Mata dengan hiasan bulu mata panjang dan lentik itu, terlihat mengerjap dan terdengar lenguhan halus dari mulut wanita cantik yang kedua tangannya sedang terikat di kedua sisi bagian sandaran ranjang king size tersebut.
Amber membuka matanya perlahan dan mencoba menyesuaikan pencahayaan yang menerpa netra coklatnya. Amber mengerutkan keningnya bingung saat melihat ruangan asing yang ia tempati. Amber tersedak dan berusaha bangkit dari tidurnya, tapi maniknya langsung membola saat, menyadari tangannya terikat.
Amber terlihat panik, ketika ingatannya kembali pada kejadian yang mengharuskannya berada ditempat asing ini.
"Sial. Ternyata mereka menjebakku." Batin Amber
Amber menggigiti bibir ranumnya dengan perasaan bingung. Ia tidak akan mungkin mengikuti dan pasrah saja dengan rencana licik keluarganya.
Amber terlihat berpikir dalam diam setelah berusaha melepaskan ikatan di tangannya yang ternyata ikatannya sangatlah kuat.
"Ayolah, berpikirlah, Amber.!" Batinnya berteriak.
"Baiklah, mari kita ikuti alur mereka, pasti ada kesempatan buatku untuk kabur dari sini.!" Monolognya dalam hati.
"Clek!
Pintu kamar yang Amber tempati terlihat terbuka dari luar. Dan sosok nyonya Soraya dan anaknya Liliana yang muncul. Pun beberapa wanita asing mengikuti nyonya Soraya dari belakang dengan membawa sebuah gaun pengantin.
"Oke, berarti ini rencana mereka. Baiklah mari kita lihat sampai mana kalian akan berusaha memaksaku.!" Batin Amber lagi.
"Cih! Liliana berdecak benci saat maniknya bertabrakan dengan manik tajam Amber.
"Bangun, Dan bersiaplah. Malam ini kau akan menikah dengan tuan Lucas." Ujar nyonya Soraya.
"Bantu dia bersiap." Perintah nyonya Soraya kepada para wanita yang merupakan penata rias terkenal.
"Kalian, awasi terus wanita sialan ini. Jangan sampai dia kabur. Apa kalian mengerti.!? Suruhnya lagi pada beberapa pria bertubuh tinggi besar.
"Baik, nyonya.!" Jawab mereka bersamaan.
"Hei! Kau wanita sialan. Nikmatilah malam pengantin mu hari ini dengan tuan bangka itu." Ejek Liliana dengan tersenyum puas.
"Kami sendiri akan bersenang-senang, dengan uang hasil tumbal dirimu, hahahah," Liliana dan ibunya terlihat tertawa lepas.
"Mom. Bisakah aku menampar wajah menyebalkannya itu.?"
"Tidak sekarang, sayang? Tunggu sampai nanti malam, kita akan menyiksanya."
"Tapi aku ingin membalas, perbuatannya kepada kemarin, mom.!?
"Bersabarlah. Biarkan dia terlihat cantik hari ini. Mom takut kalau wajah terluka, tuan Carlos tidak akan tertarik lagi padanya."
"Hum, baiklah."
"Lihat saja, nanti malam. Aku akan menyiksamu dan melukai wajah jelekmu itu."
"Sudahlah. Biarkan dia bersiap-siao, lebih baik kita kebawa menemani, tuan Lucas."
"Hum."
"Cih! Liliana terlihat mendelik dan mencibir kearah Amber.
"Kalian. Urus dia. Aku ingin dia selesai di rias dalam waktu 1 jam." Cetus nyonya Soraya.
"Baik nona."
Setelah memberikan perintah, nyonya Soraya keluar dari kamar yang ditempati oleh Amber.
Amber terlihat tersenyum penuh Arti ketika melihat, ibu dan adik tirinya keluar dari kamar asing yang ia tempati.
"Mari, nona kami bantu bersiap." Timpal salah seorang perias wanita.
"Bisakah, kalian membuka ikatan pada garis itu." Pinta seorang wanita yang lebih tua darinya.
Salah satu pria tinggi besar itu, berjalan ke arah Amber. Pria itu lalu menggapai tali yang ada di pergelangan tangan Amber lalu membukanya.
Amber hanya terdiam dengan pikiran yang terus merencanakan sesuatu untuk kabur dari sini.
Amber menelisik setiap sudut dan isi dari kamar tersebut. Ia pun tersenyum saat maniknya menatap jendela kamar yang sangat muda ia buka. Tidak masalah ia harus melompat dari ketinggian, yang penting dia bisa kabur dari pernikahan tumbal ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Muhammad Iqbal
keluarga amber mirip ma keluarga boy... rukiah aja semua nya mber... muak akunya semua ketempel an iblis harta..
2022-12-31
0
🍀fatima🍀
dasarrrrr 2 lintahhhhh pengen di cincang cingcang halus kayaknya🗡🗡🗡🗡🗡🔪
2022-11-22
0
Nurhayati Lubis
lanjut thor
2022-11-11
0