CH 8 : Perang Selesai

"Apakah kalian ingin bukti? Kalau begitu baik, aku akan memberikan buktinya kepada kalian." kata Evan terdengar oleh semua orang.

"Cao Cao, kamu bawa kepala anjing itu kemari! Biar aku beritahu kepada mereka, kepala Kaisar Anjing yang mereka banggakan itu!" kata Evan dengan lantang.

Cao Cao yang dari tadi hanya diam dan menonton pertempuran, seketika terkejut saat mengetahui, kalau kepala yang ada di tangannya ternyata adalah kepala Kaisar Wu Shen sang penjahat yang sebenarnya.

*Jadi ini adalah kepala Kaisar Wu Shen!?* batin Cao Cao dengan ekspresi terkejut.

Setelah menghilangkan rasa terkejutnya, kemudian Cao Cao segera terbang ke udara dengan membawa kepala Wu Shen yang telah terpenggal.

Saat Cao Cao telah sampai ke sisi Evan, Cao Cao pun memberikan kepala Wu Shen yang telah terpenggal dan berlumuran darah tersebut kepada Evan.

Evan menjinjing dan menunjukkan kepala Wu Shen kepada semua orang yang ada di bawahnya.

"Ini adalah kepala Kaisar Wu Shen! Dia dan Para Sekutunya telah kami bunuh sebelum memulai pertempuran." teriak Evan dengan kencang.

Dan setelah itu, Evan langsung melempar kepala Wu Shen kepada Para Prajurit Pemberontak yang berkerumun di bawahnya.

Para prajurit pemberontak tersebut benar-benar merasa sangat terkejut, saat melihat kepala yang dilempar oleh Evan, ternyata benar adalah kepala Wu Shen.

"Aku tidak peduli apakah kalian percaya atau tidak dengan apa yang aku katakan. Tetapi akan aku ingatkan kepada kalian semua, kalau saat ini nyawa kalian semua berada di tanganku. Dengan satu kata yang aku ucapkan, aku dapat membunuh kalian semua tanpa ada yang tersisa." kata Evan dengan tegas.

"Sekarang akan aku beri kalian semua satu kesempatan untuk memilih. Jika kalian masih tetap ingin hidup, maka kalian harus menyerah dan bersumpah setia kepadaku sampai mati. Tetapi, Jika kalian tetap tidak ingin menyerah dan memilih untuk tetap melanjutkan pertempuran, maka aku akan membinasakan kalian semua malam ini juga." kata Evan dengan tegas dan mendominasi.

"Aku beri kalian waktu satu menit untuk mengambil keputusan. Dalam waktu satu menit, aku ingin kalian semua mengambil keputusan untuk memilih, antara kalian ingin menyerah dan tetap hidup atau ingin tetap ingin berperang dan mati sebagai pengkhianat." ucap Evan menunggu jawaban dari para prajurit pemberontak tersebut.

Sejenak Seluruh Medan Perang menjadi hening. Pasukan Pemberontak maupun Pasukan Gagak Malam tidak ada yang berani bersuara.

Hingga sesaat kemudian, akhirnya salah seorang Prajurit Pemberontak mengangkat tangan kanannya dan memberi keputusan.

"Aku menyerah! Aku bersedia menjadi prajurit setia Tuan sampai mati!" kata Prajurit tersebut sambil mengangkat satu tangannya.

Melihat satu rekan mereka telah mengambil keputusan untuk menyerah, kemudian Para Prajurit Pemberontak yang lainnya, segera mengambil keputusan yang sama tanpa ragu.

Bersama-sama mereka semua memberi hormat dan mengucapkan sumpah setia kepada Evan.

"Kami bersumpah untuk menjadi prajurit setia Tuan sampai mati!" kata mereka bersama-sama.

Melihat seluruh prajurit pemberontak telah tunduk kepadanya, kemudian Evan pun tersenyum puas dan senang.

"Bagus! Kalian telah mengambil keputusan yang tepat. Mulai sekarang, kalian semua adalah Pasukan setiaku. Jika kalian mematuhi dan melakukan semua perintah dariku dengan baik, maka aku pasti akan memperlakukan kalian semua dengan baik." kata Evan membuat Para Prajurit tersebut merasa senang.

"Namun, Jika kalian berani untuk membantah atau melanggar satu perintah dariku saja, aku pasti akan langsung membunuh kalian semua tanpa ragu!" lanjut Evan memberikan peringatan keras kepada mereka.

Setelah mendengar peringatan yang diberikan oleh Evan, mereka yang sebelumnya merasa senang, seketika tertekan oleh rasa takut akan ancaman Evan.

