Bab 15

Dava diam melirik Glory kesal, paha mulus Glory terekspos jelas, ia melempar bantal.”Tu pakek, gue nggak suka. ini rumah gue, hak gue. lain kali pakek baju yang sopan.”ujarnya dingin

Glory menghela nafas lalu membuka jaketnya. Semua melotot dibuatnya. Baju putih polos dengan tali spageti.

“ Duhhhh Yuk bang pulang. Nana nggak bisa sopan nih. Gerah soalnya.”Ujar Glory ketus.

Aksa menatapa adiknya sesak nafas.” Nana pakek lagi jaketnya. “ Tegas Aksa. Ia menutup bahu adiknya cepat.

“Nggak mau.”Ujar Glory malas menolak tangan kakak nya. Aksa mengusap kepala nya melirik Dava yang diam meneguk slaiva kering.

“Nana nggak boleh gitu, cewek harus menjaga dirinya, mereka tu sayang kamu mangkanya nasehatin. Denger yah....”Ujar Aru yang dari tadi diam.

Glory menatap Arru lalu terkekeh. “ Iya deh.”Ujarnya tapi tak menggunakan hodie nya lagi. Dimas disana yang sedari tadi melihat perdebatan tak senang membuka jaketnya menarik tangan Glory untuk dipakai.

Glory diam menatap jaket yang terasang ditubuhnya.”Nanti sakit Na. nurut yah.,”Ujarnya lembut. Glory tersenyum berdehem saja.

Glora diam menatapnya nanar, mengepalkan tangannya. Ia sedar tadii menggunakan baju seksi tidak ada yang mengaturnya malah mereka menghina dan mencaci dirinya, mengatakan dirinya wanita murahan, tapi Glory??

Bahkan dirinya dibela oleh kakaknya. Bukankah ini sangat tidak adil?

Sedangkan Rangga? Kakaknya malah diam saja melihatnya. Ia jadi ragu memilih sang kakak.

Sesaat Glora merasa dirinya dilempar jaket. Ia mendongak menatap jaket yang tadi milik Glory.

Glory tersenyum.” Biar kita tidak diusir ayo pakai.”Ujarnya riang..

Glora diam menatapnya melirik Aksa yang menatapnya tajam. Ia mengangguk memakainya dengan pelan. merasakan hangat ditubuhnya yang sedari tadi kedinginan.

Di sisi lain Glory tersenyum dalam dirinya. Usahanya berhasil, iya ini hanya caranya supaya saudara kembarnya tidak menggunakan baju seksi lagi saat ini, Glory itu suka berbuat sesuka hatinya, tapi bukan berarti tidak punya hati.

Aru? Dia diam saja menatap Glory dalam tatapan iri. Tangannya meremas bantal yang tadii menahann pahanya yang terekspos Meksi tidak sependek milik Glory tadi.

...----------------...

Pagi ini Glory menghela nafas kesal sebab ia harus telat, Aksa tidak membangunkan dirinya tiba-tiba pergi sangat pagi karena katanya ia harus menjemput gebetannya, ia hanya ditingalkan motor kakaknya, yah dia bisa bawa motor. Tapi lihatlah sekarang, gerbang menjulang tinggi didepannya itu sudah tutup lima belas menit lagi. ini sekolah elit yang masuknya jam 7:15. Beda dengan sekolahnya yang didesa jam 7:30 bahkan kadang jam 8 juga masih dibuka gerbangnya.

Ia menghela nafas menggaruk kepalanya yang terasa gatal, peraturan sekolah ini cukup berat, sebab yang telat jika hendak masuk sekolah harus menunggu sampai jam 9 baru gerbang dibuka, lebih parahnya lagi ia akan mendapatkan hukuman serta kartu merah. Mengingat itu membuat kepalanya berdengung sakit.

“Loe telat juga?” Glory kaget saat dirinya disapa, ia melirik kekanan disana terdapat sosok Angga yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Glory meneguk salivanya dan mengangguk pelan. “ Bang Aksa nggak bangunin tadi.”Ia menghela nafas menngusap kepalanya kasar.

Angga tersenyum tipis.”Masuk Den..!!”

Glory mendongak menatap satpan membuka gerbang.”Loh pak, katanya nggak boleh masuk tadi, kok dia boleh?”Tanya Glory tak terima.

