Berselang beberapa menit mereka sampai disebuah klinik, cukup ramai, Dani segera membawa Glory menuju perawat dan menanyakan keberadaan istrinya, setelahnya menuju ruang ujung meninggalkan Glory yang lusuh dan loyoh.
Glory mnggaruk pipinya menatap Dani dengan nanar.”Ini aku balik kerumah aja atau tetap disini yah? tapi aku tidak tau pulang harus menggunakan apa. Mami papi pasti sangat bingung mencariku saat ini.”Gumamnya menghela nafas bingung.
...----------------...
Dani memasuki kamar istrinya menatap istrinya yang menangis diatas kasur klinik dengan putranya yang menenangkan ibunya sembari menangis.
“ Lili sayang... “gumamnya mengalihkan atensi keduanya,.
“Ayah.. mas..” Keduanya segera menyapanya lirih. Dani segera memeluk istrii dan anaknya.
“Masss dia.. dia pergi mas gara-gara kecerobohan aku.”Bisik Lili istrinya llirih menatap suaminya.
Anak yang ia kandung meninggal akibat dirinya terpeleset di sungai saat sedang mandi dua hari lalu.
Suaminya mendengarnya ikut sedih menatap perut istrinya yang sudah tak sebuncit kemarin, ia sedih.”Tidak apa-apa, yang penting kamu tidak apa-apa sayang...”Bisiknya lirih. Hatinya memang sakit tapi bagaimana lagi?? Istrinya yang harus ia perhatikan saat ini.
Lili masih menangis dalam pelukan suaminya dan Putranya ikut memeluk pinggangnya erat. Sampai pintu terbuka kecil menampilkan Glory yang masuk dengan ragu. Ketiganya menatap Glory dalam diam.
Glory tersenyum manis menampilkan bibir tiipisnya yang merekah lebar. ”Hallo...”Ujarnya dengan melambaikam tangannya.
Lili dan Putranya menatap Glory dengan tatapan aneh.”Papa bawa gembel dari mana?”Tanya anaknya Angkasa polos.
Lili diam menatap Glory nanar, Dani disana menggaruk kepalanya pelan.”Ayah tidak bisa jelaskan sekarang tapi kenalkan dia Glory dan akan tinggal bersama kita dan akan menjadi adik kamu Angkasa.” Ujar Dani.
“Adik?? Jadi anak kita?”Tanya Lili dengan suaminya. Dani disana menatap istrinya takut sebab keadaan ini akan mengguncang istrinya.
" Kamu selingkuh mas? dan In--"
" Bukan sayang... Dia hanya anak angkat bukan anak selingkuhan atau apapun itu jadi di singkirkan semua pikiran bodohmu itu..." Tegas Dani memotong istrinya yang bicara. Tanpa sadar Lili menghela nafas Legah.
“Tapi jika kamu tidak mau aku mengadopsi nya, aku akan membu—“
“Kamu sini sayang hiks hiks sini.” Lili memanggil Glory mendekat.
Glory menggauk pipi gembulnya lalu mendekat. Lili disana tersenyum menatapnya dan menangis.
“Hiks hiks mas,,, aku mau aku mau hiks hiks. Sebab rahimku diiangkat mas, dan cita-citamu mendapatkan seorang putri tidak akan terkabullkan lagi..” Ujarmnya lirih disana.
Dani tertegun mendengarnya. “Kata dokter kandungan ibu kemaren sudah memasuki 7bulan dan sudah lama meninggal dalam perut ibu dalam perjalanan, itu membuat infeksi dirahim. Akhirnya ibu dioprasi dan tidak bisa punya anak lagi.”Ujar angkasa lirih akan keadaan.
Glory mendengarnya ikut sedih. Ia mengusap tangan Lili pelan. “Tante jangan nangis. Glory mau kok jadi anak tante asalkan tante baik dan kasih Glory makanan enak.”Ujar Glory polos.
Lili mengangguk mengusap pipi Lili. " Pastiiim.."
Ketiganya menatap Glory gemas dan terkekeh. “Haii adik kenalkan namaku Angkasa, kamu bisa panggil kakak Aksa.”Ujarnya Angkasa mengusap kepala Glory.
Glory mengangguk pelan menatap Angkasa.”Namaku Glory Nona tapi kalian bisa panggil aku Glo atau Nona.. tapi aku lebih nyaman dioanggil nona, salam, kenal kakak aku harap kakak tidak pelit dan selalu memberikanku makanan enak.”Ujar Glory polos. Angkasa bahkan sampai terkekeh mengusap pipi Glory gemas.
