Setelah itu, kemudian Sea Lin memenggal kepala Wu Shen dengan tanpa perasaan.
Setelah kepala Wu Shen terpenggal, Sea Lin mengangkatnya dengan dijinjing.
"Sudah Kakak Besar! Kepala bajingan ini sudah ku pisahkan dari tubuhnya!" kata Sea Lin sambil menunjukkan kepala Wu Shen yang berlumuran darah kepada Evan.
"Bagus! Kamu bawalah kepala menjijikkan itu, kita akan pergi ke benteng pertahanan untuk membantu Yu Zhong dan yang lainnya!"
Kemudian Evan dan Sea Lin terbang ke udara dan pergi meninggalkan Istana Kerajaan yang telah luluh lantak.
Dengan membawa kepala Wu Shen yang sudah terpenggal, Evan dan Sea Lin terbang menuju benteng pertahanan.
-----
Sementara itu di benteng pertahanan, terlihat Cao Cao yang bertarung semakin jauh dari kelompoknya.
Di tengah kepungan Pasukan Pemberontak yang tiada habisnya, Cao Cao yang sedari tadi sudah mencoba untuk bertahan sekuat tenaga, kini telah kewalahan dan kehabisan energi spiritual.
Dengan nafas yang terengah-engah dan tubuh yang telah kehabisan tenaga, Cao Cao mencoba untuk tetap berdiri sambil memegang Tombaknya dengan erat.
*Aku sudah mencapai batas ku! Aku sudah tidak sanggup untuk bertahan lebih lama lagi! Apakah aku akan mati di pertempuran pertamaku?* batin Cao Cao sambil melihat kepungan prajurit pemberontak yang mengelilinginya.
"Hei bocah kecil! Apakah kamu sudah kewalahan? Bukankah kamu tadi sangat beringas? Sekarang kenapa berhenti bertarung? Aku tidak menyangka kalau bocah kecil sepertimu berhasil membunuh banyak rekan-rekan kami! kamu sangat kuat! Tapi sekarang kamu sudah kehabisan energi! Kamu tidak akan bisa melawan kami lagi! Semuanya Bunuh Dia! Jangan Biarkan Dia Hidup Lebih Lama Lagi!" perintah salah seorang Prajurit Pemberontak memberi perintah kepada yang lainnya.
Kemudian seluruh prajurit yang telah mengepung Cao Cao, maju menyerang untuk membunuhnya.
Cao Cao yang bersiap untuk mati, kemudian memejamkan kedua matanya.
Namun di saat semua senjata sedikit lagi menyentuh tubuh Cao Cao, disisi lain Evan dan Sea Lin telah sampai ke tempat tersebut.
Evan mengarahkan telapak tangannya ke arah Cao Cao yang nyawanya sudah berada di ujung kematian.
"Pindah!" ucap Evan dan alam sekejap mata bertukar posisi dengan Cao Cao.
Semua senjata milik Para Prajurit Pemberontak seketika hancur setelah menghantam tubuh Evan dengan sangat kuatnya.
Para Prajurit Pemberontak merasa sangat terkejut melihat Cao Cao yang berubah menjadi Evan.
Melihat tubuh Evan yang sangat kuat hingga dapat menghancurkan semua senjata mereka, Para Prajurit Pemberontak tersebut langsung gemetar ketakutan.
"Beraninya kalian menyentuh Adikku? Kalian semua pantas mati!" kata Evan melirik tajam ke arah Prajurit yang sebelumnya memberi perintah untuk membunuh Cao Cao.
Hawa membunuh yang dikeluarkan oleh Evan membuat Para Prajurit Pemberontak yang mengepungnya tidak ada yang dapat bergerak.
Kemudian di tangan kanan Evan datang sebilah pedang yang dipenuhi energi petir.
Hanya dalan satu kali tebasan pedang, Evan langsung membunuh semua Prajurit Pemberontak yang mengepung dirinya.
Sementara itu di sisi lain, tampak Cao Cao yang masih memejamkan kedua matanya.
Hingga disaat Sea Lin yang berada di sampingnya menepuk pundaknya, Cao Cao pun merasa sangat terkejut dan langsung membuka kedua matanya lebar-lebar.
"Apakah kamu takut?" tanya Sea Lin dengan lembut.
Mendengar suara yang sangat familiar, Cao Cao segera menoleh dan melihat ke arah Sea Lin yang ada di sampingnya.
"Kak Sea Lin!?" Cao Cao merasa sangat terkejut melihat Sea Lin berada di sampingnya.
"Kamu tenang saja! Kak Evan sudah menyelamatkan kamu!" kata Sea Lin memberi tahu Cao Cao dengan senyuman lembut, walau tangannya masih menjinjing kepala Wu Shen yang berlumuran darah.
"Kak Evan!?" Cao Cao terkejut lagi mendengar hal itu.