Satpan menatap Glory dengan sabar tak bisa menjawab. “Karena ini sekolah puya kakek gue.” Jawab Rangga.

Glory mendengarnya mendnegus memilih menaiki motor mya lagi. “Mau kemana loe?”Tanya Rangga pelan melihatnya.

Glory memakai helmnya meliriknya.” Sorry dibanding Nunggu lama disini mending gue pulang.. tidur.”Ujarnya.

Rangga mengambilnya kunci miliknya. Glory meliriknya dan menatapnya penuh tanda Tanya.”Masuk aja, karena loe adik temen gue, gue izinin.”Ujarnya.

Glory mendengarnya mengerjab kaget, Rangga sang lelaki berdarah dingin ini kok baik,? membenarekan makser nya. Ia mengangguk tahu.

”Sini kuncinya.”

Rangga memberikan kunci Glory lalu merekapun memasuki kawan sekolah menggunakan motor masing-masing. keduanya mengenakan sama-sama motor hitam, maklum itu motor Aksa jadi yah motor lakik.

Sampai diparkiran Glory membuka helmnya dan menyugar rambutnya. Ia mengusap kepalanya kesal sebab jika begini ia pasti akan dihukum kan. ia melirik Rangga yang hendak pergi.

”Bang.” Rangga tertegun mendengar panggilan Glory. ia Melirik Glory dalam.

“Gue nggak mau dihukum.”Bisiknya pelan.

Rangga menaiki satu alisnya menatap lengannya yang ditahan. “Boleh nggak minta tolong, tolong izinin gue dikelas bilang kalo gue di UKS sakit aja.”Ujarnya tersenyum manis.

“Bolos?”Tanya Rangga.

Glory menggeleng.”Cuma jam pertama doang, soalnya kalo masuk pasti kena hukum.” Bisiknya.

Rangga menghela nafas.”Gue nggak peduli.” Ia berlalu meninnggalkan Glory.

Glory mengepalkan tangannya menatap Rangga menjauh tajam.” Sabar Na sabar.”Gumamnya.

Dibanding ia dihukum, lebih baik tidak masuk sekalian. Glory tidak suka hukuman.

Ia mengusap kepalanya memiluh melangkah menuju UKS, untungnya jalanan sangat sepi, ia merebahkan tubuhnya di UKS dan menghela nafas, kembali lagi tubuhnya lemah, bahkan hanya karena dia panic dan berpanas-panasan selama setengah jam ia sudah merasakan kepalanya sakit.

”Ini tubuh sialan banget, “Gumamnya tak senang. Ia memejamkan matanya pelan.

“Itu buk yang pura-pura sakit.” Glory membuka matanya merasa tersindir.

Berselang beberapa saat ada guru yang masuk kedalam dan menatap Glory yang tidur, dibelakangnya ada sosok perempuan berbando Pink dan juga kipas kecil mentapnya mengejek.

”Tadi saya denger dia bicara sama Rangga buk, padahal anak baru sudah berani berbohong. Ibu harus tegas ini....” Hasutnya lagi.

Glory menatapnya dan menatap Bu Emi guru BK. Bu Emi menatap Glory dalam dan memegang dahinya Glory. Glory membuka maskernya dan menatap ibu tersebut dalam.”Ada apa yah buk?”Tanyanya pelan sangat pelan.

Bu Emi dan siswi tersebut menatap Glory kaget. “loh Ega, katanya dia bohong demam, ini badannya panas banget dan pucet.” Bu Emi cepat menarik tangannya menatap Ega.

Ega menatapp bu Emi gelagapan.”Tapi beneran saya denger tadi yang mereka omongin buk. Demi Tuhan saya ngak boong.”Ujarnya menolak mnatap Glory. “Loe boong kan? ngaku?”Tanyanya melotot.

Glory menatapnya polos dan menggeleng. Bu Emi menghela nafas,”Ega kamu tunggu diruangan ibu sekarang..! ibu mau panggil dokter dulu, sana.. awas saja yah jika kamu buat pengaduan fitnah lagi. ibu tak segan kasih kamu hukuman..!!” Ujar ibu tersebut tegas,

Glory melirik Ega yang menatapnya kesal serta menghentakkan kakinya pergi dari sana. Glory sempat melirik nametagnya.

Ega Purwanti??? Glory memejamkan matanya mengingat nama tersebut. Ingatannya sangat payah akan Nama orang. Tapi nama peran novel ini ia sellau ingat. Ega bukannya Antagonis dua?

