Bab 13

Mata Glory yang tadinya terpejam segera terbuka dan tersenyum cerah. Aksa yang tadinya tersenyum menatap wajah damai adiknya mendadak datar dan kesal.

" Makan aja cepet...! " Kepala Glory dijitak oleh Aksa tapi malah dibalas kekehan oleh Glory.

Glory menerimanya dengan semangat.”Makasih abang-abang tamvannn.”Ujarnya sembari menelan liurnya yang terasa banyak di mulut Dava dan Rangga menatapnya diam dalam tatapan rumit beda dengan yang lain menatapnya gemas.

Sedangkan Dimas dan Jay memalingkan wajahnya merasa pipi mereka berkedut menahan senyum malu akibat dibilang tamvan oleh Glory.

Glory segera memakan mienya dengan cepat, rasanya sangat enak, ia pun menatap sang kakak. Ia tak mempedulikan siapapun kecuali makanannya dan kakaknya.

”Abang sudah makan? Enak banget cicip bang.”Ujarnya menawarkan.

Aksa segera mengangguk memakan mie dari tawaran Glory.

“Ih jangan banyak-banyak kan Nana bilang cicip bukan makan. Kalo perlu kuahnya aja.”Ujar Glory mendengus menatap sang kakak memakan mie miliknya sangat banyak. Hampir setengah habis padahal baru satu tegukan.

Aksa mendengarnya mendelik.” Abang belum makan Na.,”Ujarnya.

Glory menghela nafas berdehem. Aksa tersenyum memakan mie Glory dengan cepat dalam porsi banyak. Glory menatapnya muram dan tak terima. Namun tetap makan saat Aksa menyuapinya. Sebenarnya Glory tu tidak suka berbagi makanan tapi bukan berarti dia pelit kok.

“Sa kalian beneran adik kakak?” Tanya Dimas dengan pelan.

Glory menatapnya mengangguk dan Aksa menelan makannya.” Kenapa? Gue terlalu deket sama dia? Dih pikiran kalian kuno, emang harus pacaran doang harus deket kayak gini? Seharusnya itu memang deket sama adik bukan sama orang lain. Bahagiakan adik dulu baru orang asing jangan kebalik...”Ujarnya dengan ketus.

Rangga terdiam merasa tersindir. Glory menatap Dimas mengangguk.”Kita tu udah bareng sejak kecil, jadi yah gimana yah ngomongnya. Nana sekolah disini aja karena ada bang Aksa, kalo dikampung tu Pipi sama Bubun sibuk dikebun jadi Nana kesepian, banyak yang ganggu juga kalo ada bang Aksa tu banyak yang segan jadi nggak ada yang ganggu Nana.”Ujar Glory jujur.

" Pipi sama Bubun??" Tanya Gadis yang sedari tadi diam bingung.

" Itu panggilan buat Mak sama bapak gua di kampung.."jawabnya malas, Bukan Glory yang jawab tapi Aksa . Glory mengangguk semangat.

“Jadi loe orang susah Sa? Tinggal dikampung tapi kok loe bisa beli mobil dan rumah? Wajar aja loe ga pernah cerita tentang bonyok loe...”celetuk Jay.

“ Loe pikir orang desa susah semua? Orang yang kerja di kebun miskin semua?”Ketus Aksa tak terima.

“Tanah keluarga gue berhektar-hektar , ada kebun jeruk, kebun melon, kebun teh, kebun sayur, terus kami punya sapi perah dan penginapan, jadi plis jangan katrok. Bukan cuma orang kota doang yang kaya. Orang desa malah lebih banyak asetnya.”Ujarnya sinis.

“Tapi biasanya kan memang gitu. Rata-rata kismin...”Gumam Dimas.

“Nggak juga. Orang desa malah nggak ada pengemisnya dan punya rumah buat tempat tinggal meksipun kecil, nggak kayak dikota yang banyak pengemis dan tidur di jalanan.”Ujar Glory pelan sembari menghela nafas.

Jay dan Dimas mengangguk si. “Gue pikir loe boong kalo dari desa Sa. Soalnya cara loe ngomong, mobil, rumah, duit jajan loe cukup gede dari orang desa biasanya.”Ujarnya meringis.

Aksa menghela nafas.”Jajan gue bahkan setengah dari jajan Glory.”Gumamnya, Glory cengengesan. “Tapi masih aja minta sama gue jajannya. Kesel banget.”Gumam Aksa lanjut ingin menjambak rambut adiknya tapi tidak tega.

Glory tersenyum polos.”Kan kata Nana tadi. Jadi abang harus berguna.” Ujarnya. Semua terkekeh melihat wajah Aksa yang masam, beda dengan Rangga, ia merasa wajah Glory familiar, ia teringat adiknya yang sudah meninggal? atau siapa?