Benar saja, tidak jauh didepan mereka, Cao Cao melihat Evan yang sedang bertarung dengan sangat hebat dan kejam.
"Apakah itu benar-benar Kak Evan?" Cao Cao yang merasa sangat ketakutan kemudian menelan air liurnya.
Cao Cao sama sekali tidak pernah mengira, kalau Evan yang selalu bersikap lembut dan selalu tersenyum seperti malaikat kepada teman-teman dan keluarganya, ternyata adalah seorang monster yang bisa membunuh ribuan manusia tanpa perasaan.
Melihat Evan yang berubah menjadi seorang monster tanpa perasaan, Cao Cao benar-benar merasa sangat terkejut.
"Tidak usah merasa terkejut. Kak Evan tidak akan melakukan hal itu kepada kita. Sekarang kamu penggang lah kepala anjing ini!" kata Sea Lin memberikan kepala Wu Shen kepada Cao Cao.
"Kepala Anjing?" tanya Cao Cao penuh keheranan.
"Yah, kepala anjing!" jawab Sea Lin sangat yakin.
Mendengar itu Cao Cao semakin bingung. Padahal sudah sangat jelas, kalau kepala yang diberikan oleh Sea Lin kepadanya adalah kepala manusia.
"Kamu jangan pergi kemana-mana, beristirahatlah disini. Kak Sea Lin, akan pergi membantu Kak Evan melenyapkan sekumpulan anjing yang ada di sana!" ujar Sea Lin dengan senyuman.
Cao Cao yang mendengar itu hanya mengangguk patuh.
Kemudian baru saja Sea Lin berjalan dua langkah ke depan, seketika Cao Cao dikejutkan oleh Sea Lin yang tiba-tiba mengeluarkan Hawa Membunuh dan Aura Kegelapan yang sangat kuat.
Tubuh Cao Cao gemetar ketakutan, nafas terasa sangat sesak dibawah tekanan niat membunuh milik Sea Lin.
Cao Cao sama sekali tidak pernah mengira, kalau Sea Lin yang biasanya selalu bersikap lembut dan bertingkah sedikit konyol dihadapan Chu Xian, ternyata memiliki Hawa Membunuh dan Aura Kegelapan yang sangat kuat.
Melihat Sea Lin yang berubah menjadi seorang Iblis Haus Darah, Cao Cao benar-benar merasa sangat terkejut.
"Anjing-anjing kecil, aku datang!" kata Sea Lin yang kemudian langsung melesat masuk ke Medan Perang.
Dengan sangat cepat Sea Lin mengayunkan tombak sabitnya dan membunuh ratusan prajurit pemberontak yang ada di hadapannya.
Kemudian Sea Lin segera bergabung dengan Evan yang berada di tengah kepungan prajurit pemberontak.
Sambil membunuh semua musuh yang ada di hadapannya, Sea Lin melompat dan kemudian mendarat tepat di belakang Evan.
"Kakak Besar, kenapa kau terburu-buru sekali? Apakah Kakak Besar tidak berencana untuk menjinakkan Anjing-anjing kecil ini?" tanya Sea Lin yang berada tepat di belakang Evan.
"Awalnya aku memang berencana untuk menundukkan mereka. Tetapi setelah dipikir-pikir, sepertinya mereka tidak pantas untuk dibiarkan hidup! Lebih baik mereka semua mati untuk menjadi bahan kultivasi para prajurit terhebat ku!" kata Evan menjawab Sea Lin.
"Bagus, jika Kakak Besar berpikir seperti itu!" kata Sea Lin merasa senang dengan keputusan Evan.
"Kakak Besar, bagaimana jika kita melakukan taruhan lagi? Siapa yang membunuh paling banyak, maka boleh mengajukan permintaan apapun kepada yang kalah!" kata Sea Lin menantang Evan untuk bertaruh.
"Apakah kamu tidak takut kalah seperti sebelumnya?" ujar Evan.
"Aku pasti tidak akan kalah lagi, karena taruhan kali ini dilarang menggunakan kekuatan jiwa. Bagaimana, apakah Kakak Besar berani bertaruh denganku?" ujar Sea Lin dengan sangat percaya diri.
"Baik! Kau yang memaksaku! Setelah aku memenangkan taruhan kali ini, maka kau punya dua hutang kepadaku!" ujar Evan mengingatkan Sea Lin.
"Baik! Tidak masalah!" Sea Lin sama sekali tidak takut.
..."MULAI!"...
Kemudian Evan dan Sea Lin maju menyerang ke dua arah yang berbeda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Pangerans Ghunung Thumo
kemana calon istri ke 6 anak kaisar kok nglang dari ceritanya
2022-10-19
1
Carlo R
btw sejak kapan evan bisa jurus yg mirip jurus hokage ke-4
2022-08-30
0
Alfin Thofar
pegang woi
2022-08-16
0