Bab 4. Aku Mau pulang Papi

******

Zico melajukan mobilnya dengan kencang. Tidak tahu kenapa, dia sangat merasa terganggu dengan obrolan antara Zafa dan Papi Rian. Zico menginjak rem mendadak, hampir saja dirinya menabrak pembatas jalan karena melamun. Zico memukul stirnya dengan keras kemudian ia menelungkupkan wajahnya di atas stir.

"Bagaimana jika uncle Rian serius ingin menjodohkan Zafrina dan Marvel?" gumam Zico frustasi.

Di sisi lain, Zafrina mulai tersadar seraya menyebut nama Zico berulang kali. Senyum papi Rian dan Zafa terbit. Mana kala Zafrina membuka kelopak matanya dengan perlahan.

"Sayang, akhirnya kamu sadar," Rian mendekati ranjang putrinya. Berulang kali Rian membelai rambut Zafrina.

"Zico dimana, Papi?" lirih Zafrina nyaris hampir seperti bisikan.

"Zico sedang pergi sebentar, ada hal penting yang harus ia urus." Zafrina terdiam, sesaat otaknya sedang mengisi daya. Ingatannya masih sedikit kacau. Namun sekelebat lintasan bayangan ciuman antara dirinya dan Zico kembali memenuhi otaknya.

"Apa yang sudah aku lakukan?" batin Zafrina merutuki kebodohannya.

Zafa yang duduk di sebelah Zafrina kini terus mengusap kepala sang adik. Zafa juga sudah mengirim pesan pada mama Dian, jika Zafrina baik-baik saja. Zafa terpaksa berbohong agar mamanya tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi Zafrina.

"Aku mau pulang, Papi," ujar Zafrina.

"Besok, ya, sekarang Inna istirahat dulu di sini. Papi dan kakak kamu akan jaga kamu." Rian mengusap tangan Zafrina yang terbalut infus. Sungguh tidak ada yang lebih menyakiti hati seorang ayah kalau melihat putrinya terbaring lemah seperti itu.

Zafrina hanya bisa mengangguk lemah. Tak berapa lama dia kembali terpejam.. Zafa berpindah tempat, ia beralih duduk di sofa, ini sudah pukul 2 dini hari dan matanya sangat mengantuk. Sementara Rian masih setia duduk di tepi brankar Zafrina.

Zico tiba di klub membawa amarah yang terakumulasi. Marah karena Fred berusaha memiliki Zafrina dengan cara kotor. Marah karena dia tidak bisa jujur tentang perasaannya pada Zafrina dan yang lebih membuatnya kesal. Andai saja tidak ada kejadian ini mungkin Zafrina tidak akan pernah dijodohkan dengan Marvel.

Dominic adalah pemilik klub itu. Makanya dia bebas melakukan apapun di sana termasuk menyekap kedelapan orang yang tadi membuat keributan dengan Zico.

"Dimana mereka? apa orang suruhan uncle Rian belum sampai?"

"Belum, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Dominic begitu melihat tatapan mata Zico yang penuh dengan kemurkaan.

"Gara-gara para bede*bah itu uncle Rian berniat mengirim Inna ke Indonesia. Bahkan uncle juga akan menjodohkan Inna dengan anak temannya. Zico sudah sangat hapal dimana Dominic biasa menyekap orang-orang yang berbuat onar di klubnya itu. Dia langsung berjalan menuju ke sana dan membuka pintunya secara kasar.

Dominic hanya bisa diam melihat kemarahan Zico. Karena pemuda itu tidak akan bisa dihentikan sebelum puas melampiaskan kemarahannya. Zico menarik Fred lalu menghajarnya berkali-kali Fred yang memang sudah babak belur hanya diam tanpa melawan.

Dominic mencekal lengan Zico saat ia melihat Fred sudah tidak sadarkan diri. "Stop it... !! Kamu bisa membunuhnya."

Zico melepaskan cengkraman tangannya pada kerah baju Fred. Pria itu seketika jatuh menimpa 2 orang temannya yang ketakutan. Beberapa orang lainnya sudah berada di pojokan ruangan karena takut melihat kemarahan Zico.

"Calm down, man." Dominic masih terus berusaha menenangkan Zico. Tiba-tiba beberapa orang suruhan Rian masuk bersama seorang bartender kepercayaan Dominic.

"Tuan muda Zico... "

"Bawa mereka! Lakukan apapun yang kalian suka. Jika perlu cincang saja tubuhnya dan berikan pada piranha peliharaan Raiden."

Orang-orang yang disekap itu hanya membulatkan matanya mendengar penuturan Zico. Tak butuh waktu lama kedelapan orang itu sudah dimasukkan dalam mobil box melalui pintu lain. Zico duduk di meja bartender sambil terus mencengkeram rambutnya.

