Bab 17

Sedangkan Aruna? Ia merasa jika Glory memiliki banyak hal yang ia ketahui tentang dirinya. Aruna merasakan hal itu tapi itu tidak mungkin kan?

“Kok bisa bareng adiknya Aksa? Kamu nggak digangguinkan sama dia?”Tanya Dava mengusap kepala Aruna yang diam. Ia melirik Glory datar.

“Matamu digangguin..!!! “ Ketus Glory memutar nola mata malas.”Males ngomong sama yang ngak punya otak..!” Lanjutnya ketus.,

Dava disana melotot mendengarnya. Aruna yang merasa aura yang kelam menahan lengan Dava.” Dia tadi nggak ngapa-ngapain aku, tadi kami ketemu didepan toilet jadi kami kesini bareng.”Ujarnya pelan menenangkan sang pria disisinya.

Glory mendenggus melihat kebucinan keduanya. “Siiapa taukan dia ngapa-ngapain kamu? “Tanya Dava disana dengan dingin.

“Nanti pas pulang loe periksa aja tu badannya Aruna kek biasa nya loe lakuin sama dia.” Ketus Glory dengan kesal.

“maksud loe?” jay menyahut dnegan pelan.

Glory terdiam kaget saat ingat jika ia keceplosan, ia terlalu kesal. Ia melihat Aruna dan Dava yang menatapnya. “Kok Dava suka meriksa badannya Aruna?” Lanjutnya Aksa juga heran,.

“Emang gue ngomong gitu yah?”Tanya Glory dengan polos.

Aksa disana mendenggus menjulak kepala sang adik.”Tolol.” Ujarnya.

Glory menggaruk kepalanya dan tersenyum. Hampir saja ia kena semprot. Aruna diam dengan pikirannya sedangkan Dava? Ia melirik Glory dalam tatapan rumit sebelum ada smirk makna miliknya.

'It seems he knows a lot about my life.' Batinnya Dava.

Glory diam sesaat menunggu pesanannya. Untunglah tidak diperpanjang. Ia melirik Aruna yang ternyata menatapnya dalam.

...----------------...

“Duh panas banget.”Gumam Glory sembari mengikat rambutnya asal, saat ini sekolah sudah sepi, ia membawa motor kakaknya tadi, jadi pulang dengan motor yang tadi ia bawa. Ia mengusap kepalanya melirik banyak kendaraan yang mengantri hendak keluar beserta mobil jemputan yang berjejeran di dekat jalan. Ia memilih duduk diatas motornya sembari menunggu sepi. Ia tak sadar jika ada sosok dibelakangnya yang ikut duduk diatas motornya juga sembari menatap semua yang di lakukan oleh Glory.

”Duh gerah banget nih.. au akh.” Gumam Gllory kesal mengibas ngibas bajunya. Ia menggeleng merasa kepalanya pusing.

Saat sekolah sudah sepi, tak ada yang mengantri dijalanan, tak qda lagi mobil memenuhi parkiran dan jalanan ia mulai menancapkan kunci motornya, mulai mengambil helm hendak pulang, tapi itu terhenti saat kunci motornya ditarik oleh seseorang, ia melirik kekanan mentap sang pelaku.

Dava...

Ia terdiam sebentar lalu menatapnya tak bersalah.”Mau nebeng?”tanyanya pelan.

Dava mendapatlan tawaran yang sangat memalukan itu diam menatap Glory dengan bengis.” Loe siapa?”Tanyanya Dava pelan.

Glory menggaruk kepalanya karena gatal.” Duh gue Nana adiknya Aksa, kenapa bang?”Tanyanya dnegan bingung.

Dava mendengar jawaban yang bukan yang ia inginkan itu mendenggus. Ia mendekat wajahnya pada pada Wajah nya Glory.

Glory memundurkan wajahnya menatap wajah yang sangat dekat dengannya, hidung mereka hampir menyatuh. “Kenapa loe tau tentang gue dan Aruna?”Tanyanya berbisik.

Glory terkaget, ia mengerjab merasa jantungnya berhenti berdetak, wajahnya mendadak pias, ia mengernyitkan kepalanya mencoba mencari jawaban yang bagus.” Yang mana bang??? Gue nggak tau.”Jawabnya dengan sedikit bergelombang akibat gugup.

