Glory menghela nafas berat menatap langit malam, ia mengerjab pelan menaruh dagunya diatas tangan yang berada diatas meja, ia mengerjab pelan” Bagaimana aku bisa pulang, aku ingin pulang mama.”Lirihnya pelan.
ia tau dunia ini tidak nyata, ia takut saat ini ia dalam proses halusinasi ketika dalam keadana tak sadarkan diri, Atau saat ini ia berada dalam posisi kritis antara hidup dan mati.
Tapi rasanya ini terlalu nyata, jika benar hanya halusinasi atau mimpi, rasa sakit, bahagia, berlari, makan. semua seperti nyata hingga Glory meragukan banyak hall dalam dunia ini.
Termasuk kewarasan miliknya, Glory merasa jika dirinya Gila.
atau lebih parahnya dia sudah mati?
Tidak tidak, itu mustahil, ia percaya aka adanya Tuhan. Ia malah meyakinkan jika ini dunia Jin yang mengajaknya tidak keluar dari dunia ini.
Glory pernah mendengar cerita tentang seseorang yang hidup didunia lain dan memilih tidak keluar dari dunia itu karena terlalu nyaman yang akhirnya tubuhnya didunia nyata meninggal karena jiwanya yang terlalu lama pergi jauh dari jasadnya.
Ia tidak mau, lebih-lebih ia takut tubuhnya dan jiwanya akan mendapatkan efek buruk yakni menjadi gila akibat tidak bisa membedakan mana yang nyata dan yang mana ilusi belaka.
Kalian pernah dengar kan jika seseorang yang mengalami hal suar nalar biasanya akan kembali hidup dengan keadaan cacat, entar hilang ingatan, hilang suara atau pendengaran.
Intinya semua dibalas dengan pantas oleh dunia ini. Dan Glory tidak mau itu terjadi. Ia menyukai dunia nyata bukan dunia ilusi. Hey ini hanya karangan manusia, apa benar manusia bisa mempermainkan manusia lain?
Gakkk..
Glory terkaget ketika mendengar suara tersebut, ia mendongak dan berbalik menatap asal suara, suaranya tercekat melihat sosok pria asing yang sudah ada dikamarnya dari atas, ia mengerjab dan menatap keatap lagi.
atapnya jebolll.
Hey itu terbuat dari kayu jati, bagaimana bisa?
Sosok itu menyeringai dibalik topengnya. Tapi tak bisa ia pungkiri jika otaknya memuji paras indah milik Glory yang bak boneka hidup, hidung kecil, mata bulat berwarna Nabi cerah bak boneka, rambutnya yang lurus dan panjang berwarna Brown, pipi merona alami, bibir tipis nan indah.. dia anak kecil tercantik yang pernah dia lihat.
Glory meremas roknya gugup.”Kamu siapa?? Kenapa jatuh dari langit?”Tanyanya mencoba tenang.
Sosok itu tertegun mendengar suara imut nan cadel itu, terdengar sangat imuttt batinnya. Ia menggeleng dan mendekati glory.
Glory tercekap hendak berlari namun ia berada diatas kursi hendak melompat tapi tubuhnya sudah lebih dulu ditarik dan dicekik. Glory meremang menatap sang pria asing itu. Glory merasakan sesak sekaligus rasa sakit yang teramat besar dilingkaran lehernya, Urat nadinya terasa berdenyut kencang serta menahan bobot tubuhnya yang melayang. ‘apakah aku akan mati setelah inii?’ batinnya Glory.
Melihat mata bulat nan menyayu itu hendak terpejam membuat sisi pria itu melemah, itu terlalu imut baginya, apalagi bulu mata indah nan lentik menambah kesan keimutan milik Glory. Tanpa ia sadari cekikan itu melonggar malah membawa tubuh Glory kedalam tubuhnya mengedongnya menaruh kepala Glory dipundaknya,
“Kenapa tidak jadi?” Suara ikut menggemaslan Glory besuara merasakan lehernya sudah tak lagi terbeban. Nafasnya terlihat naik turun dimata lelaki asing itu. tangan lelaki itu terkepal dan juga tertahan karena gemas. Ini lebih gemas dari boneka hidup sungguh.
Siallll. Bahwa. aroma strawberry menguar wangi dari tubuh anak yang ia gendong.
Brak.. Glory..”
Suara dari luar menyadarkan lelaki asing itu, ia melihat Glory dan juga melangkah cepat menuju jendela dan tanpa pikir panjang ia melopat dari tinggi 9meter.. Glory hendak berteriak namun tertahan akibat pasokan udaranya yang tipis.
