Aksa dan Glory memasuki restoran itu dalam diam tapi ada banyak yang menatap keduanya dengan banyak pandangan terlebih pada Glorry yang digendong Aksa penuh binar.
“ Nana tutup mukanya.” Tegas Aksa berbisik.
Glory pahampun menyembunyikan wajahnya dipunggung aksa. Aksa menghela nafas kesal, sedari dulu adiknya selalu diminati oleh banyak orang tanpa ia bertindak lebih sekalipun.
Mereka duduk di kursi paling sudut dengan Glory yang Aksa hadapkan ke dinding dan dia menatap semua orang yang menatap Glory penuh minat. Ia menatap semua orang tajam dibuatnya sehingga semua orang disana memilih menatap lain arah saja.
“Abang pesan dulu makannya yah kamu tunggu diisini.”Ujar Aksa. Glory mengangguk disana menatap sang kakak pergi memesan makanan..,
Glory diam menatap kedepan smebari menatap kawasan restoran. Ini JFC? Oh ini JFC batinnya, sebab dulu di kammpung tidak ada JFC. Ia melirik ke abangnya tapi malah dipelototi membuat Glory kembali menatap kelain arah takut.
Berselang beberappa menit Aksa datang dengan nampan penuh makanan. Glory bertepuk tangan semangat. Aksa menaruh Nampak tersebut lalu mengusap kepala adik.”masih pusing?”Tanyanya.
Glory menggeleng. Aksa menghela nafas.”Makan lah.” Ia menberikan nasi dua porsi kepada Glory.
Glory menerimanya.”Abang Nana mau ayam tiga boleh? Yang dada dua dan satu yang paha?”Tanyanya dengan berbinar
“Itu buat kamu semua kok makanlah, yang abang yang ini.”Ia menunjukan ayam yang sudah ada diporsi miliknya tiga buah dengan dada semua.
“Ahh abang baik deh. Maaci abang.”Ia bersorak heboh kembali mengambil satu box ayam yang didepannya.
Aksa terkekeh melihatnya.”tapi inget nasinya harus di habisin.”Ujarnya tegas.
“Ai aii.” Ujar Glory seperti anjing pintar. Aksa tak bisa menahan gemasnya membuat ia mengacak rambut Glory.
Glory diam sembari asik memindahkan ayam miliknya, ia mengambil satu mangkok sub ayam.”Ini sop bng? Tapi kok kuahnya doang?”Tanyanya heran.
Aksa mengedikkan bahunya.”Cuma sepuluh ribu biar nasi kamu nggak kering banget ini biar ga terlalu seret. Oh yah nanti ada perkedel juga kok.”Ujarnya.
Glory mengangguk paham mulai menaruh satu nasinya yang berbentuk bundar kedalam mangkok sob. Kakaknya menatapnya dengan menggeleng. Ia menatap Glory yang makan nasi smebari memakan ayam. Glory bukan sosok yang malas makan nasi kok, dia suka makan makanan yang gurih.
“Woy bro, disini aja loe. Nggak nge futsal?”Glory mendongak menatap Jay yang datang entah dari mana. Sembari memeluk box makannanya masih makan dengan santai.
“Wah banyak ayam nih. Bag- pass.. “
"Jangan ganggu adek gue. kalo dia ngamuk gue ngak tanggung jawab.” Aksa menepis tangannya Dimas yang hampir saja mencomot ayam Glory.
“Yaalloh Na ayam loe banyak gitu diambil satu nggak bakal kurang. “ Ujar Dimas dramatis.
“Kurang, tulangnya aja kalo hilang tetap kurang,, keriuk-keriuknya aja kalo hilang akan kurang bagi Nana. Aloe belum pernah kena amuk dia jadi diem...”
Aksa menghela nafas pelan ini alasan mengapa dirinya membedakan porsi dirinya dan adiknya. Ia sangat hafal akan adeknya.
Dimas dan Jay menghela nafas , duduk di kursi didepan Gllory sembari meneguk saliva keringnya. Glor tak peduli. Ia tetap makan. “Buset adek loe pelit banget Sa.”Ujar Dimas.
“ Kalo nggak pelit bukan adik gue namanya.”Ujar Aksa malas. Glory mendelik namun tak menyangga..
“Udah ini main kermah Dava yuk.” Ujar Jay semangat.
”Mamanya nyuruh kesana soalnya baru pulang dari singapur ada oleh-oleh.” Lanjurnya.
Aksa melirik Glory. “Gua anter Nana pulang dulu.” Jawabnya.
“Gila aja loe ninggain adek loe sendiri.. mending bawa aja deh. Dia cewek loh Sa.” Sahut Dimas smenari mengikat rambut Glory yang terlihat berantakan.
Plas.”Nggak usah genit loe sama adke gue..!” Aksa menepis tangannya.
“ gue Cuma kasian. Nggak liat dia keringetan.”Ujar Dimas kesal.
Aksa mendengus.”Biar gue aja.”Aksa turun mengumpulkan rambut adiknya lalu mengkucirnya dengan pelan.
Dimas menatapnya dalam diam merasa iri. “Enak yah Sa punya Boneka hidup.”Gumamnya. aksa diam saja.
Glory menunjukan pelipisnya dengan ayam goreng.”Lap bang, keringat Nana masuk ke ayam goreng. Ayamnya jadi tambah asin.”Ujarnya.
