CH 20 : Rintangan Pil

"Keluarlah, Tungku Emas Tiga Kepala Naga!" ucap Evan mengeluarkan Tungku Alkemis-nya.

"Tungku Emas Tiga Kepala Naga? Bukankah ini adalah harta tersembunyi dan paling berharga yang dimiliki oleh Sekte Matahari Merah di Kerajaan Xiao?" Tetua Obat merasa sangat terkejut saat melihat Tungku Emas Tiga Kepala Naga milik Evan.

"Harta Sekte Matahari Merah? Bukankah Sekte itu telah dihancurkan oleh Kerajaan Xiao?" tanya Tetua Xianyi ikut merasa terkejut.

"Sepertinya Tetua Pedang masih belum tahu. Memang benar Sekte Matahari Merah telah dihancurkan oleh Kerajaan Xiao tiga tahun yang lalu. Namun Kerajaan Xiao gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan!" kata Tetua Obat memberitahu Tetua Xianyi.

"Memang apa yang Kerajaan Xiao inginkan dari Sekte yang telah jatuh seperti Sekte Matahari Merah?" tanya Tetua Xianyi merasa penasaran.

"Sumber daya!" jawab Tetua Obat. "Walaupun Sekte Matahari Merah telah jatuh menjadi Sekte Kelas Tiga, tetapi Sumber Daya yang mereka miliki tetaplah nomor satu di Kerajaan Xiao!" lanjut Tetua Obat menjelaskan.

"Tetapi bagaimana cara Sekte Matahari Merah bisa menyelamatkan sumber daya mereka? Bukankah saat itu Sekte Matahari Merah telah dikepung oleh Pasukan Besar Kerajaan Xiao?" ujar Tetua Xianyi merasa heran.

"Menurut cerita yang beredar, saat kehancuran Sekte Matahari Merah terjadi, seorang murid yang sangat hebat muncul sebagai pahlawan. Dengan rencananya yang hebat, pahlawan tersebut tidak hanya berhasil menyelamatkan seluruh sumber daya Sekte Matahari Merah, tetapi juga menyelamatkan hampir seluruh murid Sekte Matahari Merah!" kata Tetua Obat bercerita dengan sangat senang.

"Sungguh pemuda yang sangat luar biasa. Tetapi itu hanyalah cerita yang berasal dari kejadian tiga tahun yang lalu, sekarang bagaimana keadaan pahlawan dan orang-orang yang diselamatkannya tersebut tidak ada yang tahu!" ujar Tetua Xianyi.

"Hmm...., sepertinya Tetua Pedang memang tidak tahu apa-apa. Biar aku beritahu padamu, sekarang pahlawan tersebut telah menjadi seorang Jenderal Besar di wilayah Provinsi Nanzhou dan membangun kembali Sekte Matahari Merah di wilayahnya. Kalau tidak salah orang-orang memanggilnya Sang Jenderal Besar Penguasa Nanzhou!" kata Tetua Obat bercerita dengan sangat serius senang dan gembira.

"Jenderal Besar Penguasa Provinsi Nanzhou?" Tetua Xianyi merasa heran.

"Benar sekali! Tetua Pedang pasti mengenalnya bukan?"

"Yah, aku memang sangat mengenalnya. Dan sepertinya Tetua Obat masih belum tahu, Jenderal Besar Penguasa Nanzhou yang sedang kita bicarakan, sekarang ada di depan mata kita!" kata Tetua Xianyi sambil menunjuk ke arah Evan.

"APAA!!?" Tetua Obat yang mengetahui hal tersebut benar-benar merasa sangat terkejut.

"Mak..., Maksud Tetua Pedang, Evan adalah Jenderal Besar Penguasa Nanzhou, Pahlawan Sekte Matahari Merah?" tanya Tetua Obat dengan sedikit gagap.

"Benar sekali!" jawab Tetua Xianyi dengan sangat yakin.

Kemudian di tengah pembicaraan Tetua Xianyi dengan Tetua Obat, Evan yang sedari tadi diam berbicara kepada mereka.

"Tetua Xianyi dan Tetua Obat, bisakah kalian berdua sedikit menjauh? Mungkin saat aku meracik obat nanti apinya akan sedikit membara," ujar Evan meminta kepada Tetua Xianyi dan Tetua Obat untuk menjauh.

Mendengar permintaan Evan, kemudian Tetua Xianyi dan Tetua Obat pun sedikit menjauh dari tempat Evan meracik obat.

Segera setelah Tetua Xianyi dan Tetua Obat menjauh, Evan pun mengeluarkan bahan-bahan obat dari dalam cincin penyimpanan miliknya.

Namun Tetua Xianyi dan Tetua Obat yang melihat hal itu merasa heran dengan tindakan Evan.

"Evan, apakah kamu ingin menggunakan bahan obatmu sendiri untuk membuat pil obat?" tanya Tetua Xianyi.

"Yah," jawab Evan dengan singkat.

