Rangga mengepalkan tangannya menyerang Aksa.
Aksa menahan serangan pukulan Rangga. Rangga tak tinggal disana memukul pipi Aksa.
Aksa membalas berkali-kali terjadilah aksi pukul-pukulan. Glory melihat kakaknya memukul aksa dan mendukungnya mengusap kepala Glora sebentar lalu bangkit.
Dimas dan Jay datang mereraikan Aksa dan Rangga yang sudah berguling dilantai dengan kancing baju yang sudah tak tau dimana”Woyy udah woy jangan berantem woy..!!” Teriakan Dimas menarik kera Aksa diatas tubuh Rangga dan Dimas yang menahan Rangga supaya tak kembali menyerang.
“Dia duluan bangsat..!!” Teriak Rangga kuat memberontak dalam tahanan Dinas.
Aksa diam menatapnya gelap.” Loe pikir gue sebejat loe ha? Yang nyakitin adiknya kayak anjing.,.!!!! berani loe nyakitin adek gue sedangkan gue nggak pernah nyakitin dia seujung rambut aja nggak pernah. Ayah sama ibu gue besarin Dia penuh kasih sayang bahkan nggak pernah membentak dia meskipun ngelakuin kesalahan sekakipun..!!! jangan macam-macam loe sama gue...!” Teriak Aksa kuat maju namun ditahan oleh Jay.,
Rangga mengepalkan tangan tertegun mendengar Aksa. Aksa melirik Glory yang menangis memeluk Glora. Ia melepaskan diri dari Jay lalu memeluk adiknya.
Mencium dalam kepala adiknya melirik Rangga.” Denger baik-baik. Berani loe nyentuh adek gue dikit aja. Jangan panggil nama Gue Angkasa kalo nggak buat loe mati detik itu juga..!” Ia memeluk adiknya hangat. Mengeratkan tangannya di bahu adik menenangkan selama berkata " Tenanglah, ada kakak disini buat jaga kamu.."
Glory dibela kakaknya menangis dalam pelukannya. Aksa menatap tangan aiknya yang terluka akibat pecahan tong sampah. Ia mengusapnya dan menciumnya. Glory menatap kakaknya sendu.
”Dia jahat banget kak, masa adiknya ditendang kayak anjing. Glory nggak suka. Dia jahat”Ujarnya lirih tak tahan.
Rangga merasa ada yang sakit di dadanya mendengar Glory yang mengatakan nya jahat sebegitu lirihnya.
Aksa mengangguk memeluk kepala adiknya. Glory memeluk kakaknya menatap Rangga yang diam menatap keduanya. Glory memandang sendu Rangga. “ Mau bagaimanapun sipat dan kesalahannya dia tidak seharusnya sebagai kakak kamu memukul dan menendangnya bagaikan hewan yang menjijikan, kami bisa bicara baik-baik dan melarang Glora melakukan hal yang tidak seharusnya. Kamu malah Menyakitinya bagaikan dia tidak berharga. Bahkan kamu yang aku pukul saja kamu sudah sangat marah dan merasa harga diri kamu terinjak-injak padahal kita orang asing. Bagaimana rasanya dia adik kamu yang kamu pukul berkali-kali tanpa hati ditengah orang banyak. Apa kamu tau rasanya sakitnya. Kamu sangat jahat..”Ujar Glory menangis terisak. Rangga diam menatap Glory dalam dan sulit diartikan.
Aksa mengusap pipi adiknya. Glory melirik Dava dan Aru yang dari tadi diam. Aru menbatap Glory tak enak. Glory bisa melihat pingangnya dicengkeram erat oleh Dava. Ia tau itu ulah Dava. Glory melepaskan pelukannya maju. “Kamu manusia yang paling menjijikan yang aku lihat.”! Tegasnya pada Rangga. Ia berbelok menatap Glora yang terisak merasakan sakit, tapi malunya terlalu besar.
Rangga lagi-lagi mengepal kan tangannya memilih pergi m Rasanya hatinya mendadak sakit menatap mata yang menangis milik Glory.
Glory menatap Glory dan membawanya dalam gendongannya. semua orang kaget tapi Glory tidak peduli., tinggi Glory 175 sedangkan Glora yang 156 mendongak menatap Glory. Ia menatapnya sendu dan muka yang penuh lebam. Ia memeluknya erat menatap arah kakaknya lirih.
Aksa menghela nafas “Gila. Adk loe kuat yah Bro”Gumam Dimas meringis.
" Kamu tidak apa-apa kan Glora?" Tanya Glory lirih. Glora tidak menjawab hanya menenggelamkan wajahnya dibahu Glora.
" Ada apa nih ribut-ribut? ada yang berantem? siapa?" Salah satu gitu pria datang menatap Aksa dan lainnya penasaran.
