“ Paman ayo pergi dari sini.” Bisik Glory pelan, sejujurnya dada Glory saat ini terpacu sangat kuat akibat rasa takutnya, tapi ia lagi dan lagi selalu berfikir jika dunia ini hanya fiktif belaka, jika ia mati itu bukanah hal yang harus ia hindari, setidaknya ia bisa tau jika ia mati ia akan kemana, kebumi dan ketubuhnya lagi atau keakherat bertemu dengan Tuhannya. Tapi lai ia hanya manusia biasa yang takut mati, takut terluka dan dilukai sungguh.
Dan takut masuk neraka...
Tangan Glory dihempas oleh pria asing itu, pria asing tersebut menggeleng pelan menatap Glory dalam gelap malam, ia harus ingat tujuannya jikda tidak maka ia akan mendapatkan akibatnya.
“Pa-paman..” Glory sedikit mencicit takut sebab ia takut dibunuh. Glory mengusap tangan satunya yang lain dan menunduk.
Pria asing itu mengusap kepalanya dan menghela nafas, ia menatap Glory lagi dan dengan pelan mengambil tangan mungil Glory, Glory mendongak menatap tangannya yang digandeng.”Kau mau tetap hidup kan?”Tanyanya.
Glory mengangguk ragu. Pria asing itu mengangguk.”Bagus. ikuti semua perkataanku. Jadilah anak penurut paham..!!!!” Tegasnya.
Glory mengangguk patuh. Prua itu tersenyum.”Namaku Dani, kau bisa panggil aku senyamanmu.”Ujarnya.
Glory mengangguk.”Namaku Glory tapi panggil Nona saja.”Bisiknya pelan.
Dani mendengarnya mengangguk mulai mengeluarkan hpnya untuk penerang dihutan tersebut. Ia akan membawa Glory keluar dar hutan ini.
Gloery dituntut berjalan ditengah gelapnya malam, sudah satu jam berjalan ia merasa nafasnya kembang kempis, Dani diam menatap sekeliling dan menghela nafas.” Tidak ada buruan untuk mengantikan jantungmu.. aku harus mendapatkan bukti jika kamu sudahku bunuh untuk tuanku.”Ujarnya pelan.
”Apa aku bunuh kamu saja langsung supaya tiak susah mencari penganti?”Tanyanya menatap Glory lekat serta seringai jahat terpatri diwajah miliknya.
Glory menggeleng cepat dengan matanya yang membesar dan memelas.” Tidak begitu... Biar aku saja yang mencari supaya kamu tidak lelah. Asal aku tetap hidup.”Bisiknya.
hahaha. ”Anak kecil bisa apa si.”Dengusnya membawa Glory keluar.
Glory menahan lelahnya dan kaki yang yang terasa berat, ia ingin menangis karena lelah ini. Dani melihat Glory yang tidak bergerak pun mengarahkan pencahayaan kewajah Glory, terlihat rambutnya yang berantakan dan keringat yang membasahi dirinya. Mata yang siap meluncurkan air matanya. ia menghela nafas. “Merepotkan.”Gumamnya sembari membungkuk.
Glory menatapnya pelan dan juga bertanya. "Kamu ngapain??"
Dani pun berkata.”Cepat naik atau aku akan berubah pikiran dan membunuhmu disini-“ Belum sempat ia melanjutkan ucapannya Glory sudah melompat keatas punggungnya kuat. ia bahkan terdiam dan mendengus. Ia bangkit dengan tangan mungil Glory mengalung dipundaknya.
Glory disana mengusap keringat miliknya dan tersenyum. ”Terimakasih.”Gumamnya.
Tertegun pria itu, saat begini masih bilang terimakasih? Dirinya sedang diculik loh. Ia menghela nafas dan juga berjalan melewati hutan yang lebat, sampai ia merasa tubuh Glory melemas dan kepala yang bersandar dipundaknya. Ia melirik kebelakang dan ternyata sosok Glory sudha tidur. Ia tersenyum tipis dengan apa yang ia lakukan.
Bodoh...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Diliain tenpat sosok keluarga besar Ming mengepalkan tangan akibat kehilangan anak perempuan tersayang mereka sedari semalam, “ Bagaimana putri kita Faisal..” Gumamnya lirih.
Faisal selaku ayah Glory diam menatap istrinya yang menangis sejak semalam, ia tak tau harus apa saat ini,
“Tuan.. Tuan... Tuan.. Nyonyaaa!!” Teriakan itu membuat keduanya melirik kebelakang dimana asal. Didepan kamar nya sudah ramai pelayan yang histeris karena ada jantung yang digantung didepan kamar milik Glory.
Faisal terduduk dilantai menatapnya. Sebab memang kamar Glory tepat didepan kamar miliknya.
“TIDAK...!!” Teriakan Tasya disana menggema tak kuasa hingga jatuh pingsans ebelum bisa berkata kata. Faizal menatap jantung itu nanar serta mengepalkan tangannya kuat.
