transparan yang memperlihatkan keindahan kota metropolitan itu dari lantai atas.
"Apa kau tidak takut ia dalam bahaya, Griffin.?" Tanya pria itu lagi sambil bangkit dari kursi kerjanya dan mendekati pria yang memiliki punggung kokoh itu.
Pria bermanik abu-abu itu menoleh kearah sahabatnya dan ia menerima minuman yang sahabatnya itu tawarkan padanya.
"Aku sangat mencintainya, jadi apa aku salah menikahi wanita yang begitu aku cintai." Jawabnya dingin sambil menyesap minuman merah itu.
"Itu tidak salah dan niatmu sudah bagus ingin menikahinya, tapi apa kau lupa? siapa dirimu sebenarnya dan bagaimana keluarga mu begitu licik dan keras." Ujar pria tampan itu.
"Aku tidak peduli dengan mereka, yang aku pedulikan sekarang adalah kekasih ku." Sela Bram.
"Mungkin dia akan menjadi incaran, daddy dan kekakmu, dude."
"Aku akan melindunginya."
"Tapi mereka sangat licik dan mengerikan."
"Aku tidak peduli."
"Tapi pikirkan tentang wanitamu, dude. Mereka pasti tidak akan pernah menerima wanita mu, dan ingat kau bukan pria biasa, tapi kau adalah seorang pangeran dan seorang pewaris tahta, kalau kau lupa itu."
"Aku cuma tidak ingin melihat istriku bersedih, saat melihat kesedihan sahabatnya."
"Itu tidak akan terjadi. Dan aku akan tetap menikahinya."
"Saranku, kau harus jujur padanya kalau kau bukanlah orang biasa, dan kau adalah seorang pangeran yang tidak lama lagi akan naik tahta."
"Itu tidak akan terjadi."
"Why,"
"Karena dia bukanlah wanita seperti yang lain, yang hanya memandangi harta, dia kekasihku yang sederhana dan penyayang."
"Cih. Aku hanya bisa mendoakan mu. Semoga keluarga mu tidak mengetahui ini. Kalau mereka sampai tau, aku pastikan kekasih mu itu dalam bahaya."
"Aku tau itu."
"Kau mau kemana.?"
"Aku mau menemui kekasihku."
"Pekerjaan mu belum selesai, Bram."
"Aku tidak perduli dan aku sudah sangat merindukan wanitaku."
"Cih, dasar bucin."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Muhammad Iqbal
cinta kok malah bikin malas kerja Bram? mau nya buat anak aja...
2022-12-31
0
🍀fatima🍀
😚😚😚
2022-11-22
0
epifania rendo
pangeran jangan sampai buat amber sakit hati
2022-11-11
0