Kedua orang tua diam menatapnya haru. Lili masih dalam keadaan duka tapi setidaknya kehadiran Glory akan membuat luka itu sedikit mereda dan keluarganya akan sempurna sebagaimana yang ia bayangkan. Memiliki anak yang lengkap dan suami yang mencintainya. Ia harap begitu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kejadian itu sudah terjadi sepuluh tahun yang lalu, dan sekarang usia Glory sudah masuk 16tahun, ia menjadi gadis yang sangat cantik, bahkan ia menjadi gadis paling cantik dikampungnya, kammpung tetangganya, tak bisa dikatakan sekampung lagi, sebab kecantikanya tersebar kabarnya diluar daerahnya, disaat SD semua orang menyukainya, dan beberapa skeolah lainpun banyak mendengar jika ia cantik. Lalu saat SMP semakin tersebar ke SMP lain. Apalagi Glory adalah anak yang manis, ceria dan juga pintar
Menjadi ketua Osis di saat SMP, ketua basket putri yang terkenal dikecamatannya, mengikuti beberapa olimpiade. Glory bahkan tak pernah tidak juara 1 baik di SD maupun di SMP. Hingga saat ini ia harus masuk SMA mendapatkan Beasiswa. Akh ralat, ia susah mendapatkan beasiswa sedari SD bahkan.
“Nona mau skeolah bareng abang Aksa titik, nggak mau disini.”ujar Glory cemberut pada Dani dan Lili yang tidak menyuruhnya masuk sekolah sama dengan kakaknya angkasa.”Lagipula kan nanti aku tinggal bareng kak Aksa disana bun, disana juga aku kan dapat beasiswa.”Ujarnya polos tak terima.
Dani menatap anaknya nanar dan tak terima, sebab yang di masukan oleh Glory bukan seolah main-main, ini sekolah dikota besar tanah kelahirannya. Bagaimana jika nanti ia bertemu keluarganya dan pergi dari mereka?
Dani tidak mau Glory pergi dari keluarga nya.
“Kamu disini saja yah di SMA 01 Benteng Itu loh, disana juga favorit loh, akreditasinya juga udah A sayang.. sekolahnya paling besar di provinsi ini. kalo kamu keluar nanti Bubun sama pipi disini sama siapa?”Tanya Dani disana memelas.
“Mana ada. Pipi sama Bubun juga suka sibuk sendiri kalo disini, suka kekebun lah, ngurus peternakan lah. Huaa Nona mau sama abang aja. Nona mau liat sekolah luar pipi, bun.”Ujar Glory hendak menangis. Sudah satu tahun kakaknya sekolah diluar kota dengan beasiswa miliknya. Dan Glory merasa kesepian padahalkan dirinya biasnaya selalu bersama sang kakak, terlabih ia juga sudah mendaftar disekolah ini. ada satu lagi ia juga mau melihat drama Novell secara langsung. Yah ini skeolah kakaknya itu adalah sekolah dimana latar cerita sebenarnya.
Ia kan kepo wajah para pemeran Utamanya, tampan kah cantik kah.
“sayang biarkan saja yah, nanti kita akan kesana liat mereka kalo kangen, lagian setiap semester mereka akan pulang kok.”Ujar Lili kasian pada Glory yang merajuk sejak kemaren. Dani disana menatap istrinya tidak terima.
“Sayang.. nggak usah yah.. Di kota itu keras, Aku nggak mau Nona kenapa napa.”Ujarnya memelas.
Lili menghela nafas.”Sayang. Nona juga harus mandiri tidak selalu manja, kamu tau kan jika disini Glory akan selalu diganggu sama pemuda kampung, kalo dia diluar dia ada Angkasa yang jagain. Kamu tenang saja kan disana ada kakaknya yah.”Bujuknya.
Danii disana tak tau bicara lagi dibuatnya. “Ya sudah deh. Tapi awas yah kalo pipi dengar kamu buat masalah atau luka. Denger kamu luka nanti pipi paksa pulang titik.”Ujarnya dengan tegas.
Glory disana tersenyum manis dibuatnya.”Pipi yang terbaik dan Bubun yang paling pengertian. Sayang banyak-banyak.”Glory menerjang kedua orang tua angkatnya kuat dengan pelukan.” Nona mau siapin dulu barang-barang nona yah. soalnya mau berangkat papai bubun dan Pipi.” Teriaknya memasuki kamar,
Lili menghela nafas tersenyum,.”Anak kita udah besar yah yah.”Gumamnya.
Dani mengangguk cemas saja. Dani dan Lili bersyukur sedari kecil Glory tidak mengungkit tentang dirinya diculik, selalu berlaku dan menjad anak yang baik dan membanggakan keluarganya.
Bahkan Dani bisa jamin jika semua ibu dikampung ini iri kepada mereka yang memiliki anak seperti Angkasa dan Glory.
Dani dan Lili yakin jika Glory sudah lupa keluarganya saat ini. dan diakte sekalipun Glory bukana naak angkat tapi anak kandung. Dani harap begitu.. sebab ia tak mau kehilangan sang anak.
.
.
.Hey jangan lupa tinggalkan jejak yah!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Cilla
whh moga ketemu keluarganya
2022-12-27
0
Sri Mulyaningsih
mulai ke cerita sebenarnya nih ya glory. lanjut Thor 💪🏻
2022-12-26
0
Kyle
males
2022-06-09
0