“Nona mau kemana?”
Glory kaget mendengarnya. Ia menatap kesamping tertegun, ia mengerjab dan meringis.” Mona bisakah aku meminta bantuanmu?”Tanyanya penuh harap pada sang pelayan pribadi miliknya. Ia memiliki dua pelayan pribadi, satu namanya Mona yang ada kedepannya yang berusia 45tahun dan satunya lagi berusia 20tahun. mereka secara bergantian standby mengurusi Glory tak ada yang terlewat dalam satu menitpun mangkanya hanya ada satu saja, jadi yang satunya mungkin istirahat.
Mona menatap nona nya dalam lalu menatap Boneka kelinci dipelukan nonanya. Ia mengangguk ragu,."Hmm boleh nona, memangnya nona mau apa?”Tanyanya dengan pelan, ia ragu takut nonanya mau kabur. Tapi tidak mungkinkan, apa masalah nya sampai mau kabur?
Glory memegang tangan Mona dan berjalan dengan santay keluar kediaman, ada beberapa penjaga yang melihatnya menatap aneh.”Nona mau kemana malam begini? Nanti nona sakit. Tunggu kami akan mengambil baju hangat terlebih dahulu.”
Glory disana mendengus melihat satu penjaga lelaki kekar berlari ke kamarnya atas untuk mengambil baju hangat. Semua terlalu berlebihan terhadapnya sampai ia sesak.
Tak berselang lama penjaga itu pun kembali membawa baju hangat mengenakkan ditubuhnya Glory yang berdiri. Sampai semua tubuhnya tertutup, “Oh paman lihatlah, aku seperti kepompong jika begini.”Ujarnya Glory mendengus.
Penjaga disana terkekeh gemas melihatnya, ingin sekali mencubit pipi Glory tetapi mereka masih sayang nyawa.” Nona mau kemana?”Tanya penjaga lagi.
Glory melirik Mona, Mona yang dilirik menggeleng tak tau sebab ia sendiri bingung Nona nya mau kemana.
Glory menghela nafas.”Paman tunggu sebentar, aku ingin mencari angin malam ini, aku susah tidur jadi harus capek.”Ujarnya pelan.
Penjaga mengangguk.”Baiklah. paman temani yh.”Ujarnya.
Glory menggeleng.”Jika tidak paman akan katakana pada tuan dan nyonya supaya nona tidak dibolehkan keluar,.”Ujarnya tersenyum geli.
Glory mendengus menghentakkan kakinya. Berjalan melangkah diikuti Mona dan penjaga yang bernama Darel, yah itu namanya,, pria berusia 23 tahun itu adalah penjaga depan yang sering menemani Glory. Glory melangkah menuju satu rumah kecil dibelakang mansion miliknya, sangat kecil dan berbanding jauh dari rumahnya. Ini terlihat semacam emm gudang.. yah itu lebih tepatnya.
Darrel dan Mona pucat melihat nona nya kemari.”Nona ayo kita kembali. Ini bahaya nona. Ayo..”Mona menarik tangan Glory dan Darrel yang ikut menghalangi Glory.
Glory disana menatap keduanya lirih.,”Tapi aku ingin bertemu dengan nya. Dia ada disini kan?”Tanyanya lirih.
Keduanya menegang kaget mendengarnya, bagaimana nona mereka tau? Keduanya menatapnya dengan Tanya.”Nona mengatakan apa dan siapa? ayo kembali.”Ujarnya Mona pelan. Tapi semua sendi di tubuhnya terasa lemas.
Glory mengelak dan mendengus.”Aku tau aku punya kembarankan? Aku punya saudara, aku pernah melihatnya berangkat TK bersama pelayan, aku juga pernah lihat dia menghadiri pestaku dengan menangis sendu, aku juga pernah melihat dia. Aku tau dia kembaran ku Mona. Sedangkan aku hanya disuruh Homeschooling dan tidak boleh memiliki teman.”Ujarnya pelan dan mendengus.
Mona kaget dan terdiam. Darelpun menatap nonanya sulit diartikan. Glory menghela nafas.”Biarkan aku bertemu dengannya dan memberikan hadia, mama dan papa tidak mempedulikannya., padahal dia anaknya juga. Aku ingin memberikan boneka ini untuknya. Tolong lah paman bibik.’"Gumamnya lirih dan takut.
Keduanya saling lirik, Darel menggeleng karena sangat tau bagaimana keluarga ini tidak menginginkan Glory tau ia punya kembaran tetapi Mona juga sangat kasihan pada nona Glora yang tidak memiliki siapapun disisinya, bahkan pelayannya saja suka sekali mengabaikannya dan berbuat jahat padanya. Kedua orang tuanya tau tetapi lebih memilih menutup mata.
“Baik nona, kami menunggu diluar.”Ujarnya pelan dan tersenyum.
Glory mendengarnya menatap Mona binar,
Darel menatap Mona tak percaya.”Tapi\=- “
“Ahhh Mona dan Paman yang terbaik.”Ia memeluk keduanya riang lalu berlari mengabaikan Darel yang terdiam.
