Sorry baru Up. kmren ga ada sinyal suerrrr.... Jangan lupa tinggalkan jejak yah..!
.
.
.
Nanda itu sosok yang santay, namun semua orang mengenalnya adalah sosok yang mudah marah, Glory baru tau juga jika Nanda adalah ketua kelas disini, Nanda punya kembaran yang bernama Nando, jadilah beberapa saat mereka sudah berteman.
Glory mau punya teman perempuan? Mau tau sedari tadi belum ada yang mengajaknya berkenalan.
Sudah satu jam namun guru mereka belum juga masuk. Glory pun diam dibangkunya sedangkan Nanda dan Nando sedang bermain game.
Mata Glory menatap dilapangan basket ada percecokan antara orang-orang, hingga terlihat semakin ramai, ia bisa melihat juga ada satu perempuan yang dijambak kasar seorang laki-laki dan perempuan itu ditendang kuat. sedangkan perempuan satunya lagi menangis dalam pelukan laki-laki yang tak asing.
“hoy ngelamun aja, nanti kesurupan tau rasa.”Ujar Nanda mengagetkan glory.
Glory menghela nafas. Nanda menata arah pandang Glory. “Itu kak Glora dan kak Aruna.”
Dugh... Glory segera melirik kebelakang dimana Nanda ada, Nanda mengurung badan Glory yang sedang menatap kedepan kaca mengarah pada keramaian. Nanda menatap Glorry lagi.
" Kok bisa dikasar begitu???" Tanya Glory pelan.
“Dulu kak Aruna itu dibully habis-habisan sama kakak tingkat atau rombongannya kak Dava tapi lama-kelamaan ternyata terkadilah berbeda haluan sampai mereka jadi deket, gue ga tau juga kenapa bisa gitu apa karena benci jadi cinta gitu kan. Tapi kak Glora benci sama Aruna, dia sering buat jahat sampek diluar nalar hingga kak Aruna berkali-kali masuk rumah sakit dan kak Dava selalu belain dia. Kak Deva sama, kakaknya Kak Rangga suka mukul dia atau marah karena ulahnya dia udah bisa. Itu udah jadi drama khas sekolah kita asal loe tau.” Ujar Nnada pada Glory.
"Kok kamu tahu???" Tanya Glory melirik Nando.
Nando menghela nafas " Semua murid juga tau..m!!' Jawabnya pelan
Glory diam mendengarnya, ia merasa dadanya berdebar kencang. Jadi novelnya sudah sejauh mana? Itu terdengar sudah setengah jalan, Glory mengerjab pelan sembari berpikir. Apa yang harus ia lakukan? Ia merubah alur atau hanya menjaid penonton.
Namun mengingat alur yang ada ia jadi tak tega pada kembarannya. Kembarannya akan mati ditangan kakak kandungnya dan orang yang dia cintai, cara pembunuhannya pun juga sangat sadis,
Dia disekap selama satu minggu dengan di berikan makanan basi, lalu dipaksa memakan muntahan dan air kencing dari para pemeran utama, tak lama setelahnya ia disuntikan virus HIV hingga Glora mengidap penyakit mengerihkan itu.
Glora ditubuh menjadi wanita murahan sampai Glora depresi, tak sampai disana terakhir Glora berencana menularkan penyakit itu pada Aruna, tetapi gagal, kakaknya dan tokoh utama pun menyekapnya lagi dan memberian penyiksaan lebih berat,
Ini parahnya ia tidak diberi makan selain muntahan kucing dan anjing, saat terakhir lehernya diikat dengan tali tambang yang besar itu, lalu tubuhnya diseret menggunakan hellykoptet, sampai kepalanya hendak putus, tubuhnya dibuang dijalanan rel kereta api Sampai tubuhnya hancur.
Semua yang Glory bayangkan membuat ia gemetar tak terkendali. Kematiannya sangat mengerikan, Bahkan beberapa tokoh lain juga banyak yang mengalami hal yang tragis.
Air mata Glory jatuh dengan tangan yang terkepal, ia tidak bisa membayangkan penderitaan antagonis. “Wey Na loe nangis?? Duh jangan nangis.” Ujar Nanda gelagapan.
Glory mengusap matanya.” Mereka jahat banget sama dia, aku tidak suka.”Ujar Glory menunjuk Glora yang dijambak dan menangis,
“Udah jangan diliat lagi, mreka memang jahat mangkanya loe jangan bikin masalah sama mereka. “Tubuh Glory dibalik oleh Nando dan dipeluk olehnya. Kepalanya dielus membuat Glory semakin menangis. Nando dan Nanda slaing tatap dan menghela nafas. mereka bisa tebak jika Glory anak yang hatinya baik dan lembut sehingga tidak bisa mendapatkan kekerasan.
Setelah Gllory menangis Nando dan Nanda pun mengajaknya kekantin saat jam istirahat pertama, Glory menurut saja disana malas, saat dikantin ia sudah melihat keadaan yang sangat ramai, “Kita duduk dimana yah.”Gumam Nanda menatap semua meja sudah penuh.
Glory menarik ujung lenganya ananda .”Tuh disana tuh kosong.. yuk.”Glory menunjuk paling sudut Kepada Nanda dan Nando, mereka menatap arah yang Glory tunjuk. oh benar,
Mereka segera kesana, namun belum sampai disana mereka dikagetkan dengan tubuh Glory yang terjungkal kedepan akibat ditabrak seseorang.
“Heyy astaga.” Nanda terpekik melihatnya.
Glory tersungkur tak elit dengan tangan menahan tubuhnya serta kedua lututnya yang terbentur keras dengan lantai, Beserta dengan seseorang yang disisinya. “
Woy ngapain berenti ditengah jalan si? Loe kira ini jalan nenek moyang loe..!” Teriaknya tepat didepan muka Glory.
