Setelah memberikan tanda untuk Yu Zhong dan yang lainnya agar memimpin seluruh Pasukan Gagak Malam untuk melakukan serangan, kemudian Evan dan Sea Lin lanjut mencari tubuh Wu Shen dan Para Sekutunya diantara puing-puing bangunan Istana yang hancur.
Sementara itu tidak jauh di luar benteng pertahanan, terlihat Yu Zhong dan yang lainnya telah bersiap membawa Seluruh Pasukan Gagak Malam untuk maju menyerang ke dalam Ibukota.
*Itu adalah tanda yang diberikan oleh Tuan Jenderal dan Komandan Lin! Kami sudah bisa maju menyerang!* pikir Yu Zhong saat melihat ledakan di langit yang dilakukan oleh Sea Lin.
Melihat Evan dan Sea Lin telah memberikan tanda untuk boleh maju menyerang, kemudian Yu Zhong dan yang lainnya segera memimpin seluruh Pasukan Gagak Malam untuk maju menyerang ke dalam Ibukota Kerajaan.
"Seluruh Pasukan dengarkan aku! Tuan Jenderal sudah memberikan aba-aba untuk maju menyerang! Semua bergerak! Bunuh semua musuh!" perintah Yu Zhong kepada seluruh Pasukan Gagak Malam.
Setelah mendengar perintah dari Yu Zhong, kemudian seluruh Pasukan Gagak Malam langsung bergerak menuju benteng pertahanan Ibukota dan melancarkan serangan mereka dengan cepat.
Sementara itu di atas benteng pertahanan Ibukota Kerajaan. Para Prajurit yang sedang berjaga masih merasa sangat terkejut dengan ledakan besar yang baru saja terjadi.
"Sial! Sepertinya bintang jatuh tadi benar-benar jatuh ke istana!" kata Prajurit Bodoh yang sebelumnya mengira kalau dua kilatan cahaya yang melintas di atas mereka sebagai bintang jatuh.
Di tengah rasa terkejutnya, mereka sama sekali tidak menyadari kalau Pasukan Gagak Malam telah bergerak untuk membantai mereka semua.
Ada beberapa Prajurit yang menyadari kedatangan Pasukan Gagak Malam, namun sebelum mereka sempat berteriak, mereka telah mati terkena serangan Pasukan Gagak Malam terlebih dahulu.
Dengan cepat sepertiga Pasukan Besar yang berjaga di atas benteng pertahanan Ibukota telah dibantai oleh Pasukan Gagak Malam yang dipimpin oleh Yu Zhong dan yang lainnya.
Setelah lebih dari sepertiga Pasukan Besar yang berjaga di atas benteng pertahanan Ibukota Kerajaan telah dibantai, akhirnya serangan diam-diam yang dilakukan oleh Pasukan Gagak Malam disadari oleh musuh.
"Semuanya dengarkan aku! Perhatikan sekeliling kalian! Ada Pasukan musuh yang datang menyerang !" teriak salah seorang Prajurit Pemberontak yang berhasil menyadari dan menahan serangan Pasukan Gagak Malam.
Setelah teriakan Prajurit Pemberontak tersebut, kemudian terjadilah pertempuran besar yang sesungguhnya.
Kedua Pasukan saling menyerang dan bertahan dengan sangat sengit.
Di garis depan, tampak Yu Zhong dengan cakar naga kegelapan yang ada di tangannya maju menyerang dan membunuh semua musuh yang ada di hadapannya.
"Cakar Naga Kegelapan!" Yu Zhong mengayunkan cakar naga kegelapan miliknya, hingga menciptakan lima tebasan yang mencabik-cabik semua musuh yang ada di hadapannya.
Sai menggelar dua gulungan kertasnya. Dengan dua kuas yang ada di tangan kanan dan kirinya, Sai melukis seekor naga di setiap gulungan kertas miliknya.
"Lukisan Tinta Surgawi, Dua Naga Kembar!" ucap Sai sambil merapatkan jari tengah dan telunjuk didepan mulutnya.
Seketika dua lukisan naga hitam dan putih keluar dari setiap gulungan kertas dan menjadi hidup.
Kedua naga kembar maju menyerang dan membunuh Para Prajurit Pemberontak yang sedang bertempur dengan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.
Disisi lain, sepasang kekasih, Qiu Shen dan Su Fan Ny bertarung bersama. Tidak ada musuh yang bisa menghentikan mereka. Setiap ada seorang musuh yang maju menyerang mereka, mereka akan membunuhnya dengan satu kali tebasan pedang.
