******
Zico melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun bukan ke apartemen Zafa atau Kediaman papi Rian melainkan Zico membawa Zafrina ke mansionnya.
"Kenapa kita ke sini?" Lagi-lagi Zafrina menggigit bibir bawahnya hingga membuat Zico terus mengumpat dalam hati karena benda kebanggaannya mulai menggeliat dari dalam celana. Wajah Zafrina terlihat sangat seksi di mata Zico. .
"Sejak semalam aku belum mandi. Aku risih berpakaian yang sama semalaman, Inna. Jika kamu mau istirahat, kamu bisa tidur di kamarku."
Zico membawa Zafrina ke kamarnya. Dulunya, Zafrina memang terbiasa keluar masuk ke kamar Zico. Tapi itu sebelum perasaannya berkembang pesat pada sahabatnya itu. Kini sikap yang ditunjukkan Zafrina justru terkesan canggung dan malu-malu.
Zafrina mengangguk, ia membuka pintu kaca menuju balkon. Dia menyandarkan tubuh lelahnya di kursi malas. Berulang kali Zafrina menguap dan akhirnya tertidur. Mungkin karena efek obat yang tadi diminumnya, akhirnya ia pun terlelap. Zico baru saja selesai mandi, dia ingin menawari gadis itu untuk makan, tapi ternyata Zafrina justru malah tertidur. Gadis itu tak sadar dirinya sedang menjadi obyek penglihatan Zico. Zico sedang memuaskan dirinya dengan memandang wajah cantik Zafrina. Pemuda itu masih bertelanjang dada, Zico kembali mengingat pembicaraan antara Uncle Rian dan juga Zafa. Mendadak perasaannya jadi tak tenang, Zico membelai wajah Zafrina.
"Apa yang harus aku lakukan agar aku tidak kehilangan dirimu?" desis Zico, hanya berbicara seperti itu saja hatinya kemudian terasa sakit. Apalagi jika dirinya benar-benar jauh dan kehilangan gadis di hadapannya ini. Zico langsung mengangkat tubuh Zafrina dan membawanya masuk ke dalam kamar. Perlahan dia membaringkan tubuh Zafrina, lalu ia pun ikut berbaring di samping gadis itu. Zico menarik kepala Zafrina dengan hati-hati agar kepala Zafrina berasa di atas lengannya. Sesaat Zico ingin mereka terus seperti ini.
Dalam alam bawah sadarnya Zafrina merasa tubuhnya menghangat. Aroma tubuh Zico terasa begitu nyata hingga membuat Zafrina merasa nyaman dan ia pun semakin merapatkan dirinya di tubuh Zico. Keduanya kini sama-sama terlelap.
Di waktu yang sama Rian berkunjung ke perusahaan milik Leo, papa dari Zico. Keduanya juga bersahabat sejak mereka kuliah hingga sama-sama membangun organisasi mafia-nya. Dulu Rian dan Leo adalah pendiri white tiger tapi kemudian Rian memecah membentuk anggotanya sendiri karena sudah berbeda tujuan namun keduanya tetap bersahabat baik. Rian datang menceritakan tentang hubungan antara putrinya dan Zico. Beruntung Leo juga tidak mempermasalahkan jika nantinya Zico menikah muda.
"Jadi kamu hanya mengerjai putraku?" tanya Leo, Rian mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Mau bagaimana lagi, keduanya tidak ada kemajuan sama sekali."
"Kau tampaknya sangat ingin sekali menikahkan mereka. Mereka masih sangat muda. Jalan mereka masih panjang," ujar Leo.
"Jika kau tidak setuju maka aku akan menjodohkan Inna dengan Marvel."
"Anak Diego?" tanya Leo dan Rian kembali mengangguk. Leo tampak berpikir, sebaiknya dia memastikan langsung pada putranya. Bagaimana perasaan Zico pada putri sahabatnya itu.
"Baiklah, aku akan pulang menemui Zico dulu. Tapi kenapa sepertinya kamu sangat buru-buru ingin menikahkan mereka. Bahkan mereka baru saja lulus kemarin."
"Memangnya kenapa? menikah muda juga tidak buruk. Tapi aku tidak sedang memaksa putramu, Ok. Aku hanya ingin memberi kesempatan padanya agar dia tidak menelan kekecewaan."
"Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya. Tapi bagaimana jika putraku belum siap menikah?" tanya Leo sambil berpikir keras.
"Maka pilihan kedua yang akan aku ambil. Aku ingin mempercayakan Zafrina pada orang yang tepat. Seseorang yang benar-benar bisa menjaganya."
"Itulah kenapa saingan putraku seorang anak bodyguard?" sindir Leo.
"Dia bisa diandalkan, dan wajahnya tidak buruk. Sebaiknya segera tanyakan pada putramu," ketus Rian. Kesal sekali dengan ucapan Leo, meski semua yang di katakan sahabatnya itu memang benar.
"Dasar tidak sabaran. Baiklah aku akan pulang dulu, semoga saja dia di rumah. Apa kau mau ikut denganku? sebaiknya kau juga ikut mendengarkan sendiri bagaimana perasaan putraku pada Inna. Dan juga kesiapannya." tawar Leo. Rian tampak berpikir sebentar lalu mengangguk. Akhirnya kedua pria paruh baya itu pergi ke kediaman Leo.
