CH 3 : Pembantaian Istana

"Sea Lin, kau ikut aku! Kita akan menghadiri pesta di Istana!" kata Evan melangkah pergi.

"Dengan senang hati, Kakak Besar!" kata Sea Lin mengikuti langkah Evan.

Kemudian di atas benteng pertahanan Ibukota Kerajaan, Para Prajurit yang sedang berjaga di kejutkan oleh dua kilatan cahaya berwarna biru dan merah.

Dua kilatan cahaya berwarna biru dan merah itu melintas di atas benteng pertahanan dengan sangat cepat, hingga para prajurit yang sedang berjaga tidak dapat melihat dengan jelas apa itu sebenarnya.

"Apa itu!?" tanya seorang Prajurit yang sedang berjaga di atas benteng pertahanan.

"Tidak tahu! Mungkin hanya bintang jatuh!" kata seorang Prajurit lainnya.

*Bintang jatuh? Tapi kenapa arah jatuhnya ke arah Istana?* batin Prajurit tadi merasa heran.

Beberapa saat kemudian dua kilatan cahaya tadi mendarat di depan gerbang Istana Kerajaan.

Tentu saja kedua kilatan cahaya berwarna biru dan merah tersebut adalah Evan dan Sea Lin.

Kedatangan Evan dan Sea Lin membuat Para Prajurit yang berjaga di depan gerbang Istana merasa terkejut.

"Siapa kalian!?" tanya Para Prajurit tersebut dengan galak sambil mengarahkan senjata mereka ke arah Evan dan Sea Lin.

"Dasar Anjing berisik!" Evan melempar Jarum Peraknya hingga menembus kepala Para Prajurit tersebut.

Seketika semua Prajurit yang berjaga di depan gerbang Istana langsung mati berjatuhan.

*Astaga! mereka semua setidaknya adalah Kultivator Tingkat Jenderal Level Lima ke atas, tapi mereka semua mati dalam waktu kurang dari lima detik di hadapan Kakak Besar!* Sea Lin merasa sangat terkejut dan takjub dengan kemampuan Evan.

"Kenapa bengong? Sekarang kamu cepat beri mereka hadiah besar dari kita!" kata Evan mengingatkan Sea Lin.

"Baik Kakak Besar, aku akan segera memberi besar kita kepada mereka." kata Sea Lin dan kemudian maju ke depan.

Sea Lin mengangkat dan mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah Istana.

Kemudian dengan cepat energi darah dan kegelapan yang bercampur halilintar merah berkumpul di telapak tangan kanan Sea Lin, hingga sesaat kemudian membentuk sebuah Bom Darah Halilintar sebesar kepalan tangan.

"Kalian terimalah hadiah besar dari kami! Ledakkan Darah Halilintar!" kata Sea Lin yang kemudian menembakkan Bom Darah Halilintar miliknya ke arah Istana.

Sementara itu di waktu yang sama di Istana Kerajaan, terlihat pesta perjamuan yang sangat megah.

"Selamat datang Tuan-tuan utusan! Aku sangat senang menyambut kedatangan kalian semua kesini!" kata Wu Shen sembari memberi hormat kepada dua puluh orang berjubah hitam.

"Terima kasih atas sambutan yang Kaisar berikan kepada kami. Kami sangat senang bisa datang kesini!" kata salah seorang pria berjubah hitam sambil memberi hormat kepada Wu Shen.

"Sama-sama! Tuan-tuan silahkan duduk. Kita minum arak bersama-sama!" kata Wu Shen mempersilahkan.

Namun baru saja Wu Shen kembali duduk di atas singgasananya, tiba-tiba mata Wu Shen terbelalak melihat Bom Darah Halilintar sedang meluncur ke arahnya.

*Sial!* belum sempat berteriak Bom Darah Halilintar telah berada tepat di depan wajahnya.

Dan kemudian "BOOOMMM!!" terjadilah satu ledakan besar yang seketika melenyapkan Istana Utama Kerajaan Gu.

Efek Ledakkan yang sangat kuat menciptakan tiupan angin yang sangat kencang ke area sekitar Ledakan.

Besarnya Ledakkan terlihat membumbung tinggi, hingga dapat terlihat oleh semua orang yang ada di Ibukota Kerajaan.

Suara Ledakkan yang sangat kuat terdengar sampai ke tempat Pasukan Gagak Malam yang saat ini berada tidak jauh dari benteng pertahanan Ibukota.

Seluruh Ibukota terkejut melihat kejadian tersebut.

Beberapa saat kemudian, tampak Evan dan Sea Lin yang masih berdiri tegak di tempatnya.

