“Aru..!!” Aruna terkaget saat tangannya ditarik paksa, ia mendongak menatap sang pelaku. Ia terdiam menatapnya lirih,
lelaki yang menghancurkannya selama enam bulan terakhir ini. ia gemetar takut dibuatnya., tatapan pria yang tak lain adalah Dava itu tajam.
“Ikut gue.” Ujar Dava dingin.
Aruna menggeleng,.”Da-dava maaf. Aru harus bekerja.” Ujarnya gemetar.
Dava mengeratkan tanganya pada Aru. Aru sampai meringis. Dava mendekati wajahnya didepan wajah Aruna.”Gua nggak menerima penolakan.” Bisiknya menyeret Aruna.
Aruna memberontak tetapi ia tidak berani berbuat lebih. Aru hanya menangis dalam seretan Dava menuju motornya.
Glory menatap keujung jalan, tempat ini didindingi oleh kaca transparan jadi ia bisa melihat orang-orang yang berlalu larang. Ia memokuskan tatapannya pada arah luar sana dimana ada sosok yang ia kenal. Itu Aruna..!!!!
Tapi. Ia menelan salivanya yang terasa kering, disana terlihat Aruna yang sedang ditarik paksa oleh seseorang untuk menuju ke motor diseberang jalan. Ia rasa ingat scann ini, ini scan dimana ia akan menjadi budak nafsu Dava lagi dan lagi.
Glory merasa kepalanya semakin sakit dan kembali mimisan, ia merasa dadanya sesak tak sadar menangis, ia menangis mengingat semuanya.
“Sakit...” Gumamnya. Tapi ia tetap diam menatap arah jalan, tak tau benar atau tidak Glory bisa melihat Dava tersenyum smirk padanya. Glory mengepalkan tangannya.
Aruna tidak lagi bisa ia selamatkan, ia hanya bisa menyelamatkan Aruna supaya tidak menggugurkan kandungannya dihari kelak dan keluar dari hidupnya Dava yang penuh ke iblisan.
Dinovel memang diceritakan jika mereka akan Happy ending tapi bagi Glory itu bukan Happy Ending. Melainkan memenangkan keegoisan seseorang. Yahah...
Bagaimana bisa manusia iblis mendapatkan akhir bahagia? Hanya karena dia goodluking jadi bebas memilih takdir sedangkan Aruna tak bisa memilih takdir dirinya sendiri, pasrah mencintai dan pasrah mengklaim dirinya bahagia bersama orang yang sudah menghancurkan dirinya.
Kalian percaya jika yang menghancurkan tak akan menghancurkan kembali?
Glory mengambil tisu dan mengusap hidungnya. Ia menghela nafas menenangkan pikirannya. Mari Glory fikirkan hal yang bisa kamu lakukan.
...----------------...
Pagi ini Glory terlihat malas menurunkan tangga, disana sudah ada Aksa yang menyiapkan nasi goreng untuknya dan nasi dengan sayur tumis manis dan ayam goreng untuk Glory.
Glory tersenyum menatap kakaknya.”Pagi kak. Cup...”Ia mencium pipi kakaknya saat menaruh lauk dan nasi untuknya. Aksa disana mengangguk membalas kecupan dipipi Glory. Glory duduk menaruh tasnya dikusi samping.
“Gimana? Bagus nggak skeolahnya Na?” Aksa menyantap makan sarapannya menatap glory.
Sudah satu Minggu Glory sekolah. dan satu Minggu itulah Glory hanya menjadi pengamat dalam novel ini... Dan semua berjalan mulus meskipun ada dirinya disini.
Glory menatap kakaknya menggeleng.” Tidak terlalu buruk dan tidak terlalu bagus. Mereka egois, banyak orang jahat.”Gumamnya pelan disana memakan sarapannya.
Aksa diam menatap adiknya. Adiknya dibesarkan penuh kasih sayang, ia tau itu jadi adiknya pasti kurang nyaman jika harus diruang kekayaan nomor satu dan kekuasaan yang berkuasa.
Glory melirik kakaknya dalam.”Kak kita disituasi dimana harus menjaga diri dan lingkungan. Berjanji yah sama Nana jika kakak tidak akan masuk perrgaulan bebas, apapun yang kakak hadapi kakak hanya perlu ingat ada Nana disini kakak.” ujarnya serius.
Aksa diam menatap adiknya heran. Adiknya terlihat serius dan khawatir. Ia mengangguk pelan “Memangnya kenapa?”Tanya aksa pelan.
