Bab 11

Sorry baru Up. kmren ga ada sinyal suerrrr.... Jangan lupa tinggalkan jejak yah..!

.

.

.

Nanda itu sosok yang santay, namun semua orang mengenalnya adalah sosok yang mudah marah, Glory baru tau juga jika Nanda adalah ketua kelas disini, Nanda punya kembaran yang bernama Nando, jadilah beberapa saat mereka sudah berteman.

Glory mau punya teman perempuan? Mau tau sedari tadi belum ada yang mengajaknya berkenalan.

Sudah satu jam namun guru mereka belum juga masuk. Glory pun diam dibangkunya sedangkan Nanda dan Nando sedang bermain game.

Mata Glory menatap dilapangan basket ada percecokan antara orang-orang, hingga terlihat semakin ramai, ia bisa melihat juga ada satu perempuan yang dijambak kasar seorang laki-laki dan perempuan itu ditendang kuat. sedangkan perempuan satunya lagi menangis dalam pelukan laki-laki yang tak asing.

“hoy ngelamun aja, nanti kesurupan tau rasa.”Ujar Nanda mengagetkan glory.

Glory menghela nafas. Nanda menata arah pandang Glory. “Itu kak Glora dan kak Aruna.”

Dugh... Glory segera melirik kebelakang dimana Nanda ada, Nanda mengurung badan Glory yang sedang menatap kedepan kaca mengarah pada keramaian. Nanda menatap Glorry lagi.

" Kok bisa dikasar begitu???" Tanya Glory pelan.

“Dulu kak Aruna itu dibully habis-habisan sama kakak tingkat atau rombongannya kak Dava tapi lama-kelamaan ternyata terkadilah berbeda haluan sampai mereka jadi deket, gue ga tau juga kenapa bisa gitu apa karena benci jadi cinta gitu kan. Tapi kak Glora benci sama Aruna, dia sering buat jahat sampek diluar nalar hingga kak Aruna berkali-kali masuk rumah sakit dan kak Dava selalu belain dia. Kak Deva sama, kakaknya Kak Rangga suka mukul dia atau marah karena ulahnya dia udah bisa. Itu udah jadi drama khas sekolah kita asal loe tau.” Ujar Nnada pada Glory.

"Kok kamu tahu???" Tanya Glory melirik Nando.

Nando menghela nafas " Semua murid juga tau..m!!' Jawabnya pelan

Glory diam mendengarnya, ia merasa dadanya berdebar kencang. Jadi novelnya sudah sejauh mana? Itu terdengar sudah setengah jalan, Glory mengerjab pelan sembari berpikir. Apa yang harus ia lakukan? Ia merubah alur atau hanya menjaid penonton.

Namun mengingat alur yang ada ia jadi tak tega pada kembarannya. Kembarannya akan mati ditangan kakak kandungnya dan orang yang dia cintai, cara pembunuhannya pun juga sangat sadis,

Dia disekap selama satu minggu dengan di berikan makanan basi, lalu dipaksa memakan muntahan dan air kencing dari para pemeran utama, tak lama setelahnya ia disuntikan virus HIV hingga Glora mengidap penyakit mengerihkan itu.

Glora ditubuh menjadi wanita murahan sampai Glora depresi, tak sampai disana terakhir Glora berencana menularkan penyakit itu pada Aruna, tetapi gagal, kakaknya dan tokoh utama pun menyekapnya lagi dan memberian penyiksaan lebih berat,

Ini parahnya ia tidak diberi makan selain muntahan kucing dan anjing, saat terakhir lehernya diikat dengan tali tambang yang besar itu, lalu tubuhnya diseret menggunakan hellykoptet, sampai kepalanya hendak putus, tubuhnya dibuang dijalanan rel kereta api Sampai tubuhnya hancur.

Semua yang Glory bayangkan membuat ia gemetar tak terkendali. Kematiannya sangat mengerikan, Bahkan beberapa tokoh lain juga banyak yang mengalami hal yang tragis.

Air mata Glory jatuh dengan tangan yang terkepal, ia tidak bisa membayangkan penderitaan antagonis. “Wey Na loe nangis?? Duh jangan nangis.” Ujar Nanda gelagapan.

Glory mengusap matanya.” Mereka jahat banget sama dia, aku tidak suka.”Ujar Glory menunjuk Glora yang dijambak dan menangis,

“Udah jangan diliat lagi, mreka memang jahat mangkanya loe jangan bikin masalah sama mereka. “Tubuh Glory dibalik oleh Nando dan dipeluk olehnya. Kepalanya dielus membuat Glory semakin menangis. Nando dan Nanda slaing tatap dan menghela nafas. mereka bisa tebak jika Glory anak yang hatinya baik dan lembut sehingga tidak bisa mendapatkan kekerasan.

