Melihat tangisan bahagia Gu Mei dan Hua Qing Qing, semua orang turut tersenyum dan merasa bahagia.
"Jadi Sea Lin, kapan kita akan berangkat ke Ibukota Kerajaan?" tanya Reya.
"Mungkin besok sore. Soalnya, aku masih banyak urusan yang harus dilakukan di Nanzhou untuk mempersiapkan perpindahan kita ke Ibukota Kerajaan." ujar Sea Lin menjawab.
"Sea Lin, bolehkah aku bertanya?" pinta Ran Ran mengangkat satu tangannya.
"Boleh..., Kakak ipar mau tanya apa?" Sea Lin mempersilahkan.
"Jika kita semua pindah ke Ibukota Kerajaan, bagaimana dengan Akademi Matahari Merah? Siapa yang akan menjaganya jika kami tidak ada?" ujar Ran Ran bertanya.
"Kalau masalah itu Kakak Ipar tenang saja, Kakak Besar sudah merencanakan untuk memindahkan Akademi Matahari Merah ke Ibukota Kerajaan bersama dengan kita. Tetapi sebelum kita memindahkan Akademi Matahari Merah ke Ibukota Kerajaan, Para Kakak Ipar dan yang lainnya harus pindah ke Ibukota Kerajaan terlebih dahulu. Ini adalah perintah dari Kakak Besar untuk keamanan Para Kakak Ipar dan yang lainnya!" ujar Sea Lin menjawab pertanyaan Ran Ran.
"Baiklah, karena semuanya sudah tahu kapan harus berangkat, aku harap semuannya dapat bersiap-siap mulai sekarang." kata Sea Lin pada mereka semua.
Setelah memberitahukan waktu keberangkatan kepada mereka semua, kemudian Sea Lin pergi ke Kota Yunzhou untuk menemui Tang Chen.
********
Siang menjelang sore di Markas Militer kota Yunzhou, Sea Lin bertemu dengan Tang Chen.
Sambil berjalan-jalan mengelilingi markas militer, Sea Lin mengatakan semuanya kepada Tang Chen, terutama tentang rencana Evan yang ingin menjadikan Tang Chen sebagai Jenderal Besar Penguasa Provinsi Nanzhou yang selanjutnya.
"Jadi, Evan ingin aku menggantikannya sebagai Jenderal Besar Penguasa Nanzhou?" tanya Tang Chen memastikan.
"Yah...." Sea Lin menganggukkan kepalanya. "Kakak Besar berharap, kamu dapat menerima posisi ini dan menjalankan tugasnya dengan baik!" ujar Sea Lin.
"Baiklah, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Katakan padanya, tidak usah merasa khawatir. Aku pasti akan menjalankan tugasku sebagai Jenderal Besar Penguasa Provinsi Nanzhou dengan baik." kata Tang Chen menerima posisi barunya dengan senang hati.
"Bagus! Kami percaya padamu!" kata Sea Lin menepuk pundak Tang Chen.
******
Malam harinya di Kediaman Jenderal.
Sea Lin yang baru kembali dari Kota Yunzhou segera menuju kamarnya untuk beristirahat.
Namun saat Sea Lin membuka pintu dan ingin masuk ke dalam kamarnya, Sea Lin dikejutkan oleh Chu Xian yang tiba-tiba melompat ke dalam pelukannya.
"Xian Xian?"
"Sea Lin, aku sangat merindukanmu!" Chu Xian memeluk Sea Lin dengan erat dan penuh kerinduan.
Hati Sea Lin berdegup kencang mendengar Chua Xian mengucapkan kalimat tersebut.
"Aku juga sangat merindukanmu!" Sea Lin membalas pelukan Chu Xian dengan hangat.
"Sea Lin, aku pengen...." pinta Chu Xian dengan menggoda.
Sea Lin yang mendengar permintaan Chu Xian tersebut sungguh merasa sangat terkejut.
"Kenapa kamu tiba-tiba meminta hal seperti itu? Bukankah kita sepakat untuk melakukannya lagi setelah menikah?" ujar Sea Lin merasa heran.
"Aku tidak tahu, tapi aku benar-benar sangat menginginkannya. Aku tahu, mungkin ini sangat berlebihan, tetapi sejak pertama kali kita melakukan itu, aku selalu memikirkannya setiap waktu. Aku sama sekali tidak bisa melupakannya!" kata Chu Xian dengan wajah merah merona.
"Jadi, apa yang harus aku lakukan?" tanya Sea Lin ikut terang*sang.
"Tiduri Aku!" jawab Chu Xian sambil memandang wajah Sea Lin yang tersenyum padanya.
Kemudian tanpa basa-basi, Sea Lin langsung mengangkat dan menggendong Chu Xian.
"Dengan senang hati, Ratuku!" kata Sea Lin menutup pintu dan membawa Chu Xian kedalam kamar.
*******
Keesokan harinya Sea Lin dan yang lainnya sudah berkumpul di depan gerbang kota Yunzhou.
Dengan membawa rombongan kereta kuda, mereka semua siap untuk berangkat menuju Ibukota Kerajaan.
