CH 12 : Kebiasaan!

Malam hari di Istana Kerajaan, tampak Evan yang sedang sibuk mengerjakan tumpukan dokumen di ruang kerjanya.

Hingga di saat Evan sudah akan selesai mengerjakan tumpukan dokumen yang ada di atas mejanya, tiba-tiba seseorang datang dan mengetuk pintu ruang kerjanya.

"Masuk!" ucap Evan mengijinkan.

Setelah mendapatkan izin dari Evan, kemudian orang tersebut segera masuk ke dalam ruangan kerja Evan.

"Apakah aku mengganggumu?" tanya Gu Mei kepada Evan.

"Tidak. Kamu ada apa mencari ku malam-malam begini?" tanya Evan merasa heran.

"Evan, bisakah.... kamu menemaniku tidur?" pinta Gu Mei.

"Menemanimu tidur?!" Evan sontak terkejut mendengar permintaan Gu Mei. "Kenapa? Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Evan yang tidak ingin berfikiran kotor.

"Aku baru saja mengalami mimpi buruk. Aku bermimpi tentang kejadian yang terjadi pada saat itu. Setiap kali aku memejamkan mataku, aku selalu membayangkan bagaimana Wu Shen membunuh Ayahku saat itu. Aku takut, Evan... Aku takut...." kata Gu Mei gemetar ketakutan pada seluruh tubuhnya.

Melihat Gu Mei yang sedang gemetar ketakutan, Evan segera bangkit berdiri dan memeluk Gu Mei dengan kehangatannya.

"Kamu tenanglah, Gu Mei. Ada aku disini, tidak ada yang perlu kamu takutkan. Ayahmu sudah tenang di alam sana dan Wu Shen juga sudah mendapatkan balasannya. Jadi kamu tidak perlu merasa takut, sedih ataupun khawatir!" kata Evan memeluk Gu Mei dengan hangat.

*Apakah tempat ini masih menjadi kenangan buruk untuknya? Tidak boleh, aku harus membuat Gu Mei melupakan kenangan buruk tersebut. Aku tidak akan membiarkannya berada dalam ketakutan karena masa lalunya yang kelam tersebut!* pikir Evan dalam hatinya.

Mendengar perkataan Evan, dengan perlahan tubuh Gu Mei berhenti gemetar. Gu Mei menjadi lebih tenang.

"Evan, kamu mau kan menemani aku tidur? Aku takut mimpi buruk itu datang lagi jika aku tidur sendirian." kata Gu Mei memohon kepada Evan dengan manjanya.

"Baiklah, malam ini aku akan menemani kamu tidur!" kata Evan tersenyum pada Gu Mei.

******

Beberapa saat kemudian di dalam kamar.

Evan yang sedang berbaring di atas tempat tidur dikejutkan oleh Gu Mei yang tiba-tiba berganti pakaian di depan matanya.

Dengan pakaian tidur yang jauh lebih tipis dan transparan daripada Pakaian yang sebelumnya, Gu Mei berjalan mendekati Evan yang sedari tadi melihatnya tanpa mengalihkan pandangan.

"Evan?" panggil Gu Mei menegur Evan yang sedang melamun sambil menatap tubuhnya.

"Yah...." saut Evan menjawab panggilan Gu Mei.

"Bisa minggir ke sana sedikit?" pinta Gu Mei.

Evan yang masih sedikit linglung segera menggeser tubuhnya untuk memberi tempat tidur kepada Gu Mei.

Kemudian Gu Mei naik ke atas tempat tidur. Dan mereka berdua pun berbaring dengan posisi saling menghadap satu sama lain.

"Kamu kenapa mengenakan pakaian setipis itu?" tanya Evan berusaha untuk tidak berpikiran kotor.

"Aku panas!" kata Gu Mei menjawab Evan.

Mendengar jawaban Gu Mei, Evan merasa lega. Namun walaupun begitu, Evan tetap merasa curiga dengan tingkah laku Gu Mei yang sedikit aneh.

"Evan, peluk aku!" pinta Gu Mei.

Evan yang mendengar permintaan Gu Mei sontak terkejut.

Namun mengingat Gu Mei yang sebelumnya bermimpi buruk dan merasa ketakutan, kemudian Evan menyetujui permintaan Gu Mei.

"Baiklah!" kata Evan segera memeluk tubuh Gu Mei.

Akan tetapi saat Evan baru memeluk tubuh Gu Mei, tiba-tiba Gu Mei mendekatkan tubuhnya ke tubuh Evan, hingga tanpa disengaja dada mereka saling menempel dan bersentuhan.

