Bab 6

Glory menghela nafas berat menatap langit malam, ia mengerjab pelan menaruh dagunya diatas tangan yang berada diatas meja, ia mengerjab pelan” Bagaimana aku bisa pulang, aku ingin pulang mama.”Lirihnya pelan.

ia tau dunia ini tidak nyata, ia takut saat ini ia dalam proses halusinasi ketika dalam keadana tak sadarkan diri, Atau saat ini ia berada dalam posisi kritis antara hidup dan mati.

Tapi rasanya ini terlalu nyata, jika benar hanya halusinasi atau mimpi, rasa sakit, bahagia, berlari, makan. semua seperti nyata hingga Glory meragukan banyak hall dalam dunia ini.

Termasuk kewarasan miliknya, Glory merasa jika dirinya Gila.

atau lebih parahnya dia sudah mati?

Tidak tidak, itu mustahil, ia percaya aka adanya Tuhan. Ia malah meyakinkan jika ini dunia Jin yang mengajaknya tidak keluar dari dunia ini.

Glory pernah mendengar cerita tentang seseorang yang hidup didunia lain dan memilih tidak keluar dari dunia itu karena terlalu nyaman yang akhirnya tubuhnya didunia nyata meninggal karena jiwanya yang terlalu lama pergi jauh dari jasadnya.

Ia tidak mau, lebih-lebih ia takut tubuhnya dan jiwanya akan mendapatkan efek buruk yakni menjadi gila akibat tidak bisa membedakan mana yang nyata dan yang mana ilusi belaka.

Kalian pernah dengar kan jika seseorang yang mengalami hal suar nalar biasanya akan kembali hidup dengan keadaan cacat, entar hilang ingatan, hilang suara atau pendengaran.

Intinya semua dibalas dengan pantas oleh dunia ini. Dan Glory tidak mau itu terjadi. Ia menyukai dunia nyata bukan dunia ilusi. Hey ini hanya karangan manusia, apa benar manusia bisa mempermainkan manusia lain?

Gakkk..

Glory terkaget ketika mendengar suara tersebut, ia mendongak dan berbalik menatap asal suara, suaranya tercekat melihat sosok pria asing yang sudah ada dikamarnya dari atas, ia mengerjab dan menatap keatap lagi.

atapnya jebolll.

Hey itu terbuat dari kayu jati, bagaimana bisa?

Sosok itu menyeringai dibalik topengnya. Tapi tak bisa ia pungkiri jika otaknya memuji paras indah milik Glory yang bak boneka hidup, hidung kecil, mata bulat berwarna Nabi cerah bak boneka, rambutnya yang lurus dan panjang berwarna Brown, pipi merona alami, bibir tipis nan indah.. dia anak kecil tercantik yang pernah dia lihat.

Glory meremas roknya gugup.”Kamu siapa?? Kenapa jatuh dari langit?”Tanyanya mencoba tenang.

Sosok itu tertegun mendengar suara imut nan cadel itu, terdengar sangat imuttt batinnya. Ia menggeleng dan mendekati glory.

Glory tercekap hendak berlari namun ia berada diatas kursi hendak melompat tapi tubuhnya sudah lebih dulu ditarik dan dicekik. Glory meremang menatap sang pria asing itu. Glory merasakan sesak sekaligus rasa sakit yang teramat besar dilingkaran lehernya, Urat nadinya terasa berdenyut kencang serta menahan bobot tubuhnya yang melayang. ‘apakah aku akan mati setelah inii?’ batinnya Glory.

Melihat mata bulat nan menyayu itu hendak terpejam membuat sisi pria itu melemah, itu terlalu imut baginya, apalagi bulu mata indah nan lentik menambah kesan keimutan milik Glory. Tanpa ia sadari cekikan itu melonggar malah membawa tubuh Glory kedalam tubuhnya mengedongnya menaruh kepala Glory dipundaknya,

“Kenapa tidak jadi?” Suara ikut menggemaslan Glory besuara merasakan lehernya sudah tak lagi terbeban. Nafasnya terlihat naik turun dimata lelaki asing itu. tangan lelaki itu terkepal dan juga tertahan karena gemas. Ini lebih gemas dari boneka hidup sungguh.

