"Astaga!! Pak dia it—"
"Sayang!"
"Hah?!" Mata Crystal semakin membola.
Pria ini sangat mengerikan!
Bilang apa tadi? Sayang? Yang benar saja!
Ingin rasanya aku menyumpal bibirnya itu! Lancang sekali dia!
"Kasihan suaminya jika anda memarahinya, sebagai lelaki saya juga merasakan apa yang sedang suami anda rasakan," sepertinya Polisi itu berada di pihak Ryan, membuat Crystal menggeram kesal.
"Terserah!" kesal Crystal, lalu meninggalkan dua pria itu dan memasuki mobilnya.
Blam
Crystal menutup pintu mobilnya dengan sangat keras, dan segera melesatkan mobilnya pulang kerumah.
"Maaf, atas ketidak sopanannya," ucap Ryan, kapada polisi yang masih berdiri di dekatnya.
"Ya, tidak apa, sabar ya," ucapnya, dan segera melanjutkan tugas berpatroli.
*
*
*
"Mami!!" teriak Crystal, ketika memasuki rumah.
"Yang sopan Crys!" sahut Raya, yang sedang membaca majalah di ruang keluarga.
Crystal medengus kesal, menghampiri ibunya lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan kasar.
"Kenapa Mami memberikan Bodyguard yang sangat menyebalkan!! Aku tidak mau! Ganti saja Bodyguadnya!" protes Crystal, wajahnya cemberut kesal sembari menyilangkan kedua tangannya di dada.
Raya menutup majalahnya, lalu menatap putrinya dengan intens. "Bukankah ini permintaanmu? Ingin Bodyguard yang ketampanannya diatas rata-rata?"
"Iya! Tapi dia sangat menyebalkan, Mam!" jawab Crystal, lalu menceritakan kejadian yang di alaminya beberapa saat yang lalu.
Raya tergelak keras ketika mendengar keluh kesah putrinya, sepertinya wanita berusia 42 tahun itu sangat puas dengan kinerja bodyguard putrinya. Bagaimana tidak? Jika baru kali ini putrinya terlihat kesal setengah mati dan itu berarti Crystal mendapat lawan yang imbang. Karena selama ini Devan dan Raya sudah merasa kuwalahan menghadapi sikap Crystal yang sangat bar-bar.
"Mom!!"
"Jika ingin protes ke Daddy saja, karena beliau yang merekomendasikan Ryan." Raya beranjak tanpa mendengarkan ocehan putrinya.
"What? Daddy?" gerutu Crystal kesal.
Jika Xander yang sudah bertindak bisa apa? Ia bahkan melawan saja tidak berani. Karena selama ini hanya Xander saja yang paling ia takuti melebihi siapapun termasuk kedua orang tuanya.
"Atau kamu ingin tinggal bersama Daddy dan Mommy?" tanya Raya sedikit berteriak, karena saat ini sudah akan memasuki lift.
"No!" tolak Crystal, dengan tegas. Bisa-bisa dirinya akan menjadi burung di dalam sangkar emas jika tinggal bersama Xander dan Jeje, belum lagi sifat menyebalkan 4 J yang selalu mengoloknya membuatnya tidak tahan berada di kediaman kakeknya.
Tidak berselang lama Ryan memasuki rumah berjalan menuju lift.
Ah, itu dia orangnya. Baik, aku akan mengajaknya bernegosiasi.
"Ryan?!" panggil Crystal, masih di ruang keluarga.
Ryan menghentikan langkahnya seraya menoleh kearah Crystal. "Ya?" jawabnya singkat dan datar.
"Aku ingin berbicara denganmu, tapi tidak disini," ucap Crystal, lalu menarik tangan Ryan dan menuju lift.
Ryan melepaskan genggaman tangan Crystal, lalu mengelap pegelangan tangannya dengan sapu tangan yang selalu di bawanya.
Crystal membulatkan mulutnya, ketika melihat reaksi Ryan. "Apa dimatamu aku ini sangat menjijikan?!"
"Tidak!" jawab Ryan singkat, lalu memasuki lift dan di ikuti oleh Crystal.
Pria ini benar-benar sangat keterlaluan!
"Lalu untuk apa kau mengelap tanganmu?" Tidak terima dengan perlakukan Ryan.
"Bukan urusanmu!" jawabnya datar.
"Oh, astaga! Berani sekali kamu dengan ku," seru Crystal dan menatap kesal pria yang berdiri di dekatnya itu.
Ting
Lift sudah sampai di lantai tiga, Ryan dan Crystal segera keluar dari lift tersebut.
"Hei!" Crystal menarik ujung baju Ryan.
"Lepas Nona!" Ryan menghentikan langkahnya, dan menatap tangan Crystal yang menarik ujung bajunya.
Crystal menurunkan tangannya. "Ikut dengan ku!" titah Crystal, berjalan menuju kamarnya.
Ryan menghembuskan nafasnya dengan kasar, dan ia pun masuk kedalam kamar Crystal.
