Bab 12. Kewajiban Seorang Istri

*******

Zafrina dan Zico berada di ruang makan. Mereka sedang makan siang yang tertunda. Zafrina sempat merasa canggung tapi mengingat pesan mama dan maminya membuat gadis itu dengan sendirinya bergerak menyiapkan makanan untuk Zico.

"Inna, biarkan para pelayan yang melayani Zico," kata papa Leo.

"Zico suamiku, pah, tidak ada yang lebih berhak melayaninya selain aku," Jawab Zafrina. Bahkan gadis itu mengangkat tangannya saat seorang pelayan yang terbilang masih muda ingin menuang air minum untuk pria itu.

"Tapi Zico sudah biasa dilayani pelayan," sanggah papa Leo.

"Itu dulu, sebelum kami menikah. Setelah menikah, sudah jadi kewajiban Inna melayani suami. Begitu juga mengenai urusan perut."

"Pah, sudah lah. Kita ini mau makan, kenapa papa ribut sekali," Zico mendengus kesal pada papanya.

"Bukan begitu, Papa hanya tidak mau nanti papi dan papanya mengira kita tidak memperlakukan dirinya dengan baik," Jawab Leo. Zafrina tersenyum seraya menggeleng.

"Justru kalau Ina tidak melakukan ini, mama dan mami pasti akan memarahiku, Pah. Itu artinya mereka belum mendidikku dengan benar jika aku mengabaikan suamiku."

Zico tersenyum penuh kemenangan mendengar jawaban cerdas dari istrinya. Dia mengusap kepala Zafrina saat gadis itu menunduk menuangkan air minum untuknya.

"Terima kasih," kata Zico lembut.

Inna duduk di kursinya. Awalnya dia ingin melayani papa Zico tapi ternyata seorang pelayan sudah lebih dulu menyiapkannya. Ketiganya makan dengan tenang, hanya denting sendok yang beradu yang terdengar. Mama dan papa Zico berpisah saat Zico berusia 10 tahun. Setelah perpisahan itu mama Zico menikah lagi dengan pria berkebangsaan Inggris. Sedang papa Leo memilih hidup sendiri membesarkan Zico.

Ada alasan khusus kenapa kedua orang tua Zico berpisah. Itu karena status papa Leo yang seorang mafia. Sehingga mama Zico selalu merasa hidupnya tidak tenang. Dan puncaknya saat Zico berusia 10 tahun, kediaman mereka di serang orang, dan mama Zico terkena 2 tembakan. Karena tidak tahan lagi akhirnya mama Zico memilih berpisah dengan papanya. Zico yang saat itu sudah bisa menentukan pilihan memilih sang ayah sebagai walinya.

Acara makan sore itu pun telah selesai. Zafrina dan Zico masuk ke kamar Zico setelah sebelumnya berpamitan pada Leo yang masih menikmati kudapan sorenya.

"Zi, bisa kita bicara sebentar?" Zico duduk di samping Zafrina, tatapan matanya begitu menghanyutkan. Hingga kadang membuat Zafrina merasa tenggelam di dalamnya.

"Ada apa? kenapa kamu gelisah, hmm?"

"Zi, maaf jika keluargaku terlalu menekanmu." Zafrina menggigit bibir bawahnya, Sejak tadi dia sudah berusaha mengumpulkan keberanian untuk bernegosiasi dengan Zico.

"Apa kamu melihatku tampak terpaksa melakukannya?" tanya Zico seraya tersenyum.

"No, tapi aku merasa ini terlalu cepat dan buru². Bukankah itu tidak baik?"

Zico tahu Zafrina masih begitu terkejut dengan semua kejadian yang baru-baru ini menimpanya. Terlebih pernikahan mereka. Zico kembali menyunggingkan senyumnya, Lalu membelai pipi Zafrina yang bersemu merah.

"Jika aku berkata aku sudah jatuh cinta padamu sejak awal apa kamu akan percaya?"

"Tidak mungkin... " Zafrina menatap Zico tak percaya.

"Tapi nyatanya itulah yang aku rasa. Sejak pertemuan kedua kita, kamu bagai sumbu magnet bagiku. Sejauh mana pun diriku pergi, aku pasti akan kembali padamu."

"Jangan mengatakan omong kosong, Zi. Aku ingin kita bicara serius."

"Tatap mataku, Ina, rasakan sendiri apakah aku sedang membual atau aku berkata jujur padamu

Kamu paling tahu itu." Zafrina menatap kedua bola mata Zico. Tidak ada kebohongan di mata pria di depannya itu. Tapi mungkinkah?

"Tapi kamu... " Zafrina belum selesai melanjutkan kata-katanya, saat Zico tiba-tiba menyambar bibir Zafrina dan melu*matnya lembut.

