Di universitas xx.
Hari sudah semakin siang, Crystal and the geng sedang berjalan keluar dari kampusnya, karena jam pelajaran mereka sudah selesai.
Geng Crystal terdiri dari empat orang yaitu, Crystal, Cindy, Caramel dan yang terakhir adalah Ken.
"Guys! Oh My God! lihat siapa pria tampan itu?" pekik Caramel, sembari menunjuk pria tampan dan gagah yang sedang berseder mobil mewah dengan gaya yang sangat keren.
Crystal dan Cindy mengikuti jari telunjuk Caramel, dan mata mereka membulat sempurna ketika melihat pria tampan yang sedang berdiri di tengah kerumunan para mahasiswa. Bukan hanya tiga gadis itu saja yang tekesima dengan ketampanan pria itu, akan tetapi para gadis-gadis yang ada disana juga menatap kagum pria yang bersender di mobil mewah tersebut. Tapi, kelihatannya pria itu tidak memperdulikan keadaan sekitarnya, bahkan terkesan sangat cuek.
"Tampan sih, tapi kelihatannya sudah tua! Masih tampanan aku," celetuk Ken, dengan pedenya.
"Ya, lo memang tampan, tapi yang tua itu lebih Hot, dan lihat badannya saja kekar pasti buyungnya juga gede," ucap Caramel, terkekeh geli.
Tuing
Crystal menonyor kepala temannya dengan keras.
"Dasar otak selang*kangan!" umpat Crystal dengan kesal.
"Hih, sakit tahu, Lek!" gerutu Caramel, sembari mengerucutkan bibirnya dengan kesal.
"Kalau gue nggak munafik, Lek. Yang dicari setiap perempuan 'kan pasti pria yang gagah perkasa dan juga buyungnya gede," sahut Cindy, membuat Crystal memutar kedua bola matanya dengan malas.
"Susah kalau ngomong sama para mantan perawan!" kesal Crystal. Sedangkan Ken yang mendengar pembicaraan ketiga temannya yang absurd itu memilih pulang lebih dulu.
"Ya, deh iya yang masih tersegel," ucap Caramel dan Cindy bersamaan.
"Tapi tunggu deh, sepertinya aku kenal mobil itu. Tapi, tidak mungkin," ucap Crystal, sembari memperhatikan mobil tersebut.
Dan mata ketiga gadis itu semakin membulat sempurna ketika melihat pria tampan dan gagah itu berjalan menghampiri mereka.
"Dia kesini!" pekik Cindy, heboh sendiri.
"Permisi, anda Nona Crystal?" Suara bariton itu terdengar sangat seksih di telinga ketiga gadis itu.
Baru dengar suaranya saja sudah membuatku lemas. Batin Cindy dan Caramel.
"Ya?" jawab Crystal ragu, sembari menganggukan kepalanya pelan saat melihat pria tampan itu berdiri di hadapannya namun masih dengan jarak yang cukup jauh.
"Perkenalkan saya Ryan, yang akan mengawal anda kemanapun anda pergi," ucap Ryan terdengar datar dan dingin.
"What!!" pekik ketiga gadis itu.
Ryan hanya menatap datar ketiga gadis cantik dan seksi yang ada di hadapannya itu.
"Mari, Nona. Sudah waktunya pulang," ucap Ryan lagi.
"Hei! Tunggu! Benarkah jika kamu adalah bodyguardku?" tanya Crystal memastikan, dan Ryan mengangguk pelan.
"Aku tidak percaya! Bisa jadi kalau kamu adalah penculik!" tuduh Crystal, menelisik penampilan pria tampan yang ada di hadapannya itu dari atas sampai bawah lalu kembali lagi keatas dan tatapannya berhenti tepat di wajah tampan Ryan.
Ryan mendengus kesal, kemudian ia merogoh sakunya dan mengeluarkan selembar kertas dari sana dan memperlihatkannya kepada Crystal.
"Surat kontrak kerja," ucap Crystal, lalu ia membaca tulisan yang tertera di selembar kertas itu dengan teliti.
Setelah membaca selembar kertas itu, Crystal baru percaya jika pria yang ada di hadapannya itu adalah Bodyguardnya.
Selera Mami, keren juga. Batin Crystal.
"Oke, aku percaya. Tapi, aku tidak bisa pulang bersamamu karena aku ingin pergi bersama teman-temanku," ucap Crystal, sembari menyerahkan kertas itu kepada Ryan.
"Dan maaf, jika anda menolak maka saya juga berhak untuk memaksa anda karena ini perintah dari Tuan Fadaei," ucap Ryan datar.
"Dan aku tidak peduli!" tekan Crystal dan menatap Ryan dengan sengit.
"Baiklah, saya akan menghubungi Tuan Fadaei jika Putrinya tidak mau pulang," sahut Ryan tidak mau kalah, membuat Crystal menggertakkan giginya dengan kesal sembari mengepalkan kedua tangannya di udara.