Dava tersenyum miring menancapkan kunci milik Glory dimotornya. Ia mengusap kepala Glory sampai dileher Glory, ia mengusap keringat yang jatuh. Nafas Glory terasa tersekat merasakan tangan kekar iitu.” Gue harap loe enggak melakukann hal yang menarik, kalo nggak loe bakal menyesal.”Ujarnya, sebelumnya ia mencuri kepucan ditanganya sendiri yang bekas mengelap keringat Glory,

Glory meneguk saliva keringnya sampai Dava yang sudah melaju motornya meninggalkan dirinya yang bernafas legak, rasanya ttadi darahnya berhenti mengalir skaing takutnya.. tubuhnya terasa sangat lemas saat ini.

“Yatuhan.”Gumamnya pelan mengambil botol minum ditasnya, menghabisinya sebentar sebelum memilih pergi.

Oke mari kenalkan Dava itu Prontagonis Utama Pria, tapi sikapnya bukanlah seperti lelaki baik pada umumnya, ia menjerat Aruna dengan cara yang kotor yang tak lain adalah menidurinya secara paksa, Aruna yang dulu memang sudah trauma semakin takut membuat Dava semkain gencar melakukan aksinya dan mengurungknya. Dava tau Aruna yang sudah tidak memiliki mahkotanya selalu mengatakan dia wanita murahan dan terus melakukan aksi bejatnya, setuap malam, setiap dimana ia inginkan hingga Aruna sudah merasa dirinya tak berarti lagi. Sudah tak memiliki harga diri. Bahkan tak jarang ia melakukan kekerasan fisik kepada Aruna saat bercinta atau sedang marah seakan Aruna adalah pelampiasan milik nya.

Dava itu bajingan, bejat dan juga semua kejelekan ada padanya, ia bahkan tak segan menyuruh Aruna untuk menggugurkan kandungan mereka. Aruna yang tak kuat lagi pun memilih pergi untuk menyelamatkan anak dalam kandungannya tapi tidak bisa selalu saja gagal.

Sampai pada Dava berbalik mencintainya, melihat Aruna yang menangis karenanya ia merasa sakit, melihat Aruna memohon membuat ia bahagia. dava itu sosok manusia gila yang sesungguhnya.

Tintin. Glory kaget saat dijalan ia diklakson.”Jalan tu pakek mata, minggir woy..!!” Teriakan dari pengendara lain menyadarkan Glory.

Ia mengeleng dan menghela nafas memilih berhenti di stand cafe kecil minuman, ia butuh penyegaran diri.”Gila, gue nggak bisa hidup kayak gini, penuh ketakutan dan rasa bersalah. Bersalah karena gue nggak bertindak padahal tau mereka dalam bahaya dan takut, karena tau betapa jahat dan juga enggak manusianya mereka... “Gumamnya duduk dimeja yang tersedia.

” Penulis sialan, gimana bisa dia buat orang-orang yang jauh dari kata layak untuk hidup didunia ini.”Lanjutnya menghela nafas kesal. berselang beberaa menit pelayanm mendapanginya. Glory memesan satu Boba sugar Brown dan juga perkedel ayam dua piring saja.. ia butuh tenaga untuk berfikir.

...----------------...

Aruna berjalan riang dijalannya sesekali ia melompat dan tersenyum cerah. Ia menatap langit tak memudarkan senyumnya.”Makasih Yallah karena sudah beri Aru teman,” Gumamnya sendu.

Ia terkekeh mengingat bagaimana candaan Glory padanya tanpa jijik padanya.. ini pertama kalinya ia merasakan hal ini, ia merasa seperti dihargai dan diharapkan.

Tujuh belas tahun ia hidup tanpa kasih sayang, saat 6 tahun tiba-tiba ayahnya baik, ia merasa secerca harapan, ayahnya memandikannya melakukan hal yang menjijikan. Saat itu Arru sama sekali tidak paham akan hubungan yang ayahnya lakukan. Ia bisa merasakan ayahnya yang menyayangi nya.. tapi itu hanya omong kosong belaka. Ayahnya melecehkannya.

Aru kecil tidak pernah tau, ia selalu melakukan apapun yang ayahnya inginkan supaya ayahnya tidak lagi memukulnya dan membentaknya, ditambah ayahnya suka memberikan ia uang jajan. Pada ia dewasa dan paham apa yang ayahnya lakukan. Semuanya menjijikan, termasuk tubuhnya. benar kata orang dia hina dan menjijikan.

Ia bahkan lebih hina dibanding anjing.

