6. Tukang Bully

Tunggu, belum tentu aku balik ke tahun 2004. Terlalu absurd. Bisa aja ini koran lawas dan ini tempat remake kafe jaman dulu. (Madya).

Madya mengedarkan pandangan ke sekitar. Terlihat seorang gadis muda, kira-kira seusia mahasiswa yang tampak familiar.

Namun, Madya tak mampu menemukan nama gadis itu sedalam apa pun dia menggali ingatan. Dia memejamkan mata. Dia membuka mata kemudian mengamati waitress di sana.

Mbak itu ... mukanya bersih banget tanpa kerutan. Padahal seharusnya sekarang udah 40-an, kan? (Madya).

Madya menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Aku belum nyerah. Ini pasti nggak bener. Mobilku! (Madya).

Madya bergegas keluar dari kafe itu untuk memeriksa mobilnya. Tak ada. Motor dan mobil di tempat parkir bahkan model jaman dulu. Pun kendaraan yang lalu lalang.

Motor yang digunakan oleh orang-orang adalah motor bergigi dan berkopling. Tidak ada skuter otomatis yang dikenal dengan skuter matic.

Nggak ada Handa Scuby Du, Handa Wario. (Madya).

Dia kembali ke dalam dengan lemas.

"Dik, ini minumnya saya taruh di meja 7 tempat Adik tadi, ya."

"Meja 7?"

"Iya, Dik. Itu tas Adik ada di situ. Lupa ya?"

"Oh, haha, iya saya lupa. Makasih, Kak."

Dia memandangi tas sling miliknya. Dengan tangan bergetar, dia mengambil tas itu. Dia meneliti satu-persatu barang bawaannya. Buku, pulpen dan dompet. Dompet itu dibuka, berderet di sana uang lama yang berlaku di masa itu.

Itu semakin menguatkan dugaannya bahwa ia telah kembali ke masa lalu. Dia menitikkan airmata.

Apa salahku ya Tuhan, kenapa aku harus ngulang masa-masa menyakitkan kayak gini? (Madya).

Ingatannya tiba-tiba tertuju pada pembicaraannya dengan Asa sebelum berada di masa yang entah apa namanya ini. Dengan asal dia menjawab ingin kembali ke masa SMA. Di sinilah ia sekarang.

Tas Madya bergetar disertai bunyi ringtone monophonic. Suara itu terengar lucu di telinganya. Terdengar seperti musik penjual eskrim Woles.

Dia mengambil ponsel lawas itu dari kantong kecil di tas bagian luar. Sebuah senyum tersungging di bibir Madya.

Handphone Si Emen C45 pertamaku yang kepalanya gundul. (Madya).

Dia membuka Chatsapp ... tunggu-tunggu, bukan Chatsapp, tapi SMS alias Short Message Service yang biaya per kirimnya adalah 350.

Nama Yeni tertera di layar itu.

Yeni? Oh, Yeni temen sekelasku yang .... (Madya).

📞"Halo."

📞"Mad, kamu udah di Kafe Melan, kan?"

📞"I-iya. Kenapa, Yen?"

📞"Kok 'kenapa' sih? Kan kita udah janjian makan bareng di situ. Aku yang traktir sebagai permintaan maaf masalah kemarin."

Madya memejamkan mata mengingat masalah apa yang pernah mereka punyai puluhan tahun silam.

📞"Aku udah lupa kok." Madya sama sekali tidak berbohong, dia memang benar-benar lupa.

📞"Kamu baik banget, berhati putih. Aku bentar lagi sampai, kamu keluar dari situ ya. Kita ketemu di halaman kafe dulu."

📞"Kenapa nggak langsung masuk aja?"

📞"Udah, kamu nurut napa?"

Yeni menutup teleponnya.

Mau minta maaf kok kayak gitu. Emang dulu dia ngapain ya? (Madya).

Dia membuka-buka SMS yang tersimpan di ponsel gundulnya. Ponsel itu masih lengkap dengan tombol keypad tak seperti ponsel tahun 2010 ke atas yang hanya menyertakan layar ajaib. Cukup dengan mendulit-dulit layar itu, ponsel sudah bekerja.

Dia membaca pesan dari Asa, sahabat karibnya sejak lama.

📳Asa: Mad, kamu nggak apa-apa, kan? Buku tugas sosiologimu gimana? Masih bisa diselametin, nggak? Kalau enggak, aku bantuin ngerapel tugas-tugas kamu.