Glory disana memejamkan matanya menghela nafas, Glory yakin makser nya yang berwarna putih sudah kotor akibat ia jatuh tersungkur dengan wajah mencium lantai. bahkan ia bisa merasakan bibirnya terasa asin yang artinya berdarah. Ia segera membuka maskernya mengusap pipinya. Sudah berdarah Nando dan Nanda terkaget melihatnya.
“Kmau Buta sampek tidak bisa liat ada orang atau tidak dijalanan? Mangkanya otak digunain biar tidak Bodoh,,!” Ketus Glory kuat.,
“Wahh ngajak gelut loe. Loe nggk tau gue siapa?” Tanya pria yang menabrak Gloy dengan Keras. Glory menatapnya tak kalah tajam.
Bugh.. kyak. Semua orang kaget saat Glory memukul tepat dibibir dan hidung lelaki itu Hingga mulut pria itu ikut berdarah sepertinya.
“Dan gue nggak butuh tau loe siapa, tapi yang pasti kita impas.” Ujar Glory lalu bangkit merintih menahan peri dilututnya menuju kearah bangku Kangin yang kosong.
Semua menatap mereka hening sesekali berbisik.
Lelaki yang dipukul terdiam, Mengepalkan tangan menatap tajam Kemana arah Glory pergi. Rasanya rahangnya saat ini pindah posisi.
“Dik.. gilak loe nggak apa-apa?”Tanya teman-temannya mendekati Dika, yang menabrak Glory. Sosok yang ditanya mengusap bibirnya dna tersenyum sinis menatap Glory yang menjauh.
“Loe bakal tau akibatnya main-main sama gue..!!!” Ia pun pergi meninggalkan teman-temannya yang bertanya.
“Yah ditinggalin,,” Gumam teman-temannya.
" tapi cewek tadi berdamage njirrr. Beda bet sama mukanya yang imut.." Gumam satunya lagi berbinar.
" Banget si. Mimisan aja cakep mirip Baerbie gitu.." Sahut satu lagi masih menatap kearah jalan Glory melenyot...
Tadinya mereka bermain heboh smapai mendorong satu sama lain, siapa tau jika Dika terdorong kuat hinga menabrak orang lain.
“ NANA...!! Loe nggak apa-apa?” Tanya Nanda Mendekati Glory yang duduk sembari mengambil tisu diatas meja untuk mengusap hidungnya yang berdarah. Nanda terlalu kaget tadi apalagi lawannya Glory adalah kakak tingkat.
Glory menghela nafas menahann diri untuk tidak marah. Ia menggeleng.
”Mending dibawa ke UKS Aja Na. takut infeksi itu. mana kaki loe juga luka.” Ujar Nanda melihat kaki Glory yang kulitnya terkelupas menampilkan dagingnya yang putih berdarah.
Glory menghela nafas menggeleng, semua orang menatapnya saat ini dan Glory tidak suka ikut. “Mending kamu pesan makan saja, aku tidak apa-apa, aku lapar, aku punya Magh.”Ujarnya pelan.
Nanda mendengarnya bergerak ke tempat penjual ragu. Ia khawatir sekaligus tak berani melihat luka Glory.
“Gue bawa ke UKS aja tapi loe sama Nando ke UKS aja. Yah.”Ujar Nanda lagi.
Glory menghela mnafas karema tidak suka tatapan semua orang, ia pun berjalan dengan Nando di sisinya menu ke UKS." Oke..."
“Nanda yang Nana bakso tidak pakai Mie, tidak banyak kecap dua tetes saja terus pakek saus sambal dan cabe dua sendok, jangan terlalu pedes tapi harus pedes. Jangan lupa dua goreng tahu dipisah”Ujarnya dengan berteriak sebelum pergi.
Nanda mendengarnya menganga dan menggeleng, sakit saja makan nomor satu.
Nando? Ia hanya terkekeh sembari menggendong Glory dibelakang. Glory menurut dengan menaruh kepalanya di pundak Nando.”Nando baik, kita temenan yah.”Ujarnya.
Nando terkekeh mengangguk mengabaikan banyak yang bertanya siapa sosok Glory dan kelancangan Glory memukul Dika, lelaki tukang buat ulah di sekolah ini.
Saat dijalan Glory tak sengaja berpapasan dengan teman Angkasa, dan juga sosok yang tadi dilapangan?? Glory tidak tau siapa itu, apa Arika atau Glora, tapi sepertinya itu Aruka. Tokoh utama.
Tatapan Glory tak sengaja bertemu dengan Dava. Dava menatapnya membuat Glory menatap kesamping menghindari tatapan mereka.
“ Ayok Dav.” Suara halus itu menyadarkan Dava yang menatap Glory. Dava mengangguk sembari megeluarkan hpnya menuju ke penjual makan. Aruna melirik Glory sebelum benar benar pergi...
...----------------...
“Nana..!!” Teriakan Angkasa mengema di ruang UUKS tepat saat Glory memakan bakso miliknya...
Uuhukkuhuk, Glory tersedak dibuatnya. segera Nanda yangs
sedang makan memberinya mineral. Segera diteguk oleh Glory.”Hua uhukuhukk.. kuahnya masuk hidung Glory.” Ujar Glory meneteskan air mata, sebab ini sangat perih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Sri Mulyaningsih
glora dari kecil sampai dewasa masih disiksa aja🥲
2022-12-26
2
Ayen❄
min..jangan sampe ya si glora ama glory musuhan
2022-05-14
3
ZahraMarzia
lanjut 🥰🥰💪💪
2022-04-20
0