*Astaga ini terlalu dekat. Aku tidak menyangka ukuran dada milik Gu Mei cukup besar sampai bisa menyentuh dadaku. Jika situasinya terus seperti ini, mungkin aku tidak akan bisa menahan diriku*

*Tidak, tidak boleh. Aku harus bertahan. Aku harus menunggu sampai kami benar-benar menikah baru melakukannya. Sebaiknya aku memejamkan mataku agar tidak melihat dadanya yang besar itu. Aku harus kuat!* pikir Evan yang sedang berjuang keras untuk menahan godaan.

Kemudian untuk menahan godaan dari Gu Mei, Evan segera menutup kedua matanya dan segera tidur.

Namun disisi lain, Gu Mei merasa kesal melihat Evan yang ingin segera tidur di depan matanya.

*Evan ini, apakah dia benar-benar tidak mengerti dengan maksudku? Atau dia memang sengaja berpura-pura tidak tahu?* batin Gu Mei merasa kesal pada Evan.

"Evan...." panggil Gu Mei merasa sebal.

"Apa?...." Evan membuka matanya kembali.

"Apakah kamu tidak menginginkan aku?" tanya Gu Mei membuat Evan merasa cukup terkejut.

"Padahal aku sudah seperti ini, apakah kamu tidak tertarik padaku?" tanya Gu Mei membuat Evan mulai mengerti.

*Sepertinya benar dugaan ku sebelumnya. Menemani tidur yang dimaksud Gu Mei bukanlah menemani tidur yang biasa.* batin Evan dalam benaknya.

"Kenapa kamu diam? Apa kamu benar-benar tidak menginginkan tubuhku? Apakah kamu benar-benar tidak menginginkannya? Apakah kamu sama sekali tidak tertarik dengan tubuhku?" ujar Gu Mei menunjukkan kelebihan dari tubuhnya.

"Gu Mei sayangku, Kamu jangan lihat wajahku yang suka berbohong ini, kamu lihatlah burungku yang dibawah sana. Dia yang paling jujur dalam situasi ini!" kata Evan hingga membuat Gu Mei seketika merasa terkejut.

Setelah Evan mengatakannya, Gu Mei baru menyadari kalau ada satu benda keras yang sedikit mengganjal di bawah sana.

Gu Mei memandang lekat bagian bawah tubuh Evan yang telah sangat menegang dan hampir keluar dari sarangnya.

Walaupun di bagian bawah sana tertutup oleh pakaian, namun Gu Mei dapat melihat bahwa ukuran benda tersebutp sangatlah besar.

"Sudahkah kamu melihatnya?" tanya Evan merasa aneh pada Gu Mei yang terus menatap benda yang ada di dalam celananya.

Gu Mei sama sekali tidak menanggapi pertanyaan Evan. Gu Mei hanya terus menatap benda yang ada di dalam celana Evan.

"Gu Mei, apakah kamu mendengarkan aku?" tanya Evan semakin merasa aneh pada Gu Mei yang terus menatap benda yang ada di dalam celananya.

*Astaga, bukankah ini terlalu besar? Bagaimana caranya benda ini bisa menjadi sebesar itu? Jika benda ini itu masuk ke dalam tubuhku, apakah akan sangat menyakitkan?* pikir Gu Mei menelan air liurnya.

"Gu Mei!" panggil Evan dengan nada yang cukup kencang, hingga membuat Gu Mei langsung tersadar dari lamunannya.

"Apa yang sedang kamu pikirkan? Kamu jangan melihat ke bawah sana dengan tatapan seperti itu. Kamu terlihat sangat aneh!" kata Evan menegur Gu Mei.

Akan tetapi, Gu Mei tetap tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Evan. Gu Mei tetap terfokus pada benda yang ada di bagian bawah tubuh Evan.

"Sayang, Bolehkah aku menyentuh benda ini?" pinta Gu Mei mengulurkan tangannya ke benda yang ada di dalam celana Evan.

Mendengar permintaan Gu Mei, Evan sungguh merasa sangat terkejut.

Dan sebelum tangan Gu menyentuh kain celananya, Evan dengan cepat menepis tangan Gu Mei yang ingin menyentuh benda yang ada di bagian bawah sana.

"Tidak! Kamu tidak boleh menyentuhnya!" kata Evan sedikit membentak Gu Mei.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...****************...

...****************...

Terpopuler

Comments

Mr. Smile

Mr. Smile

gu mei

2022-06-10

1

zamal78901

zamal78901

💪💪💪💪🦾🦾🦾✊✊

2022-06-02

1

zamal78901

zamal78901

Tetap semangat ya Thor

2022-06-02

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!