"Teknik Gabungan Pedang Ganda!" Dengan mengkombinasikan Teknik Pedang Ganda mereka, Qiu Shen dan Su Fan Ny maju menyerang dan membunuh banyak musuh bersama-sama.
"Ilusi Penangkap Jiwa!" dengan Teknik Mata yang bisa memberikan ilusi kepada musuh yang melihat matanya, Han Zo mampu membuat semua musuh yang ada di hadapannya tidak dapat menggerakkan tubuh mereka.
Setelah semua musuh di hadapannya tidak dapat bergerak, Han Zo maju menyerang dan membunuh semua musuh dengan pedang yang ada di tangannya.
"Lingkaran Yin Yang Pembunuh!" dengan menggunakan sebuah Lingkaran Formasi, si kembar Tian Yin dan Tian Yang membunuh semua musuh yang masuk ke dalam Lingkaran Formasi mereka.
Semua musuh yang sudah masuk ke dalam Lingkaran Formasi tidak ada yang selamat. mereka semua akan mati terbakar dan membeku di dalam Lingkaran Formasi Yin Yang Pembunuh.
Disisi lain, dengan Tombak Tulang Emas, Cao Cao ikut maju menyerang dan membunuh banyak musuh disekelilingnya.
"Tombak Garuda Emas!" Cao Cao mengayunkan tombaknya dengan sangat kuat, hingga menciptakan sebuah ledakan yang membunuh musuh dalam sekejap.
Sementara itu di waktu yang sama di Istana Kerajaan yang telah hancur, tampak Evan dan Sea Lin yang telah berhasil mengumpulkan semua mayat yang mati terkena ledakan.
Sebelum semua mayat tersebut ditumpuk menjadi satu, Evan dan Sea Lin menjarah semua harta yang dimiliki oleh mayat-mayat tersebut.
Beberapa saat kemudian, setelah seluruh harta telah selesai dipisahkan dari pemiliknya, kemudian mayat-mayat tersebut dikumpulkan dan ditumpuk menjadi satu.
Diantara tumpukan mayat yang telah dikumpulkan, tampak Evan yang memandang satu mayat pria dengan penuh kebencian.
Mayat tersebut adalah Mayat Wu Shen yang mati dengan tubuh dan wajah yang setengah hancur.
"Sayang sekali! Bajingan ini mati setelah terkena ledakan besar sebelumnya. Dia sangat beruntung!" ucap Evan merasa sangat geram.
Kemudian Evan bangkit berdiri dan melihat ke arah Sea Lin yang sedang bersiap untuk menyerap tumpukan mayat yang telah selesai dikumpulkan.
"Sea Lin, kamu cepatlah serap semua tumpukan mayat itu. Setelah kamu selesai, kamu penggal lah kepala bajingan ini. Kita akan membawanya ke benteng pertahanan, untuk menunjukkannya kepada Pasukan Pemberontak yang ada di sana!" kata Evan memberi perintah kepada Sea Lin.
"Baik Kakak Besar! Akan segera aku lakukan!" kata Sea Lin menerima perintah Evan dengan patuh.
Kemudian Sea Lin menyerap semua mayat yang ada di hadapannya.
Hanya dalam waktu sekejap mata, semua mayat yang bertumpuk tersebut telah lenyap dan habis terserap oleh Sea Lin.
Tidak ada bagian tubuh yang tersisa. Yang tersisa hanyalah pakaian yang para mayat itu kenakan.
Setelah semua mayat telah habis terserap, Sea Lin pun akhirnya berhasil menerobos ke Tingkat Kaisar Emperor Level Tiga.
"Hahaha..... Akhirnya aku berhasil menerobos ke Tingkat Kaisar Emperor Level Tiga. Bahkan saat ini aku dapat merasakan, aku hanya perlu setengah langkah lagi untuk menerobos ke Tingkat Kaisar Emperor Level Empat!" kata Sea Lin merasa sangat senang dan gembira akan pencapaian kultivasinya yang meningkat dengan cepat.
"Selamat Sea Lin! Perkembangan Kultivasi kamu meningkat lagi!" kata Evan yang ikut merasa senang atas perkembangan Kultivasi Sea Lin yang meningkat.
"Terima kasih Kakak Besar! ini semua juga berkat bantuan darimu!" kata Sea Lin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Carlo R
wu. shen ngga sempat di siksa dulu ya
2022-08-30
1
zamal78901
semangat-semangat Thor
2022-06-21
1
Mr. Smile
menerobos
2022-06-09
0