CH 16 : Di Kepung

Beberapa saat kemudian, Mayat Jenderal Yunfan Li telah dimakamkan oleh Evan, Sea Lin dan Tang Chen.

"Paman Yunfan, maafkan aku karena telah menyeret mu dalam masalahku. Aku berjanji, aku pasti akan membunuh Para Pengkhianat itu untuk membalaskan dendam Paman. Aku pasti akan membuat mereka membayar atas kematian Paman!"

"Aku juga berjanji, aku pasti akan melindungi keluarga Paman dengan baik. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mereka. Karena bagaimanapun, sekarang aku juga merupakan bagian dari keluarga mereka!" kata Evan mengucapkan kata-kata terakhir untuk menenangkan jiwa Jenderal Yunfan Li yang telah pergi.

Setelah mengucapkan kata-kata terakhir tersebut, kemudian Evan dan Sea Lin berbalik badan, dan bersiap untuk pergi meninggalkan makam Jenderal Yunfan Li.

Namun di sisi lain, Tang Chen tetap berdiri diam menghadap makam Jenderal Yunfan.

"Tang Chen?" Evan merasa heran melihat Tang Chen yang tidak ikut berbalik badan bersama mereka.

"Kalian berdua pergilah lebih dulu, aku ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Ayah mertuaku!" kata Tang Chen sembari tersenyum dengan santainya.

Mendengar itu, Evan dan Sea Lin langsung tersenyum dan menggelengkan kepala mereka.

"Kau terlalu percaya diri, Tang Chen!" ucap Sea Lin menertawakan Tang Chen.

"Hahaha baiklah, aku dan Sea Lin akan pergi lebih dulu. Kau bicaralah baik-baik dengan Ayah mertua kita!" ucap Evan ikut bercanda.

Tang Chen tersenyum melihat tanggapan kedua temannya.

Kemudian Evan dan Sea Lin segera mengepakkan Sayap Aura mereka dan terbang pergi meninggalkan Tang Chen di makam Jenderal Yunfan Li.

Sekarang hanya tinggal Tang Chen yang masih berdiri di depan makam Jenderal Yunfan Li.

Tang Chen tampak tersenyum melihat makam Jenderal Yunfan Li, namun setelah Tang Chen menghela nafasnya, seketika ekspresi tersenyum di wajahnya pun menghilang dan berubah sedih.

"Aku tahu, mungkin sudah sangat terlambat untuk mengatakannya, tetapi aku tetap ingin memberitahu Ayah mertua, kalau aku sebenarnya sangat menyukai Yuna Li Putri Anda!"

"Sebelumnya aku pernah berharap, suatu hari nanti kita dapat berkumpul bersama sebagai keluarga. Namun sayang sekali, sekarang sepertinya harapanku hanya bisa menjadi angan-angan belaka!"

"Maafkan aku jika terlalu banyak bicara, tetapi apa yang aku katakan tadi bukanlah omong kosong. Aku berjanji, sebagai suami masa depan Yuna Li, aku pasti akan melindungi Yuna Li dan keluarganya dengan baik. Aku berjanji!" kata Tang Chen bersungguh sungguh.

Setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya, kemudian Tang Chen segera berbalik badan dan terbang mengejar Evan dan Tang Chen.

"Apa kamu katakan pada Ayah mertuamu?" tanya Sea Lin Setelah Tang Chen sampai di sampingnya.

"Bukan hal yang penting, aku hanya mengatakan kalau aku menyukai putrinya. Sekarang ayo kita bergegas menuju Sekte Puncak Dewi Putih, kita harus segera sampai di sana!" kata Tang Chen pada Evan dan Sea Lin.

Kemudian Mereka bertiga pun terbang bersama menuju Sekte Puncak Dewi Putih.

Entah apa yang sedang menunggu mereka disana, Evan dan Tang Chen memiliki firasat yang kurang baik di sepanjang perjalanan mereka.

Dua setengah hari kemudian, akhirnya Evan, Sea Lin dan Tang Chen sampai di wilayah pegunungan Es yang mengelilingi Sekte Puncak Dewi Putih.

*Sudah cukup lama aku tidak datang ke tempat ini dan semuannya masih terlihat sama seperti sebelumnya. Tetapi entah mengapa, aku merasa ada sesuatu yang berbeda. Seperti ada sesuatu yang terasa hilang dari tempat ini!* pikir Evan merasa cemas dan khawatir.

