Bab 7. Aku Akan Menikahimu

*******

Zico Pov

Melihatnya terlelap dengan damai seperti ini membuatku kembali berpikir, akankah aku bisa kehilangan dia? membayangkannya saja aku tidak akan sanggup. Dia bagaikan udara yang selalu aku perlukan untuk terus bernafas dan bertahan hidup.

Perlahan ku angkat tubuhnya yang langsing namun tampak berisi di beberapa bagian yang menonjol. Entah mengapa setiap bersama dirinya otak ini perlu di bersihkan dari pikiran kotor. Dia bahkan tidak sadar sama sekali jika aku memindahkannya ke atas ranjangku.

Jujur saja, hanya dia satu-satunya perempuan yang sering berbaring di atas ranjangku. Karena aku tidak pernah membawa deretan para mantanku ke rumah.

"Eugh... " Sejenak aku berhenti bergerak, bahkan aku menahan nafas saat Zafrina melenguh karena mungkin merasakan pergerakanku dan membuat tidurnya terganggu. Tapi untunglah dia tetap terlelap.

Aku mencoba menarik kepalanya agar memakai lenganku untuk alas kepalanya. Tapi dia justru mengikis jarak dan memeluk tubuhku. Tanpa sadar, karena sentuhan Zafrina pangkal paha ku seperti ada aliran listrik yang membangkitkan tiangku hingga tegak menjulang. Namun sebisa mungkin aku meredamnya.

Tidak akan ku biarkan aktifitas tiang listrik ku mengganggu kenyamanan gadisku. Aku pun perlahan mulai merasa kantuk dan akhirnya tertidur. Kami tidur dalam keadaan saling berpelukan, dan aku saat ini bertelanjang dada. Tiada hal yang lebih membuatku bahagia saat ini kecuali keberadaannya.

"Zico... apa yang kamu lakukan?" Seketika mata ini terbuka lebar begitu mendengar suara papa. Dan hal yang lebih mengejutkan lagi adalah keberadaan uncle Rian.

Aku bergerak sedikit kesamping untuk memberi ruang pada gadisku. Dia masih tampak kebingungan. Tapi sepertinya dia malu menatapku.

"Kenapa aku bisa pindah di tempat tidur ini?" itu yang pertama kali terdengar dari bibirnya yang merah itu. Lucu sih, tidak ada sedikitpun keterkejutan dari wajahnya, justru wajah polosnya yang kebingungan.

Memang sejak awal kami berteman dia sering sekali berada di kamarku ini hanya untuk sekedar menggangguku atau rebahan hingga akhirnya ketiduran.

Melihat tatapan papa dan uncle Rian, pasti sebentar lagi aku dan gadisku akan di sidang oleh mereka. Benar saja dugaanku, tak perlu waktu lama papa sudah kembali bicara.

"Zico kenakan bajumu lalu datang ke ruang kerja papa dan ajak Zafrina juga."

Zafrina tampaknya sedikit takut mendengar suara papa yang terdengar sangat tegas. "Apa papi dan uncle marah?"

Mendengar pertanyaan lugu keluar dari bibirnya membuatku ingin tertawa. Jujur saja aku tidak merasa terintimidasi dengan tatapan tajam mereka. Tapi aku justru siap menghadapi keduanya setelah berpikir semalaman. Tapi pertanyaan Zafrina benar-benar membuatku semakin menginginkannya.

"Suatu saat kamu akan tahu bagaimana rasanya melihat putrimu kedapatan tidur bersama seorang pria." Hanya itu yang bisa aku katakan padanya, namun dia malah mendelik kesal dan memukul lenganku.

"Jangan bicara sembarangan, aku tidak akan biarkan itu terjadi."

"Ya seperti itulah perasaan papimu sekarang. Dia pasti sangat kesal padaku karena aku tidur denganmu."

"Tapi kita tidak melakukan apapun, Zi."

"Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja, Inna." Aku segera beranjak mengambil kaos dan lalu mengajaknya keluar. Sejak tadi tanpa sadar dia terus menggenggam tanganku. Dan itu benar-benar membuat hatiku merasa nyaman.

Saat kami masuk ke ruang kerja papa, tatapan keduanya masih sama, namun aku sudah bertekad apapun yang akan terjadi aku akan menjadikan Inna milikku seutuhnya.

"Duduk...!! Apa yang kalian lakukan tadi?" suara papa menggelegar, aku melirik Inna sesaat. Dia tampak pucat, entah karena suara papa atau karena memang kondisinya masih belum sepenuhnya membaik.