Siallll. Bahwa. aroma strawberry menguar wangi dari tubuh anak yang ia gendong.

Brak.. Glory..”

Suara dari luar menyadarkan lelaki asing itu, ia melihat Glory dan juga melangkah cepat menuju jendela dan tanpa pikir panjang ia melopat dari tinggi 9meter.. Glory hendak berteriak namun tertahan akibat pasokan udaranya yang tipis.

Bugh..Ughh Glory merasakan sakit dipunggungnya akibat jatuhnya mereka, meski ia menimpa tubuh lelaki itu, tubuh lelaki itu sangat keras. Pria asing segera bangkit membawa Glory melompat dan berlati dengan cepat. Glory tak ada pemberontakan selain memeluk dia, ia takut jika memberontak ia akan jatuh dan parahnya ia dibunuh. Tak apa jika langsung mati, jika dia psikopat dan disiksa?

Sudah lebih dari satu jam pria asing itu berlari meninggalkan rumah besar Glory. Melangkah semakin dalam menuju hutan belantara.

Sampai dimana mereka berhenti, Glory tak bicara apapun selain diam, Pria asing itu menjatuhkan Glory disisinya dan ia memilih duduk menghirup nafas. Gloy mengerab menatapnya aneh. Pria aneh tak menghiraukannya sibuk menarik nafas dalam akibat terlalu lama berlari.

Hening beerapa waktu Glory gunakan menatap sekeliling, sangat sunyi dan gelap, hanya warna biru dari langit yang menyeramkan sampai ia menggenggam erat baju bawahnya, ia mau lagi juga tidak ada gunanya jika begini. Ia merapatkan tubuhnya kepada pria asing itu dan menarik bajunya takut sebab hutan ini sangat dingin. Mengerikan.

Pria asing yang didekati oleh Glory mengerjab.”Kenapa kau memelukku.”Tanyanya dingin.

“Aku tidak memeluk, hanya pegang bajumu sedikit saja..” Bisik Gloru pelan.

”Ini sangat gelap aku takut ada wewegombel.”bisiknya lagi pelan.

Pria asing mengerlingkan matanya.”Kau tak takut padaku?”Tanyanya pelan.

Glory segera mengeleng mendongak.”Takut, Tapi aku lebih takut Wewegombel..." Ujarnya polos membuat wajah pria itu sangat datar.

" Apalagi aku tidak tau harus apa, mau menangis tidak ada yang mendengar, mau berlati disini sangat gelap dan mau pergi tapi tidak tau mau kemana. Jadi aku bingung mau memulai ketakutanku dari mana.” Gumamnya lagi jujur.

Pria iu tertawa mendengarnya, ini pertama kali tawanya selama lima tahun belakangan ini, suaranya terdengar sangat merdu nan indah membuat Glory mendongak, wajahnya samar tak terlalu terlihat tapi Glory tau dia tampan.

“Kau anak bodoh. Aku mau membunuhmu. Mulailah dari menangis meskipun tidak berguna. Supaya ini lebih menarik dan menegangkan.” Ujarnya pada Glory.

Glory menghela nafas,.”Aku belum mau mati dan tidak mau menangis. Bisa dipending saja tidak?? Hemm sampai Glory sudah siap.”Tanyanya.

Pria asing menahan kedutan dibibirnya. “Hey kau menawar seorang pembunuh?”Tanyanya.

“ Memangnya tidak boleh?” Tanya Glory polos.

“Tidak boleh lah..!!!”” Bentakk prua asing itu.

glory mengeleng.”Bolehlah,harus boleh kan Glory cewek. Ingat kata Mami cewek itu selalu benar dan selalu dibolehkan dalam melakukan apapun, “ Ujarnya.

Pria asing itu terkekeh.” Mana ada hal yang begitu.

