Madya dan Asa segera melewati gerbang sekolah. Mereka kemudian berpisah karena berbeda kelas.
Memasuki kelas, semua orang memandangi Madya. Banyak yang memuji perubahan penampilannya. Ada pula yang berbisik-bisik julid.
Padahal, Madya sendiri juga sedang dalam perasaan takjub luar biasa memandangi teman-teman yang kembali muda.
Habis ini, Yeni bakal pura-pura minta maaf karena kejadian di Kafe Melan. (Madya).
Yeni beserta tiga anak buahnya (Indria, Nola dan Monik memasuki kelas). Mereka terkejut dengan perubahan penampilan Madya.
"Madya, ini kamu? Ckckck ... mau ngelenong di mana?"
Sejenak Madya tersengat hatinya dengan kata-kata Yeni. Namun, dia menguatkan hati sembari menarik dan menghembuskan napas perlahan.
"Di sini, di kelas."
"Oh ya, kemarin kamu ke mana? Kamu bohong ya waktu kamu bilang udah sampai di kafe?"
"Enggak tuh, aku beneran di sana."
"Terus, kenapa kamu nggak keluar ke tempat parkir kayak yang aku suruh?"
"Enggak lah, aku pulang. Kamu bawa telur busuk sama tepung jamuran buat ngerjain aku, kan?"
Mendengar pertanyaan menohok itu, Yeni dan tiga anteknya saling berpandangan panik. Mereka saling memberi kode untuk bicara menyanggah perkataan Madya.
"Jangan nuduh tanpa bukti! Kamu bisa buktiin kalau kami bawa tepung jamuran sama telur busuk 8 butir? Eh ...."
"Aku cuma bilang telur, lho, kamu sampai tahu jumlahnya segala."
"Mad, itu nggak bisa buktiin apa-apa! Tetep aja kamu cuma fitnah."
"Oh ya? Berani sumpah kalian nggak bawa barang-barang itu buat ngerjain aku?"
Mendengar permintaan sumpah dari Madya, mereka berempat hanya melotot.
Seganas apa pun Madya memojokkan mereka, tetap saja dia tidak memiliki bukti otentik. Teman-teman lain tidak mudah percaya pada statement Madya.
"Apaan sumpah-sumpahan? Sumpah poci?"
Mereka segera menuju ke bangku masing-masing karena bel masuk telah berbunyi dengan nyaring.
Oh, Yeni nggak minta maaf karena pembullyan itu nggak kejadian kemarin. Kita lihat selanjutnya, apa perubahan sikapku bisa berhentiin dia bully aku? (Madya).
Madya mengingat saat-saat menyakitkannya dulu hingga merasa tidak kuat untuk hidup. Dia pernah berniat untuk mengakhiri hidupnya dengan memotong nadi di tangan seperti di sinetron-sinetron.
Namun, karena dia kesulitan menemukan nadi dan karena pisaunya terbuat dari plastik, percobaan bunuh diri itu gagal.
Madya memandangi teman-teman sekelas satu persatu. Ada rasa rindu yang teramat sangat terhadap wajah-wajah mereka. Saat terakhir kali Madya hidup di usianya yang ke 35, dia jarang sekali bertemu dengan teman SMA.
Matanya menangkap dua sosok murid sekelas yang membuat dirinya teramat sedih. Dua orang itu telah meninggal beberapa tahun setelah lulus SMA.
Yang satu karena kangker tulang, yang satu lagi karena kangker otak.
Madya bahagia melihat dua orang itu saat ini sedang bercanda dengan ceria.
Pak Marjoto, guru kimia, memasuki ruang kelas 2 C itu. Semua wajah berubah menjadi tegang. Ya, dia adalah guru killer. Madya justru tersenyum melihat Pak Marjoto yang wajahnya masih minim keriput.
Pak Marjoto muda lagi. Padahal terakhir reuni akbar, rambutnya udah kayak di-bleaching full tanpa ada warna item sama sekali. Aku nggak ketemu langsung sih, cuma liat di foto. Aku males datang ke reuni. (Madya).
"Masukkan buku ke tas masing-masing, sediakan kertas, kita ulangan!"
Apa! (Madya).
Semua murid terpaku dan saling berlomba melotot tertegun hingga tampak seperti parade bakso. Tidak ada yang siap menghadapi ulangan. Terlebih lagi Madya yang sudah bertahun-tahun tidak menyentuh buku kimia.
Mengkonsumsi bahan kimia sih sering, micin setiap hari. Namun, pelajaran kimia? No way.
Yeni tiba-tiba mendatangi Madya. "Mad, tuker tempat duduk cepet! Aku nggak belajar," bisiknya.
Pak Marjoto gemar sekali mengawasi ulangan di barisan belakang. Itu membuat murid-murid malah berlomba untuk mendapatkan tempat duduk di barisan depan.
Madya menggeleng.
"Anjing kamu!" []
Bersambung ...
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Jarmini Wijayanti
benar benar seperti kisahku thor
2023-02-02
0
yeyen melia😍😍
hahaa
2023-01-28
1
sasri
😬😬😬
2022-09-25
0