18. Sama-sama Korban Rundungan

Lelaki yang sedang membaca itu menoleh ke arah Madya. Terlihat pipi Daniel memerah seperti sehabis terkena raket tenis. Mungkin saja memang terkena raket tenis, atau bisa juga raket nyamuk yang mendapat bonus setrum.

"Pipi kamu kenapa?"

Daniel tidak menjawab, hanya tersungging senyuman kaku dari bibirnya.

Sebuah ingatan kecil tentang Daniel mampir ke pikiran Madya meski tidak rinci.

"Apa kamu habis dipukulin?"

"Just slap [Hanya tamparan]," jawab Daniel.

Akh, ngomong sama Daniel kayak ngomong sama bule. Dasar anak jenius! Untung aku udah versi mbok-mbok, kalau masih versi lawas mana ngerti apa itu 'slap'. (Madya).

"Ehm ... kamu mau laporin ke guru BK [Bimbingan Konseling]? Aku cariin ya kalau masih ada di sekolah."

"Nggak usah," jawab Daniel.

Terdengar gemericik air dari kamar mandi siswa laki-laki di dekat gudang itu. Keluar seorang siswa satu kelas mereka berdua. Siswa itu adalah dia yang saat ulangan kimia tadi mencolek-colek Daniel, dia pikir punggung Daniel itu sambel cocol.

Wajah siswa itu justru lebih bonyok di bagian mata, bengkak.

"Waduh!" Madya terkejut. "Disengat tawon?" tanyanya.

"Dipukul sama nih orang," kata siswa bengal itu sembari menunjuk Daniel.

Madya menoleh ke arah Daniel. Rasanya mustahil Daniel melakukan itu.

"Aku cuma bales," sanggah Daniel.

Tante-tante di dalam raga gadis 17 tahun itu sekarang mengerti kenapa pipi Daniel tampak seperti bakpau habis diteplek. Ternyata dia ditampar. Lucunya, dia membalas dan yang dibalas lebih parah wajahnya.

Hampir saja Madya tertawa. "Pppfffttt ...."

"Kamu ngetawain aku?" tanya siswa yang terlihat bengal itu.

"Enggak tuh, aku lagi inget serial Friends jadi ketawa."

"Ha? Friends?"

"Iya, kenapa? Kamu nggak pernah nonton? Itu kan ada sejak tahun 1994."

Siswa yang matanya sedang melendung itu tampak kebingungan. Madya sudah berusaha keras tidak keceplosan dengan tontonan masa depan, tapi tampaknya belum begitu berhasil.

"Niel, awas kamu!"

Kali ini Madya tidak bisa menahan tawa. "Buwahahah. Kamu nggak lihat mukamu? Lebih parah. Masak, kamu malah ngancem Daniel?"

"Gggrrrrmmm ...." Siswa itu mengeram, kemudian beralih kepada Daniel. "Kita belum selesai, Niel!" ancamnya sembari pergi dari sana.

Setelah tidak tampak wujud dari siswa bengal itu, Madya bisa menginterogasi Daniel dengan aman meski jawabannya mungkin hanya anggukan, gelengan atau kata dengan suku kata sedikit.

"Dia yang nampar kamu?"

Daniel mengangguk.

"Terus kamu bales? Itu mata dia bengkak karena kamu pukul?"

Daniel mengangguk lagi.

"Jadi kita nggak bisa lapor ke guru BK karena nanti malah kamu yang kena ya?" tanya Madya memastikan sembari tersenyum ironis.

Ya kali yang menyerang malah kalah dan dengan tidak tahu malunya masih mengancam. Ancaman itu seperti kepompong yang sudah ditinggalkan ulatnya, kosong dan letoy.

"Eh, kenapa kamu nggak langsung pulang?"

"Dia tadi minta ditunggu."

"Astaga, polos banget kamu, Niel. Eh, nama dia siapa sih?"

Nama? Bukannya kita bertiga sekelas? (Daniel).

Meski tidak begitu kenal dengan yang lain, Daniel hafal 40 nama penghuni kelas 2 C. Tidak ada satu huruf pun luput dari ingatan lelaki itu.

Sembari mengernyit keheranan, dia menjawab, "Ehm ... Zul, Zulfikar."

"Kenapa kamu ditampar? Kalian emang saling benci? Atau ... oh, rebutan cewek?"

"Karena aku nggak kasih contekan."

