Semua orang diam dan dengan tatapan waspada melihat ke arah Evan dan kedua temannya.
"Apakah kamu Topeng Perak yang menikahi seorang murid utama beberapa waktu lalu?" tanya Tetua tersebut kurang percaya terhadap Evan.
"Yah, tentu saja. Jadi, apakah aku dapat bertemu dengan Istriku?" tanya Evan merasa kurang senang dengan tatapan yang diberikan oleh mereka.
Setelah Evan memberitahu mereka, mereka pun menurunkan kewaspadaan mereka terhadap Evan dan kedua temannya.
"Panggil Tetua Xuanyi kemari!" perintah salah seorang Tetua kepada salah satu muridnya.
"Baik Tetua!" jawab murid tersebut dan kemudian langsung pergi melaksanakan perintah.
Sementara itu di suatu tempat di Sekte Puncak Dewi Putih, Para Tetua tampak sedang menunggu dengan perasaan yang gelisah. Hingga tak lama kemudian, seorang Tetua yang ahli dalam pengobatan keluar dari ruangan yang sedang mereka tunggu.
"Bagaimana keadaan Pemimpin Sekte?" tanya Tetua Xianyi (Guru Ruyin Li) kepada Tetua Obat.
"Keadaan Pemimpin Sekte semakin memburuk, tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu keajaiban" jawab Tetua Obat membuat Para Tetua semakin merasa cemas dan gelisah.
"Namun," ucap Tetua Obat ingin melanjutkan kalimatnya. "Jika kita memiliki Tanaman Obat yang mampu mengeluarkan racun dari dalam tubuh Pemimpin Sekte dan seorang Alkemis tingkat tujuh untuk meracik tanaman obat tersebut, maka kita pasti dapat menyelamatkan nyawa Pemimpin Sekte!" kata Tetua Obat memberitahu Para Tetua yang ada di sekitarnya.
"Itu memang kabar yang bagus. Tapi sekarang, kita tidak bisa mengandalkan kata JIKA. Saat ini kita dihadapkan bukan dengan harapan tetapi kenyataan yang tidak bisa kita bantahkan!" kata Tetua Xianyi membuat Para Tetua menjadi diam dalam kegelisahan.
"Jadi apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungkin hanya diam menunggu sampai Pemimpin Sekte mati bukan?" ujar seorang Tetua.
Mendengar perkataan Tetua tersebut Tetua Xianyi dan Para Tetua lainnya hanya tetap diam.
"Jika dilihat dari keadaannya, Pemimpin Sekte mungkin hanya bisa bertahan hidup selama dua hari. Dan selama itu selain menunggu tidak ada yang bisa kita lakukan!" kata Tetua Obat menambah kegelisahan Tetua Xianyi dan Para Tetua lainnya.
*Sungguh, serangan yang dilakukan oleh Orang Istana Kerajaan telah menimbulkan dampak kekacauan yang sangat besar pada Sekte Puncak Dewi Putih. Tidak hanya kerusakan tetapi pembunuhan dan penculikan yang mereka lakukan sudah terlampau keji. Selamanya Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan mereka* batin Tetua Xianyi penuh dendam dan kebencian.
"Sekarang bagaimana keadaan Tetua Xuanyi?" tanya Tetua Xianyi pada Para Tetua yang ada di sekelilingnya.
"Tetua Xuanyi sudah sadar dari pingsannya dan lukanya juga telah membaik. Tetapi semenjak serangan yang terjadi kemarin dan diculiknya dua putrinya, Tetua Xuanyi terus mengurung diri di dalam kamarnya. Sepertinya dia sangat terpukul dengan kejadian ini!" jawab salah seorang Tetua memberi tahu Tetua Xianyi.
Mengetahui itu kemudian Tetua Xianyi memutuskan untuk pergi menemui Bibi Xuanyi.
Sesaat kemudian Tetua Xianyi pun sampai ke kediaman tempat Bibi Xuanyi sedang mengurung diri. Namun saat Tetua Xianyi sampai di sana, ia berpapasan dengan murid yang sebelumnya diperintahkan untuk memanggil Bibi Xuanyi.
"Kamu......, apa yang ingin kamu lakukan datang ke sini?" tanya Tetua Xianyi pada murid tersebut.
"Jawab Tetua, Saya diperintahkan untuk memanggil Tetua Xianyi, ada seseorang pemuda mencari senior Ruyin Li!" Jawab murid tersebut.
"Seorang Pemuda?" Tetua Xianyi merasa terkejut.
"Benar Tetua!" kata murid tersebut meyakinkan.
*Sungguh bukan di waktu yang tepat. Saat ini Sekte masih dalam kondisi kacau, sekarang malah datang seorang tamu tak diundang!* ucap Tetua Xianyi merasa kesal.
