Dava diam melirik Glory kesal, paha mulus Glory terekspos jelas, ia melempar bantal.”Tu pakek, gue nggak suka. ini rumah gue, hak gue. lain kali pakek baju yang sopan.”ujarnya dingin
Glory menghela nafas lalu membuka jaketnya. Semua melotot dibuatnya. Baju putih polos dengan tali spageti.
“ Duhhhh Yuk bang pulang. Nana nggak bisa sopan nih. Gerah soalnya.”Ujar Glory ketus.
Aksa menatapa adiknya sesak nafas.” Nana pakek lagi jaketnya. “ Tegas Aksa. Ia menutup bahu adiknya cepat.
“Nggak mau.”Ujar Glory malas menolak tangan kakak nya. Aksa mengusap kepala nya melirik Dava yang diam meneguk slaiva kering.
“Nana nggak boleh gitu, cewek harus menjaga dirinya, mereka tu sayang kamu mangkanya nasehatin. Denger yah....”Ujar Aru yang dari tadi diam.
Glory menatap Arru lalu terkekeh. “ Iya deh.”Ujarnya tapi tak menggunakan hodie nya lagi. Dimas disana yang sedari tadi melihat perdebatan tak senang membuka jaketnya menarik tangan Glory untuk dipakai.
Glory diam menatap jaket yang terasang ditubuhnya.”Nanti sakit Na. nurut yah.,”Ujarnya lembut. Glory tersenyum berdehem saja.
Glora diam menatapnya nanar, mengepalkan tangannya. Ia sedar tadii menggunakan baju seksi tidak ada yang mengaturnya malah mereka menghina dan mencaci dirinya, mengatakan dirinya wanita murahan, tapi Glory??
Bahkan dirinya dibela oleh kakaknya. Bukankah ini sangat tidak adil?
Sedangkan Rangga? Kakaknya malah diam saja melihatnya. Ia jadi ragu memilih sang kakak.
Sesaat Glora merasa dirinya dilempar jaket. Ia mendongak menatap jaket yang tadi milik Glory.
Glory tersenyum.” Biar kita tidak diusir ayo pakai.”Ujarnya riang..
Glora diam menatapnya melirik Aksa yang menatapnya tajam. Ia mengangguk memakainya dengan pelan. merasakan hangat ditubuhnya yang sedari tadi kedinginan.
Di sisi lain Glory tersenyum dalam dirinya. Usahanya berhasil, iya ini hanya caranya supaya saudara kembarnya tidak menggunakan baju seksi lagi saat ini, Glory itu suka berbuat sesuka hatinya, tapi bukan berarti tidak punya hati.
Aru? Dia diam saja menatap Glory dalam tatapan iri. Tangannya meremas bantal yang tadii menahann pahanya yang terekspos Meksi tidak sependek milik Glory tadi.
...----------------...
Pagi ini Glory menghela nafas kesal sebab ia harus telat, Aksa tidak membangunkan dirinya tiba-tiba pergi sangat pagi karena katanya ia harus menjemput gebetannya, ia hanya ditingalkan motor kakaknya, yah dia bisa bawa motor. Tapi lihatlah sekarang, gerbang menjulang tinggi didepannya itu sudah tutup lima belas menit lagi. ini sekolah elit yang masuknya jam 7:15. Beda dengan sekolahnya yang didesa jam 7:30 bahkan kadang jam 8 juga masih dibuka gerbangnya.
Ia menghela nafas menggaruk kepalanya yang terasa gatal, peraturan sekolah ini cukup berat, sebab yang telat jika hendak masuk sekolah harus menunggu sampai jam 9 baru gerbang dibuka, lebih parahnya lagi ia akan mendapatkan hukuman serta kartu merah. Mengingat itu membuat kepalanya berdengung sakit.
“Loe telat juga?” Glory kaget saat dirinya disapa, ia melirik kekanan disana terdapat sosok Angga yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Glory meneguk salivanya dan mengangguk pelan. “ Bang Aksa nggak bangunin tadi.”Ia menghela nafas menngusap kepalanya kasar.
Angga tersenyum tipis.”Masuk Den..!!”
Glory mendongak menatap satpan membuka gerbang.”Loh pak, katanya nggak boleh masuk tadi, kok dia boleh?”Tanya Glory tak terima.
Satpan menatap Glory dengan sabar tak bisa menjawab. “Karena ini sekolah puya kakek gue.” Jawab Rangga.
Glory mendengarnya mendnegus memilih menaiki motor mya lagi. “Mau kemana loe?”Tanya Rangga pelan melihatnya.
Glory memakai helmnya meliriknya.” Sorry dibanding Nunggu lama disini mending gue pulang.. tidur.”Ujarnya.
Rangga mengambilnya kunci miliknya. Glory meliriknya dan menatapnya penuh tanda Tanya.”Masuk aja, karena loe adik temen gue, gue izinin.”Ujarnya.
Glory mendengarnya mengerjab kaget, Rangga sang lelaki berdarah dingin ini kok baik,? membenarekan makser nya. Ia mengangguk tahu.
”Sini kuncinya.”