Dominic duduk di samping Zico dan menepuk pundak Zico pelan. Dia dapat merasakan kegalauan yang dirasakan oleh Zico. Namun Dominic ingin memberi waktu pada Zico sejenak sehingga dia memilih diam dan duduk sambil menyesap wine kesukaannya. Dominic menyalakan rokok dan menghisapnya dalam lalu menghembuskan asapnya, sesekali jemarinya menggulirkan layar ponsel nya untuk mengatasi kejenuhan.

"Apa yang harus aku lakukan?" desis Zico kemudian.

"Aku akan memberimu saran, tapi aku ingin bertanya dulu. Apa kamu bersungguh-sungguh mencintainya?"

"Apa kamu pikir aku bercanda?" Zico memberikan tatapan tajam pada Dominic. Namun pemuda itu hanya tersenyum tipis melihat kemarahan Zico yang sepertinya masih belum tuntas.

"Uncle Leo dan uncle Rian itu bersahabat sejak dulu 'kan? Jika aku jadi dirimu, aku akan meminta ayahmu itu untuk melamar Zafrina."

"Tapi pernikahan bukan sesuatu yang main-main."

"Siapa bilang aku memintamu mempermainkan ikatan suci itu. Justru aku disini aku ingin kamu bisa terus bersama Zafrina."

"Tapi.... " Zico tampak berpikir. Ada keraguan di hatinya namun dia tidak tahu mengapa. Dia telah lama menyimpan rasa untuk Zafrina. Bahkan ketika dia memacari beberapa teman wanitanya, itu semata-mata hanya untuk mengalihkan perasaannya pada sahabat baiknya itu.

"Pikirkan baik-baik atau kamu akan kehilangan dia." Dominic kembali menyesap winenya. Zico tampaknya sedang berpikir keras, tangannya tak henti-hentinya mengetuk² meja. Namun sejurus kemudian Zico mengusap wajahnya kasar. Jujur saat ini pernikahan tidak ada dalam rencana hidupnya. Dia dan Zafrina baru saja menyelesaikan skripsi mereka. Bukankah terlalu buru² jika dia menginginkan sebuah pernikahan. Tapi jika tidak segera bertindak maka Zafrina akan menjadi milik orang lain.

Di rumah sakit, Zafrina membuka matanya. Entah mengapa bayangan ciuman tadi bersama Zico membuatnya galau. Dia hanya pura-pura tidur agar papi dan Zafa segera terlelap. Papi Rian tidur di ranjang khusus penunggu sementara Zafa terlelap di sofa.

"Mama, aku rindu. Aku ingin pulang saja. Di sini aku tidak bahagia. Hatiku sakit sekali, mah," lirih Zafrina.

Keesokan harinya Zafrina sudah diperbolehkan pulang. Dengan kerja sama antara Zafa dan papi Rian, Zafrina akhirnya pulang dengan dijemput oleh Zico. Pemuda itu datang dengan baju yang masih sama dengan yang dia kenakan kemarin.

"Apa kamu tidak pulang semalam?"

"Aku sibuk membereskan kekacauan di klub Dominic."

"Zi, maafkan aku."

"Memangnya kamu salah apa?"

"Karena kemarin aku membentakmu, dan maaf untuk ciuman semalam." Zafrina menundukkan wajahnya, Zico menatap Zafrina dan lalu menghembuskan nafas panjangnya. Dia mendekati gadis itu lalu mengangkat dagu Zafrina.

"Tidak ada yang salah. Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Aku tahu, kemarin itu bukan sesuatu yang kamu sengaja."

Tanpa sadar Zafrina memejamkan matanya dan menggigit bibirnya yang seksi. Dia kembali teringat percakapan antara dirinya dan juga papi Rian dan Zafa. Sepertinya memang dirinya perlu menjauhi Zico agar perasaan cinta yang tumbuh di hatinya tak semakin besar.

"Ayo kita pulang." Zico mengacak rambut Zafrina untuk mengurangi debaran di hatinya melihat pose Zafrina yang terlampau seksi. Zico menuntun Zafrina meskipun sebenarnya gadis itu enggan. Tapi seperti biasa, Zafrina sulit menolak dia hanya diam mengikuti kemana pun langkah Zico membawanya.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

guys cerita ini ga akan terlalu panjang seperti pendahulunya. Ikuti terus kisah mereka. Jangan lupa like komen dan Vote kalian. Mau kasih mawar, kasih kopi juga boleh.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

emang ribet sih kalo dr awalnya sahabatan... pdhl sama2 Suka tp sulit banget buat bilang " aku suka kamu" hahahha so iya banget deh gue

2023-10-25

1

Nur Lizza

Nur Lizza

benar yg di ktakn domic zi suruh papimu mrlamar ina

2022-07-29

1

Yuni MamaRizky

Yuni MamaRizky

yg pnting menarik thorrr

2022-05-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!