”KUMPUKAN SEMUA PENJAGA RUMAH INI SEKARANG JUGA..!” teriaknya membuat semuanya langsung sujud didepan Faisal.
Faizal menatap jantung yang tergantung itu lirih. Air matanya tak tertahan jatuh, karena tidak mau terlihat lemah ia segera bangkit dan membuka pintu kamar Glorry mengabaikan jantung itu, sampai didalam ia segera menutup pintu itu kencang dan segera menatap kamar putrinya..
Tangisanya menjerit kuat tak tertahan mengingat putrinya yang manis, “Glory maafkan papi yang tidak becus menjagamu hiks hiks.” Tak kuasa ia mengambil baju sang anak dan memeluknya erat. Terasa rindu yang menguak didalam jantungnya. Sungguh ini sangat sakit batinnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dilain tempat sosok Glory diam melihat pria yang menculiknya, sampai kesebuah desa yang terlihat terpencil, ia menghela nafas mengeratkan pelukannya, sudah dua hari dalam perjalanan kesini dengan tubuh yang tidak pernah mandi membuat Glory terlihat seperti gembel tapi tetap cantik.
Dani berenti didepan rumah gubuk didepan nya. Segera masuk dengan Glory dalam gendongannya.
”DANI..!!!!” Teriakan itu menghentikan Dani dan Glory yang segera menoleh. Terlihat ibu-ibu yang berlari menghampirinya mengenakan baju daster lusuh.
Nafasnya naik turun.”Cepatt susul istrimu dikelinik baru saja dibawa pak RT karena anak pertama kamu menangis melihat istrimu terkapar jatuh disungai karena tergelincir. “ Ujar ibu-ibu itu tanpa menghiraukan Glory.
Gglory bisa merasakan tubuh Dani menegang mendengarnya. Danni disana menatap ibu tersebut.” Klinik mana bu? Apa klinik dekat sini atau di desa sebelah?”Tanyanya dengan panic.
“ Di Klinik dokter Hednri, soalnya klinik desa tidak ada dokter dan perawatnya semalam,”Ujarnya. Dani pun mengucapkan terimakasih dan segera berlari menuju tempat yang diucapkan oleh ibu itu dengan menggedong Glory. Glory merasakan tubuhnya terguncang akibat Dani yang berlari
Glory bisa merasakan betapa paniknya Dani, ia menghela nafas tak bersuara. Tapi tak tahan sebab ia mau muntah.”Paman kenapa tidak pinjam kereta atau sepeda saja supaya lebih cepat? Berlari tidak membuat paman cepat sampai.”Ujarnya dengan suara yang bergetar getar akibat Dani yang berlari..
Dani pun tertegun lalu mengutuk kebodohannya. Ia segra berlari kelain arah, ia pun berlari menemui kepala desa dan meminjamkan motor, kepala desa segera memberikannya motor dan merekapun bergegas pergi dengan motor butut milik kepala desa. Glory? Ia memeluk erat tubuh Dani sebab takut. Jalan ini sangat jelek sungguh.
Desa ini jauh dari kata maju, tapi sangat asri sebab dibawa kaki gunung, hawanya saja sangat segar ditambah ada banyak tumbuhan padi dan sayur-sayuran disekitar sini. Tempat yang sangat baggus. Sayangnya jalannya tidak bagus, ini masih tanah kuning biasa dan ada juga beberapa batu loral membuat perjalanan tidak mulus, mana lagi melewati ladang kebun teh semakin memacuh adrenalin
. “Ini memang jalannya jelek yah?”Tanya Glory tak kuat.
Dani menggeleng.”Ini jalan pintas, jika jalan besar nanti harus menghabiskan wkatu satu jam tapi kalo lewat sini paling 18menit sampai.”
Tapi yah liat jga dong. Ini namanya ngeprank malaikat maut..!!!” Batinnya Glory mendengus. Lihat hey jika mereka tidak hari-hari saja sudah pasi saat ini mereka terguling guling dijalan yang sangat curam ini.
Berselang beberapa menit mereka sampai disebuah klinik, cukup ramai, Dani segera membawa Glory menuju perawat dan menanyakan keberadaan istrinya, setelahnya menuju ruang ujung meninggalkan Glory yang lusuh dan loyoh. Glory mnggaruk pipinya menatap Dani dengan nanar.”Ini aku balik kerumah aja atau tetap disini yah? tapi aku tidak tau pulang harus menggunakan apa. Mami papi pasti sangat bingung mencariku saat ini.”Gumamnya menghela nafas bingung.
.
.
.
Bosan kah? masih awak oke.... lagi pula ini novel memang konflik nya tidak seperti novel aku yg lain. Ini novel santay hehe.. jangan lupa tinggalkan jejak yah!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Sri Mulyaningsih
suka ceritanya
2022-12-26
0
💋VHIE💋
ngperank malaikat🤣🤣astaga
2022-10-06
0
Nia♥♡♥
capee glory😂😭
2022-04-10
5