Mona menatap Darel dengan wajah masamnya.” Biarkan saja dia tau bagaimana penderitaan kembarannya. Mungkin dengan ini keluarganya bisa menerima nona Glora dan tidak diasingkan lagi. dia hanya anak kecil yang seharusnya mendapatkan haknya.” Ujarnya Mona lirih lalu mengikuti nonanya tadi. Darel terdiam mendengarnya., bukan ia tak punya hati, akan tetapi ia hanya bawahan. Apa si yang bisa dilakukan oleh bawahan selain menurut??? Jika memberontak maka taruhannya pekerjaan. Bekerja disini menjaga Glory dirumah disaat keluarganya kerja bisnis saja ia mendapatkan gaji yang bahkan dua kali lebih besar dibanding gaji pekerja dikantoran yang sampai lembur..
rugi,.
Apalagi Glory yang menggemaskan...
Glory melangkah penuh kehati-hatian menuju rumah kecil iyu, melirik kekanan dan kekiri memeriksa tak ada penjaga, ahh bahkan tak ada penjaga disini. Apakah kembarannya sangat menderita? Glory tau hal itu. tapi ia hanya anak kecil, lagi-lagi ia tak bisa berkutik akan hal itu.
Sudah sudah.. Glory memilih menaiki jendela sebab pintu depan sudah tertutup, tapi jendelanya terkunci. Ia menatap sekeliling mencari batu. Ia mengambil batu pilihannya dan mengetuk jendela yang sudah hampir rapuh itu.” Gloraa... Glora..” Ia berkaca cukup pelan takut ketahuan.
Sosok didalam yang sedang menangis karena lapar itu mendongakkan kepalanya takut, dijendela ada yang mengetuk. Ia meringsut menjauh.
“Glora.. ini aku Gllory kembaranmu.. ayo buka pintunya.” Bisiiknya lagi disana dengan pelan.
Glora didalam termenung mendengarnya, apakah benar? Dia sosok yang membuat ia menderita dan terkurung disini kan? tapi kenapa? Kenapa dia menemuinya??
Tak banyak ambil pusing ia segera membuka jendela kamarnya cepat,. Glory yang melihat jendelanya dibuka menghembuskan nafas kesal. “Minggir cepat,” Ujarnya.
Glora mengerjab mata polos minggir.. ia takut. Glora menatap Glory yang menaiki jendela susah paya dalam diam. Glory melempar boneka kelinci yang ia peluk dan juga kotak makannya tampa takut isinya berserakan atau pecah sebab itu tidak akan pecah..!!!
Glory yang susah naik melotot kepada Glora.”Bantuin jangan liat doang...!!!” Ketusnya.
Glora yang mendengarnya tersentak kaget segera membantu Glory dengan menarik tangannya. Setelah beberapa menit usaha akhirnya Glory bisa masuk. Glory mengusap keringat dipipinya dan menghela nafas memilih tergeletak dilantai capek,
Glora diam memilin ujung bajunya melihat Glory yang menarik nafas rakus.” Kam-kamu ngapain kesini?”Tanyanya gemetar takut. ia tak berani menatap Glory.
Glory mendongak menatap Glora mengerjab. Ia tertegun, Glora sangat cantik dan Imut..!!!! apalagi dengan pipinya yang merah merah ruam entah karena dingin atau karena kulitnya sensitif. Sungguh ciptaan novel tidak ada yang gagal...
Glory menepuk sisinya duduk dan tersenyum.”Kenalin aku Glory kembaran kamu.”Ujarnya dengan tulus.
Glora membulatkan bibirnya mengerjab. Glory tau dia kembarannya?? Bukannya dia tidak tau sama sekali? Tapi ia dikagetkan dengan Glory yang menarik tangannya dan bergumam.”Lama... iya aku tau kamu Glora tidak usah mengenalkan diri kamu lagi.” Ketus Glory dengan malas.
Glora meneguk ludahnya kasar dan diam. Ia tak bisa berkata lagi melihat Glory yang bangkit ,menatap kamarnya. Glory menatap setiap sudut kamar Glora. Jauh dari kata baik, hemm bahkan kamar mandi Glory seribu kali lipat lebih baik, Glory menggigit bibir bawanya merasa bersalah akan hal ini. ia melirik Glora yang diam saja.”Kamu sudah makan?”Tanyanya basaybasi karena terlalu canggung
Glora menggeleng pelan jujur. Glory membulatkan matanya mendekati Glora memegang bahunya.”Kenapa bisa belum makan jam segini? Apa kamu tidak diberi makan?”Tanyanya hampir berteriak. Glora disana bergetar menggeleng.
Glory mendengarnya menatap Glora dalam, “Apa pelayan disini tidak pernah melayanimu dan memberimu makan?”Tanyanya serius.
.
Selamat berpuasa Gess.... Jangan lupa tinggalkan jejak Yee..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Sri Mulyaningsih
semangat Thor 💪🏻
2022-12-26
0
Ara
semangat
semangat
semangat
2022-05-16
0
ZahraMarzia
lanjut 💪
2022-04-08
0