Sesaat kemudian, akhirnya Evan, Sea Lin dan Tang Chen sampai di depan gerbang Sekte Puncak Dewi Putih.

Melihat kedatangan Evan dan kedua temannya, Para Penjaga yang sedang berjaga di depan gerbang Sekte Puncak Dewi Putih segera menghunus tombak mereka ke arah Evan, Sea Lin dan Tang Chen.

"Siapa kalian!?" tanya Para Penjaga tersebut dengan menunjukkan rasa permusuhan.

Melihat Para Penjaga tersebut menunjukkan rasa waspada dan berhati-hati saat menyambut kedatangan mereka, Evan, Sea Lin dan Tang Chen merasa terkejut sambil mengerutkan alis dan kening mereka.

"Aku adalah Topeng Perak, Suami murid utama bernama Ruyin Li. Kalian pasti mengenalnya, bukan?" ujar Evan memperkenalkan dirinya kepada Para Penjaga tersebut.

Mendengar jawaban Evan, Para Penjaga tersebut saling melihat satu sama lain sebelum membuat keputusan.

"Maaf, Sekte kami sedang ditutup. Orang luar tidak diizinkan untuk masuk ke dalam Sekte. Kalian bertiga silahkan pergi dari sini!" kata salah satu Penjaga melarang mereka untuk masuk ke dalam Sekte Puncak Dewi Putih.

"Aku adalah suami dari salah satu murid utama Sekte Puncak Dewi Putih kalian. Aku ingin melihat keadaan Istriku, mengapa aku tidak boleh masuk?" ujar Evan merasa heran.

"Maaf, kami hanya menjalankan perintah yang diberikan oleh Para Petinggi Sekte. Kami tidak bisa melanggar perintah dengan memperbolehkan orang luar seperti kalian masuk ke dalam Sekte!" kata Para Penjaga tersebut dengan tegas.

"Kalau begitu maaf, aku tetap akan masuk ke dalam!" kata Evan bersikeras untuk masuk ke dalam Sekte.

Melihat Evan yang tetap ingin masuk ke dalam Sekte, Para Penjaga tersebut segera bersiaga, namun dengan cepat Tang Chen dan Sea Lin segera memukul kepala mereka semua sampai pingsan.

"Ayo, kita masuk!" kata Evan mengajak kedua temannya.

Kemudian Sea Lin dan Tang Chen segera mengikuti Evan masuk ke dalam Sekte Puncak Dewi Putih.

Namun setelah mereka bertiga masuk ke dalam Sekte Puncak Dewi Putih, mereka dikejutkan dengan keadaan Sekte Puncak Dewi Putih yang telah hancur dan porak poranda.

Keindahan yang layaknya surga kini telah hancur dan hanya menyisakan kekacauan yang tak terbayangkan.

Sungguh betapa marah dan geramnya Evan ketika melihat keadaan yang terjadi di sekelilingnya.

Sembari mencoba menahan amarah, Evan mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.

"Bajingan......." geram Evan mengeratkan kepalan tangannya sekuat mungkin hingga mengeluarkan darah.

Namun dalam sekejap, kini mereka bertiga telah dikepung oleh para murid dan Tetua Sekte Puncak Dewi Putih.

Tanpa menunjukkan adanya perlawanan, Evan, Sea Lin dan Tang Chen hanya berdiri diam di tengah-tengah kepungan Para Murid dan Tetua Sekte Puncak Dewi Putih yang sedang mengelilingi mereka.

"Siapa kalian? Mengapa kalian menerobos masuk ke dalam Sekte Puncak Dewi Putih?" kata salah seorang Tetua yang sedang terbang di udara.

"Maafkan kami karena telah menerobos masuk ke dalam Sekte tanpa izin dari Para Tetua. Aku adalah Topeng Perak, Suami, murid utama Sekte Puncak Dewi Putih. Sedangkan mereka berdua adalah temanku, Sea Lin dan Tang Chen. Aku datang kesini karena ingin mengunjungi Istri dan Ibu mertuaku. Sekaligus memberi kabar penting kepada mereka, kalau telah terjadi sesuatu pada Jenderal Yunfan Li di Kota Xiun!" jawab Evan memberi tahu mereka.

Terpopuler

Comments

Putra Bungsu

Putra Bungsu

yes

2023-05-23

2

Putra Bungsu

Putra Bungsu

mantap

2023-05-13

2

Carlo R

Carlo R

ok

2022-08-31

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!