"Tetapi kenapa? Semua bahan obat yang ada di dalam ruangan alkemis ini adalah bahan obat terbaik yang telah dikumpulkan oleh Pemimpin Sekte sejak lama. Kamu bisa menggunakan semua bahan obat yang ada di sini tanpa perlu merasa khawatir. Mengapa kamu tidak ingin menggunakannya?" tanya Tetua Xianyi benar-benar merasa heran dengan tindakan Evan.

"Tetua Xianyi dan Tetua Obat tenang saja. Bukannya aku tidak ingin menggunakan bahan obat yang ada di sini, tetapi aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk menyelamatkan hidup Nenekku!" ujar Evan memperlihatkan bahan-bahan obat miliknya kepada Tetua Xianyi dan Tetua Obat.

Bahan-bahan obat tersebut adalah Anak Bambu Tujuh Warna, Teratai Emas Sembilan Kelopak, Cairan Giok Ungu dan Jamur Ganoderma berusia tiga ratus tahun. Keempat bahan obat tersebut merupakan harta spiritual tingkat delapan yang sangat berharga.

Melihat Evan mengeluarkan empat harta spiritual tingkat delapan dengan sangat mudahnya, seketika membuat Tetua Xianyi dan Tetua Obat merasa sangat terkejut.

"Pantas saja, kamu tidak ingin menggunakan bahan obat yang ada di dalam ruangan ini. Ternyata kamu memiliki bahan obat yang jauh lebih baik dari pada semua bahan obat yang ada di sini!" ucap Tetua Obat.

Mendengar perkataan Tetua Obat, senyuman Evan perlahan merekah.

Setelah mengeluarkan dan mempersiapkan semua bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan pil, Evan pun langsung memulai proses pembuatan pil obatnya.

Dengan memasukkan satu persatu bahan obat spiritual ke dalam Tungku Emas Tiga Kepala, termasuk bahan utamanya yaitu Anak Bambu Tujuh Warna, Evan memulai langkah pertama dalam proses pembuatan pil obatnya.

Setelah memasukkan semua bahan obatnya, Evan segera menggunakan Api Ajaibnya untuk membakar Tungku Emas Tiga Kepala Naga.

Dengan Api Ajaib yang membara, Evan segera memanaskan Tungku Emas Tiga Kepala Naga dan memurnikan bahan obat yang ada di dalamnya.

Kehangatan yang dipancarkan oleh Api Ajaib segera menyebar dan memenuhi seluruh ruangan tempat mereka berada.

Rasa hangat dan nyaman yang berasal dari Api Ajaib membuat Para Tetua merasa kagum, heran dan penasaran dengan Api Ajaib yang dimiliki oleh Evan.

"Api Ajaib ini sungguh aneh. Apinya tampak sangat membara, tetapi entah mengapa itu terasa sangat hangat dan nyaman. Api Ajaib ini sangat berbeda dengan Api Ajaib yang pernah aku lihat!" kata Tetua Obat berbicara pada Tetua Xianyi.

"Kamu benar, Tetua Obat, Energi panas yang dikeluarkan oleh Api Ajaib ini benar-benar berbeda dengan Api Ajaib lainnya. Energinya benar-benar terasa hangat dan nyaman, seperti sedang mengalir di dalam tubuhku!" kata Tetua Xianyi menambahi.

Melihat Evan yang sedang memurnikan bahan obat dengan teknik yang telah melampaui seorang master pembuat pil, sungguh telah menambah kekaguman Tetua Xianyi dan Tetua Obat.

Namun di tengah rasa kekaguman mereka, langit yang semulanya terang tiba-tiba menjadi gelap gulita.

Melihat fenomena aneh tersebut, Para Tetua maupun murid Sekte Puncak Dewi Putih benar-benar merasa sangat terkejut dan terheran-heran.

Orang-orang yang merasa penasaran segera berkumpul di beberapa tempat terbuka di Sekte Puncak Dewi Putih.

Melihat langit yang tiba-tiba berubah menjadi gelap, Tetua Xianyi dan Tetua Obat yang merasa penasaran segera keluar dari ruangan alkemis untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Setelah keluar dari ruangan Alkemis, betapa terkejutnya Tetua Xianyi dan Tetua Obat saat melihat pusaran awan gelap yang sangat aneh berada tepat di atas tempat Pemurnian Obat (ruangan alkemis).

"Apa yang terjadi? Mengapa muncul awan petir di atas tempat Pemurnian Obat?" tanya Tetua Xianyi merasa sangat terkejut dengan apa yang sedang terjadi.

"Itu adalah [Rintangan Pil]" kata Tetua Obat dengan ekspresi tercengang melihat ke arah langit.

Terpopuler

Comments

Carlo R

Carlo R

pil tingkat dewa nih

2022-08-31

2

Reymundo Hidayat

Reymundo Hidayat

josss

2022-08-14

1

y@y@

y@y@

👍🏼👍🏻👍🏼👍🏻👍🏼

2022-07-19

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!