Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan

******

Zico melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun bukan ke apartemen Zafa atau Kediaman papi Rian melainkan Zico membawa Zafrina ke mansionnya.

"Kenapa kita ke sini?" Lagi-lagi Zafrina menggigit bibir bawahnya hingga membuat Zico terus mengumpat dalam hati karena benda kebanggaannya mulai menggeliat dari dalam celana. Wajah Zafrina terlihat sangat seksi di mata Zico. .

"Sejak semalam aku belum mandi. Aku risih berpakaian yang sama semalaman, Inna. Jika kamu mau istirahat, kamu bisa tidur di kamarku."

Zico membawa Zafrina ke kamarnya. Dulunya, Zafrina memang terbiasa keluar masuk ke kamar Zico. Tapi itu sebelum perasaannya berkembang pesat pada sahabatnya itu. Kini sikap yang ditunjukkan Zafrina justru terkesan canggung dan malu-malu.

Zafrina mengangguk, ia membuka pintu kaca menuju balkon. Dia menyandarkan tubuh lelahnya di kursi malas. Berulang kali Zafrina menguap dan akhirnya tertidur. Mungkin karena efek obat yang tadi diminumnya, akhirnya ia pun terlelap. Zico baru saja selesai mandi, dia ingin menawari gadis itu untuk makan, tapi ternyata Zafrina justru malah tertidur. Gadis itu tak sadar dirinya sedang menjadi obyek penglihatan Zico. Zico sedang memuaskan dirinya dengan memandang wajah cantik Zafrina. Pemuda itu masih bertelanjang dada, Zico kembali mengingat pembicaraan antara Uncle Rian dan juga Zafa. Mendadak perasaannya jadi tak tenang, Zico membelai wajah Zafrina.

"Apa yang harus aku lakukan agar aku tidak kehilangan dirimu?" desis Zico, hanya berbicara seperti itu saja hatinya kemudian terasa sakit. Apalagi jika dirinya benar-benar jauh dan kehilangan gadis di hadapannya ini. Zico langsung mengangkat tubuh Zafrina dan membawanya masuk ke dalam kamar. Perlahan dia membaringkan tubuh Zafrina, lalu ia pun ikut berbaring di samping gadis itu. Zico menarik kepala Zafrina dengan hati-hati agar kepala Zafrina berasa di atas lengannya. Sesaat Zico ingin mereka terus seperti ini.

Dalam alam bawah sadarnya Zafrina merasa tubuhnya menghangat. Aroma tubuh Zico terasa begitu nyata hingga membuat Zafrina merasa nyaman dan ia pun semakin merapatkan dirinya di tubuh Zico. Keduanya kini sama-sama terlelap.

Di waktu yang sama Rian berkunjung ke perusahaan milik Leo, papa dari Zico. Keduanya juga bersahabat sejak mereka kuliah hingga sama-sama membangun organisasi mafia-nya. Dulu Rian dan Leo adalah pendiri white tiger tapi kemudian Rian memecah membentuk anggotanya sendiri karena sudah berbeda tujuan namun keduanya tetap bersahabat baik. Rian datang menceritakan tentang hubungan antara putrinya dan Zico. Beruntung Leo juga tidak mempermasalahkan jika nantinya Zico menikah muda.

"Jadi kamu hanya mengerjai putraku?" tanya Leo, Rian mengangguk sambil tersenyum tipis.

"Mau bagaimana lagi, keduanya tidak ada kemajuan sama sekali."

"Kau tampaknya sangat ingin sekali menikahkan mereka. Mereka masih sangat muda. Jalan mereka masih panjang," ujar Leo.

"Jika kau tidak setuju maka aku akan menjodohkan Inna dengan Marvel."

"Anak Diego?" tanya Leo dan Rian kembali mengangguk. Leo tampak berpikir, sebaiknya dia memastikan langsung pada putranya. Bagaimana perasaan Zico pada putri sahabatnya itu.

"Baiklah, aku akan pulang menemui Zico dulu. Tapi kenapa sepertinya kamu sangat buru-buru ingin menikahkan mereka. Bahkan mereka baru saja lulus kemarin."

"Memangnya kenapa? menikah muda juga tidak buruk. Tapi aku tidak sedang memaksa putramu, Ok. Aku hanya ingin memberi kesempatan padanya agar dia tidak menelan kekecewaan."

"Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya. Tapi bagaimana jika putraku belum siap menikah?" tanya Leo sambil berpikir keras.

"Maka pilihan kedua yang akan aku ambil. Aku ingin mempercayakan Zafrina pada orang yang tepat. Seseorang yang benar-benar bisa menjaganya."

"Itulah kenapa saingan putraku seorang anak bodyguard?" sindir Leo.

"Dia bisa diandalkan, dan wajahnya tidak buruk. Sebaiknya segera tanyakan pada putramu," ketus Rian. Kesal sekali dengan ucapan Leo, meski semua yang di katakan sahabatnya itu memang benar.

"Dasar tidak sabaran. Baiklah aku akan pulang dulu, semoga saja dia di rumah. Apa kau mau ikut denganku? sebaiknya kau juga ikut mendengarkan sendiri bagaimana perasaan putraku pada Inna. Dan juga kesiapannya." tawar Leo. Rian tampak berpikir sebentar lalu mengangguk. Akhirnya kedua pria paruh baya itu pergi ke kediaman Leo.