"I love you, Inna. I love you from yesterday, right now, tomorrow and forever." Desis Zico, kening keduanya saling menyatu, dan hidung mereka pun masih saling bersentuhan.

"Tapi, kamu dan .... "

"Aku dan semua wanita-wanita itu hanya menjalin hubungan palsu. Aku hanya ingin mengetes seberapa kamu akan cemburu. Tapi bukannya kamu yang cemburu, malah kamu selalu mencari mangsa lain, dan aku tidak suka hal itu. Makanya saat kamu sering pendekatan dengan pria lain aku selalu mengatakan jika aku putus dengan pacar-pacarku."

"Kenapa kamu jahat sekali."

"Aku hanya tidak ingin mutiara berhargaku di ganggu orang. Apalagi orang-orang yang tidak berguna. Jangan berharap itu akan terjadi. Jadi jangan pernah mengatakan jika aku terpaksa melakukan semua ini. Karena jika boleh jujur ini adalah momen yang paling membahagiakan untukku meskipun pernikahan kita hanya dilakukan di rumah sakit."

Zafrina menghambur memeluk Zico. "Terima kasih," bisik Zafrina.

Zico tersenyum dan mengusap puncak kepala Zafrina. Ini adalah keputusan terbaik dalam hidupnya. Dia tidak akan menyesali menikah di usia muda. Dia berharap bisa menua bersama dengan gadis pujaan hatinya ini.

"Sekarang mandilah, dan bersihkan dirimu. Kamu perlu beristirahat setelah ini," ujar Zico, Zafrina mengangguk lalu mengurai pelukannya. Ia menatap Zico sesaat dan mengusap rahang pria itu.

"I love you too... "

Setelah mengatakan itu, Zafrina menutup wajahnya karena malu, ia lalu berlari ke kamar mandi.

Setelah Zafrina masuk dan mengunci pintunya, Zico segera merogoh ponselnya dan menghubungi anak buah Rian.

Zico : ["Bagaimana? apa papa sudah menghubungi kalian?"]

Pablo : ["Tuan meminta kita untuk melepas mereka semua. I-itu atas permintaan nona muda."]

Setelah mendapat laporan dari Pablo, Zico langsung mematikan teleponnya. Zico memejamkan matanya, tangannya terkepal erat. Satu kata yang dapat menggambarkan suasana hatinya saat ini, kesal.

Zafrina keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono, ia berjalan mendekati Zico dan memeluknya dari belakang. Aroma shampoo dan sabun langsung terhirup oleh pria itu, Zico membalikkan badannya dan mendekap Zafrina erat.

"Kenapa kamu melepas para berandalan itu?"

Zafrina mengangkat wajahnya, dia menatap kedua bola mata Zico. Senyum lembut Zafrina mengembang.

"Karena aku tidak mau memperumit masalah ini. Beberapa dari mereka anak para pejabat di kota ini. Sementara aku hanyalah seorang imigran."

"Lalu kenapa?" tanya Zico datar.

"Zi, mereka bisa saja melakukan hal yang buruk."

"Aku akan melindungimu, kamu hanya perlu mengandalkanku."

"Aku memang hanya mengandalkanmu, kak Zafa juga papi sebagai cadangannya." Zafrina mencubit hidung Zico.

"Lain kali biarkan hal-hal remeh semacam ini menjadi urusanku. Kau hanya perlu nikmati saja hidupmu dan menjalaninya dengan bahagia. Selebihnya serahkan semua padaku.

"Tapi, Zi. Mengenai itu.... " Sejenak Zafrina menunduk malu, wajahnya memerah semerah tomat.

Zico tahu apa yang Zafrina khawatirkan. Dia tersenyum dan menangkup kedua pipi Zafrina. Tatapan mata keduanya beradu, Zafrina menggigit bibir bawahnya karena cemas.

"Kita jalani saja dan ikuti alur. Aku tidak akan memaksamu untuk yang satu itu. Tapi jangan terlalu lama memikirkannya juga. Karena aku juga.... " Zico menjeda ucapannya lalu mendekatkan bibirnya di samping telinga Zafrina. "Hanyalah laki-laki normal biasa."

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Sory ya guys, aku kemarin libur karena ada masalah keluarga. Maaf baru bisa up.

**Sambil nunggu author up. Bolehlah mampir ke karya bestie ku yang lain ya, dijamin tidak kalas seru.

Judul karya : The Ugly Duckling

Penulis : Black Rose**

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

zafrina Agresif juga😁

2024-08-07

1

❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳

❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳

tega sekali kak emma emang.. zico dna zafrina emang terlalu.. memgumbar aura sweet sweet an dan mesra mesraan di depan readers tercinta ini... sungguh gk kuat aku tuhh.. 🙈🙈🙈😑😑😑😑

😝😝😝
..

2023-09-07

0

Nur Lizza

Nur Lizza

lnjut

2022-07-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!