Panjang amat SMS-nya. Oh iya, harus maksimalin 1 SMS biar nggak kena charge double ya. Maksimal 160 karakter kayaknya. (Madya).

Madya menyelami berbagai perbedaan kehidupan dan teknologi antara jaman dulu dengan sekarang yang tentu saja, harus diadaptasi ulang.

Buku sosiologi? (Madya).

Madya ingat sekarang. Kemarin, Yeni menumpahi buku tugas sosiologinya dengan susu sehingga dia harus mengerjakan ulang semua tugas-tugas harian.

Bentar-bentar, berarti hari ini adalah hari itu. (Madya).

Madya menoleh ke arah jendela kafe itu sembari mengingat berbagai memori yang mulai menguat.

Di halaman itu aku bakal diceplokin telur busuk sama Yeni and the geng, terus disuruh bayarin makanan semua customer di kafe karena dia teriak aku ulang tahun hari ini. (Madya). []

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

sasri

sasri

hp sejuta kenangan 🤭🤭

2022-09-23

0

Noer Soeryantie

Noer Soeryantie

ga disebutin juga hap jadul essiok gitu🤭🤭🤭

2022-06-04

1

Antusias Mu

Antusias Mu

2004 itu Motorola, Siemen atau Nokia nitnot haha

2022-05-29

2

lihat semua
Episodes
1 1. Perceraian
2 2. Terkejut
3 3. Aku Kenal Wanita Itu
4 4. Berandai Bersama Sahabat
5 5. Di Mana Aku?
6 6. Tukang Bully
7 7. Peristiwa Menyakitkan
8 8. Selamat Dari Pembullyan
9 9. Belanja Di ... Bukan Mall
10 10. Diobati
11 11. Berubah
12 12. Aku Tetap Madya
13 13. Masuk Sekolah
14 14. Ulangan Kimia
15 15. Mengikuti Alur Sejarah
16 16. Di Belakang Sekolah
17 17. Ceplok Telur Terjadi Lagi
18 18. Sama-sama Korban Rundungan
19 19. Ada Hati Yang Patah
20 20. Level Masalah Yang Berbeda
21 21. Berwasiat
22 22. Nilai dan Ranking
23 23. Bingung Dengan Keadaan
24 24. Terlambat
25 25. Sengaja/Tidak Sengaja
26 26. Complication
27 27. Menjenguk Daniel
28 28. Mempertahankan Alur
29 29. Kelas Dansa
30 30. Semua Orang Membenciku
31 31. Conversation Wizard
32 32. Mengungkapkan
33 33. Bercerita
34 34. Pertimbangan
35 35. Mencari Cara
36 36. Abu Sang Penyelamat
37 37. Latihan Dansa
38 38. Calon Mantu?
39 39. Sepertinya Dia Tahu
40 40. A Genius Is Born
41 41. Teman Tak Tahu Diri
42 42. Mendapat Pencerahan
43 43. Mendatangi Saksi
44 44. Mission Not Accomplished
45 45. Langkah Berikutnya
46 46. Menyerahkan Foto
47 Pengumuman
48 47. Balada Kehormatan
49 48. Adik Madya
50 49. Dijenguk
51 PENGUMUMAN
52 50. Mungkinkah?
53 51. Latihan Terakhir
54 52. Jangan Khawatirkan Yang Belum Terjadi
55 53. Ujian Laendler Dan Ujian Hati
56 54. Dipanggil Guru BK
57 55. Dikejar Zulfikar
58 56. Ditilang?
59 57. Dikejar Zulfikar (part 2)
60 58. Zulfikar Tahu Semuanya
61 59. Kukecewa
62 60. Dibawa Ke Mana?
63 61. Dilema
64 62. Jalan Buntu
65 63. Permintaan Eka
66 64. Kejutan Sebelum Latihan Debat
67 65. Aku Suka Kamu Suka
68 66. Daniel's Farewell Party
69 67. Bahagia Itu ....
70 68. Dua Bodyguard
71 69. Lomba Debat
72 70. Usman
73 71. Kepergian Daniel Dari Sekolah
74 72. Berkisah
75 73. Putus Atau Terus
76 74. Alarm Yang Berbunyi
77 75. Menggagalkan Pernikahan Eka
78 76. Mendatangi Elsa