Di waktu yang sama, Zafrina dan Zico sungguh tidak menyadari jika kedua orang tua mereka sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Zico. Keduanya terlalu larut berbagi kehangatan tubuh. Zafrina dan Zico sama-sama merasa nyaman.

Leo tiba di rumahnya yang sangat megah itu. "Dimana tuan muda kalian?" tanya Leo pada deretan pelayan di rumahnya itu. Ia melihat mobil putranya ada di halaman.

"Tuan muda ada di kamarnya tuan, tapi .... " belum sempat pelayan itu melanjutkan kata-katanya, Leo mengajak Rian naik ke kamar Zico.

Namun saat pintu terbuka, kedua pria paruh baya itu justru terkejut melihat kedua anak mereka tidur saling berpelukan, Leo melirik reaksi Rian. Dia tahu bagaimana sahabatnya itu menjaga putri kesayangannya. Apalagi Zafrina satu-satunya anak perempuannya. Seketika wajah Rian memerah, gadis kecilnya tidur dalam dekapan Zico.

"Tidak perlu marah, santai, tenanglah. Baju putrimu masih lengkap," ujar Leo menenangkan Rian.

"Tenang, tenang. Kau bisa bicara begitu karena itu anak perempuanku bukan anak perempuanmu," ketus Rian.

"Sayangnya aku tidak punya anak perempuan. Lagipula kau sudah berniat menjodohkan mereka. Jadi biarlah mereka begitu."

"Tidak akan aku biarkan, sebelum Zico mengatakan perasaannya dan menerima perjodohan itu."

Leo mendengus lalu berteriak, "Zico... apa yang kamu lakukan?" Rian yang berdiri di samping Leo sampai ikut melonjak kaget. Leo hanya meliriknya malas.

Zico membuka matanya begitu juga Zafrina. Keduanya langsung terduduk, Zico bergerak sedikit menjauhi tubuh Zafrina. Zafrina begitu terkejut dan mengedarkan pandangannya.

"Kenapa aku bisa di kasur ini?" gumam Zafrina. Wajahnya seketika memerah saat menoleh dan mendapati Zico bertelanjang dada. Zafrina melihat papi-nya dan papa Leo berdiri di depan pintu. Dia seperti orang linglung.

Sementara itu Rian terlihat kesal saat melihat Zico. Pemuda itu masih terlihat sangat tenang seperti tidak terjadi apapun.

"Zico kenakan bajumu lalu datang ke ruang kerja papa dan ajak Zafrina juga." Leo berjalan pergi. Namun Rian masih terpaku di tempatnya, akhirnya dengan sedikit tenaga Leo menarik lengan Rian. Agar segera pergi dari sana. Wajah Rian masih saja menunjukkan kekesalannya.

"Sudahlah ini bukan di Indonesia, jangan terlalu ketat pada Zafrina seperti itu."

"Enteng sekali mulutmu mengatakan itu. Kau tidak tahu bagaimana papa dan mamanya Zafrina. Bisa-bisa mereka melarangku bertemu gadis kecilku untuk selamanya." Kedua pria paruh baya itu lagi-lagi berselisih faham. Sejak dulu begitulah mereka, ada saja yang diributkan. Bahkan meskipun keduanya jarang bertemu, tapi setiap keduanya berkumpul pasti selalu bertengkar.

Rian menghempaskan bokongnya kasar. Kedua tangannya terlipat di dada menandakan kekesalannya. Ada begitu banyak yang dia pikirkan saat ini. Termasuk juga kekhawatirannya menghadapi kemarahan Gerry. Karena dia lalai menjaga putrinya

Pintu ruang kerja Leo diketuk oleh Zico, Zafrina terus mengekor di belakang tubuh Zico. Wajahnya pucat, selain karena kondisinya kemarin Zafrina juga merasa bersalah pada papinya.

"Duduk...!!" perintah Leo.

Zafrina dan Zico pun menurut. Keduanya duduk bersebelahan di sebuah sofa. Zafrina terus meremas ujung kaosnya sambil menundukkan kepalanya. Seperti orang yang tertangkap basah membuat kesalahan.

"Apa yang kalian lakukan tadi?" suara papa Zico lebih mendominan dengan tatapan tajam.

"Papa melihatnya bagaimana? kami hanya tidur, Pah. " jawab Zico santai.

"Ini tidak boleh terjadi. Kalian sudah melanggar kode etik persahabatan. Kalian harus segera dinikahkan," ujar papa Leo lagi.

JEDER!!

Bak tersambar petir, Zafrina seketika mengangkat wajahnya. Matanya seketika berembun. Ia merasa tak melakukan apapun yang menyimpang. Zafrina melempar tatapan matanya pada papi-nya, namun seolah mengikuti permainan Leo, Rian justru membuang wajah. Dia tidak tega melihat putri nya yang merasa tertekan. Tapi dia tahu perasaan Zafrina pada Zico seperti apa."

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Author tu agak ruwet nulis ini. Setting luar negri, kehidupan bebas di luar negri tapi dari **Menikahi ibu susu baby Zafa dan Terjerat cinta duda kece semua pake ijab kabul. Nanti kalo tiba-tiba sah kalian jangan protes ya.

Yang penting nanti kehidupan mereka berdua aja yang bakalan aku sorot**.

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

🤣🤣🤣🤣

2024-08-06

1

Femmy Femmy

Femmy Femmy

jangan khawatir Rian masih lengkap kok baju yang dipakai zafrina 😃

2024-08-06

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-01-02

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!