Gadis yang dari tadi diam menatap Glory iri, entah apa yang ia irikan tapi terlihat wajahnya yang murung, di sisinya lelaki yang sedari tadi diam tersenyum tipis melihat Aksa yang banyak bicara saat bersama Glory, Aksa itu biasanya paling pendiam sekali ngomong sangat ketus. Tapi lihat sekarang? Dia cerewet meski ucapannya tetap kasar dan ketus.

Dilain sisi gadis yang sedari tadi di balik gorden dimana tempat Glory ribut dan juga dijenguk menahan isaknya dalam diam, ia sakit tapi tidak ada yang peduli. Bahkan lebih parah dari dia sosok asing di sana...

Ia menahan wajahnya dengan bantal supaya isaknya tak terdengar, rasanya sangat sakit. Kamu terlihat memiliki semuanya padahal kamu hanya sendiri tanpa ada tujuan dan apa yang bisa dibanggakan. Rasa ingin mati sangat besar tetapi harapan bahagianya juga gak kalah besar .

Sampai kapan harapan menjadi tunjangan hidup dalam penderitaan ini?

...----------------...

...----------------...

“Nana kok kamu nggak masak?”Tanya Aksa sebal saat melihat meja makan kosong dimalam hari.

Glory disana tersenyum dengan polos "Kan Abang tau Nana nggak bisa masak.”Ujar Glory menghela nafas sejujurnya dia bisa tetapi jika dia bisa nanti keluarganya malah bertanya-tanya kenapa dia bisa masak, jiwa aslinya dulu ia selalu masak untuk dirinya dan keluarga tetapi beda didunia ini, ia selalu dimanjakan dan tidak pernah menjenguk dapur.. bahkan tidak pernah mencuci piring sebab mereka punya pembantu dirumah dan orang tua yang melarangnya untuk kelelahan.

Aksa menghela nafas pelan baru ingat.”Kamu laper nggak?” Tanyanya, Glory mengangguk pelan,

“Ambil jaket kamu kita makan diluar saja sembari jalan-jalan. Kamu pasti belum pernah kan.”Ujarnya.

“Wah....”Gumam Glory mengangguk, ia segera mengambil jaket dan segera kembali. Dengan celana jins pendek nya tadi lah menampilkan kaki jenjangnya saat ini malah tertutup dengan jaket yang ia kenakan sebab kebesaran.

“Loh kok makek jaket gue?”Teriak Aksa kesal.

Glory mengerjab polos dengan memainkan lengan bajunya yang kebesaran.”Anu, Glory males keatas tadi liat di meja tamu jadi pakek ini aja. Lagian bagus.”Jaket berwarna merah itu.

“Tapi itu udah abang pakek dua hari, nanti kuman dek, pakek yang baru aja.”Aksa menghela nafas.

Glory menggeleng. "Nggak apa apa bang. Lagian kan abang pakeknya Cuma buat pulang pergi sekolah. Ayok bang Glorry nggak sabar.” Ujar Glory. Aksa menghela nafas dalam menghilangkan rasa kesalnya mengangguk memilih pergi.

Dunia malam ditengah kota itu sangat berbeda dengan malam di desa, didesa yang Glory tempati biasanya tidak banyak mobil, bahkan suara jangkrik masih sangat terdengar jelas, disini? Bangunan besar penuh dengan lampu yang bersorak, belum lagi suara klakson mobil dan motor bersahut-sahut. Glory di buat kagum oleh keadaan malam di kota.

Mereka memilih menggunakan motor menuju tempat makannya Aksa biasa. Glory diam saja menurut sembari memeluk sang kakak menatap lingkungannya.”Kakak tidak pusing? Nana pusing denger berisik kayak gini.”Ujar Glory berdecap.

Aksa terdiam sejenak mendengarnya, ia sangat tau Glorry yang tidak bisa suara yang berisik terlalu lama, ia akan mudah mual, sakit kepala hingga pingsan. Ia juga tidak bisa panas terlalu lama jika tidak ia akan jatuh sakit saat itu juga.

“Sebentar yah, kamu sabar peluk abang kenceng-kenceng nanti jatuh.” Aksa mengeratkan tangan Glory diperutnya mengusap tangan itu. Glory menurut memeluknya erat menatap kedepan sembari mengerjab menetralkan dirinya supaya tidak pusing. Tak berselang lama motornya mereka pun sampai disalah satu tempat makan, tempat makan yang tidak bisa dikatakan mewah namun tidak juga dikatakan sederhana.