Drama apa lagi yang akan papa buat kali ini? Dia tampaknya marah, tapi tidak yang benar-benar marah. Karena setiap papa marah sungguhan dia pasti akan mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke kepalaku seperti yang sudah-sudah.

Aku pun memilih menjawab pertanyaan papa dengan santai. "Papa lihat sendiri kan, kami hanya tidur," jawabku.

"Ini tidak bisa dibiarkan, kalian harus menikah."

Seketika netra ini melirik Zafrina yang sejak tadi hanya diam menunduk wajahnya terlihat sangat syok.

"Papi... "

"Benar kata uncle Leo, sayang. Kamu harus menikah dengan Zico."

"Tapi kenapa, papi?" wajah Zafrina tampak sangat tidak terima. Apa itu artinya dia tidak ada rasa sama sekali terhadapku?

"Sayang, mengertilah posisi papi sekarang ini. Jika kejadian ini sampai diketahui papa dan mamamu bisa saja mereka mencabut ijin papi untuk merawat dan bertemu kamu." Ayah dan anak itu tampak bersitegang. Zafrina beberapa kali memijat pelipisnya.

"Papi, Inna bersumpah kalau Inna dan Zi tidak melakukan apapun."

"Mau bagaimana pun kalian tetap harus menikah." Kali ini aku setuju dengan uncle Rian.

"Aku akan menikahimu, Inna," batinku.

"Inna akan bicara pada papa Gerry mengenai ini, tapi jangan salahkan Inna kalau papi sampai kehilangan hak bertemu denganku."

Kenapa responnya seperti itu? apa dia benar-benar tidak menyukaiku? kenapa rasanya sakit sekali. Apakah seperti ini rasanya di tolak?

"Apakah aku terlalu tidak pantas untuk kamu pertimbangkan?" Aku mencengkeram tangan Zafrina saat dia berjalan melewatiku, ingin rasanya ku tarik tubuhnya dan membenamkan gadis ini ke dalam dekapan ku.

"Kamu pikirkan saja dulu matang-matang. Jangan gegabah mengambil keputusan, Zi. Ini bukan perkara layak atau tidak. Ini menyangkut masa depan kita berdua dan sebuah ikatan suci. Aku hanya ingin menikah dan punya pasangan sekali dalam seumur hidup."

Apa yang harus aku pikirkan. Sejak dulu memang hanya kamu yang aku inginkan, Inna. Tidak tahukah kamu? Rasanya aku ingin meneriakkan semua isi hatiku. Jawabannya terlalu ambigu. Apakah dia memiliki perasaan yang sama denganku atau tidak. Saat dia benar-benar melangkah keluar, entah kenapa aku semakin takut kehilangannya. Dengan gusar aku menyusulnya.

Tidak ada hal lain yang ku inginkan selain dia, ya, hanya Inna yang aku inginkan tidak ada yang lainnya. Ku tarik bahunya tak butuh berpikir ku cium bibirnya yang begitu menggoda itu. Aku bisa merasakan tubuhnya menegang, namun tak lama kemudian dia membalas ciumanku dengan lembut.

Ini hal yang paling membahagiakan untukku. Namun saat ciuman itu terurai uncle Rian langsung menarik Zafrina dan mencercaku dengan berbagai pertanyaan. Dengan keyakinan yang pasti aku pun menjawab.

"Aku akan menikahi Inna, ada tidaknya masalah hari ini, aku memang berniat untuk melamarnya. Karena aku tidak bisa jauh darinya."

Ku rasa itu jawaban yang cukup relevan. Melihat Zafrina menunduk malu, aku semakin tahu jika dia sebenarnya memiliki perasaan yang sama dengan ku. setelah mereka pergi, papa menepuk pundakku dan tersenyum.

"Selamat kamu melewati ujian pertama. Ujian kedua dan ketiga mungkin akan lebih sulit dari ini."

Mendengar ucapan papa membuatku tersenyum kaku. Ya tentu saja akan semakin sulit apalagi menghadapi papa Gerry. Bisa kubayangkan kesulitan yang nantinya akan aku hadapi.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Hai semua, jangan lupa kasih rate untuk karya ini yang masih belum tahu caranya itu yang author lingkari

Beri rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan komentar terbaik kalian.

Terpopuler

Comments

Lusia Wulandari

Lusia Wulandari

begitu seharusnya laki laki.... punya pendirian....semoga tidak berpaling hati.... Zico pertahankan cintamu pada Inna....bikin readers termehek-mehek dgn cerita cintamu....

2022-08-25

2

Nur Lizza

Nur Lizza

semangat ziko

2022-07-29

1

Dwi setya Iriana

Dwi setya Iriana

harus berani zico menghadap zafa dan papa gery.

2022-04-28

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!