Yeni bersidekap di depan Madya sembari tersenyum sinis.
"Sekarang kamu pinter banget, Mad. Bisa banget kamu nebak semuanya."
Madya ikut tersenyum sembari beradu pandang dengan Yeni.
Cewek cupu bloon, udah tahu jelas mau diceplokin telur busuk bisa-bisanya senyum-senyum kayak gitu. Tapi nggak apa-apa, aku malah lebih lega kalau yang dikerjain ikhlas begini. (Yeni).
Kepala Yeni sedikit miring ke kiri sembari menaikkan alisnya. Dia memberi kode kepada Monik yang memegang sebuah telur di tangan untuk segera memulai pembuatan adonan 'Madya goreng' hari itu.
Mata Madya menangkap segala gesture Yeni. Kakinya diposisikan siap untuk bergerak cepat, telinganya difokuskan mendengar gerakan sekecil apa pun.
Terdengar kaki Monik mendekati Madya dengan tangan memegang telur busuk di atas tangan kanannya. Dia mendekat dan mengayunkan telur itu ke kepala belakang Madya.
Secepat kilat Madya berpindah tempat sehingga telur busuk itu malah mengenai wajah Yeni.
"Aaa ... bau! Kok aku sih yang diceplokin?" bentak Yeni.
Mata Madya segera menangkap bayangan Nola yang bersiap dengan sekantong tepung yang telah terbuka plastiknya. Madya mendorong Nola hingga terjatuh ke belakang. Alhasil, tepung itu justru mengotori wajah dan rambut Nola.
"Fuh ...." Nola meniupkan sisa tepung yang masuk ke mulut dan hidungnya.
Pertarungan belum berakhir, masih ada sisa telur dan tepung yang masih bisa dijadikan alat untuk mengerjai Madya. Yeni mengambil satu kemudian mengarahkan tangannya kepada Madya.
Dengan cepat, Madya memegang tangan Yeni kemudian mengambil telur busuk dari genggaman siswi tukang bully itu. Madya membuang telur itu hingga pecah di atas tanah. Bau busuk keluar dari telur itu.
Indria mengambil telur kemudian menceplokkannya di kaki rok yang dikenakan oleh Madya. Bagaimanapun, Madya kalah jumlah. Tetap saja dia terkena serangan telur busuk.
Keempat pembully itu tertawa puas. "Hahaha ...."
"Hahaha ...." Madya ikut tertawa. "Seenggaknya kalian sendiri juga kena. Stop, cukup! Aku mau tanya sama kalian, kenapa kalian suka banget jahatin aku?"
Sebuah pertanyaan dewasa terlontar dari mulut Madya yang tidak pernah terucap oleh dirinya versi muda dan cupu. Tak ada yang bisa menjawab. Mereka berempat hanya saling melempar pandangan hingga bingung akan dilemparkan kepada siapa lagi.
Entah menguap ke mana hasrat kejahilan mereka. Mengapa mereka memilih melempar pandangan, padahal mereka bisa melempar telur busuk.
"Kenapa nggak ada yang jawab?" Sifat tante-tante Madya keluar seperti saat dia menasehati keponakan yang sedang bengal.
"Kami suka ber--" Sebuah suara ringtone monophonic keluar dari saku rok Yeni. "Halo, ada apa, Pak? Bla bla bli blu ... ecekewer kluk kluk ...."
Samar-samar mereka mendengar percakapan antara Yeni dengan sang ayah.
"Aku harus pulang, dah ya," pamit Yeni entah kepada siapa yang jelas dia langsung pergi dari sana.
Tinggallah, tiga orang geng bully plus Madya si korban bully. Sekali lagi, geng bully itu hanya saling melempar pandangan. Ternyata tanpa pemimpin, mereka melempem seperti kerupuk masuk angin. Payah!
Ini kesempatan bagus bagi Madya untuk menasihati orang-orang tidak berpendirian itu. "Kalian selama ini emang punya niat yang sama dengan Yeni, atau cuma ikut-ikutan?"
"Ehm ...."
"Ehm ...."
"Ehm ...."
"Ini bukan lomba makan pedes! Jangan ham hem doang!" bentak Madya.
Tanpa kata dan tanpa menjawab apa-apa, mereka bertiga memilih berlari meninggalkan Madya.
Lhah, kabur. (Madya).
Madya memandangi kaos kakinya yang terkena telur busuk. Dia pun kembali ke sekolah untuk mencuci kaki. Setidaknya, baunya harus dikurangi agar tidak begitu mengganggu penumpang bus yang lain nantinya.
"Kok masuk ke sekolah lagi, Mbak?" tanya Pak Rebiman, satpam sekolah.
"Mau nyuci ini dulu, Pak. Ada sedikit musibah."
Pak Rebiman mengangguk sembari menutup hidungnya. Namanya juga telur busuk, baunya pun busuk. Beruntung Madya hanya terkena di sekitar rok dan kaki.
Dia segera membasuh bagian yang terkena telur 'wangi' itu di bawah air mengalir. Usai membasuh, dia bergegas pulang. Melewati gudang, dia melihat seseorang berjongkok di sana.
"Daniel?" []
Bersambung ....
***
Mau tahu kisah cinta si Daniel saat udah jadi dokter?
Simak kisahnya di novel Emak Aku Pengen Kawin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
sasri
🙇🙇🙇
2022-09-27
0
Paulina H. Alamsyah Asir
Daniel lg nungguin Karen si black widow😂
2022-04-17
1
👑🇷🇦🇹🇺 ᵗʸᵖᵒ
belum up juga 🙄🙄
2022-04-12
2