Akh ... jujur banget. Coba aku tadi nggak dapet contekan dari meja, aku pasti minta contekan juga sama kamu calon dokter ganteng. (Madya).

"Ya udah, sekarang kamu pulang deh! Nanti dicariin sama orang tua kamu. Lain kali kalau ada kejadian kayak gini, segera lapor aja ke guru BK biar si Zul dibimbing." Tanpa sadar, Madya mengeluarkan nasihat ala tante-tante.

Lelaki itu kemudian pergi dari sana. Entah mengapa lelaki tampan yang jarang terekspos itu menurut dengan apa yang dikatakan teman-temannya.

Diminta menunggu, dia menunggu. Diminta pulang, dia pulang.

Tapi meski nurut, dia bukan orang yang bisa diinjak juga. Buktinya dia malah nonjok si Zul. Dia jauh lebih baik dari aku versi lama. Aku dulu cuma bisa nangis, nggak bisa ngelawan. (Madya).

Mereka berdua sama-sama korban pem-bully-an. Namun, keadaannya berbeda. Daniel bisa melawan sedangkan Madya versi lama tidak mampu berbuat apa-apa. []

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

sasri

sasri

kangen daniel 🤗😊😊

2022-09-27

0

YaNaa Putra Umagap

YaNaa Putra Umagap

kali aj jodoh yg tertunda kan... 🤣

2022-04-30

3

lihat semua
Episodes
1 1. Perceraian
2 2. Terkejut
3 3. Aku Kenal Wanita Itu
4 4. Berandai Bersama Sahabat
5 5. Di Mana Aku?
6 6. Tukang Bully
7 7. Peristiwa Menyakitkan
8 8. Selamat Dari Pembullyan
9 9. Belanja Di ... Bukan Mall
10 10. Diobati
11 11. Berubah
12 12. Aku Tetap Madya
13 13. Masuk Sekolah
14 14. Ulangan Kimia
15 15. Mengikuti Alur Sejarah
16 16. Di Belakang Sekolah
17 17. Ceplok Telur Terjadi Lagi
18 18. Sama-sama Korban Rundungan
19 19. Ada Hati Yang Patah
20 20. Level Masalah Yang Berbeda
21 21. Berwasiat
22 22. Nilai dan Ranking
23 23. Bingung Dengan Keadaan
24 24. Terlambat
25 25. Sengaja/Tidak Sengaja
26 26. Complication
27 27. Menjenguk Daniel
28 28. Mempertahankan Alur
29 29. Kelas Dansa
30 30. Semua Orang Membenciku
31 31. Conversation Wizard
32 32. Mengungkapkan
33 33. Bercerita
34 34. Pertimbangan
35 35. Mencari Cara
36 36. Abu Sang Penyelamat
37 37. Latihan Dansa
38 38. Calon Mantu?
39 39. Sepertinya Dia Tahu
40 40. A Genius Is Born
41 41. Teman Tak Tahu Diri
42 42. Mendapat Pencerahan
43 43. Mendatangi Saksi
44 44. Mission Not Accomplished
45 45. Langkah Berikutnya
46 46. Menyerahkan Foto
47 Pengumuman
48 47. Balada Kehormatan
49 48. Adik Madya
50 49. Dijenguk
51 PENGUMUMAN
52 50. Mungkinkah?
53 51. Latihan Terakhir
54 52. Jangan Khawatirkan Yang Belum Terjadi
55 53. Ujian Laendler Dan Ujian Hati
56 54. Dipanggil Guru BK
57 55. Dikejar Zulfikar
58 56. Ditilang?
59 57. Dikejar Zulfikar (part 2)
60 58. Zulfikar Tahu Semuanya
61 59. Kukecewa
62 60. Dibawa Ke Mana?
63 61. Dilema
64 62. Jalan Buntu
65 63. Permintaan Eka
66 64. Kejutan Sebelum Latihan Debat
67 65. Aku Suka Kamu Suka
68 66. Daniel's Farewell Party
69 67. Bahagia Itu ....
70 68. Dua Bodyguard
71 69. Lomba Debat
72 70. Usman
73 71. Kepergian Daniel Dari Sekolah
74 72. Berkisah
75 73. Putus Atau Terus
76 74. Alarm Yang Berbunyi
77 75. Menggagalkan Pernikahan Eka