Apa yang dipikirkan gadis ini?
Mengajak orang asing masuk kedalam kamarnya? Sungguh gila!
Crystal duduk di tepi tempat tidur, sedangkan Ryan berdiri tegap di dekat pintu dengan gaya yang sangat keren.
Aku tidak yakin jika dia adalah Bodyguard sungguhan, lihat pakaiannya bermerk dan jam tangan yang dia pakai saja bernilai puluhan juta. Apa lagi dia tampan dan penampilannya sangat keren sekali.
Eh, ngomong apa aku ini? Dia jelek dan sangat menyebalkan!.
Crystal menelisik penampilan Ryan dari atas sampai bawah, lalu kepalanya menggeleng beberapa kali.
"Jika tidak ada yang di bicarakan, aku akan ke kamarku," ucap Ryan, memegang handle pintu. Karena ia jengah sudah berdiri lima menit disana tapi Crystal tak kunjung bersuara.
"Wait! Kamar? dimana kamarmu?"
"Di kamar sebelah," jawabnya.
"What!! Siapa yang memberimu ijin menempati kamar sebelah?" tanya Crystal, berdiri dan menghampiri Ryan tanpa rasa takut.
"Nyonya dan Tuan besar, karena saya harus menjaga gadis nakal selama 24 jam, dan lihat ada CCTV di ujung sana dan terhubung ke kamar sebelah," jelas Ryan, terdengar dingin dan datar, menunjuk salah satu sudut kamar tersebut.
Crystal menggertakan giginya kesal dan mengepalkan kedua tangannya dengan erat, ternyata kedua orang tuanya sudah tidak memberikannya kebebasan lagi.
Mami dan Papi sangat keterlaluan!!
Hidupku akan terasa hampa tanpa kesenangan bersama teman-teman, club malam dan lainnya lagi. Hiks.
"Huh," Crystal menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu ia menatap Ryan dan tersenyum manis.
Begitu pula dengan Ryan, menatap gadis yang ada di hadapannya itu. Diakuinya jika Crystal memang sangatlah cantik apalagi manik mata berwarna biru itu membuat siapapun terhipnotis bagi siapapun yang melihatnya
Deg
Jantung Crystal berdetak sangat cepat, ketika tatapan tajam itu menatapnya dengan lekat.
Ada apa dengan jantungku? Kenapa berdetak sangat cepat? Apa aku terkena serangan jantung? Batin Crystal.
Mata biru yang indah, mungkin ini alasan Tuan Fadaei ingin menjaga putrinya dengan sangat ketat.
"Ehem," Ryan memalingkan wajahnya, dan berdehem pelan.
Crystal tersadar dan mengalihkan tatapannya. "Aku menyuruhmu kesini untuk bernegoisasi," ucap Crystal.
"Aku tidak ingin bernegoisasi dalam bentuk apapun," jawab Ryan dengan tegas.
Keras kepala rupanya! Coba dengan cara lain. Gerutu Crystal dalam hati.
"Oh ya? Kamu yakin?" Crystal berjalan mendekat dan semakin dekat.
"Jaga batasan anda Nona!! Aku di sini untuk melindungi Anda!" tegas Ryan, memundurkan tubuhnya.
Melihat reaksi Ryan yang menjauhinya, membuat Crystal semakin tertantang untuk lebih mendekat.
"Hem, kamu memang Bodyguardku tapi bisakan menjaga hatiku juga?" rayu Crystal, agar Ryan luluh terhadapnya dan memberikannya sedikit kebebasan.
Dua jari Crystal berada di dada bidang Ryan, merambat naik hingga menyentuh rahang tegas yang di tumbuhi bulu-bulu karas.
Demi kebebasan, aku rela melakukan apapun termasuk hal memalukan ini. Crystal merutuki dirinya sendiri.
"Nona!" sentak Ryan dan menghempaskan tangan Crystal dengan kasar.
Crystal memejamkan matanya, dan mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Saya tekan 'kan sekali lagi, jaga batasan anda. Jadilah wanita yang terhormat! Dan satu lagi, saya disini menjaga amanat yang di berikan Tuan Xander dan Tuan Fadaei untuk menjaga anda!" ucap Ryan dengan tegas dan terdengar dingin, lalu keluar dari kamar tersebut dengan perasaan emosi.
"Hah, dia tahu apa tentangku! Dia menganggapku murahan?!" tanpa terasa air mata Crystal luruh begitu saja, saat mendengar perkataan pedas dari Ryan.
Yuhu, balik lagi nih. Emak gersrek😘
Jangan lupa tekan Favorite, like, vote, komentar dan Kasih Gift seikhlasnya, ❤🥰
Bonus visual Crystal dan Ryan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Amelia Harianja
wow visual nya gak tahan... bikin ngiler tuh si ryan
2025-03-04
0
Esih Sukaesih
woooww visual Ryan,, hot,, keren abis
2025-01-31
0
Ida Darwati
wow visual Ryan, masimo suka banget
2024-11-12
0