Bab 19. Rasa Penasaran

******

"Zi... kamu di sini?"

"Hmm... " jawab Zico dengan suara serak. Bibirnya sedikit menyunggingkan senyum. Zafrina menggeser tubuhnya dan merebahkan kepalanya di pangkuan Zico.

Zafrina menghadap ke perut Zico dan ia melingkarkan tangannya di pinggang suaminya itu. Zafrina menenggelamkan wajahnya di perut Zico.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Zico. Zafrina mengangguk dan menarik nafas dalam-dalam. Ia menghirup aroma tubuh Zico yang menenangkan lalu perlahan Zafrina membalikkan tubuhnya. Mata keduanya bersirobo Zafrina tersenyum samar, dia bisa melihat mata Zico yang memerah.

"Aku baik-baik saja, Zi. Jangan khawatir."

"Maaf, karena aku tidak ada di saat kamu membutuhkanku," lirih Zico, tangan Zafrina terulur membelai rahang Zico yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Zico menangkap jemari Zafrina dan mengecupnya berulang-ulang.

"Kamu tidak perlu merasa bersalah. Aku yang salah karena tidak menunggumu pulang terlebih dahulu," ujar Zafrina, dia tahu bagaimana watak Zico jika menyangkut keselamatannya. Pria itu akan berubah melow dan mudah panik.

"Kamu mau tinggal di sini atau pulang?" tanya Zico sambil membelai rambut Zafrina.

"Aku mau pulang. Jika aku tetap di sini, mama pasti akan khawatir."

Zico mengangkat tubuh Zafrina keluar dari kamar. Zafrina menyembunyikan wajahnya di dada Zico tangannya mengalung di leher pemuda itu.

Zafa dan Dominic langsung sigap berdiri. Sedangkan Zico tidak ada niatan menurunkan sang istri.

"Aku akan membawanya pulang," kata Zico.

"Besok aku akan memasukkan 3 orang ku ke mansionmu agar mereka bisa mengawal Zafrina jika berpergian."

"Tidak perlu, aku yang akan mengatur keselamatannya."

"Suka atau tidak aku dan papa sudah sepakat akan hal itu," Zafa berkata dengan nada yang sedikit meninggi.

Zafrina tahu kakaknya sangat mengkhawatirkan dirinya. Gadis itu mengangkat kepalanya lalu menatap Zafa dengan sendu.

"Bisakah ini dibahas nanti saja. Aku ingin segera pulang, Kak." Zafa akhirnya mengalah saat melihat tatapan mata adiknya itu.

Dominic membantu Zico membukakan pintu apartemen milik Zafa. Sesampainya di depan lift, Zafrina meronta ingin turun. Dia malu pada Dominic yang sejak tadi terus menatap mereka.

Zico pun akhirnya menyerah dan menurunkan Zafrina tepat saat pintu lift terbuka. Ketiganya masuk ke dalam.

"Ina, bagaimana caramu menghindari penguntit itu?" Dominic ingin mendengar sendiri bagaimana Zafrina beraksi. Tadi saat dirinya bertanya-tanya pada Zafa, dia bahkan diperlihatkan foto mobil kedua penguntit itu dengan dua kaca depan yang retak dan keempat ban depan dari dua mobil itu kempes.

"Memangnya kenapa?"

"Aku penasaran saja, kata kakakmu tidak hanya satu mobil yang mengikuti tetapi ada 2."

"Zico pun pada akhirnya menjadi ikut penasaran. Tapi denting lift yang tiba di basemen membuat semua mengalihkan pandangannya ke depan.

Mereka bertiga keluar dan melewati mobil yang tadi Zafrina pakai. Zico berhenti sejenak, tangannya kembali terkepal.

"Aku akan membuat perhitungan dengan mereka nanti." Zafrina melingkarkan tangannya di lengan Zico dan menariknya. Dia tidak mau Zico sampai terbawa emosi lagi.

"Ayo... aku lapar." Zico mengikuti langkah istrinya, dengan wajah masam. Pria itu membukakan pintu untuk Zafrina.

Zico dan dominic bertukar posisi. Zico yang mengemudi sementara Dominic duduk di belakang.

"Antar aku kembali ke kampus. Aku harus mengambil mobilku," kata Dominic, Zico hanya mengangguk. Zafrina memilih diam, karena kondisinya yang sedang menstruasi membuat moodnya kurang bagus.

"Aku tidak menyangka, kalian pada akhirnya menikah."

"Aku juga tidak. Aku pikir kita bertiga akan menjadi sahabat sampai tua," kata Zafrina menyahuti ucapan Dominic.

Zico melirik Zafrina kesal. "Aku tidak akan biarkan itu terjadi. Aku akan menikahimu sebelum kamu tua."