78 76. Mendatangi Elsa
79 77. Menjenguk Adik Daniel
80 78. Apakah Mereka?
81 79. Pertama Kali Merasa Tak Nyaman
82 80. Madeleine
83 81. Konsekuensi Setiap Kejadian
84 82. Pingsan
85 83. Titik Agak Terang
86 84. Attempting To Back To The Future
87 85. Guru Spiritual
88 86. Belum Rela?
89 87. Sebuah List
90 88. Relakan Semua
91 89. It Works, Doesn't It?
92 90. Hati Senang Walaupun Tak Punya Uang
93 91. Sekolah Baru Nadila
94 92. A New Life (THE END)
95 EXTRA PART
96 Closure
97 novel baru: PENCARIAN CINTA CEO AROGAN
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Perceraian
2
2. Terkejut
3
3. Aku Kenal Wanita Itu
4
4. Berandai Bersama Sahabat
5
5. Di Mana Aku?
6
6. Tukang Bully
7
7. Peristiwa Menyakitkan
8
8. Selamat Dari Pembullyan
9
9. Belanja Di ... Bukan Mall
10
10. Diobati
11
11. Berubah
12
12. Aku Tetap Madya
13
13. Masuk Sekolah
14
14. Ulangan Kimia
15
15. Mengikuti Alur Sejarah
16
16. Di Belakang Sekolah
17
17. Ceplok Telur Terjadi Lagi
18
18. Sama-sama Korban Rundungan
19
19. Ada Hati Yang Patah
20
20. Level Masalah Yang Berbeda
21
21. Berwasiat
22
22. Nilai dan Ranking
23
23. Bingung Dengan Keadaan
24
24. Terlambat
25
25. Sengaja/Tidak Sengaja
26
26. Complication
27
27. Menjenguk Daniel
28
28. Mempertahankan Alur
29
29. Kelas Dansa
30
30. Semua Orang Membenciku
31
31. Conversation Wizard
32
32. Mengungkapkan
33
33. Bercerita
34
34. Pertimbangan
35
35. Mencari Cara
36
36. Abu Sang Penyelamat
37
37. Latihan Dansa
38
38. Calon Mantu?
39
39. Sepertinya Dia Tahu
40
40. A Genius Is Born
41
41. Teman Tak Tahu Diri
42
42. Mendapat Pencerahan
43
43. Mendatangi Saksi
44
44. Mission Not Accomplished
45
45. Langkah Berikutnya
46
46. Menyerahkan Foto
47
Pengumuman
48
47. Balada Kehormatan
49
48. Adik Madya
50
49. Dijenguk
51
PENGUMUMAN
52
50. Mungkinkah?
53
51. Latihan Terakhir
54
52. Jangan Khawatirkan Yang Belum Terjadi
55
53. Ujian Laendler Dan Ujian Hati
56
54. Dipanggil Guru BK
57
55. Dikejar Zulfikar
58
56. Ditilang?
59
57. Dikejar Zulfikar (part 2)
60
58. Zulfikar Tahu Semuanya
61
59. Kukecewa
62
60. Dibawa Ke Mana?
63
61. Dilema
64
62. Jalan Buntu
65
63. Permintaan Eka
66
64. Kejutan Sebelum Latihan Debat
67
65. Aku Suka Kamu Suka
68
66. Daniel's Farewell Party
69
67. Bahagia Itu ....
70
68. Dua Bodyguard
71
69. Lomba Debat
72
70. Usman
73
71. Kepergian Daniel Dari Sekolah
74
72. Berkisah
75
73. Putus Atau Terus
76
74. Alarm Yang Berbunyi
77
75. Menggagalkan Pernikahan Eka
78
76. Mendatangi Elsa
79
77. Menjenguk Adik Daniel
80
78. Apakah Mereka?
81
79. Pertama Kali Merasa Tak Nyaman
82
80. Madeleine
83
81. Konsekuensi Setiap Kejadian
84
82. Pingsan
85
83. Titik Agak Terang
86
84. Attempting To Back To The Future
87
85. Guru Spiritual
88
86. Belum Rela?
89
87. Sebuah List
90
88. Relakan Semua
91
89. It Works, Doesn't It?
92
90. Hati Senang Walaupun Tak Punya Uang
93
91. Sekolah Baru Nadila
94
92. A New Life (THE END)
95
EXTRA PART
96
Closure
97
novel baru: PENCARIAN CINTA CEO AROGAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!