Dimas dan Jay tergelak mendengarnya, Glory tidak feminim tapi dia imut. Lucu dan tidak pedulian.
sehabis makan mereka pu. bergegas kerumah Dava, Tak jauh hanya memakan waktu dua puluh menit saja.
Glory mengerjab pelan menatap rumah yang super mewah, bahkan dari gerbang ke rumahnya saja memerlukan ojek biar tidak capek Taman yang luas, ada kolam . Dan rumah yang megah berwarna Putih
Tapi Glory tak mau terlihat norak, ia digandeng Aksa memasuki rumah itu. " Yokkk." Ujar Dimas merangkul Glory juga.
Plak... " Gue putusin tangan loe nanti...!!" Tegas Aksa.
Dimas pura-pura meringis kesakitan. " Duhhh posesif banget si masnya... Padahal cuma. Abang ..." Gumamnya. Aksa memutar bola mata malas tak peduli.
Baru saja memasuki Pintu raksasa Glory diberi pertunjukan membuat mereka terdiam sebentar...
Bugh..” Udah gue bilang jangan ganggu gue..!!” Glory yang baru datang bersama abang dan teman-temannya dikagetkan dengan Dava yang mendorong kasar seorang perempuan hingga tersungkur dilantai. Glory diam merasakan denyut adanya yang sakit.
Sosok yang didorong mendongak menatap Dava dengan tatapan berkaca-kaca.” Aku Cuma mau deket-deket aja.”Ujarnya lirih.
“Najis tau nggak,” Ketus Dava kasar.
“ Ra pulang aja sana. Malu-maluin tau nggak, liat Aru, dia diem kalem aja dari tadi. Contohin..” Ketus Rangga yang sedari tadi juga duduk disisi Aru sembari mengusap kepala Aru sayang.
Glory mengepalkan tangannya menahan diri untuk tidak melakukan suatu hal yang merugikan dirinya.
“Yuk..”Aksa menggenggam tangan adiknya.
“Asalamualaikum ya ahli kubur..” Teriak Jay dengan keras kedalam disambut tatapan tajam Dava dan rangga. Jay cengengesan dibuatnya.
Glory melirik tangan kananya yang digenggam Dimas. Dimas tersenyum mengusap kepalanmya.
Glory tersenyum polos lalu menatap kedepan.” Waalaikum salam yah ahli neraka.” Jawab Aru polos. Dipelototi pleh Dava dan rangga.
Aru cengengesan. “Eh ada Nana, sini duduk sama Aru dong.”Ujarnya bergeser memberikan ruang Glory.
" Apaan si Tu." Ketus Rangga tidak mau bergeser. Aruna mencebikkan bibirnya menatap Glory tak enak.
Glory diam menatapnya lalu menatap Glora yang diam tak berkata apapun, Glory tersenyum mengusap kepala Glora didekat kakinya. Glora mendongak menatap Glory berkaca-kaca.”Haloo. “Ujar Glor.
Glora menatap ke bawa menahan tangisnya. Glory diam menatapmnya nanar. “Nana jangan deket-deket. Dia tu jahat nanti kamu dijahatin.”Dimas menarik Gllory menjauh Glora. Glora melirik Dimas dalam diam mengepalkan tangannya.
Glory menatap Rangga dan Glora. Glora memilih berdiri dan menatap semua dengan tatapan sinis, ia duduk lagi disampingnya Dava dengan tak tahu malunya meski sudah di usir dan disakiti. Glory diam ditarik oleh Aksa duduk di sisinya tepat dibawah dekat karpet. Dava diam menatap Glory.
“Nggak punya celana lebih pendek loe?”Tanya Dava sinis.
Glory yang berada dipanggil dan disinggung pun menatap dava santai.”Ada celana kolor.” Ujarnya.
“Nana..!” Glory tersingkap mendengar bentakan Dimas dan Aksa.
“Nana beneran kok, lagian ngapain ngurusin celana atau baju Nana? Hak Nana, baju nana, Tubuh Nana. Urusin aja hidup sendiri kayak yang paling bener aja.” Ketus Glory.
Dava diam merasa aura Glory yang suram. Aksa menghela nafas. ia melirik Dava,”Dia pakek celana, Cuma ketutup hodie gue, kalo ngomong jangan asal, “Ujarnya.
" Tapi dia cewek. Umbar paha gitu berasa mahalan paha ayam dibanding kan paha dia..." Ketus Dava menahan amarah.
" Idihhh kek manusia paling suci... " Gumam Glory sinis.
Aksa menghela nafas. " Ngapain loe ngatur celana adek gue si. Biarin lah.." Gumamnya mengusap punggung adiknya untuk menenangkan nya.
Dava diam melirik Glory kesal, paha mulus Glory tereksport mengganggu penglihatan nya. Itu membuat ia kurang fokus sekaligus tak senang.
ia melempar bantal.”Tu pakek, gue nggak suka. ini rumah gue, hak gue. lain kali pakek baju yang sopan.”ujarnya dingin.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah! kalo banyak jejak nanti aku Doble up!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
xixi
banyak yang posesif juga ya yah 🤣🤣
2022-05-30
1
Adescha
uwuuuu uppp nya lagiii kk
2022-04-24
1
Fuzi fauziah
lanjutin kkk
2022-04-23
0