“Duh Glory maafkan ibu nak, ibu panggilkan dokter dulu yah.” Ujar bu Emi mengusap kepala Glory.

Glory membuka matanya.”Tadi saya udah minum obat saya kok bu, jadi tidak usah.”Jawabnya.

Bu Emi terlihat tak percaya memaksa keadaan tetapi Glory tidak ingin dibantah jadilah Glory disini termenung dengan keadannya. Ia menghela nafas. " Baru.kali ini gue bersyukur punya badan lemah kek gini..." Gumamnya terkekeh pelan.

” Ini kalo gue diem aja alurnya tetap jalankan?? Bahkan sekarang alurnya udah setengah jalan.”Gumamnya memainkan jari-jarinya gelisah.

” Glora kembaran gue mati, tokoh utama yang tersiksa meskipun Happy Ending, bang Aksa masuk pergaulan bebas dan bakal masuk penjara karena obat-obatan terlarang .”Ia merasa kepalanya semakin berdenyut.

”Sakit banget. “Ia merasa hidungnya mimisan, ia menghela nafas merasa tenggorokannya tercekat serat....

.

.

.

.

Jangan lupa tinggalkan jejak yah! Nanti aku Up lagi dehh

Terpopuler

Comments

anamer

anamer

thor...jangan sad ending yaa

2022-07-22

1

ZahraMarzia

ZahraMarzia

lanjut Thor 🥰🥰

2022-04-25

0

Adescha

Adescha

omooo omooo daebakkk,,,,terimakasih double up nya kakkkk

2022-04-25

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 26
28 27
29 28
30 29
31 30
32 32
33 33
34 33
35 34
36 35
37 36
38 37
39 38
40 39
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 Miskin
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 Asing
61 Bertemu
62 Merubah atau tetap pada jalur nya
63 Pelayan
64 Ribut
65 Anak kami
66 Jay
67 Kenyataan
68 untuk kalian
69 Bertemu
70 Makan bersama keluarga Cemara
71 Aruna life
72 Malam
73 Kembaran
74 Iri
75 Teman
76 Pulang
77 Rumah
78 Bukan kakakku
79 Nebeng
80 Tragedi
81 Dava
82 kebenaran
83 Kebenaran
84 antagonis sebenarnya
85 Dimas
86 marah
87 Marah 2
88 Harapan Glora
89 Harapan besar
90 Davaes
91 Menangis
92 Rencana
93 Ketahuan
94 Kembali terluka
95 Glora
96 Nilai
97 Alasan
98 Ikut sakit
99 Kesenjangan
100 Kasihan
101 Part Angga
102 senyum
103 Yo Ndak tau
104 Kebahagiaan
105 Ulah Glory
106 Teman
107 Pemaksaan tapi menyenangkan
108 Pulang
109 Gugurkan saja
110 Kesal
111 Tidak sendiri
112 Hilang
113 Otw Hiling
114 Dilarang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Awal
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
26
28
27
29
28
30
29
31
30
32
32
33
33
34
33
35
34
36
35
37
36
38
37
39
38
40
39
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
Miskin
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
Asing
61
Bertemu
62
Merubah atau tetap pada jalur nya
63
Pelayan
64
Ribut
65
Anak kami
66
Jay
67
Kenyataan
68
untuk kalian
69
Bertemu
70
Makan bersama keluarga Cemara
71
Aruna life
72
Malam
73
Kembaran
74
Iri
75
Teman
76
Pulang
77
Rumah
78
Bukan kakakku
79
Nebeng
80
Tragedi
81
Dava
82
kebenaran
83
Kebenaran
84
antagonis sebenarnya
85
Dimas
86
marah
87
Marah 2
88
Harapan Glora
89
Harapan besar
90
Davaes
91
Menangis
92
Rencana
93
Ketahuan
94
Kembali terluka
95
Glora
96
Nilai
97
Alasan
98
Ikut sakit
99
Kesenjangan
100
Kasihan
101
Part Angga
102
senyum
103
Yo Ndak tau
104
Kebahagiaan
105
Ulah Glory
106
Teman
107
Pemaksaan tapi menyenangkan
108
Pulang
109
Gugurkan saja
110
Kesal
111
Tidak sendiri
112
Hilang
113
Otw Hiling
114
Dilarang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!