Amber terlihat berjalan, di koridor rumah sakit dengan langkah tergesa-gesa. Ia mendapatkan panggilan telepon dari asisten pribadi sang daddy. Yang mengatakan kalau sang daddy saat ini, sedang dirawat di rumah sakit. Amber begitu terkejut mendengar kabar tersebut. Meskipun ia membenci sang daddy, tapi di dalam hatinya tetap masih ada rasa kasih sayang pada Daddynya tersebut. Apa lagi Amber sudah diajarkan sedari kecil untuk selalu menghormati orang tua. Sebenci-bencinya ia pada Daddy-nya, Amber tetap menjunjung tinggi sikap hormat pada orang tua.
Amber yang terusir, terbuang dan tercampakkan tetap ia menghargai dan menghormati daddynya. Apalagi sang daddy, adalah cinta pertamanya dan dia jugalah pria pertama yang menghancurkan perasaan dan hidup Amber.
Amber kini berdiri di sebuah ruangan, VVIP di lantai 4 salah satu rumah sakit terkenal di kota Chicago. Amber terlihat menarik nafas dan membuangnya dengan perlahan, itu terlihat dari mulut Amber yang membentuk ciuman.
Amber meraih tuas pintu dan membukanya dengan perlahan. Tidak lupa ia juga memasang mimik wajah datar.
"Clek.!
Bila sebagian seorang anak akan disambut hangat boleh kedua orang tuanya, maka lain halnya Amber yang disambut tatapan sinis dan decakan hina dari sang ibu tiri dan tatapan mematikan dari sang adik tiri rasa anak kandung itu. Kenapa begitu? Karena sang daddy lebih menyayangi adik tirinya daripada dirinya yang selalu mendapatkan hukum apabila sang adik tiri menangis dan menuduhnya.
"Ck! Decak Soraya sang ibu tiri.
Sedangkan Liliana memandang Amber tajam dan penuh dendam. Akibat perlakuan Amber satu bulan yang lalu, ia terpaksa harus mengalami kerusakan wajah cukup parah dan terpaksa melakukan pembedahan menyeluruh, belum lagi rambutnya harus dipangkas akibat luka-luka yang berada di kepalanya.
Amber tidak tertarik menimpali wajah sinis dan tatapan permusuhan ibu dan anak itu. Amber menganggap mereka bagaikan makhluk absurd.
Amber hanya bergeming menatap pria parubaya yang terbaring lemah di atas ranjang pasien dengan selang infus di sebelah tangannya dan juga sebuah alat yang terpasang di hidung sampai mulut sang daddy.
"Amber!! Lirih sang daddy dengan nada lemah.
"Kemarilah, nak.!" Panggil tuan Wilson pada sang putri.
Amber masih bergeming di tempatnya dengan tatapan yang tidak dapat dimengerti. Dalam hatinya paling dalam ia sangat merindukan panggil lembut sang daddy dengan tatapan teduh seperti sekarang yang ditunjuk oleh tuan Wilson.
"Kemarilah.!" Panggil tuan Wilson sekali lagi.
Dengan langkah berat Amber mendekati sang daddy dan berdiri di sisi kiri, tuan Wilson.
Amber masih terdiam dengan wajah datarnya. Yang mana membuat nyonya, Soraya dan Liliana geram.
"Hei. Kamu tidak menanyakan keadaan daddy mu.!? Sela nyonya Soraya sinis.
"Lihatlah, dad. Anakmu ini, dia sungguh membuat ku muak.!" Cibir nyonya Soraya kembali.
Amber terlalu lelah untuk melayani cibiran sang ibu tiri. Tangannya kini terangkat untuk menyentuh telapak tangan tua tuan, Wilson. Tapi tuan Wilson seakan enggan disentuh oleh putrinya itu. Ia dengan cepat-cepat memindahkan tangannya yang ingin disentuh Amber.
Amber hanya bisa tersenyum lirih. Ternyata daddynya ini belum berubah juga ternyata. Dia masih membencinya, yang entah apa kesalahannya, sehingga tuan Wilson membencinya.
"Apa kau tahu, kalau suamiku seperti ini karena dirimu.!? Bentak nyonya Soraya.
Amber mengernyit bingung mendengar, ucapan ini tirinya.
"Karena, kesialan mu keluarga Wilson jadi malu, akibat kegagalan pernikahanmu dengan pria miskin itu. Dan semua rekan kerja suamiku menggagalkan kerjasama mereka. Jadi sekarang kamu harus bertanggung jawab dengan menikah dengan tuan Lukas. Ujar nyonya Soraya beram.
Liliana di samping ibunya terlihat tersenyum licik.
"Aku tidak akan mau menerima perjodohan itu. Walaupun kalian malu, maka itu urusan kalian. Kalian salah kalau menjadikan diriku tumbal, untuk memperkaya dan memberikan kenyamanan untuk kalian. Kenapa bukan anak tersayang daddy saja yang kalian jual.!" Sarkas Amber, dengan tatapan sinis ke arah sang daddy.
"Kau! Bentak nyonya Soraya. Wanita itu pun lantas mendekati Amber dan bermaksud memberikan tamparan di wajah Amber, tapi dengan mudahnya Amber menangkis telapak tangan nyonya Soraya dan memelintir tangan tua, ibu tirinya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Muhammad Iqbal
goog
2022-12-31
0
Nabil abshor
uuuuuh sakiiit,,,,
2022-12-21
0
Darsih suranto
jangan macem² y nenek lampir 😡😡😡
2022-08-11
1