Aru mengepalkan tangannya menundundukan kepalanya, air matanya jatuh dengan inatan-iangatan yang mengerihkan itu, sungguh ia jijik pada dirinya sendiri, sejak ia sadar dimana usia 14tahun saat memasuki SMP, gurunya tak sengaja melihat bercak dilehernya lalu bertanya. Arupun menceritakannya membuat guru tersbeut kaget. Ia mengarahkan Aru tentang apa yang ayahnya lakukan, baru Aru sadar, ia baru tau itu salah, ia juga baru tau ini menjijikan,. Ia mulai tak lagi memenuhi hasrat ayahnya, ia selalu mengurung diri dikamar saat pulang kerja, bahkan ia lebih memilih menginap di café temmpat ia bekerja dari pada dirumah terasa terancam.

“Aru..!!” Aruna terkaget saat tangannya ditarik paksa, ia mendongak menatap sang pelaku. Ia terdiam menatapnya lirih, lelaki yang menghancurkannya selama enam bulan terakhir ini. ia gemetar takut dibuatnya.,

Pria yang menghancurkan dirinya berkali-kali lipat....!

Tatapan pria yang tak lain adalah Dava itu tajam. “Ikut gue.” Ujar Dava dingin..

.

.

.

.

Janga lupa Vote yah! tinggal kan jejak kalian..!

Terpopuler

Comments

Sri Mulyaningsih

Sri Mulyaningsih

ya harusnya pergi aja dari rumah di aruna, tinggal dirumah yatim-piatu, kan sekolah juga dapat beasiswa kan.

2022-12-26

0

🍡

🍡

Harusnya bukannya 'She' ya thor? kalo he itu buat cowok

2022-06-19

2

fellyzziania

fellyzziania

lanjut thor lanjut

2022-04-26

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 26
28 27
29 28
30 29
31 30
32 32
33 33
34 33
35 34
36 35
37 36
38 37
39 38
40 39
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 Miskin
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 Asing
61 Bertemu
62 Merubah atau tetap pada jalur nya
63 Pelayan
64 Ribut
65 Anak kami
66 Jay
67 Kenyataan
68 untuk kalian
69 Bertemu
70 Makan bersama keluarga Cemara
71 Aruna life
72 Malam
73 Kembaran
74 Iri
75 Teman
76 Pulang
77 Rumah
78 Bukan kakakku
79 Nebeng
80 Tragedi
81 Dava
82 kebenaran
83 Kebenaran
84 antagonis sebenarnya
85 Dimas
86 marah
87 Marah 2
88 Harapan Glora
89 Harapan besar
90 Davaes
91 Menangis
92 Rencana
93 Ketahuan
94 Kembali terluka
95 Glora
96 Nilai
97 Alasan
98 Ikut sakit
99 Kesenjangan
100 Kasihan
101 Part Angga
102 senyum
103 Yo Ndak tau
104 Kebahagiaan
105 Ulah Glory
106 Teman
107 Pemaksaan tapi menyenangkan
108 Pulang
109 Gugurkan saja
110 Kesal
111 Tidak sendiri
112 Hilang
113 Otw Hiling
114 Dilarang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Awal
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
26
28
27
29
28
30
29
31
30
32
32
33
33
34
33
35
34
36
35
37
36
38
37
39
38
40
39
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
Miskin
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
Asing
61
Bertemu
62
Merubah atau tetap pada jalur nya
63
Pelayan
64
Ribut
65
Anak kami
66
Jay
67
Kenyataan
68
untuk kalian
69
Bertemu
70
Makan bersama keluarga Cemara
71
Aruna life
72
Malam
73
Kembaran
74
Iri
75
Teman
76
Pulang
77
Rumah
78
Bukan kakakku
79
Nebeng
80
Tragedi
81
Dava
82
kebenaran
83
Kebenaran
84
antagonis sebenarnya
85
Dimas
86
marah
87
Marah 2
88
Harapan Glora
89
Harapan besar
90
Davaes
91
Menangis
92
Rencana
93
Ketahuan
94
Kembali terluka
95
Glora
96
Nilai
97
Alasan
98
Ikut sakit
99
Kesenjangan
100
Kasihan
101
Part Angga
102
senyum
103
Yo Ndak tau
104
Kebahagiaan
105
Ulah Glory
106
Teman
107
Pemaksaan tapi menyenangkan
108
Pulang
109
Gugurkan saja
110
Kesal
111
Tidak sendiri
112
Hilang
113
Otw Hiling
114
Dilarang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!