”Kita makan nasi yah, tadi di sekolah kamu tidak makan nasi.”Ujar Aksa turun lalu berjongkok didepan adiknya.”Biar abang gendong. “Ujarnya. Glory menghela nafas menaiki punggung sang kakak, menyandarkan kepalanya.

“Maaf yah abang. Nana nyusahin terus.”Ujar Glory lemah. Sejujurnya Glory tidak mau memiliki tubuh yang lemah begini, dia sudah konsul kepada dokter sedari kecil tentang penyakitnya ini tapi tetap tidak ada yang menemukan penyakitnya.

Aksa berdehem. “ Mangkanya jangan sakit. Kalo sakit abang yang pusing.”Ujarnya lirih. ia merasa senang Glory manja, yang ia tidak suka Glory yang lemah.

Aksa dan Glory memasuki restoran itu dalam diam tapi ada banyak yang menatap keduanya dengan banyak pandangan terlebih pada Glorry yang digendong Aksa penuh binar. “ Nana tutup mukanya.” Tegas Aksa berbisik.

Glory paham pun menyembunyikan wajahnya dipunggung aksa. Aksa menghela nafas kesal, sedari dulu adiknya selalu diminati oleh banyak orang tanpa ia bertindak sekalipun.

Rasanya Aksa tak ikhlas Glory di sukai banyak orang....

.

.

.

Heppy reading, jangan lupa tinggalkan jejak yah!

Terpopuler

Comments

Anisa Zahra

Anisa Zahra

tapi cocok dh mereka berasa waw gimana gtu

2023-05-26

3

Anisa Zahra

Anisa Zahra

ehk tapi Abang gua jg skrg baik bgt KLO gue mau pergi slalu d anter jemput y Karna dia tau gue anak stay at home jdi takut nyasar KLO skalinya keluar😃

2023-05-26

0

Anisa Zahra

Anisa Zahra

ikh pengen bgt punya Abang k gtu

2023-05-26

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 26
28 27
29 28
30 29
31 30
32 32
33 33
34 33
35 34
36 35
37 36
38 37
39 38
40 39
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 Miskin
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 Asing
61 Bertemu
62 Merubah atau tetap pada jalur nya
63 Pelayan
64 Ribut
65 Anak kami
66 Jay
67 Kenyataan
68 untuk kalian
69 Bertemu
70 Makan bersama keluarga Cemara
71 Aruna life
72 Malam
73 Kembaran
74 Iri
75 Teman
76 Pulang
77 Rumah
78 Bukan kakakku
79 Nebeng
80 Tragedi
81 Dava
82 kebenaran
83 Kebenaran
84 antagonis sebenarnya
85 Dimas
86 marah
87 Marah 2
88 Harapan Glora
89 Harapan besar
90 Davaes
91 Menangis
92 Rencana
93 Ketahuan
94 Kembali terluka
95 Glora
96 Nilai
97 Alasan
98 Ikut sakit
99 Kesenjangan
100 Kasihan
101 Part Angga
102 senyum
103 Yo Ndak tau
104 Kebahagiaan
105 Ulah Glory
106 Teman
107 Pemaksaan tapi menyenangkan
108 Pulang
109 Gugurkan saja
110 Kesal
111 Tidak sendiri
112 Hilang
113 Otw Hiling
114 Dilarang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Awal
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
26
28
27
29
28
30
29
31
30
32
32
33
33
34
33
35
34
36
35
37
36
38
37
39
38
40
39
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
Miskin
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
Asing
61
Bertemu
62
Merubah atau tetap pada jalur nya
63
Pelayan
64
Ribut
65
Anak kami
66
Jay
67
Kenyataan
68
untuk kalian
69
Bertemu
70
Makan bersama keluarga Cemara
71
Aruna life
72
Malam
73
Kembaran
74
Iri
75
Teman
76
Pulang
77
Rumah
78
Bukan kakakku
79
Nebeng
80
Tragedi
81
Dava
82
kebenaran
83
Kebenaran
84
antagonis sebenarnya
85
Dimas
86
marah
87
Marah 2
88
Harapan Glora
89
Harapan besar
90
Davaes
91
Menangis
92
Rencana
93
Ketahuan
94
Kembali terluka
95
Glora
96
Nilai
97
Alasan
98
Ikut sakit
99
Kesenjangan
100
Kasihan
101
Part Angga
102
senyum
103
Yo Ndak tau
104
Kebahagiaan
105
Ulah Glory
106
Teman
107
Pemaksaan tapi menyenangkan
108
Pulang
109
Gugurkan saja
110
Kesal
111
Tidak sendiri
112
Hilang
113
Otw Hiling
114
Dilarang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!