Dengan menyerahnya Pasukan Pemberontak, kini Perang di Ibukota Kerajaan pun telah usai.

******

Setelah peperangan dimenangkan oleh Evan dan Pasukan Gagak Malam, mereka segera memerintahkan kepada seluruh Prajurit untuk membersihkan sisa-sisa bekas pertempuran.

Para prajurit pemberontak maupun Para Prajurit Pasukan Gagak Malam, keduanya bersama-sama membersihkan Medan Perang.

Semua orang melakukan pekerjaan dan tugas mereka masing-masing. Ada yang bertugas membersihkan sisa-sisa bekas pertempuran, memperbaiki kerusakan pada benteng pertahanan, memberikan obat-obatan kepada yang terluka, serta banyak tugas dan pekerjaan yang lainnya.

Semua orang terlihat sangat sibuk pada tugas dan pekerjaan mereka masing-masing. Namun ada satu orang yang sama sekali tidak sibuk, tetapi memiliki tugas yang sangat penting. Dia adalah Evan, sang pengawas segala pekerjaan.

Di atas benteng pertahanan, tampak Evan yang sedang berdiri sambil mengawasi semua orang yang berada dalam jarak pandangnya.

"Haahh......., Akhirnya masalah yang ada di Ibukota Kerajaan Gu, sudah selesai!" kata Evan setelah menghela nafas panjangnya.

Kemudian Evan teringat akan pertanyaannya pada Elemen Kegelapan sebelumnya. Walaupun Evan sudah tahu alasan kenapa Elemen Kegelapan melarangnya untuk membunuh Para Prajurit Pemberontak tersebut, tetapi Evan tetap ingin tahu tentang kejelasannya.

*Kakak Kegelapan, apakah kamu ada di sana?* Evan memanggil Elemen Kegelapan yang ada di dalam tubuhnya.

*Aku disini, ada apa?* jawab Elemen Kegelapan sekaligus bertanya.

*Mengenai pertanyaan-ku sebelumnya, apakah sekarang Kakak sudah bisa menjawabnya? Aku ingin tahu, mengapa Kakak Kakak melarang aku untuk membunuh mereka!* ujar Evan penasaran.

"Kamu adalah orang pintar. Walaupun aku tidak memberitahumu, kami pasti akan tahu sendiri jawabannya." kata Elemen Kegelapan.

"Tetapi, aku tetap ingin tahu jawabannya. Aku ingin mendengarnya secara langsung dari Kakak!" kata Evan.

*Baiklah, akan aku katakan. Alasan kenapa sebelumnya aku melarang kamu untuk membunuh mereka, yaitu karena sekarang kamu kekurangan Pasukan dalam jumlah yang sangat besar. Mau itu Pasukan untuk berperang maupun untuk menjaga wilayah, keduanya masih jauh dari kata cukup. Jika kamu membunuh mereka semua, maka Ibukota Kerajaan Gu akan mengalami kekosongan pada posisi Pasukan Penjaga. Sedangkan kamu tidak mungkin akan membagi Pasukan Gagak Malam, karena kamu sendiri masih kekurangan Pasukan dalam jumlah besar."

"Walaupun sekarang kamu sudah menguasai dua Kerajaan, tetapi jumlah Pasukan kamu masih kurang dari lima ratus ribu Prajurit. Dengan jumlah pasukan yang sangat sedikit itu,

kamu pasti akan mengalami kesulitan untuk menghadapi musuh-musuh kamu di masa depan. Jadi aku sarankan, di setiap pertempuran yang kamu menangkan, lebih baik kamu jangan membunuh semua pasukan musuh, tetapi kamu harus menundukkan mereka, dan menjadikannya sebagai Pasukan kamu sendiri."

"Jangan membawa emosi dalam Medan Perang, karena itu dapat membuat kamu menjadi bodoh dalam mengambil keputusan. Ingat kata-kata ku Evan, Perasaan memang dapat membuatmu menjadi kuat, namun perasaan juga dapat membuatmu menjadi lemah." kata Elemen Kegelapan dengan panjang lebar.

"Baik Kak! Terima kasih atas nasehat dan peringatan kamu sebelumnya!" kata Evan mengucapkan terima kasih.

Terpopuler

Comments

Humairah

Humairah

yuhuuuu aku datang lagi di lanjutan evan li. bravo thor... josss ceritanya

2023-02-17

1

Carlo R

Carlo R

ok lanjutkan

2022-08-30

0

Trisna Tris

Trisna Tris

lanjut thor..... semangat. 45.....

2022-07-04

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!