"Dasar menyebalkan!! Awas saja, aku akan memberi perhitungan kepadamu!" sentak Crystal, sembari menuding Ryan dan mata indahnya itu menatap dengan tajam. "Guys, gue cabut dulu!" pamit Crystal kepada kedua temannya, lalu berjalan menuju ke tempat parkiran di mana mobilnya sendiri terparkir disana.
"Anda pulang bersama saya, Nona," ucap Ryan.
Crystal menghentikan langkahnya, kemudian ia berbalik badan. "Fu*ck you!" umpat Crystal kepada Ryan, sembari mengacungkan jari tengahnya, lalu ia melanjutkan langkahnya.
Ryan tersenyum tipis bahkan sangat tipis, ketika melihat Nona mudanya sangat bar-bar.
"Permisi tampan, apakah kami bisa mendapat tumpangan?" tanya Caramel, dan berjalan mendekati Ryan.
"Tidak!" jawab Ryan tegas, lalu segera pergi dari hadapan dua gadis itu dan segera memasuki mobilnya, karena ia melihat mobil Crystal sudah keluar dari gerbang kampus tersebut.
Caramel dan Cindy mendengus kesal. "Mentang-mentang ganteng sombong!!" umpat keduanya itu, karena baru kali ini mereka mendapat penolakan dari seorang pria.
*
*
*
Crystal melesatkan mobil mewahnya dengan kecapatan penuh, ia tersenyum miring dan matanya sesekali melirik kaca spionnya. Dimana Ryan tengah mengikutinya dari belakang.
"Coba saja, jika kamu bisa mengejarku!" gumam Crystal, lalu menambah kecepatan mobilnya, dan menyalip kendaraan lainnya dengan sangat lihai, kebetulan jalan kota siang hari itu ramai, membuat Ryan kesulitan untuk mengikuti Crystal.
Ryan mengumpat kesal, ia tidak menyangka jika gadis yang akan di kawalnya adalah gadis yang sangat bar-bar. Kemudian ia menekan persneling mobilnya, lalu ia melesatkan mobilnya untuk mengejar Crystal, dan aksi balap mobil antara Crystal dan Ryan pun terjadi.
Tinnn
Ryan membunyikan klaksonnya saat ia sudah berhasil mensejajarkan mobilnya dengan mobil Crystal.
"Shiit!" umpat Crystal, saat ia menoleh kesamping kanan dan ternyata Bodyguardnya berhasil mengikutinya.
Ryan membuka kaca mobilnya yang sebelah kiri, kemudian ia melambaikan tangannya dan tersenyum miring, membuat Crystal semakin kesal kepadanya.
Kemudian Crystal menekan pedal gasnya lagi, dan berniat untuk melarikan diri lagi, namun dengan cepat Ryan menghadang mobil Crystal, hingga membuat gadis itu mengerem mendadak dan kapalanya terbentur stir mobil. "Sial!!" umpat Crystal, lalu keluar dari mobil dan menggendor pintu mobil Ryan.
"Keluar!!" sentak Crystal, dan Ryan pun keluar dari dalam mobil dengan santai.
"Maksud lo apa hah!! Lo mau bikin celaka gue!!" maki Crystal berapi-api, sembari memegangi keningnya yang berdenyut nyeri akibat terbentur stir mobil beberapa detik yang lalu.
"Maaf, Nona. Saya hanya menjalankan tugas untuk menjaga Anda," ucap Ryan, dengan tenang namun terdengar sangat datar.
"Maaf, ada masalah apa ini?" tanya seorang polisi yang turun dari motor dinasnya lalu menghampiri keduanya itu. "Apakah pria ini mengganggumu, Nona?"
"Iya, pria ini menggangguku, Pak. Tangkap saja dia, Pak!" seru Crystal, sembari menunjuk Ryan yang masih terlihat tenang.
"Benarkah, Tuan?" tanya Polisi tersebut kepada Ryan.
"Sebenarnya kami ini sedang bertengkar karena dia adalah tipe wanita yang pecemburu." jelas Ryan, memberikan alasan agar masalah itu tidak menjadi panjang.
"What!!" pekik Crystal, terkejut dengan jawaban Ryan.
"Pak, dia bo—"
"Lihat bukan? Jika dia masih marah denganku, Pak. Padahal cintaku hanya untuknya saja, tapi dia selalu saja mencurigaiku, padahal aku ini keluar rumah untuk bekerja," ucap Ryan lagi, sekaligus memotong ucapan Crystal.
"Astaga!! Pak dia it—"
"Sayang!"
"Hah?!"
Crystal oh Crystal, 🤣🤣🤣
Jangan lupa, tekan Favorit, like, komentar, vote dan kasih gift semampu kalian ya, 🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
gia nasgia
kayaknya udah baca tapi sdh lupa Alurnya 🤭
2025-01-27
0
gia nasgia
Ryan pandai acting juga🤭
2025-01-27
0
Femmy Femmy
🤣🤣🤣🤣
2024-04-24
0