Dominic tertawa mendengar jawaban Zico. Zafrina hanya mampu membuang pandangannya dengan wajah yang bersemu merah.

Ketiga sahabat itu tiba di kampus mereka. Dominic turun dan mengambil mobilnya sementara Zico dan Zafrina langsung pergi mencari restoran karena Zafrina sudah merasa sangat lapar.

"Zi, aku rasa orang-orang yang menyerang itu."

"Aku akan mengurusnya."

"Dengarkan aku dulu, Zi." Zico menepikan mobilnya, dia menatap mata Zafrina lembut. kedua tangannya menahan kedua pipi gadis itu.

"Bisakah kamu tidak terlalu memikirkan hal ini. Aku akan mengatasinya. Aku tidak mau kehilanganmu. Cukup aku kehilangan mama, aku tidak mau kehilanganmu. Mama pergi meninggalkan aku dan papa karena terlalu banyak berpikir, percayalah padaku aku akan melindungimu, melindungi anak-anak kita nanti. Cukup cintai aku dan jangan pernah pergi dariku."

Zafrina mengangguk, dia tersihir dengan tatapan mata Zico. Zafrina mengulurkan tangannya ia menangkup kedua pipi Zico lalu membenamkan satu kecupan hangat di bibir pemuda itu.

Dalam jarak yang hanya 5 centi Zafrina tersenyum, "Aku mencintaimu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu kecuali itu kehendak yang maha kuasa. Aku hanya ingin kamu selalu melibatkan aku dalam hal apapun. Jadi jangan sembunyikan apapun dariku."

Zico mengusap pipi Zafrina dan mengangguk. Keduanya lalu saling melempar senyum. Zico kembali menjalankan mobilnya dan berhenti di drive thru sebuah restoran cepat saji.

"Aku mau burger dan kentang goreng. Double cheese, Zi."

"Aku tahu itu, Inna."

Setelah menyerahkan kartu debit nya dan menerima pesanannya Zafrina justru malah cemberut.

"Ada apa dengan bibirmu itu?"

"Kenapa air mineral? kenapa bukan cola?"

"Inna, kamu sedang dalam periode. Jika aku memberimu cola, perutmu pasti akan bermasalah lagi," Zico mengusap kepala Zafrina.

"Baiklah, lain kali belikan aku cola."

"Hmm... tentu saja. Tapi setelah kamu selesai periode."

"Terima kasih, Zi."

"Bisakah kita merubah nama panggilan kita. Kita ini suami istri bukan? aku ingin seperti mamai papimu atau mama papamu."

"Nanti saja kita pikirkan. Sekarang aku mau makan."

Zafrina mengeluarkan burger dari brown paper dan mulai menggigitnya. Zico tersenyum melihat cara makan gadis itu.

"Zi, aku rasa mereka hanya seorang amatiran," kata Zafrina seraya mengunyah burger-nya.

"Dari mana kamu tahu?"

"Aku sempat berhenti sesaat, sebelum aku menembaki mobil mereka. Jika mereka profesional bukankah mereka akan keluar dan menembakku?"

"Lain kali jangan lakukan hal yang berbahaya lagi, nanti aku akan memerintahkan orang ku untuk mengawalmu."

"Aku bukan putri presiden. Kenapa harus ada pengawal?"

"Kamu adalah wanita ku yang sangat berharga. Aku tidak akan membiarkan orang lain melukaimu, bahkan menyentuhmu seujung kuku pun."

"Kenapa dari dulu kamu tidak bersikap seperti ini? kamu lebih sering membuatku kesal," protes Zafrina. Zico tersenyum menanggapinya.

"Jawab, Zi.. !" seru Zafrina.

"Itu karena aku suka melihat wajahmu saat cemberut. Kamu tampak sangat menggemaskan."

Pipi Zafrina langsung memerah. Dia mengalihkan perhatiannya pada burger yang ada di tangannya.

"Gombal.... "

Zico terkekeh melihat wajah Zafrina yang tampak malu-malu setelah dipuji oleh Ziko.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Senin nih guys, boleh lah kasih vote untuk mereka

Sambil nunggu trio Z, mampir juga yuk di karya teman aku.

Judul : Pacarku Seorang Merman Tampan

author : Syochan

Kalau mampir jangan boomlike ya, tapi di baca beneran. Karena boomlike merugikan penulis.

*Boomlike : memberi like tanpa membaca karyanya.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

sweet banget sih kalian buat gemesss

2023-10-25

1

Novika Riyanti

Novika Riyanti

😂😂😂😅😅😅

2022-08-18

1

Novianti Ratnasari

Novianti Ratnasari

aku terhayut

2022-08-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!