"Pemuda itu, apakah dia memberitahu Siapa namanya?" tanya Tetua Xianyi.
"Dia mengatakan kalau dirinya adalah Topeng Perak!" jawab murid tersebut mengagetkan Tetua Xianyi.
"Bawa aku ke tempat pemuda itu. Aku yang akan menemuinya!" kata Tetua Xianyi.
Beberapa saat kemudian akhirnya Tetua Xianyi sampai ke tempat Evan dan kedua temannya berada.
Melihat yang datang adalah Tetua Xianyi, Evan dan kedua temannya merasa aneh sembari mengerutkan alis mereka.
"Dimana Ruyin Li?" tanya Evan dengan tatapan dingin sesaat setelah Tetua Xianyi berada di hadapannya.
Mendengar pertanyaan Evan, Tetua Xianyi tampak diam dan kesulitan untuk menjawab pertanyaan Evan.
"Kamu ikutlah denganku!" pinta Tetua Xianyi setelah beberapa saat terdiam.
"Aku tanya dimana Istriku?" tanya Evan sekali lagi.
Tetua Xianyi yang baru berbalik badan dan hendak pergi, kemudian menoleh ke arah Evan.
"Jika kamu sungguh ingin bertemu dengan Ruyin Li, maka jangan banyak bertanya dan ikuti aku!" kata Tetua Xianyi dan kemudian lanjut melangkah.
Evan terdiam sejenak dengan ekspresi dinginnya.
"Sea Lin-Tang Chen, kalian berdua tetaplah disini aku akan segera kembali!" ujar Evan sambil menoleh ke arah Sea Lin dan Tang Chen yang berdiri di belakangnya.
Sea Lin dan Tang Chen mengangguk patuh dan mendengarkan perkataan Evan tanpa ragu.
Kemudian dengan ekspresi dinginnya Evan pun pergi mengikuti Tetua Xianyi.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Evan dan Tetua Xianyi sampai di suatu tempat di Sekte Puncak Dewi Putih.
"Tetua Xianyi, apa yang ingin kamu katakan sampai membawa aku ke tempat ini? Dan dimana Ruyin Li?" tanya Evan dengan tanpa ekspresi menatap mata Tetua Xianyi.
Tanpa ada orang di sekitar mereka, kemudian Tetua Xianyi pun mulai berbicara kepada Evan dan memberitahunya tentang keadaan dan masalah yang sedang terjadi di Sekte Puncak Dewi Putih.
"Ruyin Li, dia dan adiknya dibawa pergi oleh orang Kerajaan ke Istana" jawab Tetua Xianyi.
Evan yang mendengar kabar tersebut seketika merasa sangat terkejut dan marah.
"Kau....., Jangan bercanda!!"
Teriakkan Evan yang sangat keras menciptakan gelombang suara dan getaran energi yang sangat kuat, hingga membuat Tetua Xianyi yang ada di hadapannya merasa terkejut dan tertekan.
"Aku tidak sedang bercanda. Kau sudah melihatnya dengan mata kepala kamu sendiri, kekacauan yang terjadi di Sekte saat ini adalah perbuatan orang Kerajaan yang membawa Ruyin dan Adik ipar mu pergi!" ujar Tetua Xianyi meyakinkan Evan.
Setelah mendengar kepastian dari Tetua Xianyi, Evan yang sedang dalam perasaan marah mencoba untuk tetap tenang.
"Kapan Ruyin dan Yuna di bawa oleh orang Kerajaan ke Istana?" tanya Evan.
"Kemarin!" jawab Tetua Xianyi.
Setelah Evan mendapat jawaban dari Tetua Xianyi, kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun Evan langsung berbalik badan dan berniat untuk pergi.
"Evan, kamu ingin kemana? Jika kamu ingin pergi menyelamatkan Ruyin dan Adik ipar mu, sebaiknya kamu mengurungkan niatmu!" ujar Tetua Xianyi menahan Evan.
"Mengapa? Apakah kamu ingin menahanku?" ucap Evan dengan niat membunuh.
"Aku tidak ingin menahan mu untuk menyelamatkan Ruyin dan Adik ipar mu. Tetapi Mereka memiliki dua orang tingkat Senior yang sangat kuat dan selain itu sebaiknya kamu melihat keadaan Nenek dan Ibu mertuamu!" ujar Tetua Xianyi memberi tahu Evan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Sapoey Alhaddad
emang goblok iya goblok aja,,,
2022-10-05
2
Carlo R
hancurkan mereka semua
2022-08-31
1
Reymundo Hidayat
mantap
2022-08-14
1