CH 14 : Menjemput Tang Chen

Sampai di sini peperangan di Kerajaan GU sementara berhenti. Evan memutuskan untuk melihat-lihat keadaan tempat-tempat yang dulunya pernah terjadi peperangan.

Berita pengangkatan Evan sebagai Kaisar tersebar dengan cepat ke seluruh Kerajaan GU. Seluruh penjuru wilayah Kerajaan GU merayakan dengan penuh suka cita. Suasana sangat ramai.

Namun untuk beberapa Kerajaan lain, tidak tahu apakah berita pengangkatan Evan sebagai Kaisar Kerajaan GU adalah hal baik atau buruk.

Setengah bulan kemudian di Istana Kerajaan.

Evan memutuskan untuk pergi menjemput Istri ke-lima nya di Sekte Puncak Dewi Putih di Kerajaan Li.

"Kaisar, ini baru setengah bulan dari hari pelantikan Anda, apakah Anda benar-benar akan pergi?" tanya Yu Qiu Shen.

"Yah, aku harus pergi. Istriku Li Ruyin masih menungguku di Sekte Puncak Dewi Putih. Selama aku pergi nanti, Kalian jagalah Kerajaan GU dan Keluargaku. Aku titipkan mereka pada kalian." perintah Evan pada Para Komandan Pasukan Gagak Malam.

"Baik Kaisar, kami pasti akan menjaga Kerajaan GU dan Keluarga Anda dengan baik. Kami tidak akan membiarkan Keluarga Anda berada dalam kondisi bahaya!" kata Yu Zhong mewakili semuanya menerima perintah dari Evan.

"Terima kasih, aku percaya pada kalian!" ucap Evan berterima kasih kepada Yu Zhong dan yang lainnya.

"Sea Lin, ayo kita berangkat!" ajak Evan pada Sea Lin yang berdiri di sampingnya.

Kemudian dengan ditemani oleh Sea Lin, Evan pun terbang pergi meninggalkan Kerajaan GU.

Namun sebelum berangkat menuju Sekte Puncak Dewi Putih di Kerajaan Li, Evan dan Sea terbang menuju ke Provinsi Nanzhou terlebih dahulu untuk mengajak Tang Chen.

*****

Tiga hari kemudian, akhirnya Evan dan Sea Lin sampai di Kota Yanzhou Provinsi Nanzhou.

Di depan pintu gerbang Kediaman Jenderal, Evan dan Sea Lin disambut dengan hangat oleh para prajurit yang sedang berjaga.

"Dimana Tuan Jenderal kalian? Aku ingin bertemu dengannya!" tanya Evan kepada Para Prajurit tersebut.

"Izin menjawab Tuan Kaisar, saat ini Tuan Jenderal masih berlatih di dalam kamarnya!" jawab salah seorang Prajurit.

"Berlatih?" Evan dan Sea Lin sedikit terkejut mendengar jawaban prajurit tersebut.

"Benar Tuan Kaisar!" jawab prajurit tersebut meyakinkan.

Setelah mendengar jawaban pasti prajurit tersebut, Evan dan Sea Lin merasa sedikit curiga.

"Kakak Besar, apakah kamu sedang memikirkan hal yang sama dengan apa yang aku pikirkan? Aku curiga, Tang Chen tidak sedang melakukan latihan di dalam kamarnya, melainkan...." ucap Sea Lin berbisik di telinga Evan di akhir kalimatnya.

"Yah, aku juga memikirkan hal yang sama denganmu. Dengan sifat Tang Chen yang seperti itu, tidak mungkin baginya melakukan latihan di pagi hari seperti ini!" kata Evan setelah mendengar bisikan dari Sea Lin.

"Kalian tetaplah berjaga di sini, lakukanlah hal yang seharusnya kalian lakukan. Kami akan menemui Jenderal Tang secara pribadi!" kata Evan kepada para prajurit tersebut.

"Baik Kaisar!" jawab para prajurit tersebut sembari memberi hormat kepada Evan dan Sea Lin.

Beberapa saat kemudian, Evan dan Sea Lin akhirnya menemui Tang Chen yang masih tidur dengan nyenyak di dalam kamarnya.

Melihat Tang Chen yang masih dapat tidur dengan nyenyak di depan mata mereka, Evan dan Sea Lin benar-benar merasa sangat emosi.

"Benar seperti dugaan ku, orang ini sama sekali tidak sedang berlatih, melainkan masih tidur di dalam kamarnya. Aku yakin, dia pasti sedang memimpikan sesuatu yang kotor di dalam mimpinya!" kata Sea Lin merasa kesal dan jengkel.

