” Glora kembaran gue mati, tokoh utama yang tersiksa meskipun Happy Ending, bang Aksa masuk pergaulan bebas dan masuk penjara gara gara mengkonsumsi obat terlarang.”Ia merasa kepalanya semakin berdenyut saat memikirkan hal itu.
”Sakit banget. “Ia merasa hidungnya mimisan, ia menghela nafas merasa tenggorokannya tercekat terasa serat.
Ia mendongak mengambil tisu didalam tasnya.”Tapi kalo gue masuk, gue nggak yakin bisa sekuat Aruna dan setegar Glory..”Gumamnya lirih dalam denyut sakitnya kepala. Tangannya terkepal. Ia harus melakukan sesuatu agar tidak terjadi apapun kepada kakaknya Aksa dan beberapa tokoh yang akhirnya tidak seharusnya.
Aruna itu sosok kuat dan Glora sosok tegar, keduanya memiliki kesengsaraan tersendiri dari cerita mereka. Glory tau semua hal itu membuat ia tak tega jika tak ambil langkah.
Di jam istirahat ia memutuskan kembali kekelas, keadaannya membaik, ia tak mau membuat kakaknya khawatir, ia berjalan santai sembari menyeret tasnya yang terasa berat baginya.
beberapa menatapnya dengan tatapan heran dan menggeleng saja. Tasnya menjadi kotor' ia tak peduli. Tapi ada banyak juga yang iri melihat kecantikan milik Glory.
Rambut panjang bergelombang, kulit putih bersih semakin menambah pesona miliknya. Akh bola mata hitam miliknya seakan bersinar jika melihat. Akh ralat semua orang tidak pernah tahu jika mata bulat nan hitam itu hanyalah soflen belaka. Mata birunya ditutup sejak ia kecil karena identitas nya.
Tapi berselang beberapa menit tasnya ada yang mengambil, ia mendongak menatap pelaku.
Tadinya Dimas tersenyum tipis sekarang terlihat memudar saat sadar wajah Glory yang pucat dan bekas darah disudut hidung Glory.”Loe sakit?”Tanya Dimas mengusap sudut hidungnya Glory.
Glory kaget, dengan cepat mengusap hidungnya.”Nggak tadi bolos aja hehe.”Gumamnya meneguk saliva keringnya.
Dimas mengangguk.”Tapi kamu tidak bohongkan??? Soalnya gue nggak suka berbohong.” Bisik Dimas mengusap kepala Glory.
Glorry menatap ke lain arah. Dimas itu baik, ramah dan juga idaman bagi setiap wanita. Tapi siapa sangka jika dia memiliki kelainan, yaitu suka mengkoleksi boneka perempuan, ia suka mengawetkan perempuan yang menurutnya masuk ke kriteria yang ia sukai. Glory tau hal itu tapi sedari kemaren ia selalu bersikap santai meski ia sendiri tidak bisa mengendalikan diri.
Didalam Novel dijelaskan kenapa Dimas dekat dengan Aruna, itu karena Aruna adalah targetnya untuk ia awetkan, sebab Aruna memiliki kriteria yang ia sukai.
Sayangnya ia sudah diwanti-wanti oleh Dava jadilah ia hanya bisa menahan diri sembari mencari mangsa baru.
“ Na, kelasnya udah sampek.”Tangan Glory ditahan.
Ia mendongak menatap Dimas tersneyum.”Makasih kak.”Gumamnya.
Dimas tersenyum mengusap kepala Glory sayang. Glory tersenyum memasuki kelasnya.
“Na..” Glory kaget saat tangannya ditahan.
Glory menatap Dimas kikuk dan bertanya. “ Mau jalan-jalan bareng gue nggak nanti malem?”tanyanya beserta senyum menyilaukan nya.
Glory nyaris menyipitkan mata saking manisnya, ia tersenyum terpaksa, klasik, ini yang Dimas selalu lakukan saat menarik perhatian wanita-wanita yang Ia awetkan dan ia koleksi. Ia menahan buncahan didadanya.
