Madya memandangi tubuh tinggi tegap Daniel yang semakin menjauh. Dia merasa sedikit geli dengan peristiwa pem-bully-an yang menimpa Daniel. Badan Daniel tinggi, kira-kira 180 cm.
Dadanya bidang. Dari baju putih yang dikenakan terlihat bentuk perutnya yang seperti perut Chris Evan kala membintangi film Captain America. Perut itu kotak-kotak seperti kasur kapuk yang dijahit sempurna.
Madya menggeleng, menghilangkan pikiran anunya. Ingat, dia kini berseragam SMA.
***
Di rumah
Madya memikirkan Daniel. Apakah dia mulai jatuh cinta pada pria penggemar komik itu?
Aku suka Daniel? Masak sih? Kayaknya nggak bener kalau aku suka dia. Jaman dulu kami nggak saling kenal. Waktu kelas 3, kayaknya nggak ada dia di sekolahku, deh. (Madya).
Madya keluar dari kamar, bergabung bersama ayah dan ibu yang sedang menonton TV. Ayahnya, Pak Wira Brata, tak serius menyaksikan TV. Dia lebih fokus pada koran yang dibolak-balik di tangannya.
Bu Sriyani sedang asyik menghayati drama Korea Full House yang dibintangi Song Hye Kyo di stasiun televisi Indoliar (The Flying Fish). Episode pertama tayang hari ini.
"Itu nanti nikah sama artis namanya Lee Young Jae," kata Madya.
"Masak, Mad? Mereka baru ketemu di pesawat." Bu Sriyani memandangi Madya yang telah berpenampilan seperti sedia kala, dikuncir dan berkacamata.
Dia senang anaknya telah kembali normal (menurutnya).
"Kamu udah sembuh, Mad!"
"Besok kalau aku pergi sekolah ya kayak tadi pagi, Bu. Aku kayak gini kalau di rumah aja."
Lagian, terapi mataku belum bener-bener sukses. Mau cari softlens, masih banyak dan nggak banyak yang jual. (Madya).
"Sana kamu hibur masmu! Kayaknya, mantan pacarnya nggak mau balikan lagi."
"Ha? Dia habis putus, Bu?"
"Lhah, kan kamu yang ngomong sama Ibu. Lupa?"
"Ahahah, maksudnya ... terus dia aslinya pengen balikan tapi mantannya nggak mau?"
"Kayaknya gitu."
Madya berdiri menuju ke kamar Eka. Meski dia masih meraba-raba peristiwa yang terjadi, dia bisa tanggap untuk beradaptasi. Dia mengetuk pintu kamar Eka yang sudah berada di depan wajahnya.
Sebenarnya dia ingin langsung masuk saja, tapi dia ingat dia adalah benda padat yang tidak bisa tembus.
"Mas Eka ... boleh masuk?"
Terdengar suara langkah kaki mendekati pintu. Tak lama pintu itu terbuka dan menampilkan wajah kakaknya yang sendu. Madya hampir saja tertawa melihatnya.
Sekali lagi dia merasa geli dengan kehidupan percintaan yang sedang galau-galaunya. Usia Eka saat ini adalah 20 tahun.
Madya duduk di kursi belajar Eka. Sedangkan kakak laki-lakinya duduk di lantai, bersandar pada pinggiran dipan kayu. Lelaki itu mengeluarkan ponselnya yang berbentuk kotak kecil dengan layar hanya 2 inci berwarna biru.
"Bahahahah handphone Nokiyem ...."
Eka menatap Madya dengan tatapan aneh. Ponsel Nokiyem miliknya adalah idaman Madya karena harganya lebih mahal dari Si Emen. Kali ini, malah Madya menertawakan ponsel itu.
Weird.
"Mau ngapain? Kalau cuma mau ngetawain, mending keluar aja!"
"Jangan marah dong, Mas. Aku cuma mau ngajak ngobrol aja. Habis putus emang rasanya kayak gini. Tapi nggak usah khawatir, fokus dulu aja sama kuliah. Nanti bakal datang seseorang yang lebih tepat buat kamu, Mas."
"Tahu apa kamu soal ginian?"
Aku udah ngalamin rasanya cerai. Udah bangun rumah bareng, tiba-tiba harus ngekos di kamar yang kecil banget. Udah gitu mantan suami nikah sama mantan baby sitter. Hah, patah hati begini belum ada apa-apanya. (Madya).
"Aku ... pakai logika aja. Ya, menurut logika, itu yang harus dilakuin. Inget nggak, kamu dulu punya pacar waktu SMA. Waktu putus, kamu juga ngerasa patah hati, kan? Nyatanya kamu ketemu sama yang habis putus kemarin."
Aduh, siapa nama mantan Mas Eka. (Madya).
Madya merem melek berusaha mengingat mantan si pembuat patah hati kakaknya. []
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
sasri
🤭🤭🤭
2022-09-27
0
YuWie
hp ku dulu jg nokiyem..lupa tipenya tapi..
2022-05-01
1