"Makanlah, nak. Kau belum makan apapun sejak pagi.?" Pinta bibi lili lembut, yang berusaha membujuk Amber untuk mengisi perutnya.
Amber hanya mampu menggeleng lemah dengan tatapan kosongnya. Ia kini sedang duduk meringkuk di atas tempat tidur dengan sorotan mata kosong.
"Apa sudah ada kabar, bi.? Tanyanya kesekian kalinya.
Bibi lili menggeleng pelan dan menarik nafasnya.
"Sekarang, istirahat lah, nak.!" Suruh bibi lili, yang membantu Amber membaringkan tubuh lemas dan rapuh wanita itu.
"Aku ingin menunggunya, bi.!" Lirih Amber yang menyurupai bisikan.
"Kau bisa menunggunya sambil tertidur, nak.!" Bujuk bibi lili.
Amber mengangkuk patuh dan dia memiringkan tubuhnya kearah sisi ranjang yang kosong, dimana sang pria kesayangannya biasa tidur disana sambil memeluknya erat. Amber mengusap-usap sisi kosong disampingnya dan menghirup rakus wangi Bram yang tertinggal di sana. Tangisnya kembali pecah kali ini diiringi raungan, hati yang terluka dan kepedihan.
Bibi lili, memeluk tubuh Amber dari belakang mencoba menenangkan Amber yang meraung pilu.
Tangisan seorang wanita yang rapuh dan terluka dalam. Tangisan kekecewaan mendalam, tangisan kepedihan yang sangat menyesakkan.
Pernikahan impiannya menjadi hancur dan berubah menjadi mimpi buruk yang menyakitkan. Pernikahan yang ia impikan akan penuh cinta dan kebahagiaan. Kini berubah kepedihan dan kehancuran.
Ayolah siapa yang tidak terluka dan sakit hati, disaat kita akan menjadi seorang putri sehari itu mendadak menjadi hancur. Dirinya bagaikan Rapunzel yang dikurung di menara tinggi, tapi dirinya kini terkurung di dalam kepedihan dan kehancuran.
*
*
*
Bibi lili keluar dari kamar Amber, saat dia menyakinkan wanita itu sudah tertidur. Ia ikut merasakan kesedihan yang di alami oleh wanita yang sudah dia anggap anak sendiri.
Bibi lili di perintahkan oleh Ruby agar menemani Amber di apartemennya, mereka semua takut terjadi sesuatu yang tidak terduga kepada Amber. Mereka takut Amber akan melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya sendiri.
Meskipun Amber dikenal kuat tapi mereka tetap takut. Karena sekuat-kuatnya wanita, ia tidak akan bisa menyembunyikan luka dan kesedihannya.
Bibi lili membaringkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Ia melihat jam dinding yang ada di atas nakes.
"Sudah jam 2 malam rupanya.!" Lirih bibi lili.
"Semoga ini tidak terlalu berlarut-larut. Kasian Amber, dia wanita yang baik dan manis." Gumam bibi lili.
*
*
*
Amber yang belum tertidur kini, bangkit dan berjalan kearah kamar mandi. Wanita itu bergeming saat pertama kali membuka pintu kamar mandi ia di suguhkan wangi maskulin pria kesayangannya disana. Ambar merosot di balik pintu kamar mandi. Ia kembali memeluk kedua kakinya dan menangis sejadi-jadinya di dalam sana.
"Dear, kamu dimana. Tidakkah kau merindukanku.!?
"Aku, sangat merindukan mu, dear. Sangat merindukan mu."
"Kumohon pulanglah. Bukankah kau sudah berjanji tidak akan meninggalkan ku, walaupun sebentar saja.?"
"Dear. Kumohon pulanglah, sayang."
"Pulanglah."
Amber menangis dan meraung sejadi-jadinya di dalam kamar mandi.
Dia mengeluarkan semua rasa sesaknya yang begitu meyakitkan, dia berharap ini semua hanyalah mimpi. Dia berharap esok hari kekasihnya itu pulang. Dia berharap kekasihnya hanya melakukan pekerjaan keluar kota dan ponselnya rusak. Begitulah perkiraan Amber yang mampu mengobati kegundahan hatinya.
Isakan dan tangis. hanya itu yang bisa amber Apreasiasikan untuk mengurangi rasa kekecewaannya kepada kejadian hari ini.
Amber bangkit dan ia menuju shower menyalahkan air dingin dan iapun berdiri di bawah air dingin yang bisa mengurangi rasa sesaknya dan juga luka yang menganga besar di dalam dadanya tepat dihatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Sitihasanah Titi
Ambar sabarlah dan ikhlaskan. Semua ini ada ujian agar kamu kuat.
2022-09-10
0
Darsih suranto
semangat Amber💪💪💪💪💪
2022-08-11
1
Imas Anita
siapa ya yg menjadi istri bram,kasian amber dia sedang menunggu bram padahal bram sedang melangsungkn pernikahan nyh dengan wanita lain😭😭
2022-06-30
1