CH 9 : Naik Jabatan

Dua Minggu setelah terjadinya pertempuran. Evan yang berada di markas militer ibukota kerajaan memanggil Sea Lin untuk datang kepadanya.

"Ada apa Kakak Besar? kenapa kamu memanggilku?" tanya Sea Lin yang baru saja masuk ke dalam suatu ruangan.

"Kamu kembalilah ke Nanzhou!" kata Evan segera menjawab pertanyaan Sea Lin.

"Kembali ke Nanzhou?" Sea Lin merasa heran.

"Yah, aku ingin kamu membawa Istriku dan yang lainnya pindah ke Ibukota Kerajaan. Aku ingin mereka meninggalkan Nanzhou dan tinggal disini bersama kita!" kata Evan membuat Sea Lin merasa cukup terkejut.

"Tetapi Kakak Besar, bukankah ini terlalu mendadak?" ujar Sea Lin.

"Keputusan ini memang aku buat secara mendadak, tetapi aku sudah memikirkannya dengan sangat baik. Akan lebih aman jika mereka tinggal di Ibukota Kerajaan daripada Provinsi Nanzhou." kata Evan.

"Baiklah Kak, Aku akan segera membawa Para Kakak Ipar pindah ke Ibukota Kerajaan. Tetapi setelah Kakak Besar meninggalkan provinsi Nanzhou, nanti siapa yang akan memerintah disana?" tanya Sea Lin lagi.

"Aku akan mengangkat jabatan Tang Chen menjadi Jenderal Besar Penguasa Nanzhou. Aku ingin setelah aku pergi meninggalkan Nanzhou, Tang Chen yang akan menggantikan posisiku untuk memerintah disana" kata Evan.

"Wah, Naik jabatan! Bukankah kalau begitu, aku juga akan naik jabatan?" kata Sea Lin merasa sangat antusias untuk naik jabatan.

"Kamu tenang saja, kamu juga akan naik jabatan!" kata Evan.

"Hahaha bagus sekali!" Sea Lin merasa sangat senang. "Kalau boleh tahu, apa jabatan yang akan Kakak Besar berikan padaku?" tanya Sea Lin merasa penasaran.

"Pengawal Pribadi Kaisar!" jawab Evan yang dalam sekejap menghilangkan senyuman di wajah Sea Lin.

"Kalau itu mah nggak ada bedanya!" kata Sea Lin merasa jengkel.

"Hahaha...." Evan hanya tertawa senang mendengar perkataan Sea Lin.

Setelah itu, dengan membawa satu Pasukan berjumlah dua ribu prajurit, Sea Lin berangkat ke Provinsi Nanzhou untuk membawa Ririn dan yang lainnya pindah ke Ibukota Kerajaan.

*****

Tiga hari kemudian, akhirnya Sea Lin dan Pasukannya sampai ke Provinsi Nanzhou.

Sesampainya di Provinsi Nanzhou, Sea Lin berpisah dengan Pasukan yang dibawanya.

Namun sebelum berpisah dengan Pasukannya, Sea Lin memberi tugas kepada mereka untuk menyampaikan kabar kepulangannya kepada semua orang.

Setelah memberikan tugas kepada Para Prajuritnya, Sea Lin segera pergi ke Kediaman Jenderal di Kota Yanzhou.

Saat sampai di sana, Sea Lin hanya bertemu dengan Ririn, Nan Ruyu, dan Qiu Nia Lan di halaman belakang Kediaman Jenderal.

Melihat Sea Lin telah kembali, mereka bertiga merasa sangat terkejut dengan bercampur gembira.

"Sea Lin, kamu sudah kembali?" tanya Ririn.

"Yah, aku sudah kembali. Tetapi aku kembali kesini hanya untuk menjemput Para Kakak Ipar dan yang lainnya pindah ke Ibukota Kerajaan!" kata Sea Lin memberitahu mereka.

"Menjemput kami pindah ke Ibukota Kerajaan?" mereka bertiga merasa heran.

"Yah! Aku kesini diperintahkan oleh Kakak Besar untuk menjemput Para Kakak Ipar dan yang lainnya pindah ke Ibukota Kerajaan." jawab Sea Lin mengulangi.

"Kakak Besar tidak kembali bersamamu?" tanya Ririn dengan sedikit rasa kecewa.

"Kakak Besar sibuk mengurus masalah yang terjadi di Ibukota Kerajaan dan wilayah-wilayah lainnya. Jadi Kakak Besar tidak memiliki waktu untuk kembali kesini menjemput Para Kakak Ipar dan yang lainnya. Mohon Kakak Ipar dapat memahami kesulitan yang dialami Kakak Besar" Sea Lin memohon untuk Evan.

