Tiga hari kemudian di dalam perjalanan menuju Kota Xiun Kerajaan Li.
"Kakak Besar, sebentar lagi kita akan segera sampai di Kota Xiun. Kira-kira sekitar tiga puluh menit lagi!" kata Sea Lin pada Evan yang terbang di samping kirinya.
"Yah aku tahu...." kata Evan dengan menunjukkan perasaan cemas di wajahnya.
Melihat Evan yang sedang cemas dan memikirkan sesuatu, Sea Lin dan Tang Chen ikut merasa khawatir.
"Kakak Besar, apakah ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiranmu? Sejak satu hari yang lalu Kakak selalu menunjukkan ekspresi cemas di sepanjang perjalanan!" kata Sea Lin mencoba bertanya.
"Kamu benar, aku memang sedang mencemaskan sesuatu. Semoga ini hanya firasat ku saja!" ujar Evan mencoba menenangkan diri sendiri.
*Entah mengapa, hatiku selalu merasa tidak tenang sejak satu hari lalu. Aku selalu merasa khawatir dan cemas akan sesuatu yang tidak jelas. Aku harus secepatnya sampai ke Kota Xiun untuk memastikannya sendiri!* batin Evan dalam hatinya yang sedang merasa cemas.
Kemudian Evan segera mempercepat kepakan sayapnya, hingga membuat Sea Lin dan Tang Chen langsung tertinggal di belakang.
Melihat Evan yang tiba-tiba mempercepat kecepatan terbangnya, Sea Lin dan Tang Chen merasa heran dan bingung.
"Hei, Tang Chen! Apakah kamu tahu, apa yang terjadi pada Kakak Besar?" tanya Sea Lin pada Tang Chen yang sedang terbang di samping kanannya.
Namun Tang Chen hanya diam dengan menunjukkan ekspresi yang sama seperti yang ditunjukkan oleh Evan. Segera Tang Chen mempercepat kepakan sayapnya dan kemudian terbang menyusul Evan yang berada di depan mereka.
Kini Sea Lin yang tertinggal sendiri benar-benar merasa heran dengan apa yang terjadi pada Evan dan juga Tang Chen.
*Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka?* batin Sea Lin bertanya-tanya dalam hatinya.
Kemudian Sea Lin segera mempercepat kecepatan terbangnya untuk menyusul Evan dan Tang Chen yang telah berada jauh di depan matanya.
Setengah jam kemudian, akhirnya Evan, Sea Lin dan Tang Chen sampai di Kota Xiun.
Namun setibanya mereka di Kediaman Jenderal, sungguh betapa terkejutnya mereka saat melihat banyaknya mayat prajurit yang mati berserakan dan genangan darah yang mengalir di mana-mana.
Bekas-bekas pertempuran masih tersisa dengan jelas di depan mata mereka.
"Sial! Apa yang telah terjadi di sini!?" tanya Evan merasa sangat marah dan geram dengan apa yang ada di depan matanya.
"Sepertinya telah terjadi pertempuran yang cukup besar di sini, Kakak!" jawab Sea Lin memperhatikan hamparan mayat dan genangan darah yang ada di sekelilingnya.
*Di sini hanya ada mayat Para Prajurit Kota Xiun. Jelas sekali, ini adalah pembantaian sepihak. Tetapi siapa yang berani melakukannya?* batin Evan penuh tanda tanya.
"Tang Chen, Sea Lin! kalian berdua bantu aku cari tahu, apa yang sebenarnya telah terjadi di sini. Aku ingin tahu semuanya!" perintah Evan dengan penuh amarah.
Mendengar perintah Evan, kemudian Sea Lin dan Tang Chen segera pergi meninggalkan Evan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi di Kediaman Jenderal Kota Xiun.
Beberapa saat kemudian, Sea Lin dan Tang Chen kembali ke Kediaman Jenderal untuk memberi laporan kepada Evan.
"Bagaimana? Apa hasil yang kalian dapatkan?" tanya Evan segera setelah Sea Lin dan Tang Chen mendarat di hadapannya.
"Sebaiknya sekarang kamu ikut kami ke Gerbang Utama Kota Xiun. Kamu harus melihatnya dengan mata kepala kamu sendiri. Setelah kamu melihatnya, kami akan menjelaskannya kepadamu!" kata Tang Chen membuat Evan merasa heran.