Setelah Gllory menangis Nando dan Nanda pun mengajaknya kekantin saat jam istirahat pertama, Glory menurut saja disana malas, saat dikantin ia sudah melihat keadaan yang sangat ramai, “Kita duduk dimana yah.”Gumam Nanda menatap semua meja sudah penuh.

Glory menarik ujung lenganya ananda .”Tuh disana tuh kosong.. yuk.”Glory menunjuk paling sudut Kepada Nanda dan Nando, mereka menatap arah yang Glory tunjuk. oh benar,

Mereka segera kesana, namun belum sampai disana mereka dikagetkan dengan tubuh Glory yang terjungkal kedepan akibat ditabrak seseorang.

“Heyy astaga.” Nanda terpekik melihatnya.

Glory tersungkur tak elit dengan tangan menahan tubuhnya serta kedua lututnya yang terbentur keras dengan lantai, Beserta dengan seseorang yang disisinya. “

Woy ngapain berenti ditengah jalan si? Loe kira ini jalan nenek moyang loe..!” Teriaknya tepat didepan muka Glory.

Glory disana memejamkan matanya menghela nafas, Glory yakin makser nya yang berwarna putih sudah kotor akibat ia jatuh tersungkur dengan wajah mencium lantai. bahkan ia bisa merasakan bibirnya terasa asin yang artinya berdarah. Ia segera membuka maskernya mengusap pipinya. Sudah berdarah Nando dan Nanda terkaget melihatnya.

“Kmau Buta sampek tidak bisa liat ada orang atau tidak dijalanan? Mangkanya otak digunain biar tidak Bodoh,,!” Ketus Glory kuat.,

“Wahh ngajak gelut loe. Loe nggk tau gue siapa?” Tanya pria yang menabrak Gloy dengan Keras. Glory menatapnya tak kalah tajam.

Bugh.. kyak. Semua orang kaget saat Glory memukul tepat dibibir dan hidung lelaki itu Hingga mulut pria itu ikut berdarah sepertinya.

“Dan gue nggak butuh tau loe siapa, tapi yang pasti kita impas.” Ujar Glory lalu bangkit merintih menahan peri dilututnya menuju kearah bangku Kangin yang kosong.

Semua menatap mereka hening sesekali berbisik.

Lelaki yang dipukul terdiam, Mengepalkan tangan menatap tajam Kemana arah Glory pergi. Rasanya rahangnya saat ini pindah posisi.

“Dik.. gilak loe nggak apa-apa?”Tanya teman-temannya mendekati Dika, yang menabrak Glory. Sosok yang ditanya mengusap bibirnya dna tersenyum sinis menatap Glory yang menjauh.

“Loe bakal tau akibatnya main-main sama gue..!!!” Ia pun pergi meninggalkan teman-temannya yang bertanya.

“Yah ditinggalin,,” Gumam teman-temannya.

" tapi cewek tadi berdamage njirrr. Beda bet sama mukanya yang imut.." Gumam satunya lagi berbinar.

" Banget si. Mimisan aja cakep mirip Baerbie gitu.." Sahut satu lagi masih menatap kearah jalan Glory melenyot...

Tadinya mereka bermain heboh smapai mendorong satu sama lain, siapa tau jika Dika terdorong kuat hinga menabrak orang lain.

“ NANA...!! Loe nggak apa-apa?” Tanya Nanda Mendekati Glory yang duduk sembari mengambil tisu diatas meja untuk mengusap hidungnya yang berdarah. Nanda terlalu kaget tadi apalagi lawannya Glory adalah kakak tingkat.

Glory menghela nafas menahann diri untuk tidak marah. Ia menggeleng.

”Mending dibawa ke UKS Aja Na. takut infeksi itu. mana kaki loe juga luka.” Ujar Nanda melihat kaki Glory yang kulitnya terkelupas menampilkan dagingnya yang putih berdarah.

Glory menghela nafas menggeleng, semua orang menatapnya saat ini dan Glory tidak suka ikut. “Mending kamu pesan makan saja, aku tidak apa-apa, aku lapar, aku punya Magh.”Ujarnya pelan.

Nanda mendengarnya bergerak ke tempat penjual ragu. Ia khawatir sekaligus tak berani melihat luka Glory.

“Gue bawa ke UKS aja tapi loe sama Nando ke UKS aja. Yah.”Ujar Nanda lagi.

Glory menghela mnafas karema tidak suka tatapan semua orang, ia pun berjalan dengan Nando di sisinya menu ke UKS." Oke..."

“Nanda yang Nana bakso tidak pakai Mie, tidak banyak kecap dua tetes saja terus pakek saus sambal dan cabe dua sendok, jangan terlalu pedes tapi harus pedes. Jangan lupa dua goreng tahu dipisah”Ujarnya dengan berteriak sebelum pergi.

