" Baiklah, Amber. Mulai sekarang kau tinggalkan disini." Amber dan by. Kini sudah berada disebuah rumah minimalis yang terlihat mewah.
Amber tidak bisa berucap lagi, atas kebaikan sahabatnya itu. Sahabat yang selalu mendukungnya dan berada di sisinya selama ia dalam terpuruk.
Amber dan by. Melangkah masuk kedalam rumah dengan baby Gie di gendongan sang mommy.
Mereka menyusuri rumah minimalis itu dengan perasaan bahagia. Mereka kini duduk di sofa malas yang terdapat di teras belakang. Mereka berbincang sambil tertawa melihat tingkah menggemaskan, bayi Gie yang kini sudah bisa berceloteh.
"Aku pulang. Tapi ingat jangan bersedih lagi, aku tidak mau melihatmu menangis lagi. Aku berjanji akan menjodohkan mu bila itu terjadi.!" Ancam by. Pada sahabatnya itu.
"Iya, Iya. itu tidak akan terjadi." Sahut Amber sambil menciumi pipi baby Gie yang sedang tertidur.
"Amber. Nanti dia terbangun." Tegur by.
Amber hanya terkekeh dan dia makin menjadi menciumi pipi baby Gie, sehingga baby Gie menangis kencang.
"Amber! Pekik by. Sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
Amber hanya tertawa melihat sahabatnya bersungut-sungut kepadanya.
Di dalam mobil. Suami by merekam tingkah Istrinya dan sahabatnya itu. Ia men zoom kameranya saat melihat Amber tertawa lepas. Tidak ada luka di raut wajahnya lagi, yang terlihat adalah raut wajah bahagia.
Suami by, menghentikan rekamannya dan jari-jarinya bermain-main diatas ponselnya. Tidak lama senyum puas terlihat di wajah tampan daddy Baby Gie ini.
"Semoga suatu saat kau menyesal, sudah meninggalkannya.!" Gumam pria itu.
Pria itu pun turun dari mobilnya dan menghampiri sang istri dan juga bayi kecil tampannya.
"Honey! Seru pria itu memanggil sang istri.
Kedua wanita itu pun, menoleh ke asal suara. Dan baby Gie langsung bereaksi, saat melihat sang Daddy.
"Oh baby. Kau merindukan daddy.? Serunya dan ia segera mengambil alih baby Gie dari gendongan sang istri.
"Pulang sekarang, honey.! Ajaknya pada sang istri.
By mengangguk dan menatap sahabat yang tersenyum kepada mereka.
"Kami pulang. Ingat pesan ku. Jangan menangis lagi, apa kau mengerti.!! Titah by, kepada sang sahabat.
Amber hanya bisa mengangguk dan terkikik geli melihat ekspresi wajah lucu sahabatnya saat marah.
"Ck! Kau malah tertawa melihat wajah marahku.!"
"Itu karena wajahmu sangat menggemaskan, honey.
"Benarkah! Tapi aku marah loh.!?
"Wajahmu terlalu cantik. Jadi kau tidak cocok untuk marah. honey.
"Cih! Gombal."
"Ayo pulang! Ajak sang suami.
"Amber kami pulang.! Pamitnya.
"Besok kau akan bekerja bersama mommy, jadi cepatlah bangun dan bekerja." Pesan by, kepada sahabatnya.
"Iya. Kau cerewet sekali." Cibir Amber.
Pasangan suami-istri itu pun, meninggalkan kawasan rumah minimalis yang akan ditempati oleh Amber.
Amber masih menatap mobil sahabatnya hingga menghilang dari pandangannya. Ia lalu masuk kedalam rumah.
Ia lalu berjalan masuk kedalam rumah. Amber membuka satu persatu ruangan yang ada di dalam rumah itu. Dan Amber tersenyum saat membuka satu ruangan khusus yang sudah disiapkan oleh sahabatnya. Sebuah ruangan olahraga yang terdapat macam-macam alat gym disana. tapi netra coklat Amber hanya tertarik pada benda yang tergantung di tengah-tengah ruangan yang tidak terlalu besar itu.
Amber memakai sarung tinju yang terletak di sebuah meja. Ia membuka kaos yang melekat di tubuhnya, menyisakan dalaman hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Memamerkan perut indahnya yang rata, ramping. Dan sebuah tato mawar kecil yang terselip nama pria yang kini membuat wanita itu membenci sebuah hubungan serius.
Amber mendekati sebuah samsak yang tergantung di tengah ruangan. Ternyata sahabatnya itu sangat mengenali dirinya. Amber akan menghabiskan dan menghilangkan kegundahannya di ruangan gym.
Amber melakukan pemanasan sebelum melampiaskan semua rasa sakit hatinya pada samsak di depannya. Ia menatap benda itu bagaikan seorang musuh. Hari ini ia akan menghabiskan waktunya untuk berlatih dan menguatkan kembali tubuhnya yang beberapa Minggu ini terlihat lemah dan rapuh. Ia harus bangkit seperti sebelumnya sebagai seorang wanita tangguh yang tidak mudah ditindas.
Amber melayang kepalan tangannya ke arah samsak yang yang kini melayang-layang saat kepalan tangan kuat Amber menghantam benda itu berkali-kali. Amber tanpa henti menghantam dan memberikan tendangan pada benda tersebut yang kini mulai lusuh oleh pukulan dan tendangan kuat wanita itu.
Amber melampiaskan amarah dan rasa sakit hatinya pada benda malang itu yang terlihat tersaruk-saruk.
Sesuai rencana wanita itu. Ia menghabiskan waktunya di ruangan olahraga tanpa mengenal lelah. Ia tidak ingin berdiam diri yang akan mengingatkannya pada sosok pria yang membuat luka dalam pada hatinya.
"Tunggulah saat itu tiba, maka aku akan mewujudkan janjimu.!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Nur Febriani
ini pati boyy tau sesuatu kan atau msh komunikasi sma bramm entahlahh
2023-07-03
0
epifania rendo
semangat amber
2022-11-11
0
Darsih suranto
d sinikah awal mula si Amber jd bodyguard????
2022-08-11
1