"Kau, yakin tidak ingin aku mengantar mu ke Mansion Pattinson.?" Bram bertanya kepada kekasihnya sekali lagi.
"Hu'um." Gumam Amber dengan anggukkan kepala di atas ranjang. Badannya begitu lemas saat sang kekasih melakukan penyatuan kembali pagi ini. Amber hanya bisa pasrah dan mengikuti permainan panas pria yang begitu ia cintai itu.
Bram menatap pantulan wanitanya dari cermin di hadapannya. Ia tersenyum tipis melihat wajah lelah sang kekasih. Pria itu lalu mendekati wanitanya yang masih bermalas-malasan di atas ranjang.
Amber membuka matanya saat ia, merasakan pergerakan di sampingnya. Amber segera masuk kedalam, pelukan hangat pria miliknya ini dan menghirup wangi maskulin yang memabukkan milik pria tampannya. Amber mengeratkan rangkulannya di pundak kokoh Bram dan masih menghirup wangi parfum pria-nya.
"Kau mau mandi sekarang, sayang." Tanya Bram lembut dengan jari-jari kokohnya merapikan rambut coklat berantakan wanitanya.
Amber menggelengkan kepalanya pelan. " Nanti saja." Sahutnya manja.
Bram mengecup puncak kepala Amber dan melepaskan pelukan kekasihnya. "Kalau begitu aku berangkat dulu, sayang." Pamit Bram.
Amber kembali menggakuk pelan dengan wajah lesu.
"Hey, jangan melihat ku seperti itu sayang." Erang Bram ketika sang wanita memberikan tatapan mata yang berkaca-kaca.
"Aku masih merindukan mu, dear." Sahut Amber sedih.
Bram menghela nafas dan meraih tubuh wanitanya dan mengangkatnya ke atas gendongannya. Bram berjalan kearah sofa dan mendudukkan dirinya di sana, dengan Amber yang berada di atas. Bram menghapus jejak air mata di pipi mulus wanitanya dan mengecup kedua mata bulat sang kekasih.
"Apa kau tega meninggalkan ku sendiri.?" Seru Amber menghilangkan kesunyian diantara mereka.
"Aku hanya sebentar, honey. Aku janji akan menjemputmu nanti siang, ok." Bujuk Bram kepada kekasihnya itu.
"Tapi aku masih ingin bersama, dear. Kemarin, seharian aku tidak melihat mu dan hari ini aku juga takut tidak bisa bertemu dengan mu."
"Hei, lihat aku. Aku janji akan menemui nanti siang, hari ini aku harus menghadiri rapat penting, honey. Jadi izinkan aku pergi dan aku mohon jangan menatap ku seperti ini lagi."
"Pergilah." Suruh Amber, sembari turun dari pangkuan kekasihnya.
"Honey," panggil Bram, menghentikan langkah Amber memasuki kamar mandi.
"Apa kau marah.?" Bisik Bram sambil memeluk kekasihnya itu dari belakang.
Amber membalikkan badannya dan mendongak untuk melihat manik indah milik pria tampannya itu. " Tidak." Jawab Amber singkat.
"Kau, marah padaku, honey." Rengek Bram.
"Tidak dear. Aku mana bisa marah padamu, kau pria kesayangan ku, jadi itu tidak mungkin kalau aku marah padamu."
"Jadi pergilah dan jemput aku nanti siang." Ujar Amber sambil tersenyum manis.
"Apa kau yakin."
"Hum, pergilah."
"Baiklah, aku pergi dulu." Pamit Bram.
"Iya, aku menunggumu nanti siang." Sahut Amber.
"Baiklah honey."
Bram pun berjalan menuju pintu kamar mereka dan langkahnya terhenti saat mendengar teguran dari wanitanya.
"Kau tidak memberikan ku pelukan dan ciuman, dear." Sela Amber.
Bram kembali mendekati Amber menanti pelukan yang biasa pria itu berikan bila berangkat pekerjaan.
"Maaf, aku melupakannya, honey."
"Tidak masalah kalau kau memberikan ku sekarang."
"Baiklah, kemarilah."
Amber pun memeluk kembali tubuh kekar kekasih dan memberikan kecupan di seluruh wajah pria tampannya, terakhir di bibir seksi Bram yang sudah menjadi kesukaan dan candunya.
"Aku, pergi." Pamit Bram sekali lagi, saat tautan bibir mereka terlepas sambil menghapus jejak tautan bibir mereka di, sekitar bibir ranum Amber.
"Hm, hati-hati. Ingat jaga mata dan jaga hatimu hanya untukku." Pesan Amber sambil mengerlingkan matanya.
"Pasti honey."
"Aku percaya, dear."
Setelah drama keromantisan mereka pagi hari ini selesai dan Bram sudah meninggal apartemen, mereka yang sudah satu tahun mereka tinggali. setelah mereka sepakat akan hidup bersama.
Amber memasuki kamar mandi, untuk menyegarkan tubuhnya yang remuk akibat kebrutalan pria kesayangannya.
"Baru saja dia meninggal ku, aku sudah merindukan pria kesayangan ku." Lirih Amber.
"Astaga, aku baru keluar dari basemen apartemen, tapi sudah merindukan wanitaku." Batin Bram.
"Semoga saja hari ini, tidak ada lagi pengacau yang membuatku tidak bertemu wanita ku." Batin pria ini lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Muhammad Iqbal
lanjut thor
2022-12-31
0
Mariani Anie
ceritanya mulai menarik
2022-12-26
0
🍀fatima🍀
aduhhhhh aku curiga kalau bram casanova
2022-11-22
0