”duh maaf bang, gue nggak bisa.kapan-kapan aja yah,.”Ujarnya supaya tidak terlihat takut..,
Dimas mengusap keringat di pelipis Glory.
“Kayaknya loe sakit deh. Keringat loe gede banget kek biji jagung.” Ujar Dimas menatapnya.
Glory mengerjab mengusap pelipisnya.”Nggak kok, gue mau masuk yah bang. Bayyyy,” Ia segera masuk dengan gugup. Dimas menatapnya menjauh tersenyum dalam dan sulit diartikan. Sedangkan Glory? Ia diam sembari melirik bayangannya Dimas. Glory menghela nafas ia tak boleh takut kepada siapapun....
Sebagai pembaca Glory banyak tahu tentang dunia novel ini, ia memang sulit mengingat nama tokoh tapi ia akan mengingat tokoh-tokohnya penting yang ada didalamnya, contohnya manusia jahat, peristiwa penting. Akh lebih tepatnya Glory ingat sikapnya semua teman Dava tapi lupa nama mereka, karena sudah kenal dan dekat dia tau yang mana saja yang memiliki alur dinovel ini.
...----------------...
Bugh.. auu.. “Ehhh Maaf nggak sengaja.”
Glory yang melamun mengingat nama-nama tokoh kaget saat ada yang menabraknya, lebih tepatnya dia yang menabrak kah? Ia menatap perempuan yang jatuh didepannya dan mengulurkan tangan padanya.
Gadis tersebut menatap Glory kaget lalu menerima ulurannya kikuk.”Emmm nggak apa-apa.” Ujarnya melirik kebelakang. Glory ikut menatap kebelakang ternyata disana sudah ada sekelompok wanita yang menatap dari jauh interaksi keduanya. Glory jadi melirik perempuan didepannya lagi dengan tanda Tanya.
Perempuan itu menggaruk telinganya gugup.”Anuu kamu adiknya Kak Aksa kan??” Tanyanya. Glory mengangguk menatap gadis pendek didepannya itu.
” Kenalin aku Aruna yang semalem.” Ia mengulirkan tangannya pada Glory sembari masih melirik orang dibelakang mereka.
Glory menerima jabatan tangan Aruna, benar tebakannya gadis didepanya ini adalah Protagonis yang ada di novel ini, perawakannya yang mungil dengan tinggi tidak lebih dari 152cm, kulit putih pucat. Pipi tembem yang merah alami, bibir tipis dan mata bulat Hitam yang terang. Dia sangat imut, lebih seperti anak SD yang sedang tersesat ditengah orang-orang dewa.
“Gue Glory, panggil Nana saja.” Ujar Glory ramah.
Tinggi Glory itu 175cm, jadi dia termasuk siswi yang tinggi diantara murid lain, apalagi dari Aruna ia sangat tinggi.
Aruna mengangguk mendongak.” Nana cantik.”Gumamnya lirih.
Glory terkekeh menepuk kepala Aruna dengan miris, hidup Aruna jauh dari kata baik, memiliki ibu yang memiliki banyak selingkuhan dan ayah tukang judi, ia hidup dalam ketakutan setiap harinya karena kekasih dari ibunya yang hendak melecehkannya, bahkan ayahnya pernah melecehkannya beberapa kali saat ia kecil, dimana Aruna yang tidak tau jika itu adalah pelecehan hanya menerima saja,.
Bayangkan saja bagaimana rasanya mahkota hilang atas dasar ulah bejat darah dagingnya haha
Pertama kejadian itu saat Aruna sakit dan ibunya bekerja, ia dimandikan oleh ayahnya, disaat itulah ayahnya melecehkannya dengan piawai dalam menjelajahi inti dari wanita itu. Ia sudah kehilangan mahkotanya sejak dini oleh ayahnya sendiri dan sampai saat ini ia tidak berani bilang ada siapapun. Ingin lari tapi tak tau kemana, ingin menetap tapi dia sudah tidak punya apapun lagi.