" Telat pak. Makan gaji buta si.. Huuuu.." Semua orang meninggal kan bapak tersebut.
bapak yang diabaikan menatap semua marah. " Jangan kurang ajar yah. saya- Hey mau kemana kalian... Kesini cepat....." Tapi ia diabaikan... Ia hanya mampu mengelus dada.
...----------------...
Diruang kesehatan Glory membersihkan luka Glora dengan Aksa dan Dimas yang diam sembari melihat saja, disamping tirai ada Rangga yang lukanya dibersihkan oleh Aru.
Glory menyisir rambut Glora dan tersenyum. Glora diam menatap Glory yang memperlakukannya sangat baik. Ia tak bersuara sejak tadi.
Sedang kan luka Aksa sudah di obati oleh PMR yang bertugas.
“Kamu istirahat yah. Nana masuk dulu sama yang lain. “Ujarnya. Glora mengangguk.
Glory tersenyum mengusap kepala Glora sebelum pergi. Glora menatap Glory beserta semuanya menjauh. Tapi Dimas tertinggal menatap Glora.
Glora diam menatap Dimas mendekat. Dimas menatapnya dalam diam. Glora diam tak berani berkutik.”berani sekali lagi loe narik Nana di masalah loe. Habis loe.”Bisiknya tepat ditelinga nya Glora. Glora merinding menatapnya yang menjauh. Ia menggigit bibir bawahnya menatap nanar semuanya.
Setelahnya barulah air matanya jatuh, ia lelah, ia ingin mati, tapi berkali-kali ia bunuh diri tapi ia tetap tidak meninggal. Itu menjenuhkan dirinya. Salahkah dirinya memberitahu kebenaran pada sang kakak jika Aruna bukan gadis lagi?? Kenapa malah ia yang disalahkan?
dan salahkah dirinya terlahir?? Kenapa takdirnya begitu buruk.
Kemarin ia tak sengaja bertemu dengan Aruna dan Dava yang keluar dari hotel milik temennya, disana ia melihat Dava mencium Aru dan memasuki hotel lagi, Glora melihatnya pun terkejut lalu memilih mengikuti mereka, untungnya mereka tidak mengunci pintu hingga Glora bisa melihat semuanya. Ia melihat keduanya melakukan hubungan intim.
Parahnya saat itu ia melihat Dava menyadari dirinya malah tersenyum semakin memicu kegiatan panasnya, Aru mendesah kenikmatan sembari menolak namun hanya kata-kata menolak nyatanya tubuhnya merespon lebih dari jal4ng. Glora mengepalkan tangannya.
Tadi pagi ia mencoba menjelaskan pada sang kakak, sebab sadar jika kakaknya menyukai Aruna, ia tidak mau kakaknya sakit hati. Tapi apa yang ia dapatkan? Hahaha Glora sudah biasa, penghinaan, tak diharapkan bahkan hampir dibunuh pun sudah sering ia rasakan. Hidupnya sangat sulit. Mari nanti akan ia jelaskan bagaimana dirinya hidup. Tapi tidak sekarang, tubuhnya terlalu lelah.
Glory menguap pelan menatap pelajaran didepannya,. Pelajaran fisika paling tidak ia senangi, ini pelajaran yang mengajar cara merepotkan diri, bayangan saja di ukur, buah pohon jatuh dari pohon di teliti. Hingga lemparan bola saja harus dihitung. Menyebalkan sekali. Ia tidak menyukai hal ini.
Bunyi istirahat terdengar. Nanda yang disampingnya meliriknya yang menguap dari tadi.”Nggak sarapan Na? menguap terus dari tadi perasaan.” Ujarnya dengan heran.
Glory menggeleng.”Nggak, pelajarannya ngebosenin.”Jujurnya.
Nanda terkekeh.”Memang, coba aja loe sukain, dan mulai mencoba untuk menyukai pelajaran, loe pasti suka kok. Awalnya gue juga kayak loe dulu tapi sekarang gue menikmati setiap perhitungan.”ujarnya sembari memasuki buku kedalam laci.
Glory memutar bola mata malas. Memang Nanda ini siswa pintar.
“Kantin Kuy..”Nando datang tersenyum cerah pada keduanya.
“Kuy lah.” Glory semangat berdiri menaruh buku didalam laci sebentar.
Nanda mengeleng disana mengangguk mengiyakan. Masalah yang menjeratnya Glory lupakan, ia memilih untuk makan terlebih dahulu. Memilih kantin bagian dua memakan somay saja dengan es jambu. Nando dan Nanda ikut makan tapi memilih menu bakso dan nasi goreng,
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah..!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Sri Mulyaningsih
udah tau punya Dava udah sampai segitunya sama aruna masih aja dipertahankan....glora2
2022-12-26
0
r_lin.kanz (hiatus dulu)
lanjut lagi donk k.....
2022-04-30
0
Dian
ka kalo up sekalian 4 ya 😁
2022-04-28
0