Bab 3

“Nona mau kemana?”

Glory kaget mendengarnya. Ia menatap kesamping tertegun, ia mengerjab dan meringis.” Mona bisakah aku meminta bantuanmu?”Tanyanya penuh harap pada sang pelayan pribadi miliknya. Ia memiliki dua pelayan pribadi, satu namanya Mona yang ada kedepannya yang berusia 45tahun dan satunya lagi berusia 20tahun. mereka secara bergantian standby mengurusi Glory tak ada yang terlewat dalam satu menitpun mangkanya hanya ada satu saja, jadi yang satunya mungkin istirahat.

Mona menatap nona nya dalam lalu menatap Boneka kelinci dipelukan nonanya. Ia mengangguk ragu,."Hmm boleh nona, memangnya nona mau apa?”Tanyanya dengan pelan, ia ragu takut nonanya mau kabur. Tapi tidak mungkinkan, apa masalah nya sampai mau kabur?

Glory memegang tangan Mona dan berjalan dengan santay keluar kediaman, ada beberapa penjaga yang melihatnya menatap aneh.”Nona mau kemana malam begini? Nanti nona sakit. Tunggu kami akan mengambil baju hangat terlebih dahulu.”

Glory disana mendengus melihat satu penjaga lelaki kekar berlari ke kamarnya atas untuk mengambil baju hangat. Semua terlalu berlebihan terhadapnya sampai ia sesak.

Tak berselang lama penjaga itu pun kembali membawa baju hangat mengenakkan ditubuhnya Glory yang berdiri. Sampai semua tubuhnya tertutup, “Oh paman lihatlah, aku seperti kepompong jika begini.”Ujarnya Glory mendengus.

Penjaga disana terkekeh gemas melihatnya, ingin sekali mencubit pipi Glory tetapi mereka masih sayang nyawa.” Nona mau kemana?”Tanya penjaga lagi.

Glory melirik Mona, Mona yang dilirik menggeleng tak tau sebab ia sendiri bingung Nona nya mau kemana.

Glory menghela nafas.”Paman tunggu sebentar, aku ingin mencari angin malam ini, aku susah tidur jadi harus capek.”Ujarnya pelan.

Penjaga mengangguk.”Baiklah. paman temani yh.”Ujarnya.

Glory menggeleng.”Jika tidak paman akan katakana pada tuan dan nyonya supaya nona tidak dibolehkan keluar,.”Ujarnya tersenyum geli.

Glory mendengus menghentakkan kakinya. Berjalan melangkah diikuti Mona dan penjaga yang bernama Darel, yah itu namanya,, pria berusia 23 tahun itu adalah penjaga depan yang sering menemani Glory. Glory melangkah menuju satu rumah kecil dibelakang mansion miliknya, sangat kecil dan berbanding jauh dari rumahnya. Ini terlihat semacam emm gudang.. yah itu lebih tepatnya.

Darrel dan Mona pucat melihat nona nya kemari.”Nona ayo kita kembali. Ini bahaya nona. Ayo..”Mona menarik tangan Glory dan Darrel yang ikut menghalangi Glory.

Glory disana menatap keduanya lirih.,”Tapi aku ingin bertemu dengan nya. Dia ada disini kan?”Tanyanya lirih.

Keduanya menegang kaget mendengarnya, bagaimana nona mereka tau? Keduanya menatapnya dengan Tanya.”Nona mengatakan apa dan siapa? ayo kembali.”Ujarnya Mona pelan. Tapi semua sendi di tubuhnya terasa lemas.

Glory mengelak dan mendengus.”Aku tau aku punya kembarankan? Aku punya saudara, aku pernah melihatnya berangkat TK bersama pelayan, aku juga pernah lihat dia menghadiri pestaku dengan menangis sendu, aku juga pernah melihat dia. Aku tau dia kembaran ku Mona. Sedangkan aku hanya disuruh Homeschooling dan tidak boleh memiliki teman.”Ujarnya pelan dan mendengus.

Mona kaget dan terdiam. Darelpun menatap nonanya sulit diartikan. Glory menghela nafas.”Biarkan aku bertemu dengannya dan memberikan hadia, mama dan papa tidak mempedulikannya., padahal dia anaknya juga. Aku ingin memberikan boneka ini untuknya. Tolong lah paman bibik.’"Gumamnya lirih dan takut.

