Tangannya gemetaran sembari memegangi undangan itu. Lebih terkejut lagi membaca nama mempelai wanita yang berjajar dengan nama mantan suaminya yang sangat familiar.
Foto pra-pernikahan juga terpampang nyata di sana. Tidak salah lagi! Wanita dalam foto itu sangat dikenal olehnya.
Asa buru-buru merebut undangan itu. Sedangkan Madya menutup mulutnya, tak percaya dengan apa yang baru saja dilihat.
"Aryati? Mbak Aryati baby sitter Nadila?" pekiknya.
"Ehm ... errr ...."
Madya jatuh terduduk persis seperti adegan film televisi kala istri sah tersadar suaminya main gila dengan wanita lain. Mencengangkan, bukan?
Asa hanya mengelus pundaknya tanpa bisa berkata apa-apa. Ucapan apa pun tak akan bisa menenangkan sahabatnya sekaligus saudara iparnya itu.
Mak, aku harus gimana? Masak aku musti ngomong ikhlasin suami demi mantan babu? Atau aku bilang kalau keren banget babunya bisa rebut dari majikan sesyantik ini. (Asa).
Batin Asa malah berperang sendiri menimbang apa yang harus dikatakan. Dia gagal menemukan kalimat yang pas.
Radisa, putri Asa, mulai bereaksi mendengar tangisan Madya. Rupanya, bayi 9 bulan itu merasa tersaingi ada yang menangis lebih keras.
Aduh, anakku yang semalam udah ngajak begadang malah sekarang bangun. (Asa).
Asa menggigit jarinya karena bingung mendiamkan 'bayi' yang mana terlebih dahulu.
"Madya, aku tenangin Radisa dulu ya."
Madya mengangguk lemas.
Tak sulit bagi Asa untuk menenangkan bayi yang memang masih mengantuk itu. Baginya, tinggal mengeluarkan bola ajaib dari balik kemejanya, sodorkan di depan mulut Radisa, dan ta-dam, mata bayi itu kembali sayu untuk menuju alam tidur kembali.
***
Teras kamar Asa
Asa tak berani bicara. Dilihatnya Madya telah sedikit tenang. Namun, matanya masih sembab karena tangisan. Mungkin hari berikutnya mata itu akan membesar sedikit. Sejatinya, mata manusia yang baru saja menangis memang begitu.
Jadi, jika ada yang mengira matanya disengat lebah, itu salah besar.
Madya bersiap akan marah kepada orang yang duduk sejajar dengannya. Beruntung di antara kursi mereka terdapat meja. Agak susah meraih Asa jika Madya ingin menjambak.
"Kamu tahu kenapa nggak ngasih tahu aku, As?"
Pertanyaan Madya sesuai prediksi.
Alih-alih menjawab, Asa balik bertanya, "Menurutmu, kalau kamu jadi aku, kamu bakal gimana?"
Madya memejamkan mata seraya meng-iya-kan dalam hati. Tak pantas rasanya menumpahkan kemarahan kepada Asa.
Madya tersenyum perih sekaligus sarkas.
"Mbak Aryati. Disuruh jaga anak, eh malah momong bapaknya sekalian."
Madya memegangi kepalanya dan berusaha menjernihkan pikiran.
"Oke oke, aku harus fair. Nggak adil buat Aryati kalau aku nyalahin dia. Belum tentu mereka selingkuh di belakangku. Udah 3 bulan sejak kami cerai. Bisa aja mereka mulai jatuh cinta setelah kami cerai," cerocos Madya.
Mendengar itu, Asa malah bergidik ngeri, ditambah bumbu tidak rela. "Jangan terlalu positive thinking juga!"
"Kamu ini gimana sih? Temennya ikhlas dan tabah malah nggak boleh!"
"Hold that thought! [tahan pikiran itu]," kata Asa sembari berdiri untuk mengambil undangan dari dalam kamar.
Beberapa detik kemudian, dia muncul lagi. Istri dokter kandungan itu membuka undangan dan memperlihatkan bagian tanggal pengucapan janji pernikahan yang ternyata sudah dilakukan 2 bulan yang lalu.
Tulisan itu dicetak kecil. Yang ingin menyipitkan mata. Sepertinya sengaja dicetak mungil agar tidak terlalu mencuri perhatian.
"Apa! Jadi sebulan setelah cerai, mereka langsung nikah?"
"Iyap, betul!"
"Akh, mungkin aja mereka jatuh cinta kilat kemudian langsung nikah untuk menghindari dosa."
Asa gemas-gemas kesal kepada sahabat baiknya itu.
"Kamu itu! Hih! Terus kenapa istrinya yang sekarang itu mantan baby sitter anakmu? Kamu pikir semuanya kebetulan, gitu? Terlalu naif kalau kamu anggep ini semua kebetulan!"
"Hey, Dulgiyem! Kamu pikir aku positive thinking beneran? Dari tadi itu aku cuma menghibur diri, tahu!" tegas Madya sembari matanya menggelontorkan air asinnya kembali.[]
Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Nyai Suketi
Dulgiyem gk tuh 🤭😁
2024-02-06
0
kutu kupret🐭🖤🐭
ngoah air asin😑
2023-01-15
2
Primanda Dewanti II
hadir Thor 😊
2023-01-02
0