Rahang Ryan mengeras. Aku tidak akan membiarkan kalian menyakitinya! batin Ryan sangat geram. Ia terus memacu kendaraannya lebih cepat.
Sedangkan tiga mobil yang ada di belakangnya terus mengejarnya dan sudah memepet mobil Ryan kanan, kiri dan belakang.
"Sial!" umpat Ryan, lalu menambah kecepatan mobilnya.
"Ryan, aku takut, hikss." Crystal sudah menangis ketakutan, tapi Ryan tidak memperdulikannya yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya bisa lolos dari para penjahat yang ingin mengincar Crystal.
Salah satu mobil yang ada di sisi kanan menambah kecepatan tinggi dan langsung menghadang mobil Ryan.
"Ryan! Awasss!" teriak Crystal, ketika melihat mobil berwarna hitam itu menghadang jalan.
"Berpeganganlah Crys dan berdoalah semoga kita masih diberi keselamatan oleh Tuhan," ucap Ryan terdengar sangat datar dan dingin, sorot matanya sangat tajam menatap musuhnya yang sudah ada di hadapannya.
"What! Kamu gila! Aku tidak mau mati!" teriak Crystal, ketika melihat Ryan menambah kecepatan mobilnya, sepertinya Ryan akan menabrakan diri.
"Ryan kamu gila!!"
"Ya aku memang gila! dan kita mulai permainan ini! Tundukan kepalamu Crys!!!" Titah Ryan kepada Crystal, saat ia semakin menambah kecepatan mobilnya dan akhirnya..
BRAKK
Ryan menabarakkan mobilnya kemobil musuh yang menghadangnya sampai berulang kali, sehingga membuat mobil musuh itu hancur dan orang yang ada di dalamnya tewas. Sedangkan mobil Ryan sendiri hanya mengalami penyok di bagian depan. Ryan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, karena masih ada dua mobil lagi yang mengejarnya.
Nafas Crystal tersengal, dan keringat dingin membahasi tubuhnya, ia sangat ketakutan saat ini.
"Ryan apa aku masih hidup?" tanya Crystal, yang bersembunyi di bawah kolong dasboard mobil.
"Kamu masih hidup, sayang," jawaban Ryan, membuat Crystal ingin mengumpat kesal, dalam keadaan menegangkan seperti ini Ryan masih bisa menggombal.
Sungguh gila bukan?!
Kemudian Crystal mendudukkan dirinya lagi di kursinya, sembari mengusap wajahnya dengan kasar.
DOR
"Argghhh!" teriak Crystal, menundukan badannya. Saat satu tembakan diarahkan ke Crystal dari musuh yang mengendarai mobil yang ada disisi kiri. Beruntung mobil Ryan anti peluru jadi tidak tembus mengenai Crystal.
"Ryan, aku takut! Aku tidak mau mati sekarang, hiks." Tubuh Crystal sudah bergetar ketakutan, ia juga menangis sesegukan.
"Sial!" umpat Ryan, lalu ia mengambil senjata apinya yang ia selipkan di pintu mobil.
"Buka sedikit kaca mobilnya!" titah Ryan, mengacungkan senjata api kearah Crystal.
"Aku tidak mau!Aku tidak mau mati!" tolak Crystal.
"Crystal!" bentak Ryan, dengan keras hingga membuat gadis itu semakin ketakutan dan akhirnya ia membuka kaca pintu mobil yang ada di dekatnya.
"Tundukan kepalamu!" bentak Ryan, dengan cepat Crystal menundukan kepalanya, sedangkan tangan kiri Ryan yang memengang senjata api langsung menarik pelatuknya dan mengarahkan tembakan ke mobil musuh itu.
DOR
DOR
DOR
BRAK
DUARRR
Ryan melayangkan tembakan berulang kali dan tepat mengenai kepala musuh itu hingga tewas dan mobil itu menabrak pembatas jalan dengan kuat dan akhirnya meledak.
Masih ada satu mobil lagi yang mengikutinya dari belakang dan juga membrondong mobil Ryan dengan peluru.
"Aku tidak mau mati, aku tidak mau mati!" racau Crystal, menutupi telinganya dan menggelengkan kelapanya berulang kali. Kepalanya terasa sangat pusing dan telinganya terasa sakit saat mendengar suara peluru-peluru itu menembaki mobil Ryan.
Ryan sangat geram, lalu ia mengerem mendadak mobilnya hingga membuat mobilnya itu berputar-putar berulang kali, selama mobilnya berputar, Ryan mengarahkan tembakan kearah musuhnya berulang kali.
DOR
DOR
"Kita akan mati! Kita akan mati!" sahut Ryan, sembari terus melayangkan tembakan kearah musuh.
DUARRR
Akhirnya mobil musuh itu pun meledak karena Ryan menembak tepat di tangki bahan bakar mobil tersebut.