Keduanya saling lirik, Darel menggeleng karena sangat tau bagaimana keluarga ini tidak menginginkan Glory tau ia punya kembaran tetapi Mona juga sangat kasihan pada nona Glora yang tidak memiliki siapapun disisinya, bahkan pelayannya saja suka sekali mengabaikannya dan berbuat jahat padanya. Kedua orang tuanya tau tetapi lebih memilih menutup mata.

“Baik nona, kami menunggu diluar.”Ujarnya pelan dan tersenyum.

Glory mendengarnya menatap Mona binar,

Darel menatap Mona tak percaya.”Tapi\=- “

“Ahhh Mona dan Paman yang terbaik.”Ia memeluk keduanya riang lalu berlari mengabaikan Darel yang terdiam.

Mona menatap Darel dengan wajah masamnya.” Biarkan saja dia tau bagaimana penderitaan kembarannya. Mungkin dengan ini keluarganya bisa menerima nona Glora dan tidak diasingkan lagi. dia hanya anak kecil yang seharusnya mendapatkan haknya.” Ujarnya Mona lirih lalu mengikuti nonanya tadi. Darel terdiam mendengarnya., bukan ia tak punya hati, akan tetapi ia hanya bawahan. Apa si yang bisa dilakukan oleh bawahan selain menurut??? Jika memberontak maka taruhannya pekerjaan. Bekerja disini menjaga Glory dirumah disaat keluarganya kerja bisnis saja ia mendapatkan gaji yang bahkan dua kali lebih besar dibanding gaji pekerja dikantoran yang sampai lembur..

rugi,.

Apalagi Glory yang menggemaskan...

Glory melangkah penuh kehati-hatian menuju rumah kecil iyu, melirik kekanan dan kekiri memeriksa tak ada penjaga, ahh bahkan tak ada penjaga disini. Apakah kembarannya sangat menderita? Glory tau hal itu. tapi ia hanya anak kecil, lagi-lagi ia tak bisa berkutik akan hal itu.

Sudah sudah.. Glory memilih menaiki jendela sebab pintu depan sudah tertutup, tapi jendelanya terkunci. Ia menatap sekeliling mencari batu. Ia mengambil batu pilihannya dan mengetuk jendela yang sudah hampir rapuh itu.” Gloraa... Glora..” Ia berkaca cukup pelan takut ketahuan.

Sosok didalam yang sedang menangis karena lapar itu mendongakkan kepalanya takut, dijendela ada yang mengetuk. Ia meringsut menjauh.

“Glora.. ini aku Gllory kembaranmu.. ayo buka pintunya.” Bisiiknya lagi disana dengan pelan.

Glora didalam termenung mendengarnya, apakah benar? Dia sosok yang membuat ia menderita dan terkurung disini kan? tapi kenapa? Kenapa dia menemuinya??

Tak banyak ambil pusing ia segera membuka jendela kamarnya cepat,. Glory yang melihat jendelanya dibuka menghembuskan nafas kesal. “Minggir cepat,” Ujarnya.

Glora mengerjab mata polos minggir.. ia takut. Glora menatap Glory yang menaiki jendela susah paya dalam diam. Glory melempar boneka kelinci yang ia peluk dan juga kotak makannya tampa takut isinya berserakan atau pecah sebab itu tidak akan pecah..!!!

Glory yang susah naik melotot kepada Glora.”Bantuin jangan liat doang...!!!” Ketusnya.

Glora yang mendengarnya tersentak kaget segera membantu Glory dengan menarik tangannya. Setelah beberapa menit usaha akhirnya Glory bisa masuk. Glory mengusap keringat dipipinya dan menghela nafas memilih tergeletak dilantai capek,

Glora diam memilin ujung bajunya melihat Glory yang menarik nafas rakus.” Kam-kamu ngapain kesini?”Tanyanya gemetar takut. ia tak berani menatap Glory.

Glory mendongak menatap Glora mengerjab. Ia tertegun, Glora sangat cantik dan Imut..!!!! apalagi dengan pipinya yang merah merah ruam entah karena dingin atau karena kulitnya sensitif. Sungguh ciptaan novel tidak ada yang gagal...

Glory menepuk sisinya duduk dan tersenyum.”Kenalin aku Glory kembaran kamu.”Ujarnya dengan tulus.