"Baiklah, aku paham. Sekarang bagaimana dengan keadaannya disana? apakah dia baik-baik saja?" lanjut Ririn bertanya dengan penuh kekhawatiran.

"Kakak Ipar tenang saja, Kakak Besar baik-baik saja. Kakak Besar sama sekali tidak mengalami luka sedikitpun!" kata Sea Lin menghilangkan rasa kekhawatiran Ririn dan Nan Ruyu.

"Syukurlah, jika dia baik-baik saja!" ucap Ririn dan Nan Ruyu.

Mengetahui suami mereka baik-baik saja, Ririn dan Nan Ruyu merasa lega dan menjadi lebih tenang.

"Kakak Sea Lin, bagaimana keadaan Cao Cao? Apakah dia juga baik-baik saja?" Qiu Nia Lan yang duduk memangku Xuanwu ikut bertanya.

"Nia Lan tenang saja, Cao Cao juga tidak mengalami luka sedikitpun." jawab Sea Lin membuat Qiu Nia Lan merasa senang.

"Tetapi kenapa Nia Lan bertanya tentang keadaan Cao Cao? Apakah Nia Lan merindukannya?" tanya Sea Lin menyelidiki.

"Kenapa Kakak bisa tahu? Nia Lan memang sedang merindukan Cao Cao!" jawab Qiu Nia Lan dengan polosnya, hingga membuat mereka bertiga salah tanggap.

"Jika Cao Cao tidak ada disini, aku sama sekali tidak memiliki teman untuk diajak bermain. Aku bosan jika hanya bermain dengan Limao dan Xuanwu saja!" lanjut Qiu Nia Lan merasa sedih dan kesepian.

Melihat Qiu Nia Lan yang merasa kesepian membuat Sea Lin, Ririn dan Nan Ruyu ikut merasa sedih.

"Nia Lan tidak usah merasa sedih. Jika Nia Lan merindukan Cao Cao dan ingin bertemu dengannya, Qiu Nia Lan boleh ikut dengan Kakak Pindah ke Ibukota Kerajaan." ujar Ririn yang ingin mengajak Qiu Nia Lan pindah bersama mereka.

"Benarkah?" tanya Qiu Nia Lan penuh harap.

"Benar....." Ririn dan Nan Ruyu tersenyum dan mengangguk pelan.

"Yeeeey!" Qiu Nia Lan yang merasa sangat senang langsung memeluk Nan Ruyu yang berada di samping kirinya.

"Terima kasih Kak Ririn, Kak Ruyu!" ucap Qiu Nia Lan merasa sangat berterima kasih.

"Sama-sama!" Ririn mengusap kepala Qiu Nia Lan dengan lembut.

Melihat Qiu Nia Lan yang merasa senang dan bahagia, mereka bertiga ikut merasa senang dan bahagia.

Kemudian Ririn kembali melihat ke arah Sea Lin yang berada di hadapan mereka.

"Kapan kita akan berangkat ke Ibukota Kerajaan?" tanya Ririn.

"Setelah semua orang sudah berkumpul, aku akan memberitahukan hari keberangkatan kita. Mohon Kakak Ipar bersabar!" ujar Sea Lin.

"Baiklah," Ririn menurut.

Keesokan paginya, akhirnya semua orang sudah berkumpul di kediaman Jenderal.

"Bagaimana kabar Evan, apakah dia baik-baik saja?" tanya Gu Mei pada Sea Lin.

"Tidak hanya Kakak Besar, tetapi kami semua baik-baik saja dan tidak ada yang mengalami luka sedikitpun. Jadi kalian semua tidak perlu merasa khawatir. Dan jika mengenai Pertempuran, Kami tidak hanya telah berhasil merebut kembali Kerajaan Gu, tetapi kami juga sudah berhasil membunuh Wu Shen dan Para Sekutunya. Jadi saat ini, Kerajaan Gu sudah berhasil dikuasai oleh Kakak Besar" kata Sea Lin memberitahu mereka semua.

Mengetahui kemenangan Evan yang telah berhasil membunuh Wu Shen dan merebut kembali Kerajaan Gu, Gu Mei dan Hua Qing Qing merasa sangat senang dan bahagia hingga menangis.

*Evan, terima kasih! Terima kasih karena kamu sudah berhasil membalaskan kematian Ayahku* batin Gu Mei dalam tangisannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...****************...

...****************...

...****************...

Terpopuler

Comments

Hutahaean Andesna

Hutahaean Andesna

jgn kendor thor,,, semangat

2022-10-24

1

Carlo R

Carlo R

gu mei jadi istri evan juga.?

2022-08-31

0

Trisna Tris

Trisna Tris

lanjut thor.... keren.....

2022-07-04

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!