Rangga memberikan kunci Glory lalu merekapun memasuki kawan sekolah menggunakan motor masing-masing. keduanya mengenakan sama-sama motor hitam, maklum itu motor Aksa jadi yah motor lakik.
Sampai diparkiran Glory membuka helmnya dan menyugar rambutnya. Ia mengusap kepalanya kesal sebab jika begini ia pasti akan dihukum kan. ia melirik Rangga yang hendak pergi.
”Bang.” Rangga tertegun mendengar panggilan Glory. ia Melirik Glory dalam.
“Gue nggak mau dihukum.”Bisiknya pelan.
Rangga menaiki satu alisnya menatap lengannya yang ditahan. “Boleh nggak minta tolong, tolong izinin gue dikelas bilang kalo gue di UKS sakit aja.”Ujarnya tersenyum manis.
“Bolos?”Tanya Rangga.
Glory menggeleng.”Cuma jam pertama doang, soalnya kalo masuk pasti kena hukum.” Bisiknya.
Rangga menghela nafas.”Gue nggak peduli.” Ia berlalu meninnggalkan Glory.
Glory mengepalkan tangannya menatap Rangga menjauh tajam.” Sabar Na sabar.”Gumamnya.
Dibanding ia dihukum, lebih baik tidak masuk sekalian. Glory tidak suka hukuman.
Ia mengusap kepalanya memiluh melangkah menuju UKS, untungnya jalanan sangat sepi, ia merebahkan tubuhnya di UKS dan menghela nafas, kembali lagi tubuhnya lemah, bahkan hanya karena dia panic dan berpanas-panasan selama setengah jam ia sudah merasakan kepalanya sakit.
”Ini tubuh sialan banget, “Gumamnya tak senang. Ia memejamkan matanya pelan.
“Itu buk yang pura-pura sakit.” Glory membuka matanya merasa tersindir.
Berselang beberapa saat ada guru yang masuk kedalam dan menatap Glory yang tidur, dibelakangnya ada sosok perempuan berbando Pink dan juga kipas kecil mentapnya mengejek.
”Tadi saya denger dia bicara sama Rangga buk, padahal anak baru sudah berani berbohong. Ibu harus tegas ini....” Hasutnya lagi.
Glory menatapnya dan menatap Bu Emi guru BK. Bu Emi menatap Glory dalam dan memegang dahinya Glory. Glory membuka maskernya dan menatap ibu tersebut dalam.”Ada apa yah buk?”Tanyanya pelan sangat pelan.
Bu Emi dan siswi tersebut menatap Glory kaget. “loh Ega, katanya dia bohong demam, ini badannya panas banget dan pucet.” Bu Emi cepat menarik tangannya menatap Ega.
Ega menatapp bu Emi gelagapan.”Tapi beneran saya denger tadi yang mereka omongin buk. Demi Tuhan saya ngak boong.”Ujarnya menolak mnatap Glory. “Loe boong kan? ngaku?”Tanyanya melotot.
Glory menatapnya polos dan menggeleng. Bu Emi menghela nafas,”Ega kamu tunggu diruangan ibu sekarang..! ibu mau panggil dokter dulu, sana.. awas saja yah jika kamu buat pengaduan fitnah lagi. ibu tak segan kasih kamu hukuman..!!” Ujar ibu tersebut tegas,
Glory melirik Ega yang menatapnya kesal serta menghentakkan kakinya pergi dari sana. Glory sempat melirik nametagnya.
Ega Purwanti??? Glory memejamkan matanya mengingat nama tersebut. Ingatannya sangat payah akan Nama orang. Tapi nama peran novel ini ia sellau ingat. Ega bukannya Antagonis dua?
“Duh Glory maafkan ibu nak, ibu panggilkan dokter dulu yah.” Ujar bu Emi mengusap kepala Glory.
Glory membuka matanya.”Tadi saya udah minum obat saya kok bu, jadi tidak usah.”Jawabnya.
Bu Emi terlihat tak percaya memaksa keadaan tetapi Glory tidak ingin dibantah jadilah Glory disini termenung dengan keadannya. Ia menghela nafas. " Baru.kali ini gue bersyukur punya badan lemah kek gini..." Gumamnya terkekeh pelan.
” Ini kalo gue diem aja alurnya tetap jalankan?? Bahkan sekarang alurnya udah setengah jalan.”Gumamnya memainkan jari-jarinya gelisah.
” Glora kembaran gue mati, tokoh utama yang tersiksa meskipun Happy Ending, bang Aksa masuk pergaulan bebas dan bakal masuk penjara karena obat-obatan terlarang .”Ia merasa kepalanya semakin berdenyut.
”Sakit banget. “Ia merasa hidungnya mimisan, ia menghela nafas merasa tenggorokannya tercekat serat....
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah! Nanti aku Up lagi dehh
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
anamer
thor...jangan sad ending yaa
2022-07-22
1
ZahraMarzia
lanjut Thor 🥰🥰
2022-04-25
0
Adescha
omooo omooo daebakkk,,,,terimakasih double up nya kakkkk
2022-04-25
0