Beberapa saat kemudian, Evan, Sea Lin dan Tang Chen akhirnya sampai di Gerbang Utama Kota Xiun.
Sungguh betapa terkejutnya Evan ketika melihat Mayat Jenderal Yunfan Li yang tengah di gantung di atas pintu gerbang kota Xiun.
"Paman!" teriak Evan segera memotong tali yang menjerat leher Jenderal Yunfan Li.
Kemudian dengan cepat Evan menangkap tubuh Jenderal Yunfan Li dan membawanya turun dengan perlahan.
Dengan hati yang merasa sangat sedih, Evan memeluk tubuh Jenderal Yunfan Li.
Tubuhnya yang berlumuran darah tercium baru amis yang menyengat di hidung Evan.
Dengan menguatkan hati yang benar-benar terasa sakit, Evan mencoba menahan air matanya untuk tidak jatuh.
Namun seberapa keras Evan mencoba, Evan tetap tidak mampu untuk menahan air matanya.
Perlahan air mata yang tak mampu terbendung menetes dan mengalir perlahan di pipi Evan.
Evan menundukkan wajahnya dan memeluk erat tubuh Sang Paman yang terasa dingin di dalam pelukannya.
Melihat Evan yang sedang menangis, Sea Lin dan Tang Chen hanya diam dalam kesedihan mereka.
Mereka juga ingin menangis, namun jika mereka menangis maka tidak akan ada lagi orang yang bisa menghibur Evan.
Di saat ini, hanya merekalah yang dapat mengeluarkan Evan dari penjara kesedihan, hanya mereka yang dapat diandalkan oleh Evan.
Sesaat kemudian, suara tangisan Evan akhirnya berhenti.
Namun disaat Evan mengangkat wajahnya, bukanlah ekspresi sedih dan lemah yang ditunjukkannya, akan tetapi ekspresi marah dengan niat membunuh yang yang pekat dan berkobar-kobar.
Amarah, kebencian dan dendam yang meluap bergabung menjadi satu, hingga menciptakan energi kematian dan Kegelapan yang sangat kuat.
"Tang Chen, sekarang bisakah kau beritahu aku, apa yang telah terjadi?" tanya Evan memancarkan aura kematian yang membuat tubuh Tang Chen gemetaran.
*Apakah ini kekuatan yang dimiliki oleh Evan? Aku merasa, kalau diriku sangat kecil di hadapannya!* batin Tang Chen gemetaran melihat aura kematian yang dipancarkan oleh Evan.
"Sehari yang lalu sebelum kita tiba di Kota Xiun. Pasukan Kerajaan datang membantai Seluruh Pasukan Kota Xiun dan membunuh Jenderal Yunfan Li. Mengenai siapa yang memimpin Pasukan tersebut, aku dan Sea Lin tidak mendapatkan informasinya. Dan kenapa Kerajaan Li bisa mengirimkan Pasukan untuk membantai Jenderal Yunfan Li dan Pasukannya, kemungkinan besar karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Jenderal Yunfan Li telah diketahui oleh orang-orang Kerajaan." kata Tang Chen Menjawab dan menjelaskan dengan panjang lebar kepada Evan.
"Lagi lagi Para Pengkhianat itu! Aku bersumpah aku pasti akan segera melenyapkan mereka semua tanpa tersisa!" ucap Evan penuh dendam dan kebencian.
"Bagaimana dengan Yuna?" tanya Evan lagi.
"Yuna Li, kemungkinan besar baik-baik saja. Aku mendapat informasi, kalau Yuna Li telah lama meninggalkan Kota Xiun. Ia dibawa oleh Istrimu pergi ke Sekte Puncak Dewi Putih untuk melakukan pelatihan sejak lima bulan lalu. Yah, itu di saat Istrimu kembali ke Sekte-nya!" kata Tang Chen menjawab Evan.
"Baiklah, kalau begitu, setelah kita memakamkan Jenderal Yunfan Li, kita akan berangkat ke Sekte Puncak Dewi Putih. Aku merasa, ada sesuatu yang telah terjadi di belakang kita. Kita harus segera pergi ke Sekte Puncak Dewi Putih untuk memastikannya sendiri!" kata Evan pada Sea Lin dan Tang Chen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Carlo R
ada kejadian besar lagi nih. mantap
2022-08-31
1
zamal78901
update lah Thor
2022-06-02
1
Adang Mulyadi
ok
2022-05-29
1