79 77. Menjenguk Adik Daniel
80 78. Apakah Mereka?
81 79. Pertama Kali Merasa Tak Nyaman
82 80. Madeleine
83 81. Konsekuensi Setiap Kejadian
84 82. Pingsan
85 83. Titik Agak Terang
86 84. Attempting To Back To The Future
87 85. Guru Spiritual
88 86. Belum Rela?
89 87. Sebuah List
90 88. Relakan Semua
91 89. It Works, Doesn't It?
92 90. Hati Senang Walaupun Tak Punya Uang
93 91. Sekolah Baru Nadila
94 92. A New Life (THE END)
95 EXTRA PART
96 Closure
97 novel baru: PENCARIAN CINTA CEO AROGAN
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Perceraian
2
2. Terkejut
3
3. Aku Kenal Wanita Itu
4
4. Berandai Bersama Sahabat
5
5. Di Mana Aku?
6
6. Tukang Bully
7
7. Peristiwa Menyakitkan
8
8. Selamat Dari Pembullyan
9
9. Belanja Di ... Bukan Mall
10
10. Diobati
11
11. Berubah
12
12. Aku Tetap Madya
13
13. Masuk Sekolah
14
14. Ulangan Kimia
15
15. Mengikuti Alur Sejarah
16
16. Di Belakang Sekolah
17
17. Ceplok Telur Terjadi Lagi
18
18. Sama-sama Korban Rundungan
19
19. Ada Hati Yang Patah
20
20. Level Masalah Yang Berbeda
21
21. Berwasiat
22
22. Nilai dan Ranking
23
23. Bingung Dengan Keadaan
24
24. Terlambat
25
25. Sengaja/Tidak Sengaja
26
26. Complication
27
27. Menjenguk Daniel
28
28. Mempertahankan Alur
29
29. Kelas Dansa
30
30. Semua Orang Membenciku
31
31. Conversation Wizard
32
32. Mengungkapkan
33
33. Bercerita
34
34. Pertimbangan
35
35. Mencari Cara
36
36. Abu Sang Penyelamat
37
37. Latihan Dansa
38
38. Calon Mantu?
39
39. Sepertinya Dia Tahu
40
40. A Genius Is Born
41
41. Teman Tak Tahu Diri
42
42. Mendapat Pencerahan
43
43. Mendatangi Saksi
44
44. Mission Not Accomplished
45
45. Langkah Berikutnya
46
46. Menyerahkan Foto
47
Pengumuman
48
47. Balada Kehormatan
49
48. Adik Madya
50
49. Dijenguk
51
PENGUMUMAN
52
50. Mungkinkah?
53
51. Latihan Terakhir
54
52. Jangan Khawatirkan Yang Belum Terjadi
55
53. Ujian Laendler Dan Ujian Hati
56
54. Dipanggil Guru BK
57
55. Dikejar Zulfikar
58
56. Ditilang?
59
57. Dikejar Zulfikar (part 2)
60
58. Zulfikar Tahu Semuanya
61
59. Kukecewa
62
60. Dibawa Ke Mana?
63
61. Dilema
64
62. Jalan Buntu
65
63. Permintaan Eka
66
64. Kejutan Sebelum Latihan Debat
67
65. Aku Suka Kamu Suka
68
66. Daniel's Farewell Party
69
67. Bahagia Itu ....
70
68. Dua Bodyguard
71
69. Lomba Debat
72
70. Usman
73
71. Kepergian Daniel Dari Sekolah
74
72. Berkisah
75
73. Putus Atau Terus
76
74. Alarm Yang Berbunyi
77
75. Menggagalkan Pernikahan Eka
78
76. Mendatangi Elsa
79
77. Menjenguk Adik Daniel
80
78. Apakah Mereka?
81
79. Pertama Kali Merasa Tak Nyaman
82
80. Madeleine
83
81. Konsekuensi Setiap Kejadian
84
82. Pingsan
85
83. Titik Agak Terang
86
84. Attempting To Back To The Future
87
85. Guru Spiritual
88
86. Belum Rela?
89
87. Sebuah List
90
88. Relakan Semua
91
89. It Works, Doesn't It?
92
90. Hati Senang Walaupun Tak Punya Uang
93
91. Sekolah Baru Nadila
94
92. A New Life (THE END)
95
EXTRA PART
96
Closure
97
novel baru: PENCARIAN CINTA CEO AROGAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!