Bugh..Ughh Glory merasakan sakit dipunggungnya akibat jatuhnya mereka, meski ia menimpa tubuh lelaki itu, tubuh lelaki itu sangat keras. Pria asing segera bangkit membawa Glory melompat dan berlati dengan cepat. Glory tak ada pemberontakan selain memeluk dia, ia takut jika memberontak ia akan jatuh dan parahnya ia dibunuh. Tak apa jika langsung mati, jika dia psikopat dan disiksa?
Sudah lebih dari satu jam pria asing itu berlari meninggalkan rumah besar Glory. Melangkah semakin dalam menuju hutan belantara.
Sampai dimana mereka berhenti, Glory tak bicara apapun selain diam, Pria asing itu menjatuhkan Glory disisinya dan ia memilih duduk menghirup nafas. Gloy mengerab menatapnya aneh. Pria aneh tak menghiraukannya sibuk menarik nafas dalam akibat terlalu lama berlari.
Hening beerapa waktu Glory gunakan menatap sekeliling, sangat sunyi dan gelap, hanya warna biru dari langit yang menyeramkan sampai ia menggenggam erat baju bawahnya, ia mau lagi juga tidak ada gunanya jika begini. Ia merapatkan tubuhnya kepada pria asing itu dan menarik bajunya takut sebab hutan ini sangat dingin. Mengerikan.
Pria asing yang didekati oleh Glory mengerjab.”Kenapa kau memelukku.”Tanyanya dingin.
“Aku tidak memeluk, hanya pegang bajumu sedikit saja..” Bisik Gloru pelan.
”Ini sangat gelap aku takut ada wewegombel.”bisiknya lagi pelan.
Pria asing mengerlingkan matanya.”Kau tak takut padaku?”Tanyanya pelan.
Glory segera mengeleng mendongak.”Takut, Tapi aku lebih takut Wewegombel..." Ujarnya polos membuat wajah pria itu sangat datar.
" Apalagi aku tidak tau harus apa, mau menangis tidak ada yang mendengar, mau berlati disini sangat gelap dan mau pergi tapi tidak tau mau kemana. Jadi aku bingung mau memulai ketakutanku dari mana.” Gumamnya lagi jujur.
Pria iu tertawa mendengarnya, ini pertama kali tawanya selama lima tahun belakangan ini, suaranya terdengar sangat merdu nan indah membuat Glory mendongak, wajahnya samar tak terlalu terlihat tapi Glory tau dia tampan.
“Kau anak bodoh. Aku mau membunuhmu. Mulailah dari menangis meskipun tidak berguna. Supaya ini lebih menarik dan menegangkan.” Ujarnya pada Glory.
Glory menghela nafas,.”Aku belum mau mati dan tidak mau menangis. Bisa dipending saja tidak?? Hemm sampai Glory sudah siap.”Tanyanya.
Pria asing menahan kedutan dibibirnya. “Hey kau menawar seorang pembunuh?”Tanyanya.
“ Memangnya tidak boleh?” Tanya Glory polos.
“Tidak boleh lah..!!!”” Bentakk prua asing itu.
glory mengeleng.”Bolehlah,harus boleh kan Glory cewek. Ingat kata Mami cewek itu selalu benar dan selalu dibolehkan dalam melakukan apapun, “ Ujarnya.
Pria asing itu terkekeh.” Mana ada hal yang begitu.
“Ada. Ini ada aku.” Glory menunjukan dirinya.
Pria asing memutar bola mata malasnya rasanya hendak membunuh sosok disampingnya ini terasa sangat menggemaskan lantas apa yang harus ia lakukan jika sudha begini si?
“ Paman ayo pergi dari sini.” Bisik Glory pelan, sejujurnya dada Glory saat ini terpacu sangat kuat akibat rasa takutnya, tapi ia lagi dan lagi selalu befkir jika dunia ini hanya fiktif belaka, jika ia mati itu bukanah hal yang harus ia hindari, setidaknya ia bisa tau jika ia mati ia akan kemana, kebumi dan ketubuhnya lagi atau keakherat bertemu dengan Tuhannya. Tapi lagi ia hanya manusia baisa yang takut mati, takut terluka dan dilukai sungguh,
Lebih takut lagi jika harus bertemu Tuhan dan disiksa....
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah yah!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Sri Mulyaningsih
lucu banget si glory
2022-12-24
2
Coretan Stok
Navy??
2022-10-11
0
xixi
🤣🤣🤣
2022-05-29
2