Glory mengeleng.”Nanti nana akan cerita tapi bukan sekarrang waktunya. Nana hanya perlu meyakinkan diri jika kakak akan baik-baik saja nanti. Apalagi disini kita hanya berdua kak, ada banyak yang mempengaruhi kita untuk bergaul bebas pastinya.” Aksa diam menatap adiknya dalam tak membantah.
Sesudah sarapan Glory dan Aksa pergi kesekolah menggunakan motor aksa. Langkah Glory nyaman menggadeng kakaknya yang membawa tasnya.”Nana bawa minyak kayu putih kan??” Tanya Aksa menatap tas adiknya yang berisikan keripik balado.
Glory mengangguk.” Bawa. Itu.”Ia menunjukan minyak kayu putih di tas bagian Paling kecil.. aksa mengangguk menatap kedepan yang terlihat ramai.
“itu ada apa yah kak?” Ia berlari meningalkan Aksa yang disisinya. Aksa hendak mencegah terlambat jadi mengikuti sang adik malas.
Glory membelah lautan manusia demi melihat apa yang terjadi didepan sana. " Misi misi air panas air panas...."
Beberapa orang minggir dengan kaget menatap Glory. Glory hanya cengengesan saat ditatap tajam beberapa murid.
Setelah berusaha sebentar Ia melihat dimana Aksi Glora kembarannya yang dita,par oleh Rangga kuat beserta Aruna yang ada dalam pelukannya.
“ Gue bilang jangan fitnah dia lagi Setan..! gue tau bagaimana Aru, enggak mungkin dia melakukan kebejatan itu. loe yang mur4han, loe yang jal4ng bangsat..!” Bentaknya pada Glora yang dibawah kakinya. Tanpa perasaan ia menendang kepala adiknya.
Semua berteriak termasuk Glory yang kaget dengan mata membulat. Glora mengepalkan tanganya.”Tapi benaran kak., dia itu j4l4ng. aku liat dia sama Dava kemarin di hotel ak—Bugh—bUgh..
“Diem bangsat. Atau loe mati ditangan gue.. diam..,!” Rangga berteriak menendang adiknya berkali-kali tak berperasaan. Semua orang kembali berteriak menyakksikan hal itu. Tanpa ada niat membantu memisahkan mereka.
Glora? Ia diam dengan menutupi kepalanya saat kakaknya menyerangnya tak berperasaan. pasrah saat tubuhnya berkali-kali ditendang hingga mundur tersungkur didinding.
Glory menatapnya tak mampu menahan diri untuk tidak berbuat apapun. Tak tau mengapa rasanya dia yang sakit, dia yang terluka. Tangannya gemetar menatap nanar, Sudah satu Minggu harinya berjalan melihat kekejaman yang menimpah Glora tapi kali ini rasanya terlalu sakit.
Ia melirik kesisinya dimana ada tong sampah. Tak pikir apapun ia maju mengambil tong sampah dan memukul kepala Rangga kuat dengan tong sampah tadi .
Tong sampah itu pecah saking kerasnya Glory memukul kepala Rangga yang masih menendang Glora, beberapa sampah berserakan memenuhi kepala Rangga jatuh kelantai.
Rangga kaget menatap sang pelaku. Glory terlihat menghempaskan tong sampah sembarang arah dan Bugh... ia menendang dadanya Rangga kuat lalu kepala Rangga.
Rangga tak punya kesiapan kaget tersungkur merasa perih bagian ulu hatinya yang ditendang Glory. Glory menarik nafasnya cepat merasakan emosinya membuncah. Ia melirik Glora yang menangis dengan wajah yang penuh luka menatapnya dan rambut yang berantakan.
Glory langsung memeluk Glora dan menangis. Glora merasa Glory memeluknya dan menangispun tak tahan untuk ikut menangis. Ia diam dalam pelukan Glory tanpa niat membalas. Tapi tersirat dimatanya, Ia Rapuh...
Aksa melhat aksi adiknya terlalu kaget tak bergerak, semua terlalu cepat.
Rangga melihat Glory yang memeluk Glora merasakan amarah yang membara. Ia bangkit hendak memukul Glory.
Tetapi sebelum itu punggungnya sudah ditendang terlebih dahulu oleh Aksa.. aksa menatapnya tajam dan juga dingin.”Berani loe nyentuh adik gue. kepala loe gue bilkin pisah dari badan loe..!!” Suara Aksa dingin sangat menggelap bagai malam tanpa bintang terdengar lantang.
.
.
.
.
Hey jangan lupa tinggalkan jejak yah!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Yull R
aduh bang Aksa gua cinta elooooo😍
2023-06-07
2
BUNGA VL
huaaaaaa kurang thorrrr, gregetan huaaaa pen banting meja arghhhh
2022-04-26
2
Rahayu
Semangat thor buat.. Makin seru
2022-04-26
0