“Ada. Ini ada aku.” Glory menunjukan dirinya.

Pria asing memutar bola mata malasnya rasanya hendak membunuh sosok disampingnya ini terasa sangat menggemaskan lantas apa yang harus ia lakukan jika sudha begini si?

“ Paman ayo pergi dari sini.” Bisik Glory pelan, sejujurnya dada Glory saat ini terpacu sangat kuat akibat rasa takutnya, tapi ia lagi dan lagi selalu befkir jika dunia ini hanya fiktif belaka, jika ia mati itu bukanah hal yang harus ia hindari, setidaknya ia bisa tau jika ia mati ia akan kemana, kebumi dan ketubuhnya lagi atau keakherat bertemu dengan Tuhannya. Tapi lagi ia hanya manusia baisa yang takut mati, takut terluka dan dilukai sungguh,

Lebih takut lagi jika harus bertemu Tuhan dan disiksa....

.

.

.

Jangan lupa tinggalkan jejak yah yah!

Terpopuler

Comments

Sri Mulyaningsih

Sri Mulyaningsih

lucu banget si glory

2022-12-24

2

Coretan Stok

Coretan Stok

Navy??

2022-10-11

0

xixi

xixi

🤣🤣🤣

2022-05-29

2

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 26
28 27
29 28
30 29
31 30
32 32
33 33
34 33
35 34
36 35
37 36
38 37
39 38
40 39
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 Miskin
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 Asing
61 Bertemu
62 Merubah atau tetap pada jalur nya
63 Pelayan
64 Ribut
65 Anak kami
66 Jay
67 Kenyataan
68 untuk kalian
69 Bertemu
70 Makan bersama keluarga Cemara
71 Aruna life
72 Malam
73 Kembaran
74 Iri
75 Teman
76 Pulang
77 Rumah
78 Bukan kakakku
79 Nebeng
80 Tragedi
81 Dava
82 kebenaran
83 Kebenaran
84 antagonis sebenarnya
85 Dimas
86 marah
87 Marah 2
88 Harapan Glora
89 Harapan besar
90 Davaes
91 Menangis
92 Rencana
93 Ketahuan
94 Kembali terluka
95 Glora
96 Nilai
97 Alasan
98 Ikut sakit
99 Kesenjangan
100 Kasihan
101 Part Angga
102 senyum
103 Yo Ndak tau
104 Kebahagiaan
105 Ulah Glory
106 Teman
107 Pemaksaan tapi menyenangkan
108 Pulang
109 Gugurkan saja
110 Kesal
111 Tidak sendiri
112 Hilang
113 Otw Hiling
114 Dilarang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Awal
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
26
28
27
29
28
30
29
31
30
32
32
33
33
34
33
35
34
36
35
37
36
38
37
39
38
40
39
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
Miskin
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
Asing
61
Bertemu
62
Merubah atau tetap pada jalur nya
63
Pelayan
64
Ribut
65
Anak kami
66
Jay
67
Kenyataan
68
untuk kalian
69
Bertemu
70
Makan bersama keluarga Cemara
71
Aruna life
72
Malam
73
Kembaran
74
Iri
75
Teman
76
Pulang
77
Rumah
78
Bukan kakakku
79
Nebeng
80
Tragedi
81
Dava
82
kebenaran
83
Kebenaran
84
antagonis sebenarnya
85
Dimas
86
marah
87
Marah 2
88
Harapan Glora
89
Harapan besar
90
Davaes
91
Menangis
92
Rencana
93
Ketahuan
94
Kembali terluka
95
Glora
96
Nilai
97
Alasan
98
Ikut sakit
99
Kesenjangan
100
Kasihan
101
Part Angga
102
senyum
103
Yo Ndak tau
104
Kebahagiaan
105
Ulah Glory
106
Teman
107
Pemaksaan tapi menyenangkan
108
Pulang
109
Gugurkan saja
110
Kesal
111
Tidak sendiri
112
Hilang
113
Otw Hiling
114
Dilarang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!