Saat itu ia sangat polos tak tau apa-apa selain menurut saja apa keinginan ayahnya, selagi ayahnya baik dan memberikan ia kasih sayang ..
Jahat sekali Penulis yang membuat karakter begini. Glory tak habis pikir dibuatnya.
Aruna yang mendapatkan tatapan kasihan beserta rumit oleh Glory pun mengernyit tak nyaman
. “Na—ayokkk pergi ke kantin,”Ujarnya pelan memecahkan tampan Glory.
Glory tersadar mengangguk menuju arah kantin. “:Oh yah Na. aku liat kok kamu agak mirip Glora yah.” Ujar Aruna polos. Memang sikapnya baik hati nan polos menarik perhatian dari para tokoh novel ini. memang pantas menjadi tokoh utama.
Glory mengangguk megiyakan.”Gue juga ngerasa gitu, tapi dia cantik jadi gue suka aja kalo di miripin.”Ujarnya ringan.
Aruna terkekeh. Ia mengangguk.”Bener, dia cantik banget. Aku aja kalo jadi cowok pasti jatuh cinta sama dia,” Ujarnya semangat. Glory meliriknya tersenyum, karakternya masih sama, masih sama-sama baik,
Semoga saja.
Glory menarik tangan Aruna menuju meja yang sudah terisi Aksa dan teman-temannya.
Aruna diam tersenyum melihat tangannya yang digandeng Glory, sebelumnya tidak ada yang mau berteman dan memegang tangannya karena semua menghinanya., semua menatapnya jijik karena ibunya seorang wanita peselingkuh bahkan dengan suami orang, ibunya berkali-kali didatangi oleh istri orang yang berbeda-beda.
Ia di pandang hina, lebih hina dari binatang haram.
“Bang..” Glory duduk disisinya Aksa menatap makanan kakaknya.
Aksa yang tau itu adiknya segera menghadang makanannya dengan tubuh miring.
" Pelit..." Gumamnya Glory sinis.
" Biyeuarin...." Ujar Aksa tak peduli sembari mengunyah makanannya,
Glory mencebik kan bibirnya memutar bola mata malas menatap kearah Dimas. Ia tersenyum.”Bang Dimas ganteng deh. Traktir Nana makan bakso dong.” Ujarnya dengan semangat.,
Dimas tak tahan akibat gemas pada Glory, ia mencubit pelan pipinya Glory.”Grobaknya aja gue beli Na kalo loe minta. Hehe.”Ia terkekeh melirik Aruna dengan tanda tanya.”Mau sekalian nggak?”Tanyanya pada Aruna,
Aruna diam, ia tak ingat jika ia tak bawa uang tadi, karena terlalu panik diperhatikan dari jauh oleh geng yang ingin membullynya. Ia tersenyum hendak menggeleng.
”Samain aja bang, sama teh jus dua rasa apel yah. jangan minta bayarannya ini si fiks gratisan,.”Ujar Glory.
Dimas disana menggeleng mengusap kepala Glory. " Buat loe apa si yang nggak Na. " Gumamnya yang masih di dengar Glory membuat Glory terkekeh.
Glory terkekeh disana melirik Aruna yang meliriknya. Glory tau Aruna sosok yang miskin tak punya uang, ia bahkan harus kerja paru waktu untuk biaya makannya dan sekolah, ibu dan ayahnya tidak ada yang memberikan ia uang barang sepeserpun.
Sedangkan Aruna? Ia merasa jika Glory memiliki banyak hal yang ia ketahui tentang dirinya. Aruna merasakan hal itu tapi itu tidak mungkin kan..?
.
.
sesuai janji. Jangan lupa tinggalkan jejak yah!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Sri Mulyaningsih
entah kenapa w sebel banget sama si aruna😒
2022-12-26
0
Skngwr20
setegar glora thor
2022-09-09
1
fellyzziania
lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thorlanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thorlanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thorlanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor
lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor
2022-04-25
0