Tunggu, belum tentu aku balik ke tahun 2004. Terlalu absurd. Bisa aja ini koran lawas dan ini tempat remake kafe jaman dulu. (Madya).
Madya mengedarkan pandangan ke sekitar. Terlihat seorang gadis muda, kira-kira seusia mahasiswa yang tampak familiar.
Namun, Madya tak mampu menemukan nama gadis itu sedalam apa pun dia menggali ingatan. Dia memejamkan mata. Dia membuka mata kemudian mengamati waitress di sana.
Mbak itu ... mukanya bersih banget tanpa kerutan. Padahal seharusnya sekarang udah 40-an, kan? (Madya).
Madya menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Aku belum nyerah. Ini pasti nggak bener. Mobilku! (Madya).
Madya bergegas keluar dari kafe itu untuk memeriksa mobilnya. Tak ada. Motor dan mobil di tempat parkir bahkan model jaman dulu. Pun kendaraan yang lalu lalang.
Motor yang digunakan oleh orang-orang adalah motor bergigi dan berkopling. Tidak ada skuter otomatis yang dikenal dengan skuter matic.
Nggak ada Handa Scuby Du, Handa Wario. (Madya).
Dia kembali ke dalam dengan lemas.
"Dik, ini minumnya saya taruh di meja 7 tempat Adik tadi, ya."
"Meja 7?"
"Iya, Dik. Itu tas Adik ada di situ. Lupa ya?"
"Oh, haha, iya saya lupa. Makasih, Kak."
Dia memandangi tas sling miliknya. Dengan tangan bergetar, dia mengambil tas itu. Dia meneliti satu-persatu barang bawaannya. Buku, pulpen dan dompet. Dompet itu dibuka, berderet di sana uang lama yang berlaku di masa itu.
Itu semakin menguatkan dugaannya bahwa ia telah kembali ke masa lalu. Dia menitikkan airmata.
Apa salahku ya Tuhan, kenapa aku harus ngulang masa-masa menyakitkan kayak gini? (Madya).
Ingatannya tiba-tiba tertuju pada pembicaraannya dengan Asa sebelum berada di masa yang entah apa namanya ini. Dengan asal dia menjawab ingin kembali ke masa SMA. Di sinilah ia sekarang.
Tas Madya bergetar disertai bunyi ringtone monophonic. Suara itu terengar lucu di telinganya. Terdengar seperti musik penjual eskrim Woles.
Dia mengambil ponsel lawas itu dari kantong kecil di tas bagian luar. Sebuah senyum tersungging di bibir Madya.
Handphone Si Emen C45 pertamaku yang kepalanya gundul. (Madya).
Dia membuka Chatsapp ... tunggu-tunggu, bukan Chatsapp, tapi SMS alias Short Message Service yang biaya per kirimnya adalah 350.
Nama Yeni tertera di layar itu.
Yeni? Oh, Yeni temen sekelasku yang .... (Madya).
📞"Halo."
📞"Mad, kamu udah di Kafe Melan, kan?"
📞"I-iya. Kenapa, Yen?"
📞"Kok 'kenapa' sih? Kan kita udah janjian makan bareng di situ. Aku yang traktir sebagai permintaan maaf masalah kemarin."
Madya memejamkan mata mengingat masalah apa yang pernah mereka punyai puluhan tahun silam.
📞"Aku udah lupa kok." Madya sama sekali tidak berbohong, dia memang benar-benar lupa.
📞"Kamu baik banget, berhati putih. Aku bentar lagi sampai, kamu keluar dari situ ya. Kita ketemu di halaman kafe dulu."
📞"Kenapa nggak langsung masuk aja?"
📞"Udah, kamu nurut napa?"
Yeni menutup teleponnya.
Mau minta maaf kok kayak gitu. Emang dulu dia ngapain ya? (Madya).
Dia membuka-buka SMS yang tersimpan di ponsel gundulnya. Ponsel itu masih lengkap dengan tombol keypad tak seperti ponsel tahun 2010 ke atas yang hanya menyertakan layar ajaib. Cukup dengan mendulit-dulit layar itu, ponsel sudah bekerja.
Dia membaca pesan dari Asa, sahabat karibnya sejak lama.
📳Asa: Mad, kamu nggak apa-apa, kan? Buku tugas sosiologimu gimana? Masih bisa diselametin, nggak? Kalau enggak, aku bantuin ngerapel tugas-tugas kamu.
Panjang amat SMS-nya. Oh iya, harus maksimalin 1 SMS biar nggak kena charge double ya. Maksimal 160 karakter kayaknya. (Madya).
Madya menyelami berbagai perbedaan kehidupan dan teknologi antara jaman dulu dengan sekarang yang tentu saja, harus diadaptasi ulang.
Buku sosiologi? (Madya).
Madya ingat sekarang. Kemarin, Yeni menumpahi buku tugas sosiologinya dengan susu sehingga dia harus mengerjakan ulang semua tugas-tugas harian.
Bentar-bentar, berarti hari ini adalah hari itu. (Madya).
Madya menoleh ke arah jendela kafe itu sembari mengingat berbagai memori yang mulai menguat.
Di halaman itu aku bakal diceplokin telur busuk sama Yeni and the geng, terus disuruh bayarin makanan semua customer di kafe karena dia teriak aku ulang tahun hari ini. (Madya). []
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
sasri
hp sejuta kenangan 🤭🤭
2022-09-23
0
Noer Soeryantie
ga disebutin juga hap jadul essiok gitu🤭🤭🤭
2022-06-04
1
Antusias Mu
2004 itu Motorola, Siemen atau Nokia nitnot haha
2022-05-29
2