Nanda mendengarnya menganga dan menggeleng, sakit saja makan nomor satu.

Nando? Ia hanya terkekeh sembari menggendong Glory dibelakang. Glory menurut dengan menaruh kepalanya di pundak Nando.”Nando baik, kita temenan yah.”Ujarnya.

Nando terkekeh mengangguk mengabaikan banyak yang bertanya siapa sosok Glory dan kelancangan Glory memukul Dika, lelaki tukang buat ulah di sekolah ini.

Saat dijalan Glory tak sengaja berpapasan dengan teman Angkasa, dan juga sosok yang tadi dilapangan?? Glory tidak tau siapa itu, apa Arika atau Glora, tapi sepertinya itu Aruka. Tokoh utama.

Tatapan Glory tak sengaja bertemu dengan Dava. Dava menatapnya membuat Glory menatap kesamping menghindari tatapan mereka.

“ Ayok Dav.” Suara halus itu menyadarkan Dava yang menatap Glory. Dava mengangguk sembari megeluarkan hpnya menuju ke penjual makan. Aruna melirik Glory sebelum benar benar pergi...

...----------------...

“Nana..!!” Teriakan Angkasa mengema di ruang UUKS tepat saat Glory memakan bakso miliknya...

Uuhukkuhuk, Glory tersedak dibuatnya. segera Nanda yangs

sedang makan memberinya mineral. Segera diteguk oleh Glory.”Hua uhukuhukk.. kuahnya masuk hidung Glory.” Ujar Glory meneteskan air mata, sebab ini sangat perih.

Terpopuler

Comments

Sri Mulyaningsih

Sri Mulyaningsih

glora dari kecil sampai dewasa masih disiksa aja🥲

2022-12-26

2

Ayen❄

Ayen❄

min..jangan sampe ya si glora ama glory musuhan

2022-05-14

3

ZahraMarzia

ZahraMarzia

lanjut 🥰🥰💪💪

2022-04-20

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 26
28 27
29 28
30 29
31 30
32 32
33 33
34 33
35 34
36 35
37 36
38 37
39 38
40 39
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 Miskin
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 Asing
61 Bertemu
62 Merubah atau tetap pada jalur nya
63 Pelayan
64 Ribut
65 Anak kami
66 Jay
67 Kenyataan
68 untuk kalian
69 Bertemu
70 Makan bersama keluarga Cemara
71 Aruna life
72 Malam
73 Kembaran
74 Iri
75 Teman
76 Pulang
77 Rumah
78 Bukan kakakku
79 Nebeng
80 Tragedi
81 Dava
82 kebenaran
83 Kebenaran
84 antagonis sebenarnya
85 Dimas
86 marah
87 Marah 2
88 Harapan Glora
89 Harapan besar
90 Davaes
91 Menangis
92 Rencana
93 Ketahuan
94 Kembali terluka
95 Glora
96 Nilai
97 Alasan
98 Ikut sakit
99 Kesenjangan
100 Kasihan
101 Part Angga
102 senyum
103 Yo Ndak tau
104 Kebahagiaan
105 Ulah Glory
106 Teman
107 Pemaksaan tapi menyenangkan
108 Pulang
109 Gugurkan saja
110 Kesal
111 Tidak sendiri
112 Hilang
113 Otw Hiling
114 Dilarang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Awal
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
26
28
27
29
28
30
29
31
30
32
32
33
33
34
33
35
34
36
35
37
36
38
37
39
38
40
39
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
Miskin
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
Asing
61
Bertemu
62
Merubah atau tetap pada jalur nya
63
Pelayan
64
Ribut
65
Anak kami
66
Jay
67
Kenyataan
68
untuk kalian
69
Bertemu
70
Makan bersama keluarga Cemara
71
Aruna life
72
Malam
73
Kembaran
74
Iri
75
Teman
76
Pulang
77
Rumah
78
Bukan kakakku
79
Nebeng
80
Tragedi
81
Dava
82
kebenaran
83
Kebenaran
84
antagonis sebenarnya
85
Dimas
86
marah
87
Marah 2
88
Harapan Glora
89
Harapan besar
90
Davaes
91
Menangis
92
Rencana
93
Ketahuan
94
Kembali terluka
95
Glora
96
Nilai
97
Alasan
98
Ikut sakit
99
Kesenjangan
100
Kasihan
101
Part Angga
102
senyum
103
Yo Ndak tau
104
Kebahagiaan
105
Ulah Glory
106
Teman
107
Pemaksaan tapi menyenangkan
108
Pulang
109
Gugurkan saja
110
Kesal
111
Tidak sendiri
112
Hilang
113
Otw Hiling
114
Dilarang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!