"Tang Chen, kami percayakan Nanzhou kepadamu. Jangan pernah membuat kami kecewa!" kata Sea Lin memberikan kepercayaan penuh kepada Tang Chen.
"Kalian tenang saja. Kalian bisa mempercayakan Nanzhou kepadaku. Aku pasti tidak akan pernah membuat kalian semua merasa kecewa!" kata Tang Chen meyakinkan mereka semua.
Mendengar perkataan Tang Chen, kemudian mereka semua merasa senang dan tersenyum.
"Baiklah, kami berangkat. Kamu jaga dirimu baik-baik. Sampai Jumpa!"
"Yah, Sampai Jumpa. Kalian juga harus menjaga diri kalian baik-baik!"
Disaat semuanya saling mengucapkan selamat tinggal dan melambaikan tangan, Sea Lin yang akan menaiki kudanya memberikan senyuman terakhir pada Tang Chen.
Setelah keduanya saling membalas senyuman, Sea Lin segera naik ke atas kudanya.
"Berangkat!" Sea Lin memacu kudanya dan memimpin rombongan pergi meninggalkan Kota Yanzhou.
Segera Para kusir memacu kuda mereka dan membawa kereta rombongan mengikuti Sea Lin.
Melihat rombongan bergerak semakin jauh meninggalkan Kota Yanzhou, Tang Chen yang sedang tersenyum perlahan menitikkan air matanya.
Jiwa dan pikiran terasa kosong, sedangkan Hati dan Perasaan seakan ingin menangis.
"Sudah hampir empat tahun, dan sekarang aku kesepian lagi.........
Sungguh senang rasanya bisa bersama kalian sampai hari ini........."
Tang Chen yang sudah tidak kuat menahan, kemudian membiarkan air matanya mengalir dan membasahi pipinya.
*******
Sementara itu di salah satu kereta kuda yang ada di dalam rombongan.
Di dalam kereta tersebut ada empat orang wanita yaitu Ririn, Nan Ruyu, Reya dan Qiu Nia Lan.
"Apakah tidak apa-apa, jika kita meninggalkan Kak Tang Chen sendirian disana? Aku merasa, senyuman Kak Tang Chen tadi sama sekali tidak seperti biasanya...." Qiu Nia Lan merasa sedih dan tidak tega meninggalkan Tang Chen seorang diri di Nanzhou.
"Yah, kamu benar. Senyuman Kak Tang Chen tadi, bukanlah senyuman yang selalu ditunjukkan olehnya setiap hari. Senyuman Kak Tang Chen tadi adalah senyuman untuk menyembunyikan kesedihannya," kata Nan Ruyu memberitahu Qiu Nia Lan dengan lembut.
"Senyuman untuk menyembunyikan kesedihan? Jadi, tadi Kak Tang Chen sedang sedih?" tanya Qiu Nia Lan pada para Kakaknya.
"Yah.......," Nan Ruyu mengangguk pelan dengan senyuman.
"Apakah Kak Tang Chen sedih karena kita tinggal sendirian? Apakah Kak Tang Chen akan baik-baik saja disana?" tanya Qiu Nia Lan merasa khawatir dan kasihan pada Tang Chen.
"Yah, Kak Tang Chen pasti akan baik-baik saja. Walaupun mungkin saat ini Kak Tang sedang menangis" jawab Nan Ruyu dengan lembut.
"Menangis!?" Qiu Nia Lan merasa cukup terkejut.
"Yah....." Nan Ruyu hanya tersenyum dan mengangguk dengan perlahan.
Sementara itu di salah satu kereta kuda yang lain, Ran Ran dan Gu Mei merasa heran melihat Chu Xian yang terus melamun dan senyum-senyum sendiri di dekat jendela.
"Pemimpin Chu Xian, kamu sedang memikirkan apa? Kamu tidak sedang memikirkan hal-hal me sum bukan?" tanya Gu Mei merasa curiga.
"Aku tidak, aku sama sekali tidak memikirkan hal-hal seperti itu!" jawab Chu Xian dengan spontan dan sedikit salah tingkah.
"Jika memang bukan, kenapa kamu senyum-senyum me sum seperti itu?" ujar Gu Mei semakin merasa curiga.
"Siapa yang senyum-senyum me sum, Aku hanya sedang memikirkan masalah Sekte yang ingin dipindahkan saja!" kata Chu Xian segera menyangkal tebakan Gu Mei.
"Benarkah?" Gu Mei tidak percaya.
"Benar!" kata Chu Xian mencoba meyakinkan mereka dengan memaksakan senyumannya.
Walaupun masih belum cukup percaya, Gu Mei memutuskan untuk berhenti bertanya lagi.
Melihat Gu Mei dan Ran Ran sudah berhenti mencurigai dirinya, Chu Xian yang sudah keringatan merasa lega.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Ardi Ansyah
bisa gak kalau engak ada iklan ya bosan tau mau baca langsung ada iklan hapus iklan ya Thor
2023-03-29
1
Trisna Tris
lanjut thor.... kamu memang keren...
2022-07-04
1
Trisna Tris
ceritanya tambah asyik dan keren...
2022-07-04
1