"Tapi tidak sekarang!" ucap Ryan langsung menancap gasnya meninggalkan lokasi tersebut dengan rasa puas didada, dan menatap mobil yang terbakar itu dari kaca spionnya.
Sedangkan Crystal langsung menegakkan badannya, dan menyenderakan tubuhnya dengan kasar di jok yang ia duduki.
"Hah." Crystal, memejamkan matanya dan menghirup udara sebanyak mungkin. Baru kali ini dirinya merasa hal yang memicu adrenalinnya.
Dirinya seperti berada di film Action The fast and the furious yang sering ia tonton disaat senggang.
Ryan tersenyum saat melihat wajah Crystal sangat tegang, bercampur cemas dan ketakutan. Lalu ia menyimpan kembali senjata apinya dipintu mobil.
"Gila!" umpat Crystal, saat mereka sudah menjauh dari lokasi.
"Kamu suka? Sangat menarik bukan?" tanya Ryan, terkekeh geli.
"Tutup mulutmu itu!" maki Crystal, menatap tajam Ryan tapi hanya sesaat karena sedetik kemudian ia menangis histeris.
Ryan yang melihatnya pun tertawa terbahak, kemudian ia menepikan mobilnya di bahu jalan. Lalu ia melepas sabuk pengamannya dan menarik Crystal kedalam pelukannya agar gadis itu tenang.
Tapi bukannya tenang, gadis itu malah semakin histeris.
"Hei, tenanglah. Semua sudah berlalu," ucap Ryan, mengecup kening Crystal lembut.
"Kamu tidak tahu betapa takutnya aku? Huwwaaa.... dan siapa mereka? Kenapa seolah ingin membunuhku?" tanya Crystal, menangis di pelukan Ryan.
Ryan tidak menjawab, melainkan langsung mendongakkan sedikit kepala Crystal lalu mengecup dan menyesap bibir seksih itu bergantian.
"Emph," suara tangis Crystal berubah menjadi suara lenguhan, ketika Ryan mencium bibirnya dengan sangat rakus dan menelusupkan lidahnya kedalam mulutnya, mengeksplor dan mengobrak-abrik rongga mulut Crystal, hingga membuat gadis itu semakin melenguh dan juga membalas setiap sesapan dan gerakan lidah yang sangat lihai itu.
"Stop! Hentikan! Kamu tidak boleh melakukannya disini," Crystal memelepaskan ciumannya dengan paksa dan menahan tangan Ryan yang sudah masuh kedalam kaosnya.
"Memangnya kenapa? Disini sepi sangat memicu adrenalin," bisik Ryan, lalu memilin buah ceri yang tumbuh di pucuk bukit kembar itu, hingga membuat Crystal mendessah tertahan.
"Ryan!" kesal Crystal.
"Aku tidak segila itu!" ucap Ryan, menarik tangannya dan tersenyum puas berhasil menggoda Crystal. "Mungkin kita bisa mencobanya di hotel atau di apartemenku. Hem atau di kamarmu lagi?"
BUGH
Satu pukulan mendarat di lengan Ryan dengan keras. Crystal tidak menyangka jika pria yang datar dan super dingin itu bisa semesum ini.
"Bicara lagi, aku sumpal mulutmu!" sungut Crystal, wajahnya kini sudah memerah karena marah dan juga malu. Marah karena ucapan absurd Ryan an malu karena ia menjadi mengingat percintaan panasnya dengan pria yang duduk di balik stir mobil itu.
Ryan semakin tergelak, ketika melihat wajah Crystal memerah. Kemudian ia melajukan mobilnya lagi dan menuju suatu tempat.
*
*
*
"Ryan! Apa kamu gila? Kamu tidak serius 'kan dengan ucapanmu itu?" tanya Crystal beruntun, saat ia sudah berada di Unit Apartement Ryan.
"Menurutmu bagaimana?" Ryan balik bertanya, sembari membuka pakaiannya di depan Crystal tanpa malu.
"Ryan!" kesal Crystal, lalu membalikan badannya karena ia tidak ingin melihat pemandangan yang membuatnya lemah.
"Mandi bareng yuk!"
🔥🔥🤤
Jangan lupa kasih dukungannya dengan cara tekan, Favorit, like, vote, komentar dan kasih gift semampunya aja.
Dan Emak ingin mengucapkan minal aidzin walfa'idzin, mohon maaf lahir dan batin. Mungkin ada salah kata dari tulisan emak yang tidak berkenan, emak mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan lusa kita akan mengahadapi bulan suci ramadhan dan semoga kita semua di beri kesehatan selalu, dan puasanya juga lancar sampai lebaran tiba. Aminnnn....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Roro Rodhiyah
so hot🥵
2025-02-24
0
Neng Alifa
ayukkk 😂🫣
2024-01-15
2
Shepty Ani
duh bang jangan buka baju depan aku bang adek nggak kuat liatnya rahimku bergetar liatnya diliat dosa nggak diliat sayang dinikmati aja deh biar sekalian dosanya
2024-01-06
1