"Orang ini benar-benar hebat membuat orang lain merasa khawatir. Jika yang datang saat ini bukan kita melainkan pembunuh, dia pasti sudah mati!" kata Evan merasa kesal dan jengkel.

"Sea Lin, ambilkan aku seember air!" perintah Evan pada Sea Lin.

"Baik Kak!" jawab Sea Lin dan kemudian segera pergi dari kamar tersebut.

Beberapa saat kemudian, Sea Lin akhirnya kembali dengan membawa seember air di tangannya.

Segera Sea Lin memberikan seember air tersebut kepada Evan.

"Karena kau tidak segera bangun, maka bangunlah bajingan!" kata Evan mengguyur Tang Chen dengan semua air yang ada di dalam ember.

"Banjir! Banjir!......." Tang Chen yang terbangun terkejut melihat Evan dan Sea Lin berdiri di hadapannya.

"Bajingan! Ternyata kalian berdua!" Tang Chen merasa sangat marah dan kesal.

"Apanya yang bajingan? Jika kau ingin ikut ke Kerajaan Li, maka cepatlah bangun dan mandi! Kami tidak ingin menunggu terlalu lama!" kata Evan dengan tegas.

"Pergi ke Kerajaan Li? Tentu saja aku ikut!" kata Tang Chen dengan sangat antusias dan bersemangat.

"Kalau begitu, cepatlah! Jangan membuang waktu lagi!" kata Evan.

Kemudian Evan dan Sea Lin keluar dari kamar tersebut, sedangkan Tang Chen segera mandi dan menggantikan pakaiannya.

Setelah Evan, Sea Lin dan Tang Chen telah berkumpul, kemudian mereka bertiga segera pergi ke Markas Militer kota Yanzhou.

Sesampainya di sana, Tang Chen segera pergi menemui seorang Komandan Pasukan, sedangkan Evan dan Sea Lin akan menunggu Tang Chen di lapangan latihan.

Di suatu tempat di markas militer Kota Yanzhou, Tang Chen bertemu dengan seorang Komandan Pasukan.

"Ada apa Tuan Jenderal memanggil saya?" tanya Komandan tersebut sambil memberi hormat kepada Tang Chen.

"Yuge, Aku memanggilmu kesini karena aku ingin memberitahumu, kalau aku akan pergi untuk sementara waktu." kata Tang Chen membuat Komandan tersebut merasa terkejut.

"Jenderal akan pergi kemana? Mengapa sangat tiba-tiba?" tanya Komandan tersebut merasa heran.

"Pagi ini Kaisar dan Tangan kanannya datang ke Kediaman Jenderal menemui diriku. Mereka secara pribadi mengajakku pergi ke Kerajaan Li. Jadi aku ingin, selama aku pergi nanti, kamu jagalah Nanzhou dengan baik. Jangan kecewakan aku!" kata Tang Chen kepada Komandan tersebut.

"Baik Jenderal! Anda dapat mempercayakan Nanzhou kepadaku!" kata Komandan tersebut menerima perintah yang diberikan kepadanya.

"Bagus, aku percaya padamu!" kata Tang Chen sembari tersenyum kepada Prajurit tersebut.

Setelah berbicara kepada Prajurit tersebut, kemudian Tang Chen pergi mencari Evan dan Sea Lin yang sedang menunggu dirinya di lapangan latihan.

"Bagaimana?" tanya Sea Lin melihat Tang Chen yang datang ke arah mereka.

"Sudah selesai, aku sudah mempercayakan Nanzhou kepada salah satu bawahan setiaku. Jadi selama aku pergi, Nanzhou akan tetap baik-baik saja!" kata Tang Chen menghilangkan kekhawatiran Evan dan Sea Lin.

"Baguslah, kalau begitu!" kata Evan.

"Jadi sekarang, bisakah kita pergi?" tanya Tang Chen sedikit tidak sabaran.

Mendengar itu, Evan dan Sea Lin tersenyum dan menganggukkan kepala dengan perlahan.

Kemudian Evan, Sea Lin dan Tang Chen segera mengepakkan Sayap Aura mereka dan kemudian terbang pergi meninggalkan Provinsi Nanzhou.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...****************...

......................

......................

Terpopuler

Comments

Carlo R

Carlo R

ok

2022-08-31

2

zamal78901

zamal78901

next......

2022-06-02

0

Adang Mulyadi

Adang Mulyadi

ok..

2022-05-29

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!