Glora membulatkan bibirnya mengerjab. Glory tau dia kembarannya?? Bukannya dia tidak tau sama sekali? Tapi ia dikagetkan dengan Glory yang menarik tangannya dan bergumam.”Lama... iya aku tau kamu Glora tidak usah mengenalkan diri kamu lagi.” Ketus Glory dengan malas.

Glora meneguk ludahnya kasar dan diam. Ia tak bisa berkata lagi melihat Glory yang bangkit ,menatap kamarnya. Glory menatap setiap sudut kamar Glora. Jauh dari kata baik, hemm bahkan kamar mandi Glory seribu kali lipat lebih baik, Glory menggigit bibir bawanya merasa bersalah akan hal ini. ia melirik Glora yang diam saja.”Kamu sudah makan?”Tanyanya basaybasi karena terlalu canggung

Glora menggeleng pelan jujur. Glory membulatkan matanya mendekati Glora memegang bahunya.”Kenapa bisa belum makan jam segini? Apa kamu tidak diberi makan?”Tanyanya hampir berteriak. Glora disana bergetar menggeleng.

Glory mendengarnya menatap Glora dalam, “Apa pelayan disini tidak pernah melayanimu dan memberimu makan?”Tanyanya serius.

.

Selamat berpuasa Gess.... Jangan lupa tinggalkan jejak Yee..

Terpopuler

Comments

Sri Mulyaningsih

Sri Mulyaningsih

semangat Thor 💪🏻

2022-12-26

0

Ara

Ara

semangat

semangat

semangat

2022-05-16

0

ZahraMarzia

ZahraMarzia

lanjut 💪

2022-04-08

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 26
28 27
29 28
30 29
31 30
32 32
33 33
34 33
35 34
36 35
37 36
38 37
39 38
40 39
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 Miskin
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 Asing
61 Bertemu
62 Merubah atau tetap pada jalur nya
63 Pelayan
64 Ribut
65 Anak kami
66 Jay
67 Kenyataan
68 untuk kalian
69 Bertemu
70 Makan bersama keluarga Cemara
71 Aruna life
72 Malam
73 Kembaran
74 Iri
75 Teman
76 Pulang
77 Rumah
78 Bukan kakakku
79 Nebeng
80 Tragedi
81 Dava
82 kebenaran
83 Kebenaran
84 antagonis sebenarnya
85 Dimas
86 marah
87 Marah 2
88 Harapan Glora
89 Harapan besar
90 Davaes
91 Menangis
92 Rencana
93 Ketahuan
94 Kembali terluka
95 Glora
96 Nilai
97 Alasan
98 Ikut sakit
99 Kesenjangan
100 Kasihan
101 Part Angga
102 senyum
103 Yo Ndak tau
104 Kebahagiaan
105 Ulah Glory
106 Teman
107 Pemaksaan tapi menyenangkan
108 Pulang
109 Gugurkan saja
110 Kesal
111 Tidak sendiri
112 Hilang
113 Otw Hiling
114 Dilarang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Awal
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
26
28
27
29
28
30
29
31
30
32
32
33
33
34
33
35
34
36
35
37
36
38
37
39
38
40
39
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
Miskin
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
Asing
61
Bertemu
62
Merubah atau tetap pada jalur nya
63
Pelayan
64
Ribut
65
Anak kami
66
Jay
67
Kenyataan
68
untuk kalian
69
Bertemu
70
Makan bersama keluarga Cemara
71
Aruna life
72
Malam
73
Kembaran
74
Iri
75
Teman
76
Pulang
77
Rumah
78
Bukan kakakku
79
Nebeng
80
Tragedi
81
Dava
82
kebenaran
83
Kebenaran
84
antagonis sebenarnya
85
Dimas
86
marah
87
Marah 2
88
Harapan Glora
89
Harapan besar
90
Davaes
91
Menangis
92
Rencana
93
Ketahuan
94
Kembali terluka
95
Glora
96
Nilai
97
Alasan
98
Ikut sakit
99
Kesenjangan
100
Kasihan
101
Part Angga
102
senyum
103
Yo Ndak tau
104
Kebahagiaan
105
Ulah Glory
106
Teman
107
Pemaksaan tapi menyenangkan
108
Pulang
109
Gugurkan saja
110
Kesal
111
Tidak sendiri
112
Hilang
113
Otw Hiling
114
Dilarang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!