Di waktu yang sama, Zafrina dan Zico sungguh tidak menyadari jika kedua orang tua mereka sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Zico. Keduanya terlalu larut berbagi kehangatan tubuh. Zafrina dan Zico sama-sama merasa nyaman.
Leo tiba di rumahnya yang sangat megah itu. "Dimana tuan muda kalian?" tanya Leo pada deretan pelayan di rumahnya itu. Ia melihat mobil putranya ada di halaman.
"Tuan muda ada di kamarnya tuan, tapi .... " belum sempat pelayan itu melanjutkan kata-katanya, Leo mengajak Rian naik ke kamar Zico.
Namun saat pintu terbuka, kedua pria paruh baya itu justru terkejut melihat kedua anak mereka tidur saling berpelukan, Leo melirik reaksi Rian. Dia tahu bagaimana sahabatnya itu menjaga putri kesayangannya. Apalagi Zafrina satu-satunya anak perempuannya. Seketika wajah Rian memerah, gadis kecilnya tidur dalam dekapan Zico.
"Tidak perlu marah, santai, tenanglah. Baju putrimu masih lengkap," ujar Leo menenangkan Rian.
"Tenang, tenang. Kau bisa bicara begitu karena itu anak perempuanku bukan anak perempuanmu," ketus Rian.
"Sayangnya aku tidak punya anak perempuan. Lagipula kau sudah berniat menjodohkan mereka. Jadi biarlah mereka begitu."
"Tidak akan aku biarkan, sebelum Zico mengatakan perasaannya dan menerima perjodohan itu."
Leo mendengus lalu berteriak, "Zico... apa yang kamu lakukan?" Rian yang berdiri di samping Leo sampai ikut melonjak kaget. Leo hanya meliriknya malas.
Zico membuka matanya begitu juga Zafrina. Keduanya langsung terduduk, Zico bergerak sedikit menjauhi tubuh Zafrina. Zafrina begitu terkejut dan mengedarkan pandangannya.
"Kenapa aku bisa di kasur ini?" gumam Zafrina. Wajahnya seketika memerah saat menoleh dan mendapati Zico bertelanjang dada. Zafrina melihat papi-nya dan papa Leo berdiri di depan pintu. Dia seperti orang linglung.
Sementara itu Rian terlihat kesal saat melihat Zico. Pemuda itu masih terlihat sangat tenang seperti tidak terjadi apapun.
"Zico kenakan bajumu lalu datang ke ruang kerja papa dan ajak Zafrina juga." Leo berjalan pergi. Namun Rian masih terpaku di tempatnya, akhirnya dengan sedikit tenaga Leo menarik lengan Rian. Agar segera pergi dari sana. Wajah Rian masih saja menunjukkan kekesalannya.
"Sudahlah ini bukan di Indonesia, jangan terlalu ketat pada Zafrina seperti itu."
"Enteng sekali mulutmu mengatakan itu. Kau tidak tahu bagaimana papa dan mamanya Zafrina. Bisa-bisa mereka melarangku bertemu gadis kecilku untuk selamanya." Kedua pria paruh baya itu lagi-lagi berselisih faham. Sejak dulu begitulah mereka, ada saja yang diributkan. Bahkan meskipun keduanya jarang bertemu, tapi setiap keduanya berkumpul pasti selalu bertengkar.
Rian menghempaskan bokongnya kasar. Kedua tangannya terlipat di dada menandakan kekesalannya. Ada begitu banyak yang dia pikirkan saat ini. Termasuk juga kekhawatirannya menghadapi kemarahan Gerry. Karena dia lalai menjaga putrinya
Pintu ruang kerja Leo diketuk oleh Zico, Zafrina terus mengekor di belakang tubuh Zico. Wajahnya pucat, selain karena kondisinya kemarin Zafrina juga merasa bersalah pada papinya.
"Duduk...!!" perintah Leo.
Zafrina dan Zico pun menurut. Keduanya duduk bersebelahan di sebuah sofa. Zafrina terus meremas ujung kaosnya sambil menundukkan kepalanya. Seperti orang yang tertangkap basah membuat kesalahan.
"Apa yang kalian lakukan tadi?" suara papa Zico lebih mendominan dengan tatapan tajam.
"Papa melihatnya bagaimana? kami hanya tidur, Pah. " jawab Zico santai.
"Ini tidak boleh terjadi. Kalian sudah melanggar kode etik persahabatan. Kalian harus segera dinikahkan," ujar papa Leo lagi.
JEDER!!
Bak tersambar petir, Zafrina seketika mengangkat wajahnya. Matanya seketika berembun. Ia merasa tak melakukan apapun yang menyimpang. Zafrina melempar tatapan matanya pada papi-nya, namun seolah mengikuti permainan Leo, Rian justru membuang wajah. Dia tidak tega melihat putri nya yang merasa tertekan. Tapi dia tahu perasaan Zafrina pada Zico seperti apa."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Author tu agak ruwet nulis ini. Setting luar negri, kehidupan bebas di luar negri tapi dari **Menikahi ibu susu baby Zafa dan Terjerat cinta duda kece semua pake ijab kabul. Nanti kalo tiba-tiba sah kalian jangan protes ya.
Yang penting nanti kehidupan mereka berdua aja yang bakalan aku sorot**.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Femmy Femmy
🤣🤣🤣🤣
2024-08-06
1
Femmy Femmy
jangan khawatir Rian masih lengkap kok baju yang dipakai zafrina 😃
2024-08-06
0
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-01-02
3