Evan menurunkan tangan kanannya, kemudian sebuah pelindung yang melindungi mereka dari efek ledakan pun seketika menghilang.

"Yuhu! Hadiah kmbang api yang sangat bagus!" Sea Lin merasa sangat senang dan gembira.

"Yah, semoga saja mereka tidak mati semua!" Evan ikut tersenyum puas.

Kemudian Evan dan Sea Lin berjalan masuk ke dalam Istana Utama yang telah lenyap terkena ledakan.

Setelah sampai ke area tengah tempat terjadinya ledakan, Evan menggunakan kemampuan Mata Langit miliknya untuk mencari tubuh Wu Shen dan Para Sekutunya yang berada diantara puing-puing Istana Utama yang hancur.

Namun disaat Evan sedang mencari, tiba-tiba enam orang pria berjubah hitam dengan cepat terbang ke udara untuk melarikan diri.

"Ternyata memang benar, masih ada beberapa anjing yang masih hidup setelah terkena Ledakan besar tadi!" kata Evan tersenyum melihat enam orang pria berjubah hitam yang sedang melarikan diri tersebut.

"Kakak Besar, apakah kita tidak akan mengejar anjing-anjing itu?" tanya Sea Lin.

"Kamu tenang saja, mereka tidak akan bisa kabur. Kamu bersiaplah untuk membunuh satu anjing disini. Dia akan segera bertukar tempat denganku!" kata Evan membuat Sea Lin merasa bingung.

"Baik Kakak, aku siap!" kata Sea Lin walau dirinya masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Evan.

Kemudian Evan mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah enam orang pria berjubah hitam tersebut.

Dengan menggunakan Teknik Teleportasi miliknya, Evan ingin bertukar tempat dengan salah satu Pria berjubah hitam yang sedang terbang di udara tersebut.

"Pindah!" ucap Evan yang seketika bertukar tempat dengan salah satu pria berjubah hitam yang sedang terbang di udara.

Melihat apa yang terjadi di depan mata mereka, Sea Lin dan keenam pria berjubah hitam itu merasa sangat terkejut.

Namun Sea Lin yang tersadar dari rasa terkejutnya, kemudian langsung membunuh pria berjubah hitam yang ada di hadapannya, dengan satu kali serangan.

Sementara itu di udara, tampak Evan yang kini telah berada di hadapan lima orang pria berjubah hitam yang ingin kabur.

"Kalian ingin kabur?" tanya Evan dengan hawa membunuh yang sangat kuat, hingga membuat kelima pria berjubah hitam tersebut merasa sangat sesak dan tidak bisa bergerak.

"Lima orang Tingkat Kaisar Emperor Level Tiga dengan kekuatan Pemurnian Tubuh Tingkat Dua. Kalian memang sangat kuat hingga bisa bertahan dari Ledakan sebesar itu. Namun sayang sekali, walaupun kalian bisa bertahan dari ledakan tadi, kalian tetap akan mati di tanganku!" kata Evan yang masih menekan Kekuatan kelima pria berjubah hitam di hadapannya.

Kemudian dengan satu kali tebasan pedang, Evan menebas leher kelima pria berjubah hitam di hadapannya.

Setelah kepala dan tubuh berpisah, kemudian kelima mayat pria berjubah jatuh ke antara puing-puing Istana.

Evan mendarat dan menghampiri Sea Lin yang telah membunuh salah satu pria berjubah hitam tersebut.

"Kamu berikan tanda kepada Yu Zhong dan yang lainnya. Mereka sudah boleh bergerak untuk melakukan serangan!" kata Evan memberi perintah kepada Sea Lin.

"Baik Kakak Besar!" kata Sea Lin mengangguk patuh.

Kemudian Sea Lin menciptakan satu Bom Darah biasa yang ukurannya jauh lebih kecil dari pada Bom Darah Halilintar sebelumnya.

Setelah Bom Darah selesai terbentuk kemudian, Sea Lin langsung melemparkannya ke atas langit.

"BOOMM!!" satu ledakan lagi meledak di langit untuk memberi tanda kepada seluruh Pasukan Gagak Malam.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...****************...

...****************...

...****************...

...****************...

Terpopuler

Comments

nakbali

nakbali

kalau evan punya lawan seimbang, berarti bukan jenius diantara para jenius dong zidan...

2023-02-19

1

Usman Nirhayat

Usman Nirhayat

kenapa tidak si serap itu mayat yang mati

2022-09-29

1

Carlo R

Carlo R

mayat mereka jangan di